Entahlah

Entahlah
Kimberly


__ADS_3

Clary terkejut mendapati dirinya tidur dalam posisi berpeluakan dengan Mike. Dia segera melepaskan pelukannya dan bangkit dari tidurnya. Mike yang merasakan ada gerakan ikut membuka matanya dan mendapati Clary sudah duduk disampingnya.


" Kau sudah bangun?" tanya Mike dengan suara khas orang bangun tidur. Clary hanya diam tak menjawab pertanyaan Mike. " Oh shit, im late" gerutu Mike saat melihat jam yang masih melingkar ditangannya. Diapun segera bangun dan memanggil ART untuk membersihkan ruang baca itu karena Clary sudah lebih dulu pergi meninggalkamnya.


Seperti biasa mereka berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama. Kali ini bukan hanya Tuan Carlos , ibunya , kedua anak laki-lakinya dan tentu saja hari ini ada Kimberly dan Jonatan yang ikut bergabung dengan mereka.


" C ???!!!" Kimberly beranjak dari tempat duduknya lalu berlari memeluk tubuh Clary dan menciumi pipinya.


" Stop it Kim" Clary berusaha menghalau tangan Kimberly dari tubuhnya.


" Hey whats wrong? They hurt you again?" Kimberly memelototkan matanya pada ayahnya dan juga Mike, saat mendapati mata lebam Clary bekas menangis.


Kedua pria yang ditatap Kim hanya terdiam memalingkan muka. Kim dari dulu selalu marah dan tidak setuju jika ayahnya mejadikan Clary sebagai bagian dari mereka. Kim selalu tidak tega melihat latihan berat yang dijalani Clary. Lebih - lebih dia tidak tahan jika melihat tubuh Clary penuh luka seusai menyelesaikan misi dari ayahnya.


Kim sangat prihatin pada nasib Clary dari sejak pertama kali Kim bertemu Clary saat Mike membawa paksa gadis itu dengan ancaman akan membantai kluarga Clary jika dia tidak menurut.


FLASH BACK


Tepatnya 8 tahun lalu setelah kelulusan Clary dari SMA dia mulai tinggal di kos - kosan dekat dengan universitas tempat dia kuliah karena rumah orang tua Clary di kota itu telah dijual. Ayah Clary memilih pindah ke kantor cabang yang ada dikampung halaman mereka, mengharuskan Clary tinggal sendiri di kota itu.


Suatu hari saat dia pulang malam dari perpustakaan umum, segerombolan orang berpakaian serba hitam membawanya paksa ke sebuah rumah mewah yang entah ada dimana karena matanya mereka tutup dengan kain.


Clary terbelalak kaget saat melihat sosok laki - laki yang pernah membentaknya digudang setelah dia berusaha menyelamatkan seseorang yang sedang mengalami pengroyokan . Lelaki itu tak lain adalah Mike, orang kepercayaan bos gengster di negara T.


Mike membawa paksa Clary ke negara T dan melatihnya berkelahi dan menggunakan berbagai macam senjata atas perintah Tuan Carlos. Dengan kekuasaan dan uang Carlos, dia dapat dengan mudah membuat Clary tetap bisa berkuliah walaupun dia sering bolos berbulan- bulan saat melakukan pelatihan ataupun misi. Mereka tetap mengijinkan Clary memberi kabar pada kluarganya agar tidak menimbulkan kecurigaan.


Sebenarnya saat kuliah pun Clary tak perlu bersusah payah kerja part time karena Tuan Carlos memberikan credit card unlimited untuknya. Tapi kartu itu dibakar oleh Clary saat dia memutuskan hubungan dengan mereka setelah tewasnya Jason.


FLASH BACK OFF


Kim menarik Clary untuk duduk disampingnya saat dimeja makan. Tak lupa dia juga memperkenalkan Jonatan sebagai tunangannya. Dengan bahagia Kim menceritakan awal perkenalannya dengan Jonatan hingga memutuskan bertunangan.

__ADS_1


Clary menggunakan fake smilenya agar tidak menyakiti Kim, padahal tak bisa dipungkiri bahwa hatinya juga masih bisa merasakan sakit.


Disisi lain Tuan Carlos, Mike dan Joan yang mengetahui fakta sebenarnya hanya terdiam menyaksikan pertunjukan didepan mereka.


" Emmm Kim, sebenarnya aku telah mengenal Joan" kata Clary sedikit ragu.


" Joan? Do you mean Natan( panggilan Kim untuk Jonatan)" tanya Kimberly bingung karena panggilan Joan terasa terlalu akrab untuk mereka.


Suasana di meja makan mulai tegang. Sejenak hanya hening tercipta dan hanya terdengar suara alat makan yang saling berbenturan.


" Yes, kami saling kenal dulu." jawab Clary dengan fake smilenya


" Kenapa Nat tak pernah bercerita tentangmu padaku? Kau sungguh jahat Nat" Kim pura - pura cemberut pada Jonatan.


" Maaf aku pikir.." kalimat Jonatan segera dipotong oleh Clary.


" Kami tidak terlalu dekat dan hanya sebatas kenal saja jadi tidak mungkin dia bercerita tentangku. Aku bukan kluarga ataupun sahabatnya. Aku juga bukan orang yang spesial untuknya jadi wajar kalau dia lupa tentang keberadaanku." sontak kalimat Clary itu merubah mimik muka Carlos, Mike dan Joan.


Mereka yakin bahwa hati Clary sebenarnya sangat sakit mengatakan kebohongan itu pada Kim. Clary tidak ingin menyakiti Kim karena mereka saling menyayangi.


Setelah sarapan mereka melanjutkan aktifitas masing - masing. Kedua putra tuan Carlos pergi menuju perusahaan masing - masing. Ibu tuan Carlos pergi ke perkumpulan para lansia untuk menghilangkan kesepiannya di mansion mewah itu.


" Apa kau akan melanjutkan pelatihanmu untuk Jonatan?" tanya tuan Carlos pada Clary yang dijawab dengan anggukan.


" Are you okay dear?" tanya Carlos memastikan.


" Yeah... I'm fine sir." Clary pun segera berpamitan pada Carlos.


" Biarkan Mike pergi denganmu" kata Carlos.


Clary hanya mengangguk dan berlalu menuju tempat pelatihan bersama Mike, Joan dan Kimberly.

__ADS_1


Sesampainya ditempat pelatihan , Kimberly menuju ruang VVIP yang terdapat salon dan spa . Tempat itu sengaja didirikan di area pelatihan agar kluarga Carlos yang datang kesana hanya untuk melihat - lihat tidak merasa bosan saat menunggu yang lainnya berlatih.


Mike dan Clary fokus memberi pelatihan pada Joan. Mereka memulai latihan menembak selama 1 jam. Disini Clary lah yang bertanggung jawab menjadi coach untuk Joan .


" Ternyata kamu seorang penembak jitu." kata Joan.


" Fokuslah" jawab Clary datar


" Apa kau serius dengan ucapanmu tadi?" tanya Joan lagi.


Clary hanya mengernyitkan dahi tak mengerti. " Yang mana?"


" Kau bilang kau bukan orang yang spesial dan hanya sebatas kenal denganku?" Joan membidikan lagi pistolnya ke arah target.


" Menurutmu?" Clary balik bertanya dan menatap tajam kearah Joan. " Apa hubungan kita saat lu baru bertemu dengan Kim? Apa gue benar - benar orang spesial hingga lu bisa dekat dan memutuskan untuk bertunangan dengannya?" Jawaban telak dari Clary membuat Joan terdiam menyadari kesalahannya. " Mungkin kalau gue gak pernah dateng kesini lu pasti ngilang sama kek 4 tahun lalu."


" Sorry aku bener - bener..." lagi - lagi kalimat Joan terputus.


" Fokuslah. Abis ni lu latihan bela diri ama Mike"


Mereka pun istirahat sejenak sebelum melanjutkan latihan Joan. Pelatihan yang Joan terima sangat tidak sebanding dengan yang diterima Clary dulu. Seharian penuh dia diharuskan berlatih menembak dan bela diri hingga tengah malam. Tak jarang dia pingsan karena kelelahan. Mike sangat keras padanya apa lagi dalam hal bela diri, karena itu memang keahlian Mike. Sedangkan menembak adalah kenang - kenangan yang ditinggalkan Jasson untuknya.


Kedua guru Clary itu sangat berbeda. Mike yang galak dan tegas sedangkan Jasson lebih tenang walaupun sikapnya dingin. Mungkin karena tugasnya yang menjadi penembak jitu mengharuskannya tenang dan selalu fokus dengan targetnya.


" Honey.. sudah selesai?" tanya Kimberly yang tiba - tiba datang dan memeluk Joan lalu duduk dipangkua lelaki itu. " Hei C kau berhutang cerita padaku" Kim terus menagih janji Clary yang akan menceritakan awal pertemuannya dengan Joan.


Clary pun menceritakan awal pertemuannya dengan Joan tapi hanya sepotong yang pantas untuk diceritakan saja. Joan hanya mengangguk mengiyakan semua cerita Clary.


" Pantas saja kau sangat tenang saat aku mengancammu dulu " kata Joan mengingat pertemuan pertamanya dengan Clary . " Rupanya kau seorang gengster. Tapi kenapa dulu kau tidak memberikan perlawanan? Bukankah kau bisa beladiri? " sambungnya sambil tersenyum.


" Lu bukan anceman besar buat gue." jawab Clary datar.

__ADS_1


" Oh ya?" kata Joan sambil menatap tajam Clary.


Mike dapat menangkap arah pertanyaan Joan. Ada rasa cemburu bergemuruh dalam hatinya. Pasti banyak hal yang terjadi diantara mereka. Pikiran Mike mulai menerka tak terkendali. Dia tak tahan dengan tatapan Joan pada Clary.


__ADS_2