Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Penculikan 1


__ADS_3

"Mama" teriak Delia dari luar rumah.


"Emm, siapa ya. Malam-malam gini kok ada yang dateng" kesal Syeliia.


Ketika Pintu dibuka oleh Syellia, tak terasa kini kehidupannya kembali lagi.


"Anak mama, Delia" ucap Syelia sambil memeluk Delia.


"Iya ma, ini Delia. Delia kangen sama mama" jawab Delia dengan menangis tersedu-sedu.


"Udah jangan nangis anak mama. Ini siapa?" tanya Syellia melihat suami Delia.


"Kenalin ma, ini Reza suami Delia sekarang" ucapnya.


"Apa!Suami?" kaget Syellia.


"Mama maafin Delia. Delia tau, kalau Delia salah" permintaan maaf keluar dari mulut Delia.


"Nak, jika kamu meminta restu mama. Mama akan berikan kok, tapi jangan gunakan cara ini nak" sedih Syellia saat tahu sikap putrinya.


"Tapi mama, Delia cuma ingin bahagia aja sama pilihan Delia" jelas Delia.


"Bahagia diatas derita orang lain maksud kamu?" sindir Syellia.


"Mama, mereka udah putus" elak Delia.


"Mereka putus karena ulahmu nak, sadarlah. Jangan merebut kebahagiaan orang lain" ucap Syelia dengan penuh kesedihan.


"Tapi Delia .. " bantah Delia.


""Cukup!. Mama nggak mau lagi ketemu sama kamu. Pergilah jauh-jauh dari kehidupan mama" usir Syellia.


"Dan kamu nak, bisa-bisanya menyakiti hati wanita sekaligus nak. Apa kamu nggak punya perasaan, gimana sekarang hatinya" tambah mam Syellia.


"Yaudah jika mama ingin Delia pergi dari sini, akan Delia lakukan" pasrah Delia saat diusir Syellia.


"Ya, pergilah. Buktikan jika kamu anak mama" tangis Syellia pecah saat tahu jawaban putrinya.


"Tunggu ma, saya akan buktikan kalau memang Delia anak mama" sahut Reza.


"Kamu siapa! Berani-beraninya manggil mama. Apa kamu anak saya? nggak kan?!" protes Syellia yang tak terima ketika Reza memanggilnya dengan sebutan mama.


"Iya maaf tante. Jika tante ingin kita pergi dari sini, baiklah. Tapi ingatlah tante, dikemudian hari saya akan membuktikan kalau pernikahan saya sama Delia bukan haram tetapi halal" jelas Reza.


"Permisi, kita akan pergi sekarang. Jaga diri baik-baik tante" pamit Reza.


"Ayo sayang" ajak Reza pada Delia.


"Mama, Delia pergi dulu. Seperti yang mama bilang dulu, jika suami pergi kemanapun Delia harus ikut. Delia sayang mama" ucap putrinya, Delia.


BRUM BRUM


Suara mobil terdengar jauh setelah beberapa menit.


...--------------...


Didalam perjalanan, tepatnya disebuah hutan. Ada sekelompok orang yang menghadang mobil Reza dan Delia.


Mereka terdiri dari sembilan orang. Delapan anak buah dan satu tuannya.

__ADS_1


"Siapa mereka" takut Delia.


"Nggak tau, sepertinya nggak ada yang ku kenal" jawab Reza.


"Reza, gue takut" ucap Delia.


" Apa yang kamu bilang? coba ulangi sekali lagi" tanya Reza dengan kesal.


" Aku takut" ucap Delia.


"Nggak usah takut, biar aku yang keluar" balas Reza.


Bisa-bisanya ya Reza mengingatkan Delia untuk itu. Apa nggak takut juga😂.


DOR


Satu suara tembakan keluar dari salah satu pistol mereka.


" Reza" panggil Delia.


"Tenanglah" ucap Reza yang sedang menenangkan Delia.


DOR


Dua kali suara tembakan keluar dari pistol mereka.


"Jika suara tembakan ini berbunyi lebih dari tiga, kalian berdua akan tewas. Tapi jika kalian keluar sebelum tembakan ketiga keluar, maka kalian akan selamat" ucap salah satu dari mereka.


"Reza, jangan" ucap Delia dengan khawatir.


"Nggak papa, tunggu sebentar. Jika nanti aku nggak kembali kesini, tolong kamu tunggu aku sampe datang. Ingat pesanku, jangan keluar dari mobil ini dan biar aku yang keluar" jelas Reza dengan menenangkan Delia.


Suara ke**pan dari Reza untuk Delia.


"Gue harap ini bukan terakhirnya aku cium kamu, Delia. Aku berharap kita akan bertemu lagi untuk menjalin kehidupan yang lebih baik dari hari-hari kemarin" batin Reza dengan menangis.


"Satu .. Dua ... Ti .. "


CEKLEK


Pintu mobil terbuka


"Apa yang kalian inginkan" tanya Reza yang tidak main kata.


"Anak muda, tenanglah. Akan ku jelaskan" ucap dari salah satu mereka.


"Pasti tahu kan kamu, kalau uang dibayar uang, darah dibayar darah dan mati dibayar mati. Tapi kata-kata itu, terasa gatal dikupingku. Kamu tahu maksudnya nak?" tanya salah satu dari mereka dengan terseringai licik.


"Ya saya tahu apa maksud anda. Katakan saja apa yang kalian inginkan" ucap Reza yang mulai emosi.


"Dirimu" singkat dari salah satu mereka.


"Silahkan, tapi saya mohon jangan tangkap istri saya yang didalam mobil. Saya mohon sangat dengan anda tua" ucap Reza dengan sungguh-sungguh.


"Maafkan kami nak. Kami tidak pernah membuat ulah pada wanita sekalipun dia salah. Tapi kalau pria .. Haha, saya tidak bisa janji untuk kembali lagi" jawab orang yang dihadapan Reza dengan tertawa keras.


"Tuan! tolong jangan siksa suamiku. Saya mohon pada anda tuan" ucap Delia dengan sujud dikaki pria itu.


"Udah cantik, setia lagi .. setia untuk mati bersama suami tercintamu ini" ejek pria itu dengan menunjuk Reza.

__ADS_1


"Tuan, bawa saya sekarang dan jangan bawa istri saya. Kasihan dia sedang mengandung" ucap Reza yang bingung harus bicara apa.


"Apa-apaan dia, menyentuh aja belum masa mengandung. Bodoh sekali dia itu" batin Delia yang tak terima dengan perkataan Reza.


"Maafkan aku sayang. Aku terpaksa berucap bohong dihadapanmu" batin Reza.


" Hei jangan berisik, gimana kalau kalian berdua saya tangkap" ucap pria itu dengan tersenyum licik


" TIDAKK" bentak Delia dan Reza.


"Saya, saya aja tuan" ucap Delia menawarkan diri untuk diculik.


"Jangan dia tuan, saya saja. Tuan kan sudah dengar apa yang saya katakan barusan, dia itu sedang mengandung" protes Reza yang tak terima saat Delia menawarkan diri.


"Saya kok malahan nggak percaya, kalau istrimu hamil nak?" selidik pria itu.


"Tuan mau bukti? ya sudah, saya akan buktikan pada anda sekarang" balas Reza.


"Tolong lepaskan tangan saya sebentar tuan" tambahnya.


Tangan Reza meraih wajah Vira untuk mendekat padanya dan tangan yang satu untuk menarik tengkuk leher Delia.


Dengan menikmati setiap alunan waktu, mereka terbuai dengan apa yang mereka lakukan sekarang.


Me**mat, me**ium dan me***up bagian yang manis.


Merasakan indahnya surga yang tertutup, Reza meremas dan terus me***as milik Delia sampai kesakitan.


"A*" ucap Delia saat merasa kesakitan.


"Maaf" sahut Reza.


"Apa-apaan kalian, menjijikkan. Oke, sekarang kamu yang saya culik" ucap pria itu dengan menunjuk Reza.


"Cepat bawa dia masuk kemobil" perintah pria itu pada anak buahnya.


"Tuan, saya mohon jangan tangkap dia" ucap Delia dengan memohon untuk kedua kalinya.


"Tidak Nona, sekarang nona pulanglah. Saya akan merawat suami anda dengan kasar" jawab pria itu.


" Sampai jumpa nona, kita akan bertemu lagi jika suami anda masih hidup" tambah pria itu.


"Tuan, saya mohon lepaskan dia!!" teriak Delia


"Sekarang aku tahu, kalau Delia mencintaiku. Jadi bersemangat aku memperjuangkan cintaku" batin Reza.


...--------------...


"Ya tuhan, gagalkah saya menjadi seorang ibu?. Gagalkah saya menjadi seorang mertua?. Tunjukkanlah jalan kepada saya, agar bisa membimbing putra-putri ku. Yang saya harapkan hanyalah satu, kebahagiaannya " ucap Syellia saat melihat kepergian Delia.


"Mama" panggil Arga yang melihat Syellia mengeluarkan air mata.


"Arga" ucap Syellia mengahapus air matanya.


"Kenapa mama menangis?" tanya Arga.


"Nggak papa nak. Itu siapa? temanmu? sini bawa mereka masuk" perintah Syellia pada Arga.


...#Jangan Lupa Dukung Author Dengan Vote, komen dan Like. Matursuwun sanget kangge panjenengan sedoyo🙏♥️...

__ADS_1


__ADS_2