
"Entahlah" jawabnya singkat saat Rudi bertanya tentang jadwalnya minggu besok.
Ya, dia adalah Clarisa cewek cuwek yang akrab dipanggil Clary anak ke 2 dari 3 bersaudara. Dengan rambut hitam sebahu, tinggi badan hanya 154cm dan terlihat kurus serta kulitnya yang sengaja dia biarkan coklat membuatnya semakin exotis.
Seperti biasa jumat sore sepulang dia kuliah, Clary selalu pergi ke kafe untuk bekerja parttime. Walaupun hanya bekerja saat week end tapi dia rasa uang yg dia dapat cukup untuk keperluan sampinganya. Karna dia tidak mau menggunakan uang saku dari ayahnya untuk berjudi online.
*maap keun kalau pemeran cewek disini agak tidak lurus-lurus amat jalan hidupnya. 😁
Yah.. itulah hobby aneh Clary. Dia tidak seperti kebanyakan cewek yg suka dengan pernak pernik lucu atau menghabiskan waktu untuk belanja dan perawatan diri ke salon, malah dia rela ambil kerja parttime demi dapat uang yang bisa dia gunakan untuk berjudi. ( Padahal kata bang haji Roma Irama judi itu gak bikin orang jadi kaya😂😂).
Ok.. sekarang balik ke kafe tempat Clary bekerja. "Clar abis cuci prabotan ntar lu anter ini kerumah pak Arman ya" kata Dika sang pemilik kafe sambil meletakka bungkusan kresek hitam diatas meja.
"Siap bos" jawabnya singkat sambil mengacungkan ibu jarinya yang masih terselimuti busa sabun cuci piring.
Setelah menyelesaikan tugasnya mencuci prabotan dia segera lari menuju sepeda gayung yang ia letakkan di area parkir karyawan dan segera memacunya menuju rumah pak Arman dan tak lupa membawa bungkusan tadi.
-------------
Jarum jam menunjukan pukul 23.45 yang artinya kafe siap tutup dan beberapa karyawan kafe pun bersiap untuk pulang tak terkecuali Clary.
Dengan mata yang mulai mengantuk dan badan yang mulai merasakan lelah dia memacu sepeda gayungnya menyusuri jalan menuju rumah kosnya.
Yah memang sejak kuliah di luar kota dia harus tinggal di kos-kosan dan jauh dari kluarganya.
Setelah sampai di kamar kosnya yang berada dilantai 3 dia segera membasuh tubuhnya di kamar mandi. Selang beberapa menit dia keluar hanya dengan handuk yg melilit ditubuhnya. Akan tetapi alangkah kagetnya dia saat sebuah tangan tiba-tiba membekap mulutnya dan satu tangan lagi mengarahkan pisau di lehernya.
"Diam jangan panik dan jangan melawan atau aku akan membunuhmu." kata orang asing itu semakin menanamkan ketakutan dihati clary.
"Enak aja lu bilang jangan panik, coba lu yg di posisi gue"batinya protes
Sayup-sayup terdengar suara keributa dari luar area kos. "Cari sampai ketemu jangan biarkan dia lolos lagi"
__ADS_1
"Oh no.. nyawa akuh yang berharga. Ya Tuhan selamatkan hambaMu yg masih perawan ini." gumam clary dalam hati.
Setelah beberapa saat dan dirasa grombolan orang dan kegaduhan diluar sudah tak terdengar lagi pelan-pelan orang asing itu melepaskan tanganya yang membekap mulut clary sambil berbisik "Jangan teriak kalau lu gak mau mati" secepat kilat dijawab dengan anggukan oleh Clary.
Tubuh clary mulai bergeta ketakutan saat dia sadar bahwa lelaki asing itu sedang memperhatikan tubuhnya yang hanya terbalut handuk saat ini.
Pikiran-pikiran akan kejadian buruk yang akan terjadi tiba-tiba terbesit di otaknya.
"Hei tenanglah gue gak bakal perkxxx elu. Body lu jelek datar kek papan setrikaan nyokap" ucap lelaki asing itu seakan bisa membaca isi kepalanya.
"uh....." lelaki asing itu mengerang dan salah satu tangannya memegangi bagian lengan satunya.
Terlihat jelas darah segar mengalir seperti air mata netizen saat ditinggal pas sayang sayangnya.
"Hei lu gapapa?" tanyanya sedikit panik.
"Uhh..." tanpa kata laki-laki itu hanya memandang dengan tatapan tajam seakan ingin mengatakan " Lu buta apa katarak?? Udah liat berdarah masi tanya gue gapapa?"
"Gue pake baju dulu trus ntar lu gue obatin" katanya sambil mengambil pakaian di lemari dan segera menuju kamar mandi.
"Ssssssshhhhh" suara itu terdengar dari mulut laki laki itu karna menahan perih saat lengan kirinya diobati oleh Clary.
" Tahan dikit. Bentar lagi selesai. Lagian lu kok bisa sampe dikejar banyak orang dan terluka? Jangan-jangan lu maling ya?"
"Cerewet banget si lu!!" batak laki-laki itu.
"Dihhhhh da bagus gue mau nolongin lu. Eh malah ngebentak gue. Masuk gk pake permisi pake ngancem mo bun... emmppp emmm" suara celoteh cerewet Clary terhenti saat tiba-tiba lelaki itu menutup mulutnya dengan bibirnya dan mengunci paksa lehernya agar tidak bisa lepas dari ciuman yang dipaksakan itu.
Clary meronta dan mendorong lelaki itu. Mungkin memang dia kalah tenaga dengan lelaki yang berbadan tegap dan tinggi itu. Tapi bukan Clary namanya kalau otaknya tidak bisa berpikir jernih saat terdesak. Dengan tenaga yang masih tersisa dia encengkram lengan kiri lelaki yang baru saja dia obati.
"F**c" gerutunya sambil menghempaskan tubuh kurus Clary.
__ADS_1
Clary mengaduh kesakitan saat sikunya terbentur sesuatu dan segera berusaha bangkit. Namun usahanya kalah cepat dengan lelaki itu yg segera menindih tubuhnya dan menodongkan pisau ke lehernya.
"Ok fine gue diem, gue obatin luka-luka lu tapi abis itu lu harus pergi dari kosan gue" akal logisnya berpikir cepat untuk mencari aman.
Beberapa saat kemudian beberapa luka di tubuh lelaki itu selesai diobati. Tapi sialnya si orang asing itu terlihat benar-benar terlelap dalam tidurnya. Mungkin ini keputusan bodoh Clary untuk membiarkan orang asing menginap dikamar kosnya. Tapi entahlah batinnya merasa hanya kasihan pada orang itu.
Selang beberapa menit Clary tampak memandangi wajah lelaki asing itu "Lumayan cakep ni cowok" batinya menyeringai. Sebagai wanita normal dia terbilang sering khilaf saat melihat cowok bening. "Jadi pen gue nikahin aja" kalimat itu pelan dia ucapkan sebelum kesadaran logisnya mengingatkan kalau dia itu lelaki asing yang entahlah darimana asalnya.
-------'z
Suara alarm dari hp Clary berbunyi seakan sengaja merusak mimpi indah dan tidur nyenyaknya.
"Emmmmm..ah...mmmmmberat banget si" mulutnya ngomel-ngomel saat dia merasakan sesuatu menindih lengan kanannya.
Clary mengerjab matanya pelan hingga terbuka sempurna. Alangkah terkejutnya dia saat mendapati seseorang tidur disampingnya dengan menggunaka lengannya sebagai bantal.
Beberapa detik ingatan dan mungkin ruhnya juga sudah menyatu sempurna ditubuhnya hingga dia dapat mengingat kejadian malam tadi yang penuh dengan drama tapi bukan drakor cuman mirip dikit.
"Bangun heh.. halo..hey bangun dong" Clary mengguncang tubuh lelaki itu.
"hemmm.. apa?"pertanyaan itu lolos keluar dari mulut lelaki itu dengan mata masih terpejam.
"Yaelah ni orang bangun woy!!"
"Apa si??!!!"
"Ishhh.. Bangu lu.. Mandi sono trus pergi dari kosan gue. Tu ada baju punya kakak gue moga aja muat buat lu"
Tanpa berkata apa-apa lelaki itupun pergi ke kamar mandi didalam kamar kos Clary. Setelah berpakaian dan makan mie instan buatan Clary lelaki itupun pergi dengan tergesa-gesa sambil meninggalkan sebuah kartu nama dan beberapa lembar uang seratus ribuan di atas rak buku Clary.
"Thanks. Moga kita ketemu lagi" ucap lelaki itu sambil mengecup sekilas pipi kanan Clary sesaat sebelum dia pergi.
__ADS_1
"Ah... sial sial sial!!! Kenapa si gue diem aja dia cium. Ish... Harga diri dan kehormatan gue😭😭.Tapi gpp dech. Lumayan vitamin pagi-pagi dicium cowok cakep. Moga aja gk ketemu dia lagi dasar mesum" Clary menggerutu merasakan dilema dalam hatinya.