
#Notice
Maafin author ya reader's, author harus ngulangin ini, tapi sedikit kok. Author nggak tau harus ngelajutin apa cerita Zan sama Arga. Kalau nggak ada sambungannya author nggak bisa lanjutin ceritanya.
Maapin author ya ya!.
...-----------...
"Zan, udah ketemu belum? Delia sama suaminya yang bre**sek itu" kesal Arga saat menyebut nama Reza.
"Belum tuan. Apakah tuan memasang GPS pada ponsel nona Delia?" tanya Zan, sekertarisnya.
"Ah sial, gue lupa pasang GPS padanya" ucap Arga yang sedang frustasi.
"Tidak apa-apa tuan, nanti saya kerahkan semua anak buah anda untuk mencari lokasi dimana nona Delia sekarang berada" jelas Zan yang tidak mau menambah masalah.
"Bagus Zan, gue bangga punya lo yang bisa diandalin. Berjanjilah Zan, jangan sampai mama dan papa tau tentang hal ini" ucap Reza.
"Kalau itu saya tidak bisa janji tuan" jawab Zan sambil tertunduk.
"Kenapa" heran Arga pada Zan.
"Karena saya sudah berjanji pada tuan besar untuk tidak menutupi rahasia apapun itu termasuk rahasia anda, tuan" ucap Zan dengan tegas.
__ADS_1
"Ayolah zan, kita kan udah sahabatan dari dulu" tawar Arga.
"Maafkan saya tuan" ucap Zan
"Alah nggak asik lo zan" ketus Arga.
"Ayo, sekarang kita cari mereka" ucap Arga dengan muka memelas.
" Maafkan saya tuan muda, saya tidak ingin menghianati papa anda. Papa anda telah berjasa besar kepada saya dan keluarga saya. Kesetianku pada papa anda nggak akan pernah main-main tuan" gumam hati Zan yang sebenarnya merasa kasihan pada Arga.
"Kesetiaan berarti ketulusan untuk menyimpan satu hati di dalam hati dan berjanji untuk tidak akan mengkhianati." - Bacharuddin Jusuf Habibie
Butuh waktu untuk mengenal lebih dalam sebelum pada akhirnya menaruh kepercayaan pada orang lain. Kepercayaan akan didapatkan seseorang bila seseorang itu melakukan pengorbanan besar.
Mencari kesetiaan itu sama halnya seperti mencari jarum didalam tumpukan jerami. Maka dari itu, jika anda sudah mendapat kesetiaaan orang lain padamu janganlah anda sia siakan hanya demi kamu takut padanya.
...--------------...
"Gue harus nemuin jalan untuk keluar dari hutan ini" gumam hati Delia yang melihat sekeliling hutan itu sunyi.
"Bukankah sudah saya katakan, nona jangan macam-macam ingin keluar dari sini. Tenanglah, tuan Surya nggak seb*jat yang nona kira" ucap pengawal itu yang lagi-lagi tau isi pikiran Delia.
"Dia itu makhluk supranatural atau apa sih. Kok dia tau semua apa yang gue pikirkan" desis hati Delia.
__ADS_1
"Kalau saya emang supranatural, nona mau ngapain" tanya pengawal itu yang sedang menyimak batinnya Delia.
"Tau ah, males gue bicara sama lo" ketus Delia pada pengawal itu.
"Nona itu sebenarnya baik cuma nona egois untuk merebut kebahagiaan orang lain. Apakah nona tidak pernah bahagia? sampai-sampai nona merebutnya" ucap pengawal itu yang kini duduk disamping Delia.
"Apa urusannya sama lo! nggak sopan banget nuduh-nuduh orang sembarangan" elak Delia yang ingin lari dari kenyataan.
"Jujurlah nona!" bentak pengawal itu.
"Siapa lo?! berani bentak-bentak gue" ujar Delia yang semakin emosinya meluap.
"Perkenalkan nona, nama saya Aland" ucap Aland itu sambil memberikan tangannya pada Delia.
"Najis!" sindir Delia yang kemudian membuang tangan Aland.
"Nona-nona, anda benar-benar menarik untuk ditaklukan" ucap Aland dengan tersenyum liciknya.
"Apaan sih lo" sahut Delia.
.
.
__ADS_1
...#Jangan lupa untuk dukung author dengan vote, like dan komen. Matursuwun🙏♥️....