Entahlah

Entahlah
SALAHKU


__ADS_3

Clarysa mengalungkan lengannya lagi pada leher Mike. Dia setengah menekannya agar menunduk lalu mengecup bibir pria itu dengan lembut dan penuh cinta. Ditatapnya lagi manik coklat Mike dengan sayang dan hangat lalu kembali menyatukan bibir mereka dengan lembut dan hangat dan berlangsung cukup lama karena Mike tidak ingin menyia-nyiakan kesempatannya mendapatkan perlakuan hangat dari Clary.


Setelah beberapa lama Clary melepaskan penyatuan bibir mereka dan tersenyum lembut pada Mike. Dia memeluk Mike dengan erat lalu membisikan sesuatu ditelinga Mike. "I LOVE YOU SO MUCH..." kalimat Clary terjeda sejenak "JASON".


DEG


Hati Mike sakit bagai ditikam dengan pisau tumpul lalu diremas hingga hancur. Sesuatu yang tidak pernah dibayangkan olehnya bahwa Clary akan melakukan hal itu padanya. Membawa dia terbang jauh hingga dia tak sadar telah dilemparkan jauh kedasar bumi hingga hancur berkeping-keping.


"Kau?" Mike menatap nanar pada wanita yang kini sudah melepas pelukannya dan berdiri tegak didepannya.


"Bukankah kau memperbolehkanku membayangkanmu sebagai Jason?" kini wajah Clary tampak datar saat mengingatkan kalimat yang sempat Mike ucapkan padanya di mobil tadi.


"Aku..." Mike mengurungkan kalimatnya karena tak bisa menyanggah kebenaran ucapan Clary. Dia tak menyangka sesuatu yang dia ucapkan alih-alih menjadi senjata mendekatkannya dengan Clary tapi semua itu hanya bagaikan pedang bermata dua dan menjadi boomerang untuknya.


"Sakit?" tanya Clary dengan nada mengejek.


"Lain kali berpikirlah sebelum bicara. Aku pernah memperingatkanmu untuk tidak melakukan itu padaku atau kau akan menjadi budakku dan mempermainkanmu sesuka hatiku seumur hidupmu." Clary tersenyum penuh kemenangan sembari melangkan menuju sofa lalu duduk bersandar dan memejamkan matanya.


Mike mengingat-ingat kejadian di guest house saat dia sempat menggoda Clary. Teringat jelas saat itu tatapan mata Clary tajam dan mengerikan.


Clary membuka matanya lalu beranjak dari tampatnya duduk. Dia berjalan menuju sebuah cermin dan melihat keadaan lehernya. "Sial." grutunya dalam hati karena mendapati banyak tanda kepemilikan Mike pada leher dan dadanya.


Mike berjalan menghampirinya perlahan. Dia sedikit khawatir akan penolakan Clary. Dia mencoba meraih punggung Clary dengan jemarinya, namun tangannya terhenti dan dia menariknya kembali.


Clary melihat kejadian itu dari pantulan cermin didepannya hanya tersenyum. Entah apa lagi yang ada dalam pikirannya kini.


"Kau boleh memelukku."Clary menyibakkan rambutnya kesisi yang lain. Dia tahu Mike mungkin akan menangis atau bembenamkan wajahnya sangat lama pada area favoritnya ditubuh Clary yaitu bagian diantara bahu dan leher kanan Clary. Dia sadar betul bahwa sekarang pria itu sedang sakit hatinya.


Mike mendekat dengan ragu-ragu. Terlihat jelas ekspresinya pada cermin didepan Clary. Dia mendekat dan kini sudah berada tepat dibelakan punggung Clary. Dilihatnya wajah Clary dari pantulan carmin. Mata mereka saling bertemu disana. Mike melihat Clary tersenyum dan mengangguk mengisyaratkan bahwa pria itu boleh memeluknya.


Mike memeluk erat tubuh mungil didepannya. dia membungkukan badannya agar dapat menjangkau leher Clary. Dia membenamkan wajahnya disana lalu memejamkan matanya. "Maafkan aku." Mike semakin mempererat pelukannya seakan takut kehilangan.

__ADS_1


"Sudahlah. Jika kau sudah lebih tenang tolong suruh seseorang membelikanku baju. Aku tak mungkin pulang dengan pakaian yang telahnkau sobek."


"Eeemmmp." Mike menggelengkan kepalanya yang masih menempel pada leher Clary.


"Aku tidak menyuruhmu membelinya. Kau bisa menyuruh orang lain hanya dengan menelponnya dan kau bisa terus memelukku seperti ini." Clary terus membujuk Mike.


"Kluargaku akan panik jika aku tak segera pulang. bagaimanapun kita akan menikah, kau bisa melakukan apapun padaku nanti."


Setelah mendapatkan pakaian untuk Clary, merekapun pergi menuju kediaman kluarga Clary. Mereka berdua nampak canggung setelah kejadian tadi. Clary seolah ingin menjauh dari Mike. Dia terus saja menghadap keluar jendela mobil.


Mike meraih telapak tangan Clary lalau mengecupnya lembut, namun Clary masih setia menatap jalanan yang mereka lewati.


"Aku tidak akan memintamu melupakannya. Aku juga tidak ingin menggantikannya. Tapi apa salah jika aku ingin sedikit cinta atau perhatian dari istriku nanti?" Mike menatapnya nanar.


"Kau akan mendapatkannya. Itu tanggung jawabku." jawa Clary.


"Apa kau akan mencentaiku?" tanya Mike.


"I did." jawab Clary datar.


Mobilpun berhenti dan menepi beberapa saat setelah mendapatkan jalanan yang lumayan sepi. Pria dibelakang kemudipun segera menaikan kaca pelindung otomatis di mobilnya agar tak terlihat dari luar dan segera keluar dari mobil. Dia sangat tau betul kebiasaan atasannya dan apa yang akan atasannya lakukan saat menyuruhnya menepi.


Didalam mobil yang sudah terkunci rapat dengan kaca yang gelap membuat suasana semakin suram. Mike menatap tajam pada Clary. Dia seakan sudah jengah dengan sikap dingin wanita yang duduk disampingnya. Dengan sekuat tenaga dia mempertahankan akal sehatnya agar tidak melukai Clary. Namun situasi berkata lain. Kediaman Clary dan keengganannya menatap Mike membuat lelaki itu semakin terbakar emosi. Dicekiknya leher Clary dengan sangat keras. Ditautkannya kakinya pada kedua kaki Clary agar dia tidak bisa berontak. Sedangkan satu tangan Mike memegang erat kedua tangan Clarisa.


"Kau ingin bersatu dengan Jason? Baiklah aku akan mengabulkannya sekarang." bisik Mike dengan suara bergetar.


Clary mulai lemas, nafasnya tersengal. Merontapun hanya semakin membuat dia kehabisan tenaga karena bagaimanapun kuatnya Clary sekarang masihlah bukan tandingan Mike yang jelas-jelas bertubuh jauh lebih besar darinya.


Clarypun menghentikan perlawanannya. Dia membiarkan Mike terus mencekiknya hingga nafasnya sesak dan matanya mulai buram lalu terpejam. Dalam keadaan setengah sadar dan tubuh yang lemas dia masih dapat merasakan Mike yang mulai menggagahi pakaiannya dan melakukan penyatuan padanya.


Mike segera memakaikan kembali pakaian Clary dan merapikan rambut wanita yang telah dia gauli dengan paksa. Mike menepuk lembut pipi Clary untuk membangunkannya. Clary sepertinya telah pingsan karna ulah Mike.

__ADS_1


Setelah beberapa saat akhirnya Clarypun sadar dan mulai membuka matanya perlahan. Dilihatnya Mike dengan wajah datarnya namun penuh kesedihan. Clary melihat tubuhnya telah berpakaian lengkap. Tapi dia tidak bisa menyangkal bahwa dia merasakan sakit disekujur tubuh ya terlebih di area pribadinya.


Benar saja karena Mike sangat kasar kali ini. pria itu seakan meluapkan semua emosinya pada Clary. Semua perasaan cinta, marah, kecewa, sedih dan penyesalan bercampur menjadi satu dan membuat dia gelap mata.


"Minumlah." Mike menyodorkan sebuah botol air mineral yang sudah ia buka tutipnya.


Clary meraih botol tersebut dan meminumnya. Tenggorokannya terasa amat kering. Lemas masih sangat terasa ditubuhnya. Serta sakit di lehernya bekas cekikan Mike membuatnya agak kesulitan saat akan menelan air minum tersebut hingga membuatnya terbatuk-batuk.


Mike menepuk lembut punggung Clary mencoba membuat batuknya berhenti. "Pelan-pelan. Tidak ada yang akan merebutnya." canda Mike berharap mendapat respon positif dari Clary. Clary hanya diam malas menanggapinya.


"Ma.." kata-kata Mike terpotong oleh bentakan Clary.


"Cukup!!!! Antar aku pulang sekarang." Clary tau Mike akan meminta maaf padanya namun dia sudah terlanjur enggan mendengarnya.


"C.....(pelafalannya 'Si' panggilan kelompok geng pada Clarisa)" Mike menatap nanar seakan mau memohon pengampunan.


PLAKKK


Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi kanan Mike. Dia merasakan panas dipipinya namu tak berani berbuat apa-apa karena dia menyadari kesalahannya.


Clary menatap tajam pada Mike penuh kebencian. Matanya memerah menahan emosi dan air mata yang hampir tumpah. Dia menyadari bahwa dialah penyebab Mike hilang kendali. Dia sangat sadar bahwa tak bisa serta-merta melimpahkan semua kesalahan pada pria yang sudah memper****nya beberapa kali. Walaupun pada akhirnya mereka juga pasti menikah. Tapi Clary masih sangat enggan pada sikap Mike.


"Sudahlah. Maafkan aku. Antar aku pulang. Ini sudah terlalu malam untukku. Kluargaku pasti bingung mencariku" ujar Clary dengan wajahnya yang menunduk.


"C.... Aku.." lagi-lagi Mike tak berhasil mengungkapkan penyesalannya.


"Bukan salahmu." Clary tersenyum manis dan hangat seakan tak pernah terjadi sesuatu. Namun ekspresi yang seperti ini yang justru membuat Mike semakin takut padanya.


Mungkin Clary seorang yang sangat pandai meredam emosinya, pandai menyimpan perasaannya atau pandai dalam hal bermain ekspresi. Semua perubaha ekspresi dan prilaku yang hanya dalam hitungan menit yang sering ia tunjukan membuat orang sulit membaca pikirannya. Apakah dia sedang sedih,senang ataupun marah. Atau mungkin dia memiliki kepribadian ganda?


Ah, semua pemikiran itu semakin membuat Mike merasa gila. Tak tau apa yang sedang dirasakan oleh wanitanya. Namun apapun itu, dia tetap bersikukuh untuk terus mencintai dan berusaha mendapatkan hatinya. Semua sikap Clary tidak menghalangi perasaannya pada wanita mungil itu.

__ADS_1


"C..."


"Hemmmm.." jawab Clary sembari menyandarkan kepalanya pada dada bidang Mike dan memejamkan matanya. " Biarkan aku istirahat sebentar." ujar Clary dengan mata terpejam.


__ADS_2