
Setibanya Bu Nia hilang dari pandangan mereka, tiba-tiba ...
"Vira, mama, syukurlah papa nggak telat" ucap Surya melihat Vira dan istrinya masih disekolahan.
"Siapa bilang papa nggak telat. Papa itu udah telat dan acara wisudanya sudah selesai. Papa tau nggak, Vira dapet juara satu sekejurusan" ucap Vira panjang kali lebar pada papanya.
"Pandai juga putri papa. Mau kemana kalian?" tanya Surya yang sedang melihat mereka hendak naik ke mobil.
"Mau pulang lah, kan acaranya udah selesai" ucap Ana yang terlihat kesal.
Pasalnya, Surya telah berjanji pada istrinya bahwa dia akan tepat waktu untuk pergi bersamanya.
***
"Sesibuk apapun besok papa, papa harus tepat waktu untuk pergi ke sekolahan Vira. Besok itu akan ada acara penting pa, mama nggak mau tahu papa harus dan wajib tepat waktu besok titik nggak pake koma!" ucap Ana yang nggak mau ada bantahan.
"Iya, besok papa akan kesana" jawab suaminya, Surya.
"Janji" ucap Ana yang ingin diberi kepastian.
"Janji sayang" sahut Surya yang tidak mau istrinya marah.
***
__ADS_1
"Oh iya, aku lupa kalau hari ini ada janji. Habis deh" pekik hati Surya yang sedang teringat dengan perkataannya kemarin
"Ayo, papa antar kalian" tawar Surya.
"Nggak usah repot-repot. Kita masih punya kaki buat jalan, mata buat lihat, dan tangan buat mukul mulutmu yang sudah berani ingkar janji" ketus Ana yang sedang memukul suaminya itu.
Bukannya yang ditampar kesakitan, eh malahan yang nampar kesakitan.
"Kan papa sudah bilang, jangan mukul tubuh papa. Tuh, tangan kamu kan yang sakit" jelas Surya yang saat itu mau memegang tangan Ana.
"Lagu lama!" singkat Ana yang tahu kebiasaan suaminya ketika dirinya sedang marah.
"Jangan marahan dong kalian, ada Vira nih" ucap Vira yang tidak mau melihat mereka marah.
"Nggak sia-sia nak papa buat kamu." gumam hati Surya saat melihat putrinya meredakan pertengkaran kecilnya.
...--------------...
Setelah kejadian yang dialami Arga dan Zan, kini mereka telah sampai pada tujuannya.
Tujuan Arga untuk mencari adiknya memanglah sebuah tugas yang harus dilaksanakan, karena dia pernah bilang "akan melindungi dirinya apapun kesalahannya".
Seorang pemimpin perusahaan harus memiliki atitude yang baik dan sopan, termasuk perkataan yang harus dibuktikkan. Jika orang itu terlihat disiplin, maka seluruh sikapnya bisa diketahui dengan pasti.
__ADS_1
Tidak semua, penampilan menandakan kepribadian.
Karena kepribadian sulit dipahami oleh orang awam.
Jadi jangan pernah melihat orang dari penampilannya ya sayang! karena penampilan bisa dirubah tetapi sifat dan sikap sulit untuk dirubah.
"Zan, itu Delia" ucap Arga dengan pelan-pelan yang tidak mau para pengawal itu mendengarnya.
"Iya tuan, sepertinya itu memang nona Delia" jawab Zan yang tidak kalah lirihnya.
"Bukan sepertinya, tapi memang dia Delia. Ish kau ini bodoh sekali mengenali wajah" ejek Arga.
"Iya tuan, kalau saya memang bodoh pasti tuan masih bersama nenek moyang tuan" ucap Zan yang tidak mau kalah dengan ejekan Arga.
"Diamlah!" perintah Arga yang merasa dirinya lelah berdebat.
"Siapkan strateginya sekarang. Dalam menit ketiga, strategi itu harus dilakukan. Satu .. Dua ... Tiga ..." suatu abah-abah yang keluar dari mulut Arga.
Seluruh pengawal Arga mulai melakukan aksinya. Wajar kalau aksi dari strategi itu berjalan lancar, karena mereka telah mempelajarinya untuk persiapan yang lebih matang.
.
.
__ADS_1
...#Jangan lupa dukung author dengan like, vote dan komen kalian. Segera yah!😉♥️ Matursuwun🙏....