Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Paksaan


__ADS_3

Sudah 15 menit perjalanan, kini Arga mendatangi ruang rawat Vira sesuai ucapannya.


"Vira" panggil Arga


"Dia setan bukan ya? masa iya si baru siang udah dateng? kalau iya gue akan gebukin dia sampai babak belur" batin Vira


"Iya, ada apa?" tanya Vira dengan lancar yang sebenarnya ketakutan.


"Gue tau lo takut Vir!. Emang gue sengaja dateng siang karena gue ada niat buat ngerjain lo. Gak tenang deh rasanya kalo belum seharian ngerjain lo" seringai licik dari Arga.


Vira yang terus memperhatikan raut wajah Arga yang semakin mencurigakan, akhirnya tahu.


"Gue tau, lo sekarang ngerjain gue. Akan gue balas tingkah konyol lo itu, ga!" pekik hati Vira.


Seketika Vira tahu bahwa Arga mengerjainya, secepatnya Vira mengambil sapu yang kebetulan berada disampingnya untuk membalas perbuatan Arga.


BRUKKK BRUKKK BRUKKK


Tiga pukulan menggunakan sapu dari Vira untuk Arga.


"Aduh" rengek Arga.


"Tuh, balesan lo yang punya niat ngerjain gue. Vira kok dilawan!" ketus Vira sambil menyombongkan diri.


"Elleh, gue tau kok lo sebenarnya itu takut!takut hantukan?! Hahaha" ucap Arga menertawai Vira.


"kok dia tau sih kalau gue takut begituan" batin Vira.


"E-enggak kok!" jawab Vira terpenggal-penggal.


"Arga kok dilawan!" ucap Arga yang sedang menirukan kata Vira.


"Dasar plagiat" ejek Vira.


"Terserah" cuek Arga


...-------------...


DiHotel xxxx, tepat Reza dan Delia berada. Kedua insan itu cukup asyik untuk menikmati makanan yang dihadapan mereka.


"Sayang, apakah perusahaanmu baik-baik saja?" tanya Delia secara tiba-tiba yang membuat Reza tersedak.


"Sebenarnya gue pengen cerita sama lo ya, tapi apalah dayaku yang diancam kakakmu jika seorang Reza mengadu" pekik hati Reza.


"I-iya sayang baik kok" jawab Reza terpotong-potong.


"Nggak usah bohong, kakakku menghancurkan perusahaanmu kan sayang?" tanya Delia yang ingin mendesak Reza agar jujur.


"Iya sayang, jangan katakan kalau aku yang mengatakan. Kakakmu telah menyuruh orang untuk mencabut saham mereka masing-masing. Dan sekarang perusaan Andriano hancur lebur tanpa saham" ucap Reza memelas.


"Kak Argaaa!!" jerit Delia dalam hati.


"Kamu tenang aja, biar Delia yang membujuk kakak untuk menyuruh para pemegang saham menaruh sahamnya lagi diperusahaan Andriano. Tenanglah" balas Delia yang sedikit menenangkan Reza.


"Terima kasih sayang" ucap Reza mengacak-ngacak rambut Delia.


Itulah Delia yang dibutakan oleh cinta. Delia rela melakukan apapun untuk kekasihnya, Reza. Menghianati Vira sebenarnya bukanlah keinginannya tetapi karena suatu keterpaksaan. Bagi Delia, cinta adalah segalanya.


...----------------...


"Kita pulang sekarang?" tanya Arga pada Vira.


"Ya ayo! gue udah kangen sama mama" ucap Vira yang tiba-tiba memikirkan mamanya.


"Lebay ah!" ejek Arga.


Vira yang tak menanggapi ejekan Arga langsung membereskan barang yang akan dibawanya. Vira tak sabar cepat-cepat pulang untuk melepas kerinduan pada keluarganya terutama mamanya.


Didalam perjalanan, mereka jarang berbagi cerita untuk diucapkan. Hanya ada kesunyianlah disela-sela mereka. Tapi, tidak untuk kali ini.


"Vira" panggil Arga yang terkejut melihat Vira menjatuhkan air mata.

__ADS_1


"Eh, iya. Ada apa?" balas Vira yang kemudian mengusap air matanya.


"Gue minta maaf ya" ucap Arga yang tidak menoleh kearah Vira karena sedang mengemudi.


"Untuk?"


"Untuk Delia. Ya gue tahu kok Vir, dihianati oleh seseorang yang kita sayangi itu sangat-sangatlah sakit apalagi Delia. Kalian sudah belasan tahun menjalin sahabat tapi semuanya hancur sebab kehadiran seseorang yang tidak disengaja. Karena itu, sekali lagi gue mohon maaf" ucap Arga yang memohon pada Vira.


"Iya. Gak ada yang perlu disesali karena semua sudah terjadi. Gue bersyukur kok ga, karena tuhan telah memperlihatkan semuanya. Andai lo tahu ga, mereka berdua spesial dihati gue. Tapi apa balasannya? penghinaan!penghianatan!!" balas Vira terisak-isak.


"Sudah-sudah jangan nangis lagi, ntar dikira gue habis enggak-enggak sama lo. Nih tissue, hapus air mata lo kemudian keluarlah" suruh Arga.


"Ih pria macam apa lo itu, masa gue mau ja .." protes Vira yang berhenti melihat rumahnya.


"Lo-lo kok tau si rumah gue?" tambah Vira.


"Tau lah, bahkan umurmu saja gue tahu" balas Arga dengan santai.


"Thank you tumpangannya" ucap Vira yang tiba-tiba berterima kasih pada Arga.


"Sama-sama" balas Arga yang mulai keluar dari mobil mengikuti Vira.


"Beruntung orang yang akan menjadi pendampingmu Vir. Lo rela melepas kebahagiaan demi sahabatmu macam Delia. Gue berharap lo akan menemukan separuh hidupmu yang lebih baik dari Reza" Batin Arga yang sedang melihat Vira masuk kerumah.


EHEMMM


Suara serak keluar dari mulut mama Ana, mamanya Vira.


"Eh mama, Hehe" kaget Vira melihat mamanya ada dibalik pintu yang sedang dibukanya.


"Siapa dia" tanya mama Ana sambil menyilangkan kedua tangannya.


"Eh a-anu i-itu ma, teman Vira" jawab Vura yang sedang gugup.


"Teman kok jawabnya anu itu, awas ya kalau macam-macam dibelakang mama sama pria mama akan merobek robek hatinya" ancam mama Ana sekaligus bercanda.


"Iya ma iya, Vira janji setelah ini tidak akan ada lagi pacar-pacaran" ucap Vira dengan yakin


"Mamaa ... hiks .. hiks Reza ma" seketika tangis Vira pecah memenuhi seluruh ruangan itu.


"Reza ma .. Reza selingkuh sama sahabat Vira sendiri" tambah Vira yang semakin kencang nangisnya.


"APAA!! Rezaa!! Teriak papa Surya yang tiba-tiba muncul dari belakang Vira.


"Jierui, Xiànzài wǒmen jiāng lìjí cóng nàgè rén Reza nàlǐ xúnqiú xìnxī. Rúguǒ wǒ méi jì cuò dehuà Reza Andriano (Jierui, sekarang kita akan langsung cari informasi dari lelaki itu, Reza. Kalau tidak salah Reza Andriano)" ucap Papa surya pada pengawal pribadinya itu dari China yang belum bisa berbahasa indonesia.


"Zhǔnbèi hǎo xiānshēng (siap tuan)" jawab Jierui selaku pengawal pribadi papa Surya


" Bùshì, Ba'ba bié rě léi zhā, suīrán tā shānghàile wéi lā, wéi lā shì zhēnchéng de, zhēn de, bàba (Tidak, papa jangan macam-macam sama Reza, Walaupun Reza sudah menyakiti Vira, Vira udah ikhlas kok pa)" tolak Vira ketika tahu apa yang dipikiran papa Surya.


"Papa, Vira, mama kan nggak tau kalian ngomong apa" sebel mama Ana yang dari tadi cuma melihat.


"Oh iya papa lupa ma. Lain kali kita belajar bahasa Cina lagi ya ma" ajak papa Surya pada mama Ana.


" Hem iya pa"


"Wǒmen shāo hòu huì kàn dào (kita lihat nanti)" ucap papa Surya tersenyum licik ketika tahu putrinya disakiti.


Orang tua mana yang tak terima ketika anaknya disakiti oleh orang lain. Bahkan orang tua yang mendidiknya saja tidak pernah sekalipun menyakitinya, tapi orang lain sudah berani menyakitinya.


Ya, itulah pria ketika tidak medapat waktu dari pasangannya dia akan mencari waktu dari wanita lain. Padahal bagi Vira waktu adalah emas. Waktunya hanya untuk belajar, belajar dan belajar. Inilah sebabnya, seorang Reza bisa berpaling dari Vira yang cantiknya diatas rata-rata.


NB :


Jangan pernah membuang waktu hanya demi cinta semata. Jagalah cintamu jika sudah menemukan orang tepat untukmu. Wanita itu pantas dicari bukan mencari.


_frdsyh_


...--------------...


Kini ada sepasang kekasih yang sedang duduk. Ya! siapa lagi kalau bukan Delia dan Reza.

__ADS_1


"Sayang" panggil Reza yang sedang mabuk karena habis minum.


"Apa! kita pulang oke. Gue jorok sama tempat beginian yang" ucap Delia yang memang tidak suka tempat itu.


"Ayo" ajak Reza yang sedang menggenggam tangan Delia.


Kedua insan itu berjalan untuk menuju pintu keluar. Dengan sempoyongan, Delia menunjukkan jalan untuk Reza yang kini sedang mabuk.


Ketika sampai dipintu mobil tangan Reza menahan tangan Delia.


"Sayang, ada yang ingin kukatakan" ucap Reza.


"Apa?" jawab Delia yang tidak tahu maksud Reza.


"Ayo kita menikah" jelas Reza yang tak sadarkan diri.


Plakk


Satu pukulan keras dari Delia untuk Reza.


"Apaan sih, sadar Za. Lo itu sedang mabuk jangan ngada-ngada deh" jawab Delia dengan lantang.


"Nggak usah sok munafik yang, Let's get married. Aku janji setelah kita nikah nanti akan ku cukupi semua kebutuhanmu" jawab Reza yang sedikit merayu.


"No, gue mau nikah sama lo tapi nanti " sahut Delia.


"kalau bisa sekarang kenapa nanti. Ayo kita nikah" ajak Reza untuk ketiga kalinya sambil memegang erat tangan Delia.


Dengan sekuat tenaga, Delia ingin melepas tangan Reza dari tangannya. Cukup terkejut, karena bagi Vira inilah yang pertama kali melihat sikap Reza yang tak biasanya.


Kecepatan 300km/jam membuat Delia ingin keluar dari mobil itu.


Sebelum kedua pasangan itu keluar ..


"Sekertaris Olive, atur semua persiapan yang telah kita rencanakan. Jangan lupa untuk menyusunnya serapi mungkin" ucap Reza pada sekertarisnya itu melalui HandPhone.


"Iya tuan, saya akan mengaturnya dengan matang" balas seseorang yang diketahui sekertarisnya Reza.


"Maafin gue ya, gue aslinya nggak mabuk. Ini hanyalah sebuah kebohongan untuk pembalasan atas nama kakakmu" batin Reza.


Sesampainya diapartemen milik Reza, ada seorang penghulu yang sudah siap untuk menghalalkan pasangan yang didepannya.


"Tuan Nona, apakah kalian siap untuk menikah" tanya penghulu itu.


"Tid ..." potong Delia.


"Siap" sahut Reza


"Bukankah kita harus ada wali dari pihakku Za? kalau nggak ada mana mungkin bisa sah" jelas Delia.


"Didepan ada dua penghulu, yang satu menikahkan dan yang satu lagi menjadi wali" ucap Reza.


"Mana bisa" protes Delia.


"Ayo pak, kita mulai nikahannya" ajak Reza.


"Perasaan kayak kenal deh gue sama penghulu itu. Tapi rambutnya itu sedikit aneh dan juga kumisnya terlalu tebal. Mana mungkin dia itu .. Huft " batin Delia


أنكحتك وزوجتك مخطوبتك دليا بنتي بما دركنتار على المهر عشرة ملايين حالا saya nikahkan dan saya kawinkan engkau" dengan pasanganmu, Delia binti bima dirgantara dengan mas kawin 10 juta dibayar tunai


قبلت نكاحها وتزويجها على المهر المذكور ورضيت بهى والله ولي التوفيق


 "Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah."


Sah??


Ya sah lah kan udah nikahan😂.


"Gue nggak percaya kalo Reza bisa bahasa Arab lancar. Apa ini yang dinamakan ada kekurangan terlihat namun ada juga kelebihan yang belum terlihat. Doaku hanya satu yaallah, semoga pernikahan ini selalau menjadi berkah dan engkau ridhai amiin" doa Delia didalam hati.


Apabila ada kekuarangan untuk menulis kata-kata, saya mohon maaf ya reader's. Karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik allah.

__ADS_1


#Jangan lupa dukungannya. Thanks all****🤗❤


__ADS_2