Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Strategi Gagal


__ADS_3

"Lalu apa kelanjutannya"


"Sabarlah tuan, sebentar lagi tuan akan menikmatinya" ucap Zan.


"Ayo tuan, kita bantu mereka untuk lepasin nona Delia" lanjut Zan yang sudah menyiapkan dirinya.


"Ayo" ucap Arga dengan penuh semangat, berharap strategi ini akan berhasil.


Sekertaris Zan menambah pengawal cukup banyak untuk menghadapi para pengawal Surya itu. Zan yang tidak mau kalah, dia harus mengingatkan pada para bawahannya itu untuk tidak melarikan diri apapun yang terjadi.


Dan penyusupan itu berlangsung ..


"Nona, pergilah jangan ikut campur disini. Nona itu wanita, nggak pantas ikut-ikutan begini" ucap Aland yang sedang sibuk menghadapi para penyusup.


"Hei Al .. berani kau menyuruhku, kau lupa siapa aku" jawab Vira yang tak kalah sibuk dengan Aland.


"Saya tahu siapa anda, tapi saya mohon sekali ini saja, anda tidak perlu ikut dalam hal ini"


"Dasar pengawal rendahan. Diamlah, atau gue akan buat karangan cerita pada papa untuk menjelekkan nama lu" ancam Vira yang sebenarnya tidak tega dengan Aland. Tapi mau gimana lagi, kedaanlah yang memaksaku untuk berbohong.


"Maksud saya nggak gitu nona, silahkan nona bantu saya" ucap Aland yang tidak mau terus berdebat dengan Vira.


"Hemm.. " singkat Vira.


DOR

__ADS_1


Satu tembakan berhasil keluar dari seseorang yang baru saja tiba.


"Papa?" kaget Vira saat melihat papanya menyusul ditahanan itu.


Anak siapa yang tidak kenal wajah ayahnya sendiri meskipun diberi blazer untuk menutupinya.


Arga dan Zan bingung seketika, karena strateginya terhambat oleh seseorang yang baru tiba disana.


"Kau tahu, kira-kira itu siapa" tanya Arga pada Zan.


"Dari gerak-geriknya, dia itu seperti pemimpin dalam penculikan nona Delia Tuan" ucap Zan yang sedang mengamati tingkahnya.


"Kurasa juga begitu"


"Tapi tuan, strateginya gimana" tanya Aland yang mengingatkan pada Arga.


"Buang aja strategi lu yang selalu gagal, gue lelah Zan main nyusup-nyusupan. Sekarang gue mau to the point!" ucap Arga yang melangkahkan kakinya demi kaki.


***


Saat Vira tahu, bahwa orang itu adalah Surya, yakni papa nya sendiri dengan segera dia menemuinya.


"Papa!" teriak Vira yang sedang dilanda emosi.


"Shit, apakah itu putriku, Vira. Kalau iya, bisa bahaya peranku sebagai seorang ayah. Andai aku nggak terlambat tadi, mungkin aku nggak ketemu sama putriku. Ini semua gara-gara mama!" pekik hati Surya yang terkejut melihat keberadaan putrinya.

__ADS_1


"Iya, sedang apa kamu sayang" ucap Surya dengan penuh kelembutan.


"Apa ini semua pa?!" tanya Vira.


"Ini semua? tentu saja hutan yang ditumbuhi pohon berkayu" jawab Surya yang pura-pura ingin terlihat lugu didepan putrinya.


"Papa!!" teriak Vira sekali lagi yang mendengar jawaban papanya.


Keempat pria itu dengan sekejap langsung menutup telinganya karena teriakan dari sebuah mulut Vira.


"Papa! tatap mata Vira. Apa yang papa lakukan pada mereka?" tanya Vira yang kini sudah normal volume bicaranya.


"Tidak ada, papa cuma menghukumnya" jawab Surya dengan cepat.


"Lalu buaya-buaya ini?" tanya Vira yang sedang melihat beberapa buaya yang berserakan dihutan.


"Dasar pengawal nggak ada gunannya, kemarin kan udah aku suruh untuk meletakannya disamping si buaya darat itu" gerutu Surya yang tidak lupa dengan ekspresi di wajahnya.


"Nggak usah dibatin ngomongnya pa!" ucap Vira yang tahu kalau Surya bicara sendiri didalam hatinya


.


.


...#Jangan lupa dukung author dengan vote, like dan komen. Terima kasih🙏♥️....

__ADS_1


__ADS_2