Dustanya Suamiku

Dustanya Suamiku
Tamu salah alamat


__ADS_3

13


"Tin....tinnnnn....."


Suara klason mobil pagi itu, memecah keheningan.Jam menunjukkan angka 5:30. Tika terjaga dari tidurnya karena suara itu. Diliriknya ke samping, suaminya masih tidur pulas.


Dengan rasa malas, Tika bangkit dari tempat tidur.


Lalu mengintip lewat jendela, ingin tau suara klakson mobil siapa pagi- pagi begini buat ulah. Tepat saat itu seseorang dari arah luar mencoba membuka pintu pagar.


Tika merasa aneh! Sekaligus curiga. Diamatinya seseorang yang baru turun dari taxi itu. Jelas kalau orang itu menuju ke rumahnya.


Mungkin dua adalah famili dari Bang Rey. Tapi Tika tidak mengenalinya sama sekali.Tika ragu untuk membuka pintu. Lalu Tika balik masuk kamar. Membangunkan suaminya.


"Bang, ayao bangun. Kayaknya kita kedatangan tamu," Tika mengguncang tubuh suaminya.


" Ada apa sih, dek?"


" Ada tamu berkunjung ke rumah kita, bang. Dia masih di luar pagar. Aku gak berani membukakannya."


" Tamu, pagi-pagi begini," kening Rey mengernyit, tanda penuh tanya. Siapa pula yang bertamu sepagi ini. Karena penasaran Rey bangkit daru tidurnya.


Setelah mengintip dari balik jendela, untuk memastikan siapa tamu itu.Tapi orangnya tidak tampak jelas. Rey mengambil kunci pagar, lalu keluar rumah menuju pintu pagar. Di ikuti Tika juga dari belakang.


Alangkah kaget dan bingungnya Rey, melihat siapa tamu itu. Terlebih karena dia tengah bersama Tika saat itu.


" Siapa sih , bang," bisik Tika karena melihat suaminya mendadak mematung.


"Eh..anu itu pamanku," sahut Rey gelagapan. Lalu buru- buru Rey membukakan pintu pagar.


"Paman? Seingat Tika pamannya cuma seorang dan itupun sudah meninggal tiga tahun lalu.


"Maksud abang Tulang,"**saudaranya Mama." Balas Rey sambil berbisik. Ternyata tamu itu adalah orang tuanya Rani, mertuanya sendiri


Sang tamu juga tak kalah kagetnya, karena bukan putrinya Rani yang disamping menantunya. Menyambut kedatangannya.


Tapi sang tamu langsung tanggap, ini pasti telah terjadi ke salah fahaman. Karena itulah kenapa orang tua itu memilih diam saja dan seolah tak ada masalah. Nanti dia akan minta penjelasan. Setelah bertemu putrinya.


" Mari masuk ,Tulang," Rey mengambil alih koper yang di bawa mertuanya. Sikap Rey terasa sangat kaku. Tapi bukan Rey kalau tidak bisa mencairkan suasana. Sekalian menggiring agar situasi agar Tika tidak curiga.


Soal dampaknya, biarlah nanti saja belakangan itu


fikirkan. Yang paling penting bagaimana caranya agar sang tamu tidak buka suara soal situasi yang sebenarnya.

__ADS_1


Pak Danu, orang tua Rani meski ingin bertanya banyak hal. Atau tepatnya mohon penjelasan apa yang telah terjadi sebenarnya. Kenapa menantunya


malah bersama perempuan kain. Bukan putrinya, Rani.


" Mari pak, silahkan duduk. Sebentar saya buatkan dulu teh," Tika langsung undur ke dapur hendak menyeduh teh buat sang tamu.


Sepeninggal Tika, Rey nampak salah tingkah. Jantungnya berasa mau copot, karena kebohongannya kini telah menjadi bumerang.


Tak habis pikir, kok bisa-bisanya nyasar datang ke rumahnya. Padahal Rey tak pernah memberi tahu alamat rumah ini, pada mertuanya. Yang dia gunakan adalah alamat rumah mamanya.


Dan ada urusan apa mertuanya datang berkunjung tanpa pemberitahuan sebelumnya. Sementara sang mertua juga tak berani bertindak melihat kenyataan, kalau putrinya telah di madu atau sebaliknya menjadi madu bagi wanita penghuni rumah ini.


Tujuan kedatangannya jauh lebih penting, soal siapa perempuan itu, biarlah nanti saja urusannya.


Malah situasi ini secara tidak langsung akan memberinya ke untungan untuk memuluskan rencananya.


"Ini pak, minumnya di nikmati, dulu." tawar Tika pada tamunya.


" Sebentar ya dek, Abang ke kamar mandi dulu," pamit Rey oada Tika, yang di angguki Tika.


" Maaf ya Pak, kalua boleh tau, Bapak tinggal di mana." selidik Tika karena menurutnya ada yang mencurigakan perihal tamunya ini.


"Bapak tinggal di Medan, nak."


"Oh, tidak apa-apa. Bapak sendiri juga kaget. Karena tujuannya bukan ke sini. Bapak ketiduran, di


taxi, jadi alamatnya terlewat. Bapak tersadar saat terjaga, ternyata alamatnya sudah terlewat. Trus si supir taxi bertanya ke pos ronda di ujung jalan ini. Lalu di tunjuk kesini," jelas pak Danu panjang lebar.


Tika manggut mengerti,


" Kebetulan sekali ya, Pak. Untung Bapak gak nyasar!"


Tiba-tiba ada panggilan masuk ke gawai Pak Danu. Pak Danu melihat nama di layar benda pipih itu. Lalu mohon diri untuk menjawab panggilan itu. Tika menggangguk, lalu Pak Danu keluar dari rumah.


Entah kenapa rasa penasaran Tika terus berkece


camuk. Dia penasaran siapa yang telah menghubungi tamunya.


Tika pura-pura menyingkap gorden, untuk membuka jendela. Samar- samar Tika mendengar percakapan mereka.


"Iya...nak, Bapak sudah sampai."


"........"

__ADS_1


" Iya, Bapak akan segera ke sana. Bapak menuntut penjelasan darimu, Rani.Apa yang terjadi dengan pernikahan kalian. "


" Hah! Rani? Jadi beliau itu adalah orang tuanya Rani. Mertuanya Bang Rey!" Tika kaget mendengar percakapn itu. Itulah sebabnya kenapa Bang Rey kaget luar biasa. Ternyata ini alasannya, geram Tika dalam hati.


Buru- buru Tika kembali ke tempat duduknya, dan kebetulan juga Rey telah selesai mandi dan bersiap untuk pergi. Dan bersamaan dengan itu, Pak Danu juga sudah muncul di pintu.Lalu kembali duduk di tempat semula.


" Dek, abang antar dulu Tulang, ke rumah Mama. Sekaluan Abang pergi kerja."


" Gak sarapan dulu, Bang?"


"Di rumah Mama aja sekalian, Dek. Ayo, Tulang,"


Rey dan Pak Danu akhirnya pergi. Meninggalkan Tika dengan seribu tanya.


" Hem...satu persatu dustamu terungkap, Bang. Hari ini, kedatangan tamu yang salah alamat. Besok-besok kejadian apa lagi yang terungkap. Tak di sangka ke datangan tamu yang salah alamat di pagi ini. sehingga satu lagi rahasia suamiku, terungkap,"


*****


Di rumahnya mama Rey.


" Bagaimana kalian tega, berlaku seperti ini, selama ini. Dan kamu Rani, kamu bohongi orang tua kamu selama ini!" sentak pak Danu geram.


" Maafkan Rani, Pak,"


" Maaf? Apa kamu bisa ucapkan itu, ke istrinya. Bagaimana kalau dia dan orang-orang tau pernikahan kalian ini. Apa kalian sanggup menghadapi kemarahan mereka? Hah!


" Selagi tak ada yang mengasih taunya, semua aman ,Pak." Sela Rey


" Apa kalian memang sebodoh itu Atau kalian pura- pura bodoh. Hari ini saja rahasia kalian telah terbongkar oleh Bapak tanpa sengaja. Mau cakap sombong kalian,!" semua terdiam mendengar ucapan Pak Danu. Benak Rey bekecamuk tak tentu arah.


Rey membayangkan seperti apa kemarahan Tika bila mengetahui rahasia ini. Hatinya mendadak kecut. Apa harus mengakhiri semua ini sebelum rahasia itu terbongkar. Tapi aku berat melakukannya. Aku memang mencintai Tika tapi tak ingin juga melepas Rani. Seandainya di suruh memilih salah satu dari mereka, Rey sungguh tak mampu untuk memilih.


Karena bagaimanapun, mereka saling mengisi satu sama lain dalam kehidupanku,batin Rey


Duh! egoisnya kamu Rey. Ingin dapatkan semuanya meski menghalalkan segala cara.


Miris memang, bila hati telah di butakan oleh nafsu, semua logika tak berfungsi lagi. Yang ada hanya pembenaran untuk membenarkan perbuatannya meski sadar sesadar sadarnya, bahwa semua itu tidak benar.


Dan akan ada harga yang di bayar mahal nantinya.


Yang terkadang tidak sesuai dengan apa yang telah di gapai..


Dan hukum tabur tuai itu, pasti berlaku. Entah itu di bayar di muka atau belakang. Yang pasti, rasanya sama, PAHIT!!!

__ADS_1


Karena semua rasa itu semu !!


__ADS_2