Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Sindiran


__ADS_3

Teringat perkataan Aland, secepatnya Vira akan mencari jalan keluar untuk masalahnya ini. Tetapi sebelum itu, dia akan kembali bersama mamanya karena dia terlalu lama meninggalkannya.


"Lama! dari mana aja kamu" ucap Ana sambil menatap tajam mata Vira.


"Em .. tadi nggak sengaja ketemu sama guru wali kelas ma, terus Vira samperin deh" jelas Vira yang tidak mau curiga dengannya.


Melihat mamanya yang sedang bersama seseorang, membuat mata Vira tertuju padanya.


"Bu-bu Nia" panggil Vira yang sedang mengamati orang disebelahnya mama Ana.


"Iya, siapa?" ucap Bu Nia yang tidak mengenal Vira.


"Ini saya bu, Vira. Vira yang suka ngobrol dikelas, hahaha" jawab Vira yang disertai tawa kecilnya.


"Vira? benarkah? tumben hari ini nggak telat" sindir Bu Nia yang ingin main-main dengan Vira.


"Benar bu, ini Vira. tumben juga hari ini ibu nggak galak" sindir Vira yang sedang bercanda.


"Tumben kamu cantik hari ini, biasanya .. em .. cantik juga kok" ucap Bu Nia yang ingin mencari pujian.

__ADS_1


"Terima kasih. Ibu juga tumben, hari ini cantik" Puji Vira.


"Lah biasanya kan emang ibu cantik" protes Bu Nia yang tak terima pujian Vira itu.


"Iya cantik tapi nggak banget, soalnya ibu sukanya yang ekstream" sahut Vira yang sedikit menambah Bu Nia emosi.


"Hust .. Vira! nggak boleh gitu" bisik Ana pada putrinya sambil menginjak kakinya.


"Aduhh" teriak Vira yang sedikit kencang.


"Kenapa Vir? sakit ya kena karma yang tiba-tiba datang" ucap Bu Nia dengan ejekannya, tapi tidak lupa dengan candaannya.


" Mana kucingnya, kok ibu nggak lihat" ucap Bu Nia dengan bodohnya yang mudah saja mempercayai Vira.


"Ini disebelah saya bu ... ups" jawab Vira yang seketika menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"Bu, saya permisi dulu karena ada urusan sebentar. Anda lanjutkan saja masalahnya sama putri anda karena putri anda adalah bagian keluarga anda sedangkan saya, saya hanyalah orang luar yang bukan bagian keluarga anda dan sebaiknya saya tidak ikut campur. Permisi bu Ana"pamit Bu Nia dengan segera yang tahu keadaan anak dan ibunya itu semakin memanas.


"Vira, ibu permisi dulu. Jaga diri kamu baik-baik, jangan sampai mama kamu marah" bisik Bu Nia ditelinga Vira.

__ADS_1


"Iya bu, jaga diri ibu baik-baik juga karena mama Vira mau membalas ibu" ucap Vira dengan mengedipkan matanya.


"Ehem .. jika sudah ibu boleh pergi. Ngomong-ngomong makasih canda tawanya" ucap Ana dengan tersenyum manis.


Setibanya Bu Nia hilang dari pandangan mereka, tiba-tiba mereka bilang bahwasannya para reader's harus dukung author dengan vote, like dan komen😂.


...-------------...


#BTW, kalau emang ceritanya garing ya dimaapin lah authornya ini. Karena author kan emang bukan pelawak. Jadi penulis aja author belum sempurna apalagi pelawak ya kan.


Maka dari itu, sebisanya Author akan usaha gimana caranya menjadi penulis yang baik. Kalau ada uneg-uneg dan sarannya mohon diucapkan melalui komentar ya say!


Kalau kalian diam-diam bae, gimana author paham apa mau kalian😂.


So, kalian boleh kok kasih saran sama author tapi jangan sampe kelewatan. Karena hati manusia mudah rapuh, apalagi soal cinta ... iya kan.


Hayo ngaku siapa yang bacanya dalam hati sambil memperagakkan bibirnya. Cieh ketahuan kan elu ..


#Matursuwun atas dukungannya selama ini🙏♥️. Semoga dukungan yang kalian berikan pada author menjadi berkah dan dibalas sama Allah Swt. Amiiinnn ....

__ADS_1


__ADS_2