
" Aku nyerah sayang" tiba-tiba Melisa angkat bicara.
" Maksud kamu?" Rudi seakan tau apa yang dipikirkan kekasihnya itu.
" Kita pisah aja. Aku gak mau om Johan sakit hanya karena kamu lebih memilih denganku."
" Gak bisa. Aku gk mau pisah dari kamu." Rudi memeluk gadis itu semakin erat.
" Trus kita musti gimana?" tangis melisa pecah.
" Aku punya ide. Mungkin ini gila tapi entahlah semoga saja ini bisa berjalan lancar." Clary menemukan ide gila di otak anehnya.
Kedua sejoli yang sedang berpelukan itu serempak menoleh ke arah Clarisa dengan tatapan antusias.
" Ide apa?" tanya Rudi
" Bilang aja kak Mel lagi hamil." jawabnya enteng.
" Sudah kuduga pasti otak lu gak beres " Rudi pun lagi-lagi dibuat kesal oleh sobatnya itu.
" Kalau nggak ya bilang aja lu mau nikah sama gue asal lu juga nikah sama kak Mel..origami gitu maksutnya"
Plakkk
Rudi memukul kepala Clary berharap dia bisaberpikir waras.
" Poligami oon. Gila lu mo ngebunuh ortu gue?" kesal Rudi
" Ya gak lah. Trus mo gimana lagi? Lu mau nyuruh gue ngomong kalau lu mau kawin lari ama kak Mel? Lu gak kasian kak Mel kecapekan?"
" hadweeehhhh punya temen satu otaknya gak pernah bener, gimana kalau lu beneran jadi istri gue? Bisa mati muda gue" Rudi memijit keningnya.
" Kalian nikah aja. Aku gapapa kok" giliran Melisa berbicara.
" Gimana kalau kita pura-pura aja." cletuk Rudi
" Maksut lo?" tanya Clary
" Gini. Jadi kita terima aja perjodohan ini. Kita nikah. Tapí gue tetep pacaran ama Melisa" mendengar kalimat Rudi itu sotak membuat kedua gadis didepannya kaget.
" Gak punya akhlak ni anak. Lu enak dapet gue sama kak Mel." Clary sebel dengan usul sobatnya itu
" Gak bisa kayak gitu sayang." Melisa menundukan wajahnya lesu.
" Naksut gua gini. Gue sama Clary nikahnya pura-pura aja. Jadi kita nikah buat legalitas aja. Tapi kita tetap seperti sekarang dan gak boleh ada kontak fisik. Trus nanti kalau keadaan papi stabil atau paling lama 3 tahun lah, kita cerai." jelas Rudi.
" Heh somplak... lu pikir gue apaan selama 3 tahun nganggur jadi jomblo sampai kita cerai. Sinting lu. Lu enak cerai dari gue langsung nikah sama kak Mel. Nah gue cerai sama lu yang ada jadi janda prawan tua"
" Huwahahaha" kak Melisa pun tertawa lepas mendengar celoteh Clarisa.
" Setahun aja Kalu setahun gue mau. Dan dalam setahun gak ada kontak fisik. Lu juga harus tetap pacaran sama kak Mel." tegas Clary.
" Kamu gapapa kalau kami tetap pacaran?" tanya Melisa
" Ya gapapa lah kak. Kan nikahnya cuman pura-pura. Lagia aku juga gak cinta sama Rudi. Kami beneran pure sahabatan aja dan aku pastiin nanti kita gak bakalan aneh-aneh dibelakang kak mel. Lagian aku kan maunya malam pertamanya nati sama suamiku yang beneran bukan cuman dikertas." Clary meyakinkan Melisa.
" Ya udah kalau gitu deal ya. Kita sepakat jaga rahasia ini setahun kedepan. Gue juga bakal minta pernikahan ini dilakukan diam-diam biar gak keekspos. Biar kita tetap bisa bertingkah sewajarnya di kantor. Karna kalau ada yang tahu takutnya salah satu dari gue atau Clary bakal dipecat." Rudi menjelaskan panjang lebar. Karena peraturan perusahaan tidak mengijinkan pasutri untuk bekerja dalam perusahaan yang sama.
Hari sudah gelap. Jarum jam menunjukan pukul 20.30 wib. Rudi mencium pucuk kelapa Melisa sebelum mereka pamit untuk kembali ke rumah sakit.
Dipacunya lagi motor Ninja hitam dengan kecepatan penuh. Untungnya jalanan tidak macet seperti sore tadi jadi mereka bisa sampai dengan cepat di rumah sakit.
" Assalamualaikum" serempak mereka mengucap salam saat masuk ke ruang rawat inap.
__ADS_1
" Waalaikum salam" jawab mami Rudi dan ayah Clary.
" Ngapain kamu kesini?" Tanya papi Rudi yang terlihat sangat jengkel.
" Syukurlah om udah siuman" Clary mencoba menengahi agar Rudi tidak tersulut emosi juga. " Mmmmm... Clary sama Rudi udah sepakat mau nerima perjodohan ini."
" Kalian serius?" tanya ayah Clary
" Iya om. Rudi serius mau nikahin Clary. Mungkin bener kata papi cinta bisa nyusul nanti. Jadi kita mau nikah secepatnya saja." tegas Rudi tampak yakin.
" Clary gak keberatan kan?" tanya tante Rina
" Gak kok tan. Cuman Clary maunya nikahan ini diem-diem aja. Soalnya di kantor gk ngebolehin pasutri kerja bareng. Pasti nanti salah satu harus resign."
" Kok masih bingung kerja si nak? Kan nanti udah ada Rudi yang cukupin kebutuhan kamu sayang" suara om Johan terasa masih lemah.
" Emmm bukan gitu om. Maksud Clary kan kami nikahnya belom bener-bener saling cinta. Trus khawatirnya Rudi balikan lagi sama Tina. Mantan dia yang baru diputusi tadi sore." Clary terpaksa berbohong dengan nama pacar Rudi. Untungnya Rudi juga belum pernah menceritakan apa-apa tentang Melisa. Karena Clarisa khawatir saat perceraian mereka dan Rudi menikah dengan Melisa nanti orang tua Rudi akan marah dan salah faham padanya.
***
Sebulan berlalu setela perbincangan di rumah sakit. Om Johan terlihat sangat sehat dan bugar seperti sebelumnya. Hari ini adalah hari pernikahan Rudi dan Clary. Pernikahan itu dilaksanakan secara sederhana di rumah kluarga Clary. Hanya dihadiri kerabat dekat dan para tetangga.
Seperti kesepakatan sebelumnya mereka melakukan semua itu karena tidak mau ada yang tahu tentang pernikahan mereka. Mereka tidak mau kalau salah satu dari mereka harus kehilangan pekerjaan, karena memang nantinya mereka pasti akan berpisah.
Pukul 15.17 semua acara telah selesai. Para tamu pun sudah pulang semua. Hanya tinggal Om Johan, tante Rina dan Irma yang masih disitu. Clary merasa lelah dan gerah, diapun berpamitan pada mertuanya untuk membersihkan diri dan mengganti kebayanya.
Clary segera masuk kedalam kamarnya yang sekarang penuh dengan hiasan kelopak mawar. Segera dia lepas semua pernak- pernik yang menempel ditubuhnya. Sampai akhirnya dia melepaskan kebayanya sambil bersenandung.
" Aaaaaa!!!! Tutup mata lu. Rudi breng*** lu" Clary pun berteriak karena baru menyadari kalau Rudi ternyata berada dikasurnya.
" Berisik banget lu. Ganggu orang tidur aja." Rudi belum menyadari kalau didepannya ada Clary, sahabat yang sudah sah menjadi istrinya sedang dalam keadaan hanya memakai pakai dalam saja.
" Tutup mata lo" teriak Clary lagi yang kebingungan menutupi tubuhnya.
" Jangan lihat!!!" teriak Clary lagi.
" Gak nafsu" cletuk Rudi sambil memalingkan mukanya untuk mengendalikan dirinya.
Clary segera membuka lemari meraih kaos oblong serta celana kolor kebanggaannya dan segera memakainya.
" Udah" Clary memberi aba-aba pada Rudi.
" Cih!! Minggir!!" Rudi berjalan keluar kamar dan menyenggol Clary agar menyingkir dari jalannya.
" Aduh... Sakit!!! Rudi!!! Dasar bre*** lu" Clary berteriak keras hingga suaranya terdengar sampai diluar kamar. Benar saja sikunya kesakitan membentur lantai saat jatuh karena senggolan Rudi tadi.
" Lebay lu. Bangun!" Rudi yang menyadari itu segera membantu Clary untuk bangun. " Lu triak dikira gue ngapa- ngapain lu nyong" Rudi pun keluar kamar yang diikuti oleh Clary.
Clary berpapasan dengan Alan abangnya saat hendak ke dapur. Mata tajam Clary segera menangkap raut wajah usil abangnya itu.
" Ngapain lu triak?" kekepoan Alan mulai ditunjukan. Sedangkan Clary hanya diam malas menjawab abangnya itu. " BTW tadi Rudi keluar kamar mukanya ditekuk. Gagal belah duren ya. Lagian masi sore gak sabaran amat lu" tambahnya lagi sengaja memancing kemarahan Clary.
" Tau apa lu masalah gituan? Secara kamu kan jomblo akut mas" Clary tertawa lepas dan meninggalkan abangnya yang masih mematung karena kalah telak.
JLEBBBB benar terasa ditikam pedang hati Alan karena kata- kata adiknya itu. Memang saking gigihnya dia bekerja sampai lupa waktu dan lupa kalau dia juga harus segera mencari pendamping hidup.
***
Diruang tengah sedang berkumpul orang tua dan mertua Clary. Rudi juga sudah ada disana sejak tadi. Clary pun segera ikut duduk tapi tidak disamping Rudi, melainkan disamping Irma ( adik Rudi).
" Kakak kenapa tadi kok triak-triak?" tanya Irma.
" Teriak?" Clary belum mengerti arah pembicaraan Irma, sedangkan Rudi memalingkan wajah dari tatapan tajam para orang tua yang ada disana.
__ADS_1
" Iya. Tadi kami semua denger loh kaka bilang ' sakit Rudi breng***'.. Apaan si mam injek-injek kakiku." Irma batal menjelaskan apa yang mereka dengar karena merasa kakinya diinjak oleh maminya.
" Anak kecil diem lu!!" bentak Rudi pada adiknya.
" Ehemm" ayah Clary berdehem berusaha agar Rudi dan adiknya tidak bertengkar.
" Oh yang teriak tadi. Emang salahnya tu abang kamu. Jalan gak liat- liat ada orang apa gak. Nih liat aku sampai jatuh disenggol dia, sikuku sampai memar nih" Clary menunjukan sikunya yang mulai membiru kepada Irma.
" Ohhh kirain kakak lagi.." cletuk Irma dihentikan oleh maminya
" Ehmmm nak mami pulang dulu ya. Soalnya Papimu besok ada kerjaan. Irma juga kuliah besok" Tante Rina berpamitan untuk menghalangi celoteh anaknya yang gak ada akhlak.
" Loh kok gak nginep aja si?" tanya ibu Clary.
" Besok ada rapat mendadak ke kota B jadi harus capat pulang" jawab Om Johan.
" Aku dan Clary juga besok pagi balik kok pi. Soalnya besok harus masuk kantor." Timpal Rudi.
" Loh kalian gak minta cuti?" tanya ayah Clary.
" Enggak yah. Takut ketahuan kantor. Rudi cuman ambil libur hari ini aja. Clary malah bolos pake surat dokter." Rudi sudah mulai memanggil dengan sebutan ayah kepada ayah Clary.
" Ya udah terserah kalian kalau gitu. Yang penting jangan lupa nanti honey moon." Om Johan mulai membuat lelucon.
" Kita honeymoonnya di apartemen baru hadiah dari om Siwa aja pi."
Memang sebelum acara pernikahan, Clary dan Rudi sudah menerima hadiah berupa apartemen dari adik papi Johan dan memindahkan semua barang mereka ke tempat itu. Mereka memang tak ingin tinggal bersama orangtua karena takut rahasia mereka terbongkar.
***
Malam harinya setelah makan malam kluarga mereka pun melakukan kegiatannya masing-masing. Ibu dan ayah yang asik mengobrol didepan tv dengan Alan sang anak kesayangan. Sedangkan Clary dan Rudi tidak melakukan kegiatan seperti kebanyakan pengantin baru lainnya. Mereka malah betah berdiam dikamar Jonas bermain PS.
" Jonas tidur besok sekolah nak" titah ibu.
" Gak bisa tidur buk digangguin kakak" jawab jonas mencari kambing hitam karena takut diomeli ayahnya.
" Dihh kok gue si?" Clary sewot tak mau disalahkan.
" Yoda yuk tidur aja kasian Jonas kita gangguin" Ajak Rudi
" Ciyeee... penganten baru da mau tidur aja" goda jonas.
" Ya iya lah." cletuk Rudi sambil menarik Clary ke kamar mereka.
Sesampainya dikamar Clary langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuk kesayangannya. Sedangkan Rudi hanya duduk ditepi kasur dengan menampakkan wajah kebingungan.
" Ku kenapa Rud ? Gak tidur?" tanya Clary
" Gue tidur sama Jonas aja deh." jawabnya.
" Jonas tidur ama mas Alan bro."
" Trus gue tidur dimana?" jawab Rudi kesal karena dia mulai mengantuk.
" Ya tidur disini lah oneng. Kayak kita gk pernah tidur bareng aja lu"
" Yakan biasanya tidur barengnya bertiga ama Jonas"
" Serah lu dah. Kalo mau lu tidur disini tapi pake selimut yang itu jangan barengan sama gue slimutnya." Clary menunjukan selimut diatas meja belajanya.
" Lu cewek tapi gak ada waspadanya. Lu gak takut gua apa-apain?" Rudi meraih selimut yang ditunjuk Clary.
" Kalau lu niat udah dari dulu kali Rud.. Dah tidur sono. Males besok kalau gue yang musti boncengin lu". Clary menaikan selimutnya dan segera menjelajahi dunia mimpi.
__ADS_1
Akhirnya malam ini pun mereka berdua sukses tidur di satu ranjang yang sama. Tanpa melakukan hal yang biasa dilakukan oleh pengantin baru.