
"Eh papa. Hehe, mau ngapain papa kesini" ucap Delia yang pura-pura tidak tahu apa yang dilakukannya tadi.
"Mau kayak kamu" sindir Bima pada putrinya.
"Kalian apa-apaan si ber***ta disini, udah malem lagi. Apa nggak takut , jika tiba-tiba ada mbak kun dan mbak sun disini gimana?. Hihihi" lanjut Bima yang kemudian menakut-nakuti Delia.
"Nggak usah takutin Delia gitu dong pa, papa aja takut kan?" protes Delia yang tahu papanya itu takut sama mbak kun dan mbak sun.
"Kau takut pada begituan Bim? sungguh tampangmu tak seberani yang ku kira. Hihihi" ejek Surya pada Bima
Tiba-tiba ada suara ..
Hihi Hihi
Suara itu tampak menyeramkan ditelinga.
"Apa itu suara kau sur?" tanya Bima yang tidak mau menoleh ke Surya.
"E-eng ... " ucap Surya dengan terbata-bata.
Eh heheheee
Suara itu keluar lagi, tapi tidak tahu dari mana asalnya.
__ADS_1
"Kau yakin itu bukan suara elu Sur?" tanya Bima dengan sekali lagi.
Bukannya menjawab eh malah balik tanya "E-enggak Bim. Bu-bukannya itu su-suara elu?"
"Menantu, Delia?" panggil Bima yang masih setia untuk tidak menoleh.
"Bu-bukan pa, i-itu bu-bukan su-suara kami" ucap mereka dengan nada ketakutan.
"Ka-kalau itu bu-bukan su-suara elu bim dan ju-juga bu-bukan su-suara mereka, ka-kalian ta-tau kan i-itu su-suara siapa?"
"Ta-tau pa" ucap mereka bertiga.
"Eh kok gue ikut-ikutan panggil pa si, busett gini deh emang gue kalau ketakutan, suka nyeplos" salfok Surya yang memanggil Bima dengan sebutan Pa.
"Dan ka-kalian ta-tau kan a-apa yang di-dilakukan ke-ketika me-mendengar suara itu? " ucap Bima dengan memberanikan diri untuk menoleh kebelakang.
Dan Bima belum lari, bahkan dia mematung seperti patung yang seolah-olah tidak bisa bergerak.
"Elu be-bener mbak kun ama mbak sun ya?" tanya Bima dengan menutup rapat matanya dengan kedua tangannya.
Hihihi Eh hehehe
"Be-bener mbak, ka-kalau e-emang bener ... Ka-ka-kaburrrrr " jerit Bima yang seperti jeritan wanita.
__ADS_1
Bima lari secepat-cepatnya untuk meninggalkan lokasi itu. Seorang CEO Senior yang gagah dan berani, kini sedang ketakutan seperti seorang pencuri yang mencoba untuk melarikan diri dari kejaran polisi.
"Reza!! Delia!! Ini salah elu berdua!!" teriak Bima dengan lari terbirit-birit.
Teriakan itu berhasil didengar oleh tiga orang yang kini sedang menganga melihat seorang Bima ketakutan.
"Uwih, gue baru liat sang jagoan ketakutan. Ini nggak bisa dibiarin, gue akan mengabadikan momen langka ini" batin Surya yang sedang menjebret kamera.
"Om apa-apaan sih ngambil foto papa" ucap Delia.
"Terserah om dong! ini kan camera om!" sahut Surya.
"Kalau elu bukan anaknya siBima, mungkin udah dari tadi gue pecel elu jadi tempe" cibir Surya dihatinya
Ketika obrolan itu berlangsung, rupanya ada mbak sun dan mbak kun yang masih setia untuk mengejar mereka bertiga.
"Aaaa.... mbak kun, mbak sun .... lari ...." teriak Surya dan Delia.
"Eh bentar-bentar, siReza mana?" ucap Delia yang sedang sadar kalau suaminya itu tidak ada.
Melihat ada sosok yang sedang berdiri tegak membelakanginya, Delia pun yakin kalau itu adalah suaminya.
.
__ADS_1
.
...#Mohon dukung author dengan like, vote dan komen. Matursuwun🙏♥️....