Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Salah Tarik


__ADS_3

"Za, buruan pergi dari sini sebelum kita ketangkep ama makhluk-makhluk aneh ini" ajak Delia pada suaminya yang ingin segera lari untuk menuju ke tenda.


Tidak ada jawaban dari Reza, Delia pun langsung menarik tangan Reza tanpa aba-aba darinya. Merasa larinya Reza itu lambat, kini Delia buka suara.


"Jalan elu kok kayak siput siZa, ngebut dikit napa jalannya, kayak orang kelaparan aja!" kesal Delia yang merasa Reza larinya tidak sekencang tadi.


"Bentar-bentar, tangan elu kok dingin banget si kan kita tadi baru ... " potong Delia yang sudah mukai curiga.


..


"Reza" panggil Delia.


2menit menunggu tidak ada jawaban ..


"Reza Andriano!! apakah elu dengar kalo gue manggil elu" panggil Delia sekali lagi.


"Iya" jawab Reza yang kini sedang berucap.


"Suara elu kenapa? kok mulus banget si persis kulit gue" ucap Delia yang dengan pedenya.

__ADS_1


"Masa sih?" jawab Reza.


"Iya.. tuh kan bener suara elu mulus banget. Biasanya suara elu kan serak-serak gimana gitu, lah ini kok beda" ucap Delia yang semakin curiga dengan suara suaminya


"Apa jangan-jangan e-elu mbak kun ya? atau mbak sun?" lanjut Delia yang kemudian menoleh kebelakang sedikit demi sedikit.


Ketika Delia belum menoleh kebelakang untuk seluruhnya, ada bayang-bayang putih yang berbaju panjang dan rambut panjang.


"Jadi, yang gue tarik tadi itu mbak kun ya? omaigatt .. gue salah tarik orang" getir Delia yang tahu siapa yang digandeng sekarang.


"Aaa ......" sebuah teriakan histeris keluar dari mulut Delia dan secepat kilat melepaskan genggaman tangannya.


Dengan wajah ketakutan dan air mata yang keluar, Delia tak henti-hentinya untuk lari dan menangis. Iya! lari dengan keadaan menangis. tau kan? macam ada diFilm-film gitu. Tapi ini judulnya "melarikan diri dari kejaran mbak kun" beda dengan yang ada difilm "melarikan diri dari kejaran cinta"


"Gue kok nggak sampai-sampai si, perasaan gue larinya kenceng banget deh. Apa gue harus lihat kebelakang ya"


Dan lagi-lagi ...


Aaaa ...

__ADS_1


Jerit Delia yang melihat bajunya ditarik mbak kun dari belakang.


"Lepasin gue .. hiks hiks. Gue belum punya anak dan belum memberikan mama cucu. Apa elu nggak kasihan ama Delia yang cantik ini"


" Gue akuin kok kalau elu itu berasal dari wanita yang punya anak tapi mati, tapi .. tapi setidaknya elu harus lepasin gue, gue mau buat cucu. Tolong lepasin gue mbak kunnn .. karena gue mau lari. Aaa ..." curhat Delia yang tidak ingin ditangkap oleh mbak kun.


"IH HIHI, nggak! Gue mati elu harus mati! IH HIHI" ucao mbak kun itu. Eh ngmong-ngomong, ini mbak kun versi author ya.


"Eh, elu kok bisa ngomong si?" tanya Delia.


"Ya bisalah, emangnya yang punya mulut elu aja gue kagak gitu!" sahut mbak kun yang kemudian melepaskan sedikit demi sedikit baju Delia.


"Iya si, bener yang elu cakap kun"


"Saatnya gue harus lari, karena gue merasa dia udah lepasin baju gue" sebuah trik muncul dipikiran Delia.


Delia sudah mantap dengan trik yang dibuatnya, kalau bukan trik untuk melarikan diri lalu trik apalagi?. Setelah dia yakin kalau trik itu berhasil, maka dilakukanlah trik itu.


.

__ADS_1


.


...#Mohon dukung author dengan like, vote dan komen. Matursuwun🙏♥️....


__ADS_2