Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Sebuah Kecelakaan


__ADS_3

Ahhhhh ..


BRAKKKK


Jerit Vira yang terkujur lemas ditabrak sebuah mobil yang cukup melaju kencang.


"VIRAA" teriak Arga yang melihat darah Vira tercecer dijalan.


Arga merasa bersalah atas kejadian ini karena ulah adiknya. Dengan penuh rasa bersalah, Arga mengangkat tubuh Vira yang dilumuri darah segar itu dan memasukkannya dimobil Arga.


Tak butuh waktu lama, Arga sampai dirumah sakit yang tak jauh dari kejadian tabrak lari itu.


"Dokter!!" teriak Arga yang memanggil dokter


"A-ada yang bisa saya bantu pak" jawab perawat itu sambil ketakutan karena berhadapan langsung dengan pengusaha yang terkenal.


Mata tajam Arga mengarah keperawat itu.


"Apa kau tidak melihat dia sekarat ha!!" Bentak Arga


"Cepat bawa dia keruangan operasi, dia cukup kehilangan banyak darah" ucap Dokter yang datang tiba-tiba karena melihat keributan yang sedang terjadi.


"Berikan dia pelayanan yang terbaik dan selamatkanlah dia. Gue mohon!!" ucap Arga yang tak sengaja meneteskan air matanya.


Pertama kalinya Arga memohon pada seseorang demi keselamatan orang yang belum cukup dikenalnya. Entah memohon atas dasar rasa bersalah atau rasa lainnya, percayakanlah semua pada AuthoršŸ˜‚.


"Itu pasti kawan" balas Dokter itu yang diketahui sebagai temannya Arga.


"Gue nggak tau harus berbuat apa, bertemu lo aja gue gak pernah mau kalah sama lo. Tapi sekarang, gue sendiri merasa bersalah atas kejadian ini. Tolong cepatlah sadar Vir, Gue ga tau harus ngomong apa sama kedua orang tua lo" batin Arga dengan mata yang berkaca-kaca.


Setelah setengah jam Arga menunggu. Kini, pintu ruang operasi terbuka.


"Gimana keadaan dia Brave?" tanya Arga pada Dokter yang menangani Vira sekaligus sahabat Arga.


"Baik! Dia cuma butuh banyak darah. Tapi golongan darahnya AB dan itu golongan darah yang cukup langka. Apa lo bisa bantu gue nyari donor darah, karena golongan darah itu habis" jawab Dokter Brave menepuk punggung Arga.


"Golongan darah AB? Gue golongan darah itu. Ambillah darahku sebanyak yang kau butuhkan" perintah Arga pada Dokter Brave.


"Gue akan periksa lo dulu. Setelah cocok, gue akan ngambil darah lo. Mari kita keruangan" ucap Dokter Brave melangkahkan kakinya yang dibuntuti Arga.


Dokter Brave mulai memeriksa darah Arga, apakah darahnya sama dengan Vira atau tidak.


"Syukurlah! Darah lo cocok ga. Gue akan langsung melakukan transfusi darahnya. Lo siap kan?" tanya Dokter Brave yang melihat Arga termenung.


"Iya, gue siap!! lakukanlah sekarang!!" perintah Arga.


Kini Arga dan Dokter Brave menuju keruang rawat Vira untuk melakukan tranfusi darah. Arga mulai berbaring tepat disamping vira dengan jarak 1meter.


"Gue harap, setelah gue ngelakuin ini semua. Gue bisa nebus atas kesalahan adik gue. Cepatlah sembuh Vir!" Batin Arga.


Dokter Brave yang kini sudah melakukan tranfusi darah. Tubuh Arga mulai melemas karena cukup banyak darahnya diambil.


"Sekarang lo istirahat saja, bentar lagi kondisimu akan pulih seperti semula" ujar Dokter Brave.


"Thank's Brave atas segala bantuan lo" ucap Arga yang memohon.


"Udah tugas gue ga sebagai dokter. Gue keluar sebentar, ada pasien yang harus gue tanganin" balas Dokter Brave sambil menepuk punggung Arga.


...------------...


"Sekarang kita harus gimana?" tanya Delia pada Reza.


"Ya seperti ini lah" pasrah Reza.


"Sayang, kenapa tadi kamu nggak lawan kakak? kesal Delia saat melihat Reza tadi terdiam.


"Kamu kan tau sayang, kakakmu itu sangat berpengaruh diNegara ini. Tak ada satupun yang berani melawan kakakmu, apalagi gue yang bukan tandingannya. Bisa-bisa kakakmu nyuruh orang yang menanam sahamnya diperusahaan Andriano menyuruhnya untuk mencabut semua sampai tak tersisa!!" jelas Reza yang tak mau melakukan kesalahan sedikit pun.


Memang, Arga orang yang sangat berpengaruh dinegara Inggris karena kedudukan yang tinggi dari perusahaan Raymond, perusahaan kakeknya. Bahkan Reza mampu menghancurkan perusahaan siapa saja hanya dalam 1jam.


Hebat bukan?


Tak heran jika Arga adalah orang yang paling disegani karena kedudukannya yang tinggi.


"Iya sih, kalau perusahaanmu ada apa-apa nanti kabarin gue ya sayang. Terus gimana sama keadaan Vira? Gue nggak bisa bayangin sayang, betapa hancurnya hatinya" ucap Delia sambil tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Apa benar yang gue lakukan sekarang. Meskipun gue tidak cinta dia, tapi dia baik kok" batin Reza yang merasa bersalah.


"Gak usah bahas dia lagi ah, males gue" ketus Reza.


"Delia, nggak merasa bersalah kah sama Vira?" tanya Reza tiba-tiba.


"Sebenarnya iya sih, tapi mau gimana lagi. Lo tanya gitu kenapa? masih suka sama dia?" ucap Delia dengan keheranan.


"A-a enggak kok. Siapa yang masih suka dia, toh gue juga akhirnya milih lo kan" balas Reza dengan yakin.


"Yaudah, ayo kita pesan makanannya" ajak Delia.


"Ayo" jawab kekasih Delia, Reza.


Inilah yang ditakutkan, sahabat bermuka dua. Padahal, sahabat adalah mereka yang tetap ada walau seluruh dunia menjauhinya.


Apa yang kita alami demi teman terkadang melelahkan dan menjengkelkan, namun itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai keindahan.


Sahabat sejatiĀ itu bukan seorang yang sering mentraktir kamu, minjemin duit. Tapi sehabat yang selalu ada saat kamu gagal.


Bunga mawar dapat menjadi tamanku dan seorang sahabat bisa menjadi duniaku.


#Btw kata-kata ini copas dar sebelah yašŸ™šŸ˜‚


...--------------...


"Ngomong-ngomong, siapa dia? kekasihmu?" tanya Dokter Brave yang datang tiba-tiba.


"Nga-ngaco deh lo. Dia itu sahabat gue" ucap Arga yang terkejut karena kedatangan Dokter Brave.


"Oh, gue kira dia kekasih lo" goda Dokter Brave lagi.


"Boleh gue nemuin dia sekarang, Brave? Gue udah pulih kok" tanya Arga yang mulai mengalihkan pembicaraan dan berusaha untuk bangun dari tempat tidur.


"Silahakan, tapi jangan banyak bicara dengannya dulu karena luka dikepalanya belum sembuh total akibat benturan yang cukup keras" jawab Dokter Brave panjang kali lebar yang mulai meninggalkan ruangan itu.


Tanpa dijawab, Arga menyelip masuk kedalam. Melihat kondisi Vira yang penuh perban dan melihat matanya masih tertutup tak terasa bulir-bulir air mata terjatuh lagi.


Saat mendekati Vira, Mata Arga tertuju pada bagian dada Vira yang basah. Arga mendekat dan semakin mendekat dengan wajah yang penasaran.


Apa ini, kok basah. Jangan-jangan dia ...


Astaga, ternyata air matanya yang keluar


Gue kira apa ...


Gue baru tahu, mata tertutup bisa menangis


Apa ini efek tadi ya, karena penghianatan yang


dilakukan dua orang yang sangat disayanginya.


Oh iya!! Reza!!Delia!!.


Seketika Arga teringat dengan Reza dan Delia yang sudah membuat kondisi Vira memburuk.


Kring kring


Bunyi polsen dari Arga. Secepat Arga langsung mengangkatnya katena itu panggilan dari mamanya.


"Sayang, kamu sekarang dimana? kok belum pulang sih, ada apa sebenarnya? kok Delia adikmu nangis-nangis gak jelas sih ga?" tanya mama Syellia yang tak henti-hentinya bertanya.


"Ma! kalau tanya itu satu-satu kenapa. Mama tunggu saja Arga. Arga akan pulang besok dan semuanya yang terjadi, Arga akan jelaskan pada mama" tegas Arga pada mamanya, Syellia.


"Iya sayang, mama akan tunggu kamu. Baik-baik disana ya" jawab mama Syellia dengan senyuman.


"Iya ma, pasti!" ucap Arga sambil mematikan panggilan dari mamanya.


Tiba-tiba layar ponsel Arga beralih untuk menelpon seseorang.


"Cari tahu siapa semua dalang dibalik kecelakaan ini. Dan satu lagi, Suruh penanam saham mencabut sahamya diperusahaan Andriano. Gue nggak mau, ada saham sedikitpun yang masih tersisa diperusahannya. Tolong, hubungi keluarganya dan cari tahu semua tentang Vira Alisyia. Paham?!" Ucap Arga dengan seseorang dibalik layar ponsel.


"Paham!! sesuai yang tuan inginkan" jawab Sekertaris Zan yang diketahui sebagai sekertaris Arga.


Kali ini lo nggak bisa ngelak balesan gue Za!! kesalahan lo kali ini sangat-sangatlah fatal dan harus mendapat balasan sesuai apa yang lo perbuat. Gue akan balas dendam hanya untuk lo Vir, karena gue tau seberapa sakitnya perasaan lo yang tersakiti.

__ADS_1


Batin Arga yang sedang memandangi Vira.


"VIRA" panggil Arga yang melihat Vira sudah membuka matanya.


"Dokter!!Dokter!!" ucap Arga yang memanggil Dokter.


"Iya ga, sebentar gue periksa dulu keadaan dia" balas Dokter Brave sekaligus sahabat Arga.


Ketika Dokter Brave menyilak baju Vira dengan membuka satu kancing didadanya untuk memeriksanya, tiba tiba tangannya ditempis Arga.


"Mau ngapain lo!!" tanya Arga dengan tatapan tajamnya.


"Kalo lo ngehalangin gue, gimana cara gue meriksa dia. Oon!" ketus Dokter Brave yang melihat tingkah konyolnya Arga.


"Bagian mana aja kan bisa!! asal jangan bagian yang paling berharga buat dia dong!!" kesal Arga pada Dokter Brave yang mulai meninggalkan ruang pasien.


"Terserah lo deh!! Gue mau keluar!!" jawab Dokter Brave yang mulai membuka pintu.


"Apa lo mau, gue turunin jabatan lo!!" ucap Arga yang mengeluarkan jurus Ancaman.


"Heii!! tenanglah! Gue mau keluar buat manggil dokter wanita. Kan lo nggak mau gue yang periksa dia" ketus Dokter Brave yang mulai melangkahkan kakinya untuk keluar.


"Apa-apaan dia! katanya cuma temen, kok pas disentuh dianya nggak terima sih. Kalau Arga orang yang tidak berpengaruh diNegara ini, udah gue maki-maki dia dari dulu. Dasar temen gak da akhlak" umpat Dokter Brave yang mengingat sikap Arga dulu yang sesuka hatinya.


Tetapi dibalik sikap Arga yang sesuka hatinya ada hati yang cukup besar tersimpan. Arga tidak mau menunjukkan kebaikannya dengan siapapun. Karena kebaikannya justru akan dimanfaatkan para musuh yang sedang berkeliaran.


Perusahaan Dirgantara cukup ternama dan terkenal diIndonesia. Tapi, perusahaan Raymond lebih cukup besar dan ternama didunia. Kekuasaannya bahkan tak tertandingi.


Banyak orang yang memimpikan Perusahaan Raymond jatuh tetapi sekuat tenaga, kakek Alex menepisnya.


Saat masih muda, Alexander Raymond atau kakeknya Arga sangat berkuasa atas dunia. Tidak segan-segan orang yang punya niat untuk menghancurkan Perusaahan Raymond langsung diasingkan kewilayah terpencil oleh para pengawal Alexander Raymond.


Karena itulah, Alexander Raymond menganjurkan pada menantunya, Bima Dirgantara untuk mengajarkan anaknya sesuai apa yang diajarkan dulu, agar kelak dimasa depan dapat menumpas para tikus berdasi.


...-------...


"Permisi pak, saya mau meriksa kondisi pasien. Bisakah bapak geser sedikit" ucap seorang dokter wanita yang menggantikan dokter Brave.


"Gue kok pernah liat ni orang. Jangan-jangan .. Ah tidak-tidak, masa dia kembali lagi sih" batin Arga yang sedang memperhatikan gerak gerik dokter itu.


"Silahkan!!" balas Arga yang mau tau dengan kondisi Vira saat ini.


Setelah 5menit memeriksa keadaan Vira, Arga sudah menunggu hasilnya yang ingin tau kondisi Vira.


"Kondisi pasien sudah lebih baik dari sebelumnya. Besok pasien sudah boleh pulang pak, saya harap anda menjaganya karena dia belum sembuh total" ucap Dokter itu memberitahukan kondisi Vira.


"Pasti!! saya pasti akan menjaganya" balas Arga dengan tegas.


"Kalau boleh tau, apa pasien ini kekasih bapak?" tanya dokter itu dengan hati-hati.


"Iya, dia kekasih saya dan saya sangat menyayanginya!!" jawab Arga yang tahu, siapa sebenarnya yang bertanya.


"Secepat itukah lo melupakan gue ga? Gue nggak nyangka kalau lo berubah secepat ini" batin dokter wanita itu.


"Saya permisi dulu pak" pamit dokter wanita yang tadi memeriksa kondisi Vira.


"Lo kira gue bodoh Emily!! yang tak tau kalau sebenarnya itu lo. Pertama kali lo masuk gue udah curiga karena ada tanda bekas luka dikeningmu itu. Apa yang sebenarnya lo inginkan, Emily!!" geram hati Arga yang tau kalau dokter itu mantan kekasihnya yang sudah menginggalkan Arga 2tahun yang lalu.


"Maafin gue Vir, karena telah memanfaatkanmu. Keadaan lah yang memaksaku untuk berbohong" tambah Arga.


Emily Zerach, adalah mantan kekasih Arga Dirgantara 2tahun lalu. Keduanya merajut kasih saat masih duduk dibangku kelas 1SMK xxxx. Ya, 2tahun lamanya mereka berpisah karena kondisi Emily yang sudah dijodohkan papanya. Setelah 2tahun berakhir, kini Emily kembali lagi.


Apakah Emily kembali untuk memohon maaf?


Atau Emily kembali untuk memulai awal yang baru dengan Arga?


Ikuti terus kisah novel "Dustanya Cinta" ya para readers'ku dan author ucapkan terima kasih atas dukungan dari para reader's yang setiaā¤.


Visual Emily Zerach



Visual Dokter Brave


__ADS_1


...#Jangan lupa Vote, komen dan likešŸ¤—ā¤...


......Dan jadikan novel ini terfavorit bagi kalian semua. Thanksā¤.......


__ADS_2