
"Eh kok ada air si" kaget Vira.
"Mana?" tanya Arga.
"Astaga, kita terjebak didalam hujan" ucap Vira dengan melihat sekelilingnya hujan rintik-rintik diatas genting. Airnya turun tidak terkira cobalah tengok dahan dan ranting. Pohon dan kebun basah semua.
#Ciehh .. yang udah nyanyiin lagu masa kecilnya. Kangen ya? macam author aja ni😂.
"Lebih baik kita kembali sekarang, sebelum hujan semakin deras" ajak Arga yang langsung menarik tangan Vira.
Belum genap sepuluh langkah, tiba-tiba ada petir yang menyambar, guntur yang bersuara dan angin yang bergemuruh.
Ketika kekuasaan tuhan sudah turun maka apapun bisa terjadi.
"Kita harus gimana kak" bingung Vira yang melihat sekelilingnya mengerikan karena angin yang sedang menggoyang pohon.
"Gue juga bingung Vir" ucap Arga yang berusaha untuk melihat jalan.
Kabut tebal menutup arah jalan yang hendak ditempuh, mau tidak mau dia harus menunggu setelah kondisi hutan itu membaik.
"Kita nggak bisa kembali sekarang karena kabut tebal telah menutup arah jalan" ucap Arga dengan pasrah.
__ADS_1
"Tidak!! kita harus kembali sekarang. Kalau kak Arga nggak mau, biarin Vira aja yang kembali sendiri" ujar Vira dengan penuh tekad.
"Elu jangan aneh-aneh deh, tolong dengerin gue kali ini. Jangan kembali sekarang ..." teriak Arga yang sedang melihat Vira melangkahkan kakinya.
Arga teriak untuk melarang Vira kembali ketenda karena ini bisa membahayakan nyawanya. Pandangan buram ketika melihat jalan tetapi Arga terus membuntuti Vira yang tak henti-hentinya.
Ketika sampai didekat pohon besar, Vira tiba-tiba terhenti karena matanya kemasukan debu. Arga yang melihat Vira berhenti kini dia bersyukur karena dia tidak harus mengejar Vira lagi.
Nafas yang masih tersenggal-senggal membuat dirinya istitahat sebentar. Melihat ada pohon besar yang mau roboh dan itu tepat didekat Vira ..
"Pohon itu (menunjuk pohon besar yang mau roboh) .. oh tidakk, pohon itu mau roboh mengenai Vira"
Merasa dirinya terpanggil, Vira langsung menoleh disekitarnya. Dengan perasaan yang bercampur aduk, Vira tidak menyangka kalau dirinya bersanding dengan sesuatu yang mau roboh.
"Aaaaaa ..." sebuah jeritan yang terasa mengilukan ditelinga keluar dari mulut Vira.
Seketika itu, tubuh Vira terasa lemas merasa dirinya sudah dijatuhi pohon besar. Vira melamun karena dia merasa berada dialam lain.
"Vira .. minggirlah! .." ucap Arga dengan menyadarkan lamunannya.
"Eh elu kak" kaget Vira.
__ADS_1
Vira yang melihat pohon besar itu tidak jadi roboh merasa lega karena mereka selamat dari insiden yang belum terjadi.
Belum seutuhnya lega, tiba-tiba pohon yang tidak terlalu besar yang ada disamping pohon yang hampir roboh itu, menandakan dirinya akan segera roboh secepatnya. Dengan terkejut Vira berteriak "Kak Arga ... Awass ... "
BRUKK
Pohon itu mengenai Arga, tetapi tidak sepenuhnya. Arga tertindih pohon yang tidak terlalu besar itu dengan keadaan pingsan.
"Kak Arga!! harusnya Vira lah yang tertindih bukan kakak. Ini.. Ini semua salah Vira .. karena Vira nggak mau dengerin omongan kakak"
"Kak Arga, bangunlah!!!"
"Vira janji, Vira akan memanggil kak Arga dengan sebutan kak bukan om. Tapi kak Arga harus bangun dulu, bangunlah kak .. Vira memanggilmu .." teriak Vira yang merasa dirinya bersalah.
"Vi-Vira" panggil Arga dengan mata tertutup.
.
.
...#Jangan lupa dukung author dengan like, vote dan komen. Matursuwun🙏♥️....
__ADS_1