Dustanya Suamiku

Dustanya Suamiku
33


__ADS_3

" Gila kamu, ya. Ngomong gak ada sopannya sama orang tua. Yang selingkuh dengan Rey itu, siapa hah! Kamu yang gatel, menggoda anak saya," semprot bu Hesti.


" Tunggu apa lagi. Kalau mau pergi, pergilah! Dari dulu taunya ngancam terus."


" Aku pergi besok saja. Ini sudah larut malam." Rani bergegas masuk kamar.


" Heh, dasar perempuan gila. Gak jelas apa maunya. Ni anak pun kok pake mabuk segala." hela bu Hesti berat.


Sebersit rasa bersalah menghimpit hatinya. Memang dia punya andil atas retaknya rumah tangga anaknya dengan Tika.


Karena merestui pernikahan kedua anaknya. Karena dia telah salah menilai Tika selama ini. Bu Hesti dulu gak merestui Rey menikah dengan Tika.


Karena dia pikir Tikalah penyebab gagalnya Rey kuliah. Yang berarti telah memupus harapannya pada satu-satunya anak lelakinya.


Jauh- jauh Rey merantau kuliah ke Jakarta. Hasilnya adalah seorang menantu yang tidak sesuku pula.


Tanpa pernah melihat dari sisi lain, penyebab Rey gagal jadi sarjana. Padahal Rey yang salah memilih teman. Bahkan dia sempat terjerumus memakai obat terlarang!


Dan Tikalah yang menjadi penyelamatnya waktu itu. dan mengubah haluan hidupnya.


Seandainya bu Hesti tau, seperti apa perjuangan Tika memulai hidup baru yang di mulai dari nol, bersama anaknya Rey. Masihkan terbersit di benaknya menyemai bibit kebencian untuk menantunya itu.


Bagaimana gigihnya Tika berjuang, memulai usaha butiknya. Hingga akhirnya kehidupan rumah tangga mereka menjadi mapan.


Tika yang tak pernah perrhitungan dan selalu membantu kebutuhan mertuanya, bahkan kuliah adik- adik iparnya juga di bantu.


Tapi, balasannya apa. Bukannya melarang malah ikut mendukung pernikahan Rey dengan Rani. Dan tiga tahun lamanya mereka berhasil menyimpan itu dari Tika.


Hingga akhirnya terbongkar dan Tika menuntut cerai. Dan semua yang ia miliki, berhasil di sita oleh menantunya itu.


Dengan sukses, Tika membalaskan sakit hatinya.Pikirnya waktu itu, Tika tidak akan berani menuntut cerai, dan sekalipun dengan terpaksa pasti mau di madu.


Karena Tika sangat penurut dan mudah di bodohi!"


Tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Dengan bukti - bukti kuat Tika berhasil memporak-porandakan hidup keluarganya. Ancaman penjara yang di dengungkan Tika, menjadi pukulan telak bagi bu Hesti.


Semasa muda, karena kecerobohannya menjadi kurir obat terlarang, dan mendekam selama lima tahun di penjara.

__ADS_1


Dia tidak ingin kembali ke tempat itu lagi. Tempapt yang sangat menakutkan baginya. Tempat yang membuatnya trauma.


Karena itulah, ketika Tika meminta akte rumahnya. Tanpa pikir panjang mengiyakan begitu saja. Hal yang juga amat di sesalinya kemudian. Tapi semua telah terlanjur terjadi.


Di hari tuanya harus menderita seperti ini karena ulahnya sendiri.


Bahkan kerinduannya kepada cucunya Nadia yang selama ini diacuhkannya, terasa sangat menyakitkan. Dan cucunya yang saat perceraian orang tuanya masih ada dalam kandungan Tika.


Yang belum pernah dilihatnya sama sekali. Apakah cucunya itu seorang laki- laki. Pewaris marga suaminya?


Dia ingin selalu tahu tentang hal itu. Tapi pernah berani mengemukakan keinginannya itu pada Rey. Itulah sebabnya saat Rani cerita tentang pertemuan mereka di butik dengan Tika, bu Hesti sangat senang.


Yang ujung- ujungnya membuat mereka berantam. Dan Rey jadi mabuk seperti .


*****


" Ini dia. Pasti ini tempatnya." guman bu Hesti. Setelah berputar- putar akhirnya menemukan juga butik yang di sebutkan Rani tempo hari.


Butik "NAMORA" fashion. Bu Hesti mengeja nama butik yang di carinya. Untuk memastikan kalau di tak salah lagi.


Bu Hesti sengaja duduk di pojok jarak dua toko dari butik. Supaya kehadirannya tak menjadi perhatian orang. Dia pura - pura duduk seolah sedang menunggu seseorang.


Setelah menunggu lebih lima belas menit, bu Hesti melihat sebuah mobil, Pajero Sport hitam parkir di depan butik.


Seorang pria tampan dengan tubuh jangkung, keluar dan membukakan pintu mobil. Dan munculah seorang wanita cantik dengan senyum yang penuh aura bahagia.


Ia menuntun seorang bocah lelaki tampan. Tubuhnya yabg gembul, pasti membuat gemas siapa yang melihat. Seorang gadis kecil dengan seragam TK menyusul dan menggamit tangan satunya lagi dari wanita itu.


Beriringan mereka memasuki pelataran butik. Si bocsh lelaki dengan manja minta di gendong oleh sang pria. Yang di turutinya dengan suka cita. Lalu lehernya di peluk dan ke dua pipinya di cium. Lantas minta di turunkan


Lanjut wanita itu menyalami punggung tangan lelaki itu, yang di balas dengan kecupan di pucuk kepala si wanita. Kemudian di peluk seolah tak ingin berpisah.


Trus gadis kecil itu juga memeluk wanita itu, menyalami punggung tangannya dan di balas pelukan hangat. Lalu bergegas si gadis kecil dan si pria kembali ke mobil.


Mereka saling melambaikan tangan. Mengirim cium jauh di sertai tawa senyum yang penuh kehangatan.


Bu Hesti sangat terpesona melihat adegan itu. Sungguh sebuah keluarga yang harmonis. Tapi siapakah mereka. Bu Hesti kurang jelas melihat wajah- wajah itu.Tapi sepertinya wajah itu tak asing baginya. Apakah dia itu Tika dengan keluarga barunya.

__ADS_1


Ah, tak mungkin. Penampilan Tika selalu sederhana apa adanya. Sementara wanita tadi . Pokoknya jauhlah dari sosok Tika. Bahkan pria itu juga sangat tampan. Tidak mungkin menjadi suaminya Tika.


Perlahan bu Hesti menghampiri butik itu, seoalah seorang oejalan kaki. Bu Hesti mengenakan selendang di kepalanya untuk menyembunyikan


wajahnya.


Dan benar saja ke datangannya tak menarik perhatian Tika, yang masih melambaikan tangannya ke arah mobil yang perlahan menghilang di tikungan.


Tika sempat menatap sekilas ke arah bu Hesti dan tersenyum ramah.


" Ayo, Bim. Kita masuk nak,nanti papa akan jemput kak Nadia dan mengatar ke sini. Sepulang sekolah."


" Bim juga mau cekolah, mam,"


" Iya sayang, tapi Bim harus besal dulu kayak kak Nana. Baru bisa sekolah,"


" Iya, mam. Bim halus kuat maam, bial cepat besal kayak kak Nana," bocah kecil itu mengangkat ke dua tangannya menirukan gaya Ade Rai. Membuat tawa Tika pecah berderai. Di tuntunnya tangan Bimo masuk ke butik.


Tanpa is sadari, seseorang di belakangnya tengah mendengarkan percakapannya dengan anaknya itu.


Bu Hesti yang menyimak percakapan itu, hampir saja lupa diri. Hendak menghampiri Tika dan Bimo. Kalau saja dia tak ingat sudah tak punya hak .


Jadi dia benar Tika! Mantan istri anaknya Rey. Yang juga mantan menantunya. Nenantu yang ia sia-siakan dan acuhkan selama ini.


Ternyata Tika telah menemukan kebahagiannya. Bersama ke dua cucunya. Dan pria tampan itu sepertinya dialah yang pernah bertemu dengannya di cafe dua tahun yang lalu.


Bukankah dia itu pengacaranya Tika, yang membantu kasus perceraiannya dulu. Bagaimana mereka bisa jadi pasangan suami istri?


Apakah karena kasus itu yang mendekatkan mereka. Jadi pengacara itu yang selama ini membantu Tika. Bahkan menyembunyikan keberadaannya. Karena Rey pernah berbuat nekad melukai Tika. Dan dia juga yang menolongnya waktu itu.


Jadi mereka telah menikah? Apakah Bimo itu anaknya Tika dengan Rey. Atau Tika dengan Pengacara itu.


Melihat dari wajahnya, Bimo itu adalah foto kopi wajah Rey semasa kecil. Mereka mirip sekali, hanya kulit Bimo yang lebih cerah. Sedang Rey kecil berkulit gelap. Selebihnya sangat mirip. Mungkinkah Bimo itu cucuku. Cucu lelaki yang sangat aku harapkan.


Tak kuasa bu Hesti menangis pilu. Menyesali semua perbuatannya selama ini. Dia tidak yakin Tika akan mau memaafkannya.


Saat pertemuan mereka dua tahun lalu, di cafe itu. Sudah cukup jelas seberapa bencinya Tika padanya.

__ADS_1


" Maafkan ibu yang tak tau diri ini, nak Tika. " isaknya penuh penyesalan. ****bersambung.


Jangan lupa tinggalkan like nya ya. Dan mohon bantu share biar tetap semangat upnya. 🙏🙏


__ADS_2