
15
Pov Rey
Belum hilang rasa kagetku, akibat kedatangan mertuaku yang mendadak pagi tadi. Di rumah kediamanku.Kini kembali aku di kejutkan oleh kedatangan istriku di rumah mama. Entah sudah berapa lama tadi istriku datang dan mendengar percakapan kami.
Dan sudah seberapa jauh ia menyimak . Yang jelas saat aku melihat paras istriku yang menyimpan kemarahan firasat burukpun menghantuiku.
Lalu, dengan amarah yang meluap Tika meracau membabi buta. Sehingga menarik perhatian para tetangga. Aku yang berusaha menenangkannya malah di hajarnya tanpa ampun. Begitu juga dengan Rani yang bermaksud melerai malah jadi sasaran kemarahannya juga..
Begitu bringasnya Tika menumpahkan kemarahannya. Membuatku kaget tak kepalang.
Tika yang selama ini lembut dan jarang berprilaku kasar. Kini menampakkan sisi lain dari kepribadiannya.
Hatiku mendadak kecut dan tak mampu berbuat apa- apa, ketika beberapa warga sudah bermuncul
an di rumah. Bahkan Pak Rt juga ada diantara mereka. Dan dengan wibawanya berhasil meluruhkan kemarahan istriku. Sehingga Rani terlepas dari tangan, Tika.
Hingga akhirnya Pak Rt menanyakan apa sebenarnya yang terjadi, sehingga ada keributan di rumah mama. Lalu aku berusaha mengintimidasi Tika, mencoba menggiring opini bahwa istrikulah penyebab keonaran itu.
Akibat sikapku yang mencari kambing hitam membuat kemarahan istriku makin memuncak. Dengan sikapnya yang dingin, dia telah menghipnotis warga untuk merasa iba dan simpati padanya.
Pak Rt dan beberapa warga membelanya dan mendukung sikapnya saat istriku mengancam akan melaporkan kami ke polisi. Sungguh aku begitu terkejut mendengar ancamannya itu.
Ketika ku gertak, dia malah melemparkan beberapa foto sebagai bukti bahwa aku telah mengkhianatin
nya. Menodai pernikahan kami, dan itu telah terjadi beberapa tahun.
Aku merasa mati kutu, ketika melihat beberapa foto momen kemesraan aku dan Rani saat liburan di Parapat. Entah dari mana dia mendapatkan semua itu.
Jadinya hatiku bertanya-tanya, apakah istriku telah memata-matai prilakuku selama ini. Dengan menyewa orang lain?
Dan sejak kapankah ia tau bahwa aku telah menikah secara diam- diam dengan Rani. Ini menjadi tanda tanya besar di benakku.
Berkali- kali aku menggertaknya, mencoba menun
jukkan wibawaku sebagai seorang suami. Tapi mampu ia mentahkan begitu saja. Yang pada akhirnya dia mampu menciptakan teror kepada mama.
Sehingga mama sangat panik dan ketakutan mendengar ancamanya. Dan lebih panik lagi aku saat mama bersimpuh memohon ampun di kaki Tika.
__ADS_1
Aku tak menduga sama sekali, kalau istriku yang selama ini selalu menunjukkan kelembutannya mampu mengubah mama sedemikian rupa.
Hingga akhirnya Tika mengajukan syarat yang benar-benar membuatku tak bisa berkutik. Dia meminta beberapa surat penting sebagai tumbal dari pengkhianatan kami.
Mama yang sudah rapuhpun tak pikir panjang memenuhi syarat yang diajukan oleh Tika. Dengan senyum kemenangan, dia berhasil dengan mudahnya memiliki surat-surat penting yang kumiliki.
Rasanya hidupku telah hancur! Karena telah terusir dari rumahku.Rumah impian yang kubangun dari memperdaya istriku sendiri untuk kebahagian perempuan lain.
Betapa mahal harga yang harus kubayar dari perbuatanku selama ini. Aku pada akhirnya kehilangan orang yang aku cintai, hanya karena egoku sendiri. Yang meracuni hati dan fikiranku.
Kini apa lagi yang kumiliki. Aku tak punya apa- apa lagi. Hanya dengan waktu seminggu kami boleh tinggal di rumah ini. Rumah masa kecilku yang menyimpan sejuta kenangan bagiku.
Kini aku tidak tau harus berbuat apa lagi. Aku benar-benar bingung. Apa lagi Rani kini mengancam akan meninggalkanku. Karena dia tau aku kini sudah tak punya apa-apa.
Rani begitu marah, karena sertifikat rumah yang seharusnya jadi miliknya kini sudah ada di tangan Tika. Hatiku bertambah kalut saja.
" Lebih baik aku oulang saja, Bang kerumah orang tuaku. Aku tidak mau jadi gembel"
"Rani, bisa tidak sih kamu jangan menambah mumet pikiranku!" sentak marah.
"Kamu itu yang terlalu lemah, Bang. Masa kamu tak bisa mengatasi Tika padahal selama ini kamu bisa menipunya,"
" Cukup Rani, plak!" tanpa sadar tanganku telah menamparnya. Rani tersentak kaget karena perlakuan kasarku. Dengan berurai air mata dia lari ke kamar. "Rani, maafkan abang!" seruku, tapi Rani tak mengindahkan ucapanku. Ia masuk ke kamar dan menghempas pintu kamar denhan kasar.
Aku jadi semakin kesal saja, karena Mamalah penyebab semua ke sialan ini.
" Mama berhentilah menangis, semua ini terjadi karena andil mama juga." gerutuku.
" Maafkan Mama nak, akibat keserakahan Mama
hidup kamu jadi hancur seperti ini." tangis Mama penuh penyesalan.
Aku jadi teringat kejadian tiga tahun lalu. Ketika Tika istriku belum menunjukkan tanda- tanda kehamilan. Mama yang tidak sabar untuk memomong cucu, memintaku untuk menikah lagi.
Tentu sajaj aku kaget saat itu. Dan menentang ide Mama. Tapi Mama tetap bersikeras, dan diam- diam mencari calon istri untukku. Tapi, semua yang Mama ajukan tak ada yang cocok dengan tipeku.
Hingga akhirnya akupun bertemu dengan Rani, mantan pacarku semasa SMA, dulu. Saat itu Rani telah menjadi janda cerai. Karena suaminya selingkuh.
Saat aku katakan telah menemukan calon istri, Mama dengan suka cita melamar Rani untukku. Tentu, pesta pernikahan kami dilaksanakan diam-diam di kampung Rani.
__ADS_1
Dengan alasan aku dinas keluar kota selama seminggu, istriku melepasku seperti biasanya tanpa ada curiga sama sekali.
Pesta pernikahanku yang kedua ini di rayakan dengan meriah, dan menggelar adat yang berlaku pada setiap pernikahan menurut adat sukuku.
Sementara pernikahanku dengan Tika hanya berlangsung sangat sederhana, waktu itu. Hanya di ikuti oleh beberapa sahabat kami.
Aku kenal Tika saat merantau ke Jakarta. Aku kuliah di salah satu universitas swasta yang cukup terkenal waktu itu. Tetapi sayang aku DO saat semester empat.
Semua karena aku yang salah memilih pergaulan. Sehingga kuliahku jadi berantakan. Dan saat itulah aku bertemu dengan Tika. Karena dia adalah tetangga di kos-kosanku.
Tika yang asli Sunda, sangat menarik perhatianku saat itu. Tika sudah bekerja di sebuah perusahaan.
Dan hidup mandiri. Itulah awal hadir rasa sukaku yang berubah jadi cinta.
Aku yang hidup luntang langtung, selalu dia nasehati. Perhatiannya membuatku luluh, sehingga aku berani mengungkapkan perasaanku padanya.
Tika menerima cintaku, dan akhirnya kami menikah
tanpa sepengetahuan Mama di kampung.Mama juga tak pernah mengetahui bahwa aku telah keluar dari kampus.
Begitu mendengar aku telah menikah diam- diam di Jakarta, dan kuliahku sudah berhenti membuat Mama murka dan menuduh bahwa Tika lah penyebab semuanya itu. Belum lagi karena kami berbeda suku. Semakin lengkaplah kebencian Mama pada istriku. Istriku tak pernah dianggap.Setelah kami kembali ke kampung. Hanya jika ada perlunya saja, dan saat butuh uang Mama bersikap baik pada Tika. Selebihnya hanya basa- basi. Dan karena aku membuat Mama dulu kecewa karena drop out dari kampus, di bantu Tika membiayai kuliahnya adik-adikku.'
Dari awal Mama memang sudah salah faham dengan Tika. Mama menuduh bahwa Tikalah yang telah menghancurkan masa depanku.Meski berkali- kali aku jelaskan. Tapi Mama tetap keuh- keuh
Itulah sebabnya, mama selalu meminta uang dengan berbagai alasan. Dan Tika tidak pernah komplein setiap kali Mama meminjam uangnya
Malah Tika menyarankan padaku agar gajiku diperuntukkan untuk biaya hidup Mama.
Tetapi Mama belum merasa cukup juga, bila hanya uang Tika yang di poroti. Mama malah tega menyarankan aku untuk menikah lagi.
Setelah hampir tiga tahun usia pernikahan kami, Tika tak kunjung hamil. Dan akhirnya aku menikah lagi, tanpa pernah minta pesetujuan Tika. Sepertinya Mama memang mau balas dendam dengan Tika.
Tapi kenyataanya, setelah dua bulan pernikahanku dengan Rani. Justru Tika istriku yang hamil. Sedangkan Rani hingga saat ini tak kunjung hamil jua.
Dan sekarang malah Tika hamil untuk yang kedua kalinya.
Tentu saja aku sangat bahagia dan berharap semo
ga kehamilannya kali ini, adalah anak laki-laki.
__ADS_1
Tapi sekarang, aku telah kehilangan istriku, setelah rahasia yang kusimpan selama ini telah terbongkar.
Kini hidupku terasa hancur. Semua karena keegois sanku. Bara itu akhirnya membakar habis semua kebahagianku.