
Seorang sahabat akan berpisah jika sudah mengenal cinta. Karena cinta adalah sebuah kata yang tidak kita ketahui apa maknanya. Jika kita tidak bisa mengartikan arti "Cinta", kita akan mudah terhanyut dalam rayuan seseorang yang tidak kita kenal.
Entah disengaja atau tidak, namun pastinya hal tersebut terasa sangat menyesakkan hati. Bagaimana tidak, kita harus merelakan sang idaman hati untuk bersama teman kita sendiri. Kita harus melihat mereka bermesraan di depan mata kita seiring berjalannya waktu.
Wahai sabatku
Kuingin engkau tahu
Akan sakitnya hatiku
Karena kelakuanmu
Yang tlah kita sepakati
Ternyata kau khianati
Kau bermanis di depanku
Untuk membuatku tertipu
Semua kisahmu hanyalah topeng belaka
Kau inginkan sang dewiku
Untuk berpaling kepadamu
J_Rocks
#Topeng Sahabat
Oleh karena itu, para reader'sku yang setia ambillah hikmah dari novel ini untuk jangan mudah menerima cinta seseorang tanpa kita tahu latar belakangnya.
#Terima kasih yang selama ini udah support author untuk menulis karya ini menjadi lebih baikšā„ļø.
Kringg Kringgg
Bell masuk berbunyi di sekolah Vira. Inilah saat-saat yang ditunggu akan kehadiran terakhir untuk syarat kelulusan. Siapa dia kalau bukan ujianš¤£.
"Vira" panggil pengawas yang sedang mengabsen kehadiran siswa.
"Oh iya bu, hadir" uca Vira sambil mengangkat salah satu tangannya.
"Hmm .. Vira, dimana Delia? kok ibu nggak pernah ketemu dia" tanya guru pengawas kepada Vira karena tempat duduknya disebelah Vira.
"Nggak tau bu, mungkin dia sakit" jawab Vira yang asal- asalan.
"Loh bukannya kamu sahabat dekatnya. Masa sakit nggak sembuh-sembuh sih, dia kan orang kaya pasti biaslah hanya sekedar untuk berobat" selidik guru pengawas itu kepada Vira.
__ADS_1
"Takdir seeorang akan berubah sesuai dengan arahnya masing-masing bu" jawab Vira yang sedikit pelan.
"Inilah yang gue takutkan ke lo Ya. Cinta akan merubah semua sikapmu. Gue nggak tau harus ngapain. Gue udah ikhlas kok Ya, Reza milik lo. Karena semua yang kita miliki hanyalah sebuah titipan dari sang kuasa Semoga kamu baik-baik saja Ya setelah kita memutus persahabatan. Jaga diri baik-baik, walaupun lo sudah salah gue akan tetap maafin lo, cuma belum sepenuhnya karena masih ada bekasnya" batin Vira yang tak terasa air matanya menetes.
Ibarat paku yang dimasukkan kedalam kayu. Selembut apapun kamu mencabut paku itu dari tempatnya, percayalah masih ada bekasnya.
Jagalah selalu tutur kata kita, sikap dan sifat kita. Karena ada orang yang pernah berkata "Mulutmu Harimaumu".
Hening memasuki seluruh ruangan ujian itu. Tidak ada sekali pun bahkan sedikit pun siswa diasana bicara satu kata termasuk Vira.
Vira yang sedang fokus untuk mengerjakan ujian berhenti sesaat karena disebuah soal bahasa indonesia itu ada puisi tentang putusnya sahabat.
Sahabat, Teman, Kawan
Tiga kata berbeda tapi satu maknanya
Aku, Kamu, Dia
Tiga kata yang berbeda serta artinya
Kau sahabatku
kenapa kau meninggalkanku hanya sebuah cinta
Apakah cinta bisa mewarnai hidupmu?
Apakah cinta bisa membuatmu tertawa?
Andai Kau tahu
Seiring kita bertambahnya usia
Cinta akan hadir tepat waktunya
Mengapa kau tega untuk meninggalkan sahabat demi cinta
Hanya satu harapanku
Semoga bahagia selalu dengan pasanganmu
Air mata siapa yang mungkin dusta untuk dirinya sendiri.
Tiba-tiba
"Heiii jangan menangis"
"I-iya bu .. " ucap Vira sambil mengarah orang yang bicara tadi.
__ADS_1
"Eh om ...." belum selesai menjawab Arga sudah menutup rapat mulut Vira itu.
Seketika murid lainnya ikut menoleh kearah Vira.
"Kenapa kalian menoleh kebelakang, putarlah badan kalian dan lanjutkan ujianmu" ucap Arga dengan tegas yang sedang menggantikan bu pengawas ujian karena sedang ketoilet sebentar.
"Heii om, kenapaa om kesini. Tadi kan bukan om yang ngawasin" bisik Vira ditelinga Arga yang kini duduk disebelah Vira.
"Beliau sedang ditoilet. Tenanglah gue gantiin beliau sebentar kk. Selesaikan dulu ujianmu itu baru cerita" jawab Arga dengan melangkahkan kakinya.
"Eh om-om, gue mau tanya boleh" ucap Vira yang melihat Arga melangkahkan kakinya.
"Em .. Boleh" ramah Arga
"Delia kemana? kok nggak brangkat si. Ini kan ujian om" tanya Vira.
"Nggak tau" jawab Arga malas ketika mendengar nama Delia.
"Lo kok nggak tau si, om kan kakaknya dan Delia itu adikmu. Om nggak boleh gitu, Vira aja yang punya masalah sama Delia aja nggak sampe kayak kakak. Yah walaupun itu masih sakit. Om ajarkan Delia apa si sampe-sampe Vira dikhiantin." curhat Vira yang sedang melamun.
"Emang ya, wanita itu kalau tanya udah dijawab jawabannya jadi 1000 kata lebih" ejek Arga yang sebenarnya kasihan pada Vira.
"Heii om!!. Vira sumpahin sampai nanti tiba waktunya om akan nikah sama Vira. Upsss" ucap Vira sambil membekap mulutnya yang keceplosan.
DEGG
Hati Arga bak disambar kilat.
"Idih lo bukan selera gue" ucap Arga sambil melangkahkan kaki.
"Adik-adik, berhubungan sudah ada guru pengawas kakak tinggal ya. Jangan lupa untuk meneliti jawaban kalian supaya nilai kalian baik" nasihat dari Arga
"Iya kak" Ucap seluruh murid
"Apa apaan dia, gue juga nggak mau sama dia. Tadi kan cuma keceplosan. Dan diasok-sok an baik. Emang si dia itu baik. Idih apanya yang baik" cibir Vira dihatinya.
Itulah Vira, mulut berkata tidak tapi hati iya. Semakin rasa benci berkembang akan ada juga cinta akan semakin menebar.
#BTW
Itu puisi karya sendiri ya, jika tidak pas kata-katanya mohon untuk dipas-paskanš¤Ŗš¤£
...----------------...
...Happy Reading To All...
...#Jangan lupa dukungannya. Thanks all****š¤ā¤...
__ADS_1