Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Terkejut


__ADS_3

Tak terasa perbincangan Vira dan Delia cukup panjang dan menyita waktu. Tiba-tiba


EHEMMMMM


Sontak kedua sahabat itu menoleh kearah sumber suara.


"B-bu Ni ni Nia" ucap Vira dan Delia secara bersamaan.


"Ya, kenapa kalian belum masuk" Tanya Bu Nia sambil menyilangkan kedua tangannya pertanda untuk disuruh masuk.


"I- i ya anu bu i .. " belum selesai Vira bicara. Bu nia langsung menyahutnya.


"Cepat kalian masuk!" perintah Bu Nia.


Seketika Vira dan Delia masuk secepat kilat untuk menghindari Bu Nia. Bu Nia sendiri adalah guru BK disekolahnya Vira, wajar saja guru BK harus tegas dan adil meskipun orang yang disegani sekalipun. Baginya dimanapun dan kapanpun keadilan harus ditegakkan.


...-------------...


Bel pulang sekolah sudah bunyi pertanda para siswa boleh pulang kerumahnya masing-masing. Tapi tidak untuk Vira dan teman-temannya kelas XII. Hari ini, sepulang sekolah memang ada pelajaran tambahan yaitu praktik sesuai dengan jurusannya masing-masing.


Ketika masuk di sebuah ruangan yang khusus jurusan komputer dikejutkan ada seseorang yang sedang duduk dibangku guru. Ruangan itu memang ada tempat duduk para murid dan untuk satu guru.


"Lia, ituuu kan pria yang tadi" ucap Vira sambil menunjuk pria yang duduk dibangku guru.

__ADS_1


"Siapa!?" jawab Delia penasaran.


"Itu lho yang duduk dibangku guru" jelas Vira.


"Oh itu" ucap santai Delia.


"Lo kenal ya? siapa dia? kok gue baru tahu" tanya Vira pada Delia.


Belum sempat jawab pertanyaan Vira, praktik komputer sudah dimulai.


"Oke adek-adek, kakak harap materi yang disampaikan oleh guru kalian yang sesuai dengan jurusan kalian masing-masing dari kelas 10 dan 11, kalian bisa menggunakan untuk praktik ini. Kalau kalian tidak tau materinya, jangan harap kalian bisa melaksanakan praktik ini karena praktik ini dilaksanakan sesuai dengan materi yang kalian terima. Apakah kalian sanggup saat saya menjelaskan kalian memperhatikan?" jelas panjang kali lebar seorang laki- laki yang duduk dibangku guru.


"Siapp kak" ucap seluruh siswa yang berada diruangan itu.


"Apa?? kakak? siapa dia sebenarnya" pekik hati Vira.


yang akan dirakit untuk menjadi sebuah mesin komputer.


Vira baru saja selesai merakit mesin komputer. Tak heran jika Vira selalu cepat dan tepat karena dia paham semua yang ada dimateri.


"Ya?" panggil Vira.


"Iya Vir, ada apa?" jawab Lia yang mau selesai merakit mesin komputer.

__ADS_1


"Pertanyaanku tadi belum lo jawab ya, Siapa dia? kok gak pak Indra yang melatih" tanya Vira kembali yang tadi belum dijawab Lia.


"Oh dia, dia itu sementara menggantikan pak Indra karena pak Indra sedang diluar kota untuk menemani istrinya lahiran. Dia lulusan dari sini lho, dia masih sangat muda dan berbakat. Bahkan kakakku sudah menjadi wakil CEO diperusahaan papaku. Hebat bukan!?" jawab Lia mengagumi kakanya.


"A-aapaa dia kakakmu?" kejut Vira.


"Iya Vir, kau .. kenapa kok pucat" Tanya Lia panik dengan kondisi Vira sekarang.


"Ah, nggak papa kok ya" jawab Vira tersenyum.


"Oh, ternyata dia kakanya Lia. Gue kira dia udah gede karena posturnya yang tinggi dan tegap, ternyata baru lulusan dua tahun yang lalu toh, pantesan tadi pagi gue panggil om dia marah-marah. Lah tadi kenapa kok gue *marah-marah sih sama dia, biarin aja gue juga kan nggak tau kalau dia yang menggantikan pak Indra*"


Batin Vira.


Laki-laki yang menggantikan sementara pak Indra tak lain adalah Arga Dirgantara. Arga selalu membantu untuk mengurus alumni sekolahannya. Karena dia tau, kalau bukan gurunya mana mungkin dia seperti sekarang.


Jangan pernah menganggap ketulusan dari seorang guru itu remeh. Anggaplah gurumu sebagai orang tuamu yang kedua dan anggaplah sekolahmu sebagai rumah kedua untukmu. Percayalah, orang hebat terlahir dari seorang guru.


.


.


.

__ADS_1


#Jangan lupa tinggalkan jejak kalian biar author semangat ngelanjutin episodenya🙏😪.


Ingat, author menerima saran dari kalian tapi bukan yang berbau hinaan🙏.


__ADS_2