Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Janji Dusta


__ADS_3

Setibanya dikediaman Mahardika, ada sepasang suami istri yang sedang terlihat marah.


"Mah, jangan marah dong kan papa lupa. Papa janji deh, mulai hari ini papa akan tepat janji" sebuah kalimat yang diucapkan Surya pada istrinya.


"Papa pikir mama akan kenyang dengan janji papa, janji papa hanyalah sebuah dusta saja" sahut Ana yang sedang kesal dengan suaminya.


"Ma, pa, Vira pergi dulu" ucap Vira yang sedang memeotong pembicaraan antara suami dan istri.


"Mau kemana kamu!" tanya Ana dan Surya bersamaan yang selaku orang tua Vira.


"Mau pergi bentar, Vira janji pulang sebelum jam 5 sore. Da mama Da papa" ucap Vira yang bicara soal janji lagi"


"Da" ucap mereka bersamaan lagi.


"Udah dusta plagiat lagi" ejek Ana pada suaminya.


"Siapa yang plagiat? lagian mama si yang ikut kata-kata papa"


"Mana ada, papa lah yang ikut-ikutan sama mama" ucap Ana dengan nada kesalnya.


"Mama lah yang ikut-ikutan" sahut Surya saat kesabarannya terbatas.


"Papa"


"Mama"


"Papa"


"Mama"

__ADS_1


"Papa"


"Mama"


"Papa"


"Mama"


"Mama"


"Tuhkan mama yang salah" ucap Surya dengan tersenyum kemenangan saat dia berhasil mengalahkan istrinya.


"Percayalah, seumur hidup gue belum pernah ngalahin seorang wanita, baru kali ini aja itupun sekali" gerutu Surya.


"Tau ah, papa licik!" protes Ana saat tahu dirinya dikelabuhi suaminya.


"Bukan licik tapi cerdik" ucap Surya yang membenarkan perkataan istrinya.


"Ya bedalah ma, kalau mama licik tapi cantik. Hahaha ...." goda Surya yang tidak lupa dengan candaannya.


"Papa tuh yang licik dapetin mama dulu" ucap Ana.


"Ditambah papa udah hancurin persahabatan mama, apa itu tidak licik?" lanjut Ana.


"Maaf" satu kata terucap dari mulut Surya.


"Astaga, mama lupa kalau ada janji sama papa untuk tidak bicara soal masa lalunya. Tuh kan gantian dia yang marah, harusnya kan aku. Apa ini yang dinamakan karma seorang istri yang sedang kuwalat sama suami" curhat hati Ana.


"Papa .. tunggu .. mama minta maaf" teriak Ana yang sedang mengejar suaminya.

__ADS_1


"Apa lagi ma yang harus dimaafin, bukankah papa yang salah dalam hal ini"


Mengingat masa lalu yang begitu kelam memang tidaklah baik untuk diabadikan dalam sebuah memory kenangan.


Terkadang masa lalu yang indah sering diabaikan karena munculnya sebuah orang yang tidak dikenal.


Bagaimana bisa? Seseorang akan mengenang masa lalu yang indah apabila orang yang disampingnya terus mendampinginya untuk seumur hidup.


Dan jika masa lalu yang indah kita kenang bersama orang yang kita sayangi yang kini menjadi milik orang lain, buat apa kita kenang. Hanya menggores hati saja!.


"Tidak-tidak, papa nggak salah dalam hal ini tapi mama lah yang salah" sebuah pengakuan salah keluar dari seorang istri.


"Mama tidaklah salah. Benar kata mama, papa lah yang menghancurkan persahabatan antara mama dan temen mama. Papa minta maaf, maaf dan maaf sebanyak-banyaknya" ucap Surya yang sedang mengingat masa kelamnya dulu.


Ana yang statusnya udah 18 tahun menjadi istri kini bingung harus menghadapi suaminya yang merasa bersalah.


Apa yang dilakukan oleh sebuah pasangan jika salah satunya marah? memanjakannya.


Itulah yang dilakukan Ana pada suaminya. Setelah ribuan kata maaf dari Ana tidak dianggap Surya, cara satu-satunya untuk mengakhiri pertengkaran ini harus berakhir dengan sebuah adegan diranjang.


.


.


#Yang tanya-tanya ..


R : Mana ni thor, adegannya?


A : Jangan dulu deh, author takut dimarahin. Lain kali aja ya .. ya .

__ADS_1


#Terima kasih atas dukungan kalian selama ini. Yah walaupun nggak seberapa buat kalian, tapi author bersyukur ada aja orang yang mau dukung karya author. Sekali lagi, author ucapin terima kasih buat kalian semua🥰.


...#Jangan lupa dukung author dengan komen, like dan vote.Terima kasih🙏♥️....


__ADS_2