Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Panas


__ADS_3

Sementara itu ditengah-tengah hutan ada sepasang kaki yang sedang berjalan menyusuri hutan.


"Za, kita mau kemana" tanya Delia yang melihat jalan itu cukup jauh dengan tendanya.


"Cuma jalan-jalan" singkat Reza.


"Kembali aja yuk, gue takut ni" takut Delia.


"Enggak ah, disini dulu bentar. Kamu dingin nggak?" tanya Reza pada istrinya itu.


"Gak terlalu" ucap Delia dengan mengenggam jarinya.


"Gak usah bohong, nih jangket. Pakai aja, itu nggak terlalu besar kok" ujar Reza yang tahu Delia sedang berbohong.


"Nggak usah malu, kita kan udah jadi suami istri. Perasaan dulu kita pacaran kamu nggak malu-malu gini deh" lanjut Reza.


"Malu malu kucing. Haha .." tawa Delia.


"Nggak lah, yang ada itu malu-malu cantik" ucap Reza dengan kata-kata rayuan.

__ADS_1


"Gombal keset" manyun Delia.


"What is the keset? apa itu keset" bingung Reza dengan ucapan Delia.


"Masa nggak tau keset si" ucap Delia yabg sedikit dengan nada marah.


"Ya nggak lah, yang aku tau itu aku trenso karo kowe.


nanging aku biso nompo.. ngerteni kowe uwes nyandeng uwong liyo .. "


"Aku kudu iso nerimo .. senajan ati loro rasane. Mungkin kabeh iki wes dalane .." sambung Delia yang suka dengar lagu jawa.


"Stopp! nyanyianmu tak seindah Happy Asmara dan aransemenmu tak sebagus Denny Caknan. Jadi berhentilah bernyanyi sebelum istri elu telinganya sakit gara-gara dengar elu nyanyi" cibir Delia.


Melihat dan mengamati begitu indah ciptaan tuhan yang tak pernah gagal untuk menunujukkan kuasanya. Memang benar, takdir berjalan sesuai dengan perilakunya.


Berusaha untuk mendekat dan terus mendekat agar bisa sedekat mungkin. Mengusap wajah Delia yang begitu licin karena tidak ada satu pun noda bekas jerawat.


Bagi wanita, menjaga kecantikan adalah fardhu ain alias kewajiban individu termasuk ketika kita sudah mempunyai suami.

__ADS_1


"Lia, maafkan aku. Tapi aku harus melakukannya padamu saat ini dan detik ini, karena aku tidak tahu kedepannya seperti apa sainganku setelah mendapatkanmu" batin Reza yang mulai memancing nafsu Delia.


Me***um, me**ba, dan me**mat bentuk tubuh bagian yang terlihat menggoda. Ci**an itu berlangsung dengan secara lembut, selembut kain sutera dan suara Tasya Rosmala😂.


Dengan nafas terengah-engah, mereka melanjutkan adegan 18+, ingat ya! 18+ saja bukan 21+!. Hawa dingin rasanya ingin mengajak mereka untuk melakukan yang lebih dari itu.


Menekuk leher Delia dengan satu tangan membuat adegan 18+ itu sungguh mempunyai rasa yang berbeda dari biasanya.


Satu minggu setelah pernikahan mereka, Reza belum pernah menyentuh Delia sedikitpun karena Reza tahu dia belum siap untuk memberikan nafkah batinnya secara tulus.Tapi ini sudah waktunya, waktu dimana nafkah itu harus diberikan.


Dingin yang sekarang sedang bersinggah ditubuh mereka, kini mulai ingin lepas dari tempatnya. Hawa dingin itu seketika berubah menjadi panas yang ingin segera dihangatkan.


"Ya tuhan, maafkan hambamu ini yang lagi-lagi ingkar janji. Tapi hamba harus melakukannya sekarang. Cepat atau lambat, masa lalunya akan datang secara tiba-tiba" batin Reza.


"Bersiaplah sayang" ucap Reza dengan tersenyum.


"Gue baru sadar, kalau dilihat dari jarak dekat selama ini Reza punya lesung pipi. Pantes saja rasanya manis, hehe" puji Delia dihatinya.


.

__ADS_1


.


...#Mohon dukung author dengan like, Vote dan komen. Matursuwun🙏♥️....


__ADS_2