
Dengan modal beralaskan daun pisang dibawahnya, mereka tampak menikmati permainan yang sungguh luar biasa didalam sejarahnya.
Reza tampak sulit untuk m*******n senjata andalannya kegawang. Bukannya sedih, tetapi Reza senang karena merasa dirinya diberikan mahkota yang ori.
Usaha tidak akan menghianati hasil, itulah yang sedang dilakukan sang Reza Andriano. Walau sekuat apapun pertahanan Delia, Reza yakin kalau dirinya yakin akan bisa membobol gawang.
Hingga terdengar suara benda yang masuk tetapi bukan barang.
Suara peny**an lulus ditelinga mereka.
Refleks, seketika Delia teriak "A*"
***
Tiga orang yang sedang bercerita kini telinga mereka terasa aneh mendengar suara des**an seorang wanita.
"Apa kau mendengar sesuatu" ucap Surya yang sedang memperhatikan suara haram itu.
"Tidak, kurasa telingamu yang sedang bermasalah" sahut Bima yang merasa dirinya tidak mendengar apapun.
"Lalu kau nak? dengar nggak?" tanya Surya yang kini beralih pada Vira.
"Ah iya pa, Vira dengar kok. Suara itu macam orang yang sedang bercin .." potong Vira yang kaget mendengar suara haram.
A*
Suara itu keluar lagi.
"Masa elu nggak denger Bim" ucap Surya.
__ADS_1
"I-iya gue denger" ucap Bima.
"Itu bukan suara biasa, melainkan itu suara des**an. Kau tahu kan apa yang dilakukan orang ketika sedang mengeluarkan suara itu?" bisik Bima pada Surya.
Surya yang paham ucapan Bima itu seketika menyuruh Vira untuk segera tidur ditendanya.
Tidak butuh waktu lama, akhirnya Vira menuruti perkataan papanya. Dia sudah tau suara itu, tapi dia pura-pura dan seolah tidak tahu dari mana asalnya. Vura pun mengalah untuk tidur karena waktu sudah menunjukkan larut malam.
"Gue heran deh bim, masa udah larut malam gini ada-ada aja orang yang melakukan begituan. Gue tahu kok kalau begituan itu sunnah, tapi harus tau tempat dong" kesal Surya.
"Elu aja pernah" protes Bima.
"E-eh, a-ayo kita selidiki dimana dia sekarang" ucap Surya dengan mengalihkan pembicaraan.
***
Air dingin mengalir disekujur tubuhnya karena mereka adu kekuatan antara satu sama lain.
Reza sudah berusaha untuk me**ium, me***at bibir Delia agar tidak mengeluarkan suara aneh. Dan usaha itu sudah berhasil dilakukan Reza.
Ketika pelepasan akan terjadi, Reza segera mencepatkan gerakannya yang semula gerakan itu beralunan dengan sangat lembut.
"Fraster baby, a*" teriak Delia.
"Yes sayang"
Reza pun mencepatkan gerakannya secepat mungkin. Ketika gerakan itu cepat tiba-tiba ..
"Hei, sedang apa kau disini" tanya Surya dengan mengejutkan mereka berdua.
__ADS_1
Kemudia Surya menedakati mereka untuk meligat jelas apa sebenarnya yang terjadi. Alangkah terkejutnya Surya mendapati mereka yang sedang bersenggama dengan nikmat.
"Kalian nggak tahu malu ya, udah jelas-jelas ada orang malah masih nempel. Bukannya lepas eh lemas" cibir Bima.
"Nanggung Pa" ucap Reza yang sedang tembak dalam.
"Gini ya rasanya te***k dalam. Gue kok jadi mau nambah lagi, tapi ada mertua disini" batin Reza yang sedang menikmati sasarannya.
"Apa-apaan kalian! Cepat lepas sekarang" perintah Surya yang sudah risih melihat adegan 21+.
"Bentar om, masih nembak" ucap Reza yang merasa dirinya tidak punya dosa.
"Untung nggak jadi menantu" gumam Surya.
Mendengar jawaban dari menantunya, dengan berat hati Bima akan melepaskannya dengan tangannya sendiri.
SRITT
"Ups, kirain bohong. Ternyata benar masih ne*bak" batin Bima.
"Sur, dia nggak bohong kalau sedang ne*bak. Elu tau kan gimana rasanya ketika penyatuan tidak diselesaikan?" bisik Bima pada sahabatnya itu.
Ritual Reza kini sudah selesai. Mereka dengan cepat mengancingkan celananya karena saat adegan 21+ dia tidak tel***ang. Delia yang saat itu memakai celana, kini juga ikut mengancingkan celananya dengan cepat.
Ketika Delia sadar ada dua sepasang sepatu yang berjejer, Delia langsung berdiri untuk melihat siapa orang itu.
.
.
__ADS_1
...#Mohong dukung author dengan like, vote dan komen. Matursuwun🙏♥️....