
Pukul 06.00 pagi, rutinitas pagi mulai dilakukan. Ada yang bekerja dan ada yang sekolah.
"Mah, Vira berangkat dulu ya" pamit vira sambil menyalami punggung tangan mamanya.
"Iya nak, hati-hati" balas mama Ana tersenyum.
Liburan sekolah sudah berlalu. Hari ini adalah hari dimana Vira sudah kembali masuk sekolah seperti biasanya. Vira anak yang baik dan penurut terutama kepada orang tuanya tetapi keras kepala. Vira cukup pandai karena tak pernah memandang orang itu berbeda. Bagi Vira semua orang itu sama rata. Tak terasa sudah tiba digerbang sekolah yang diantar oleh supirnya mama Ana.
Ketika masuk kegerbang sekolah dengan tergesa-gesa tak sengaja
BRAAAKKKK
"Aduh sakit, om kalau jalan lihat jalannya dong!" protes Vira sambil mengelus keningnya yang sakit akibat tertabrak tadi.
"Apa katamu? om? Heiii!!! saya itu masih sangat muda, jangan panggil saya om dong!. Yang salah kan kamu, masa saya yang disalahin si" sahut seorang pria yang tidak terima disalahkan oleh Vira.
"Diamm!!!" ketus Vira sambil meninggalkan seorang pria yang dihadapannya.
Seketika itu, pria yang tadi dihadapan Vira diam tak berkutip sedikitpun. Memang Vira anak yang baik tetapi ketika dirinya merasa terusik rasa marah dan nada bicaranya berbisa seperti ular.
__ADS_1
"Dia yang salah kok gue yang kena marah. Eh
tunggu-tunggu, tadi dia manggil om? gue kan masih muda bahkan sangat-sangat muda. Harusnya kan gue yang marah kan dia yang nabrak gue, emang ya wanita selalu benar dan pria selalu salah" gumam hati seorang pria yang dihadapan Vira tadi.
...------------...
Dengan tergesa gesa Vira mencepatkan jalannya karena takut akan terlambat masuk kelas sebab kejadian tadi pagi. Sebelum masuk kekelas dia dihentikan seorang wanita, ya itu Delia sahabat yang setia. Persahabatan kedua orang itu sudah terjalin dari masa Sekolah Dasar, cukup lama kan.
"Vira, lo kenapa" ucap Delia yang sedang memperhatikan Vira tergesa-gesa.
"Gak kenapa-kenapa kok, cuma tadi digerbang sekolah gue bertemu orang meyebalkan" curhat Vira.
"Oh ya, gimana hubungan lu sama Reza" tanya Delia dengan mengalihkan pembicaraan.
"Ya, seperti yang lo lihat" sahutnya Vira memelas.
"Gue harap hubungan lo baik-baik saja, soalnya ..." jawab Lia pelan-pelan sambil tertunduk.
"Soalnya apa ya, jangan setengah- setengah dong penasaran nih gue" tanyanya Vira yang memang penasaran dengan perkataan Lia.
__ADS_1
"Soalnyaaa ... Ah iya Vir, semenjak Reza keluar dari sekolah ini dia sering ketemuan sama perempuan. Gue kira itu lo, ternyata gue salah. Dan parahnya lagi perempuan yang ketemu sama Reza sama satu sekolahan dengan kita. Kalau perempuan itu yang dihadapan lo sekarang, lo apakan dia?" ucapnya Lia penasaran.
"Maksudnya, yang dihadapan gue kan kamu ya. Masa lo tega si sama sahabat sendiri" sedih Vira.
"Ya nggak lah Vir, masa gue mau ngancurin persahabatan kita" ucap menyakinkan pada Vira.
"Apa iya, yang dikatakan Lia benar atau firasatku saja yang salah. Ah tidak-tidak perempuan yang sama satu sekolahan sama gue kan bukan cuma Lia. Dia juga kan bicara nama perempuan lain. Masa gue nuduh Lia si yang enggak-enggak" Gumam hati Vira yang sedang memikirkan ucapan Lia.
"Vir!!" panggil Lia sedari membuyarkan lamunan.
"Eh, I-iya ya gue percaya kok sama kamu " ragu Vira.
Memang hubungan Reza dan Vira sedikit merenggang dan hubungan sahabatnya, Delia dengan Reza sedikit membaik, entah itu persahabatan Reza dan Lia yang membaik ataukah hubungan yang tersimpan. Semua hanya author yang tau😂😂.
.
.
.
__ADS_1
...#Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan Vote, komen and Like🤗❤....
...Matur suwun****🙏****....