Entahlah

Entahlah
MESIN PEMBUNUH


__ADS_3

"Kau ingin membunuhku ?" Mike tiba - tiba muncul dibelakang Clary, membuat wanita itu membalikan badannya.


Mike menyerahkan sebuah pistol kepada Clary namun tak dihiraukan oleh Clary. Dia berjalan munuju meja rias disalah satu sudut kamar mengambil dompetnya. Clary mengeluarkan selembar foto kecil dari sana dan menyerahkannya pada Mike.


Mike terbelalak melihat fotonya sedang merangkul Jason saat pertama kali mereka menjadi orang kepercayaan Tuan Carlos. Mike mebalikan foto tersebut dan membaca tulisan yang ada disana.


Don't even hate him. He love you more than me. 😘😊


Foto itu didapatkan Clary setelah kematian Jason. Seorang kepercayaan Jason yang memberikannya. Itulah sebabnya Clary tidak pernah bisa menyakiti Mike walaupun dia ingin.


Mata Mike terbelalak sempurna. Tak bisa dia bayangkan kalau Jason benar- benar menepati semua kata - katanya. Mulai dari mendapatkan hati Clary sampai lebih baik mati dari pada melihat Clary harus bersama dengan pria lain. Yang paling penting adalah ucapannya saat dia bilang "Kau tak akan pernah bisa menggantikan posisiku dihati C walaupun kau berhasil mendapatkan cintanya ". Kalimat dari Jason sebelum mereka berduel membuat Mike semakin frustasi mengingatnya. Karena benar saja sampai saat ini pun semua yang dilakukan Clary adalah untuk Jason.


"Don't speak. Aku gak mau berdebat sekarang. Kau boleh tidur disini kalau kau mau." Clary merebahkan dirinya diranjang lalu menutupi tubuhnya dengen selimut.


" Kau ?" Mike heran dengan perubahan sikap Clary yang tiba- tiba.


"Sudahlah. Jason bilang perasaan labilmu akan hilang jika memelukku. Bukankan itu yang selalu kau lakukan padaku setelah misi yang berat ?" Clary berucap dengan mata yang sudah terpejam.


Dengan perasaan yang masih kacau dan tak menentu, Mike pun menuruti Clary. Dia tidur sambil memeluk Clary dari belakang. Kali ini dia terlihat sangat rapuh dan butuh obat penenang. Dia lupa mulai kapan dia selalu merasa tenang saat memeluk dan menghirup aroma tubuh Clary.


FLASH BACK


Mike hanya ingat saat itu dia sedang kacau dan sangat bersedih ketika adiknya menjadi korban tabrak lari yang dilakukan geng musuh untuk membalas dendam. Dia sangat terpukul sampai mengurung diri didalam kamar dan tak melakukan misi apapun.


Saat itu Clary sedang ujian smester di negaranya jadi dia tidak tau tentang kejadian itu. Sampai saat ujian berakhir Jason datang menjemputnya untuk sebuah misi karena Mike masih larut dalam kesedihannya.


Sesampainya di rumah Mike, Clary sengaja langsung pergi kekamar Mike untuk menghiburnya, karena Jason sudah menceritakan semua saat diperjalanan.


Clary melangkah masuk dan mendekati Mike yang duduk dilantai dan kepalanga bersandar ditepi ranjang.


Clary tidak tega melihat pria galak pencuri hatinya itu dalam kondisi menyedihkan dengan banyak rambut tumbuh diwajahnya.


"Hey orang gila manusia galak !!" teriak Clary langsung ditelinga Mike.


"BERISIK" jawabnya sambil memejamkan kembali matanya.

__ADS_1


"Kamu gak mau balas dendam?" Tanya Clary sambil mendudukan tubuhnya disamping Mike. "Bau banget. Minum berapa lusin kamu?" tanya Clary yang mencium aroma alkohol sangat pekat ditubuh Mike.


"Leave me alone please." suara Mike bergetar mungkin menahan tangisnya.


"Cih...geblek pisan ni blekok" Clary mendesis kesal tapi masih terdengar oleh Mike.


Mike hanya meliriknya sekilas lalu memejamkan matanya tak peduli karena walaupun dia tidak tau artinya tapi dia yakin Clary sedang mengumpatnya. Tidak seperti biasanya jika Clary menggunakan bahasa yang tidak dia mengerti pasti dia akan mati- matian mencari tau dan menghukum Clary jika benar itu kata- kata umpatan.


"Come." Clary setengah berdiri bertumpu pada kedua lututnya sambil menghadap Mike lalu memeluk pria itu dengan erat.


"Don't cry big boy." Clary semakin mengeratkan pelukannya sambil membelai rambut coklatnya.


Mike balas memeluk pinggang dengan erat. Tubuhnya bergetar seakan menahan tangis. Dia membenamkan kepalanya di dada rata Clary. Tanpa dia sadari buliran bening dari matanya membanjiri baju Clary hingga basah.


"Hey stop it. Kau buat bajuku basah. Apa kau gila ?" Clary mencoba melepaskan pelukannya pada Mike namun Mike malah semakin erat memeluknya. "Hemmm... oke oke.. Kau boleh menangis dibajuku tapi jangan mengelap ingusmu dengan bajuku." dengus Clary kesal.


Mike mendongakkan kepalanya menatap Clary sambil tertawa geli. "Apakah ini caramu menghibur orang?" Mikepun mencubit kedua pipi Clary.


Wow gila...mimpi apa gue ngeliat dia ketawa dan senyum lembut ke gue. Pikir Clary dalam hati.


**K*encan yang dimaksud adalah melaksanakan misi.


Sejak saat itu Setiap kali Mike merasa kesal, marah atau sedih bahkan bahagia dia selalu mencari Clary untuk memeluknya sampai dia puas meluapkan perasaannya. Walaupun Clary tidak menyadarinya dan menganggap itu karena Mike sedang jail padanya. Sampai saat Jason yang memberitahu Clary karena Clary selalu marah jika Mike memeluknya disembarang tempat, bahkan didepan anggota geng dan Tuan Carlos.


FLASH BACK OFF


"Apa sekarang kau bahagia Jass? Melihat wanitamu bersama pria lain." ucap miris Clary dalam hati.


Seberanya Clary dan Jason mulai berpacaran 3 hari sebelum duel itu terjadi. Karena itulah sampai sekarang Clary tetap menganggap Jason adalah kekasihnya. Bahkan saat menikah dengan Rudi pun dia tidak mencintainya. Begitupun saat dia mencoba membuka hati kepada Joan tetap saja Jason yang selalu ada dipikirannya.


"Apa ini yang kau inginkan Jass? Apa kau sengaja memberikanku pada Mike? Kenapa kau bersi keras menyuruhku bersama orang yang membunuhmu? Kau tau aku takkan mencintainya seperti dulu. Bukankah baru saja kita berjanji akan bersama selamanya ?" air matapun akhirnya lolos keluar membasahi pipi Clary.


Mereka berduapun akhirnya memejamkan mata menuju alam mimpi dengan pikiran dan kekecewaan masing- masing.


.....

__ADS_1


Dua tahun berlalu. Kimberly sudah melahirkan anak Joan, putri kecil yang sangat menggemaskan. Begitu pula dinegara asal Clary, Rudi dan Melisa memiliki putra yang sangat aktif dan baru bisa berjalan. Semua hidup bahagia dan melupakan kenangan mereka dengan Clary.


Sedangkan Clary memilih menetap di negara T dan kembali kedunia bawah. Tapi dia tetap menyembunyikan identitasnya untuk melindungi kluarganya dan terus rutin berkunjung menemui kluarganya agar mereka tidak curiga. Dia juga bilang kalau dia masih bekerja di Bali.


Lalu bagaimana dengan hubungan Mike dan Clary setelah malam itu? Apa kalian pikir alasan Clary kembali kedunia bawah adalah untuk Mike? Kalian salah. Sejak malam itu sikap Clary menjadi semakin dingin. Bukan hanya kepada Mike tapi kepada semua orang di organisasi itu termasuk Tuan Carlos dan Kimberly yang sebelumnya sangat akrab dengannya.


Kini waktu Clary hanya dihabiskan untuk misi dan berlatih memperkuat dirinya setiap hari. Wataknya pun berubah, dia tak banyak bicara ataupun bercanda seperti dulu. Bahkan sekarang dia mampu menghabisi orang tanpa berkedip dan entah mengapa sekarang semua itu menjadi kesenangan tersendiri buatnya. Tidak seperti Clary yang dulu selalu menangis ketakutan dipelukan Tuan Carlos saat selesai menghabisi musuh - musuhnya.


"Lihatlah Mike, kau berhasil menciptakan mesin pembunuh yang sangat kuat." sindir Tuan Carlos saat mereka sedang melihat Clary masih memuluk dan menendang samsak diruang gym yang ada di mansion Tuan Carlos.


"Apa kau tak ingin melakukan sesuatu untuknya?" Tuan Carlos menatap Mike tajam.


"Dia sangat keras kepala. Mungkin aku akan menemaninya melajang seumur hidup. Setidaknya kami bisa menghabiskan waktu lebih banyak dalam misi." Mike tersenyum penuh arti.


"Hai wanita apa kau mau bertarung?" tanya Mike yang melangkah masuk beriringan dengan Tuan Carlos.


Tuan Carlos tersenyum dan segera duduk disebuah sofa yang ada disana bersiap menikmati pertunjukan pertarungan sepasang kekasih yang sama -sama keras kepala.


Mike melepaskan sepatu dan mengendurkan dasinya.


" Lepaskan dasimu !" perintah Clary dengan nada dingin.


"Tidak perlu. Ayo majulah." Mime semakin menantangnya.


Dengan secepat kilat Clary menarik dasi Mike hingga pria itu tercekik lalu melayangkan tendangan tepat di area sensitif Mike.


"SHIT!!! Kenapa kau selalu melakukan itu? Apa kau tak ingin hamil anakku ?" teriak Mike sambil menahan sakit pada senjatanya.


Clary hanya tersenyum sinis dan kembali melanjutkan latihannya dengan samsak. "Sudah kubilang lepaskan dasimu Tuan Mike."


"HWAHAHAHAHAHAHA..apa kau sudah kalah cerdik dengan gadisku the great Mike??" Tuan Carlos tertawa terbahak - bahak melihat kelakuan Mike yang sengaja mengalah kepada Clary.


Mike hanya tersenyum kecil sambil duduk di sofa bersama Tuan Carlos "Sudahlah. Aku hanya tak ingin dia semakin kesal padaku. Aku hanya ingin melihat ekspresi senangnya saat bisa mengalahkanku seperti dulu." kalimat Mike terjedah, dia mengambil nafas dalam - dalam. "Gadis kecil yang manis dan berisik bukan landak dingin yang tak berprasaan dengan wajah datarnya."


"Yah..aku sudah menganggapnya anakku. Aku juga merindukan saat dimana dia memelukku erat karena ketakutan dan rasa bersalah sudah menghabisi orang." Tuan Carlos tersenyum kecut mendapati fakta gadis kecil yang dulu berubah menjadi wanita dingin dan mesin pembunuh yang kejam.

__ADS_1


__ADS_2