
"Kau mengganti bajuku ?" tanya Clary yang mendapati dirinya sudah berada dikamar yang tidak asing baginya dan mendapati dia sudah memakai pakaian yang berbeda.
"Bukan yang pertama kalinya." jawab Mike datar.
"Thanks.. Ah.. Kenapa sakit sekali ?" Clary merasa sakit disekujur tubuhnya
"Rupanya kau terlalu meniknmati kehidupan normalmu " kalimat Mike menyadarkan Clary yang sekarang menjadi lemah. "Istirahatlah. Aku akan keluar."
"Apa yang kau lalukan pada Jason hingga dia tak tertolong ?" pertanyaan Clary menghentikan langkah Mike.
"Bisakah kau melupakannya ?" Mike mengertakkan giginya menahan emosi karena sampai saat ini ternyata Jasson masih menjadi penghalangnya.
BRAKK
Mike membanting pintu saat keluar kamar. Hatinya masih sakit. Mengapa walaupun Jason sudah mati, Mike masih belum bisa mendapatkan hati Clary lagi.
FLAAH BACK ON
"Lembutlah sedikit. Dia hanya gadis kecil. Lagi pula itu bukan kesalahannya." Jason menarik tangan Mike yang sedang mencekik leher Clary.
"Are you okay girl ?" Jasson membantu Clary berdiri dan memeluknya. "Tenanglah ada aku. Kau menakutinya Mike."
"Kau tau tindakannya tadi bisa menghilangkan nyawanya !!!" bentak Mike
"Tapi baru saja dia juga hampir kehilangan nyawanya karnamu. Bukankah yang dia lakukan tadi juga karena melindungimu." bantah Jason.
Sebenarnya mereka bertiga sedang melaksanakan misi. Namun ada penghianat yang membocorkan misi itu membuat semua rencana gagal. Mike tertangkap karena kalah jumlah. Mereka memang selalu melaksanakan misi hanya bertiga tanpa ada anggota lain yang ikut. Clary selalu bertugas menjadi penembak jitu untuk perisai Jason dan Mike karena dia tidak cukup pandai bertarung untuk ukuran gangster. Itupun karena kemampuan menembak Clary juga sangat baik hampir menyamai Jason. Tugas itu sebenarnya juga untuk menyembunyikan identitas Clary, karena dia juga masih memiliki kehidupan normal dinegaranya. Kehidupan sebagai mahasiswa pekerja keras yang sederhana.
Saat misi itu berlangsung Mike sendiri yang turun kelapangan sedangkan Clary bertugas melindungi Mike dari tempat persembunyian dengan senapannya. Jason diruangan lain sedang mencoba meretas sistem dan jaringan musuh. Clary melihat hal yang tak wajar terjadi. Dimenit berikutnya anggota geng musuh sudah mengepung Mike. Clary mencoba menembaki mereka satu persatu hingga kehabisan peluru. Akhirnya Clary keluar dari tempat persembunyian untuk membantu Mike.
Disisi lain, Jason yang mendapat kabar dari Clary segera menghubungi anggota yang terdekat agar bermberi bantuan hingga akhirnya mereka bisa diselamatkan.
Malam pun tiba, mereka bertiga masih berada di markas. Clary terus menempel pada Jason dan enggan menatap Mike. Mike menyadari hal itu menjadi lebih kesal dari pada sebelumnya. Dia menarik Clary umtuk menjauh dari Jason.
__ADS_1
Sebenarnya Mike tau kalau Jason menyimpan perasaan kepada Clary, namum karena Jason juga tau kalau Mike juga ternyata tertarik pada gadis itu akhirnya dia memutuskan untuk menyembunyikan perasaannya.
"Mike sakit. Kenapa kamu selalu kasar kepadaku ?" Clary masih kesal dengan perlakuan Mike.
"Oh jadi kau mau aku lembut seperti Jason ?" Mike semakin emosi.
"Hah?? Apa aku pernah menyebutkan nama itu ? Sudahlah aku malas denganmu." Clary segera pergi meninggalkan Mike.
Jason yang tidak sengaja melihat pertengkaran itu tiba - tiba masuk menemui Mike.
"Lembutlah sedikit. Dia hanya seorang gadis. Katakan padanya kalau kau menyukainya." kata Jason
"Cih..sampah. Apa kau sedang menasehati dirimu sendiri ?" maksud dari kalimat ini dapat ditangkap jelas oleh Jason.
"Apa kau yakin melepasnya untuku ? Kau tau saat aku ingin mendapatkan sesuatu maka itu akan benar - benar jadi miliku. Kau tahu dengan jelas." Jason memandang sinis pada Mike. Dia sudah cukup jengah dengan kelakuan Mike kepada Clary.
Sejak saat itu mereka berdua bersaing secara terang - terangan. Mereka mengungkapkan perasaan mereka pada Clary ditempat dan waktu yang sama. Clary tidak bisa memutuskan siapa yang akan dia terima.
Sebenarnya Clary sempat menyukai Mike tapi dia selalu kasar membuat Clary lebih dekat dengan Jason. Pembawaannya yang lebih tenang walaupun dingin dan tak banyak bicara tapi perlakuan- perlakuan kecil yang spesial membuat Clary nyaman bersamanya. Bahkan Clary tak segan bekeluh kesah, memeluk dan mencium pipi Jason saat senang.
FLASH BACK OFF
Clary bangkit dari ranjang dengan menahan rasa sakit disekujur tubuhnya. Luka di bibirnya yang sobek juga masih terlihat. Dia berjalan keluar kamar bukan hendak mencari Mike tapi dia ingin makan karena perutnya keroncongan.
Sesampainya didapur dia membuka lemari es dan mencari bahan makanan untuk dimasak.
Anggap saja itu Clary yang lagi fokus masak sampai gak nyadar kalau lagi diliatin sama Mike.
* Foto Mike memeluk clary. Anggap didapur ya. Anggep aja Mike lebih tinggi dari foto cowok disitu. Karena tinggi badan Mike 185cm dan Clary hanya 154cm. Standart lokal beda sama bule.
__ADS_1
Clary kaget saat mendapat pelukan dari Mike dan sejenak menghentikan aktifitasnya.
"Apa yang akan kau buat ?" Mike setengah berbisik di telinga Clary.
"Omlet. Menyingkirlah akan kubuatkan 1 untukmu."
Mendengar kalimat Clary bukannya Mike segera pergi malah dia semakin memeluk erat Clary. "Aku sudah makan. Kau tak perlu membuatkanku."
"Baik kalau begitu bisakah kau melepaskanku. Kau tau aku kelaparan." jawab Clary kesal. Clary memang jauh lebih mudah emosi saat lapar. Bahkan dia pernah sekali membentak tuan Carlos saat memaksanya ikut meeting dalam keadaan perut kosong.
"Kau masih sama." Mike menyunggingkan senyumnya lalu mengankat tubuh Clary. Membawanya keruang tamu.
"Aaaaaa... Mike. Are you crazy ?" Clary meronta minta dilepaskan.
Mike menurunkan Clary disofa lalu menyiapkan makanan untuknya. "Makanlah. Aku tau kau lapar."
Tanpa aba - aba Clary segera melahap makanan yang ada didepannya tak lupa dia berdoa dulu. Mike sengaja memasak untuknya karena dia tau kebiasaan Clary setelah kelelahan adalah kelaparan yang selalu membuat gadis itu emosi tingkat dewa.
Mike tersenyum melihat gadis yang sedang kalap oleh makanan. 'Wanita' dia sudah tumbuh menjadi seorang wanita yang dingin sekarang. Bukan lagi gadis kecilku yang konyol dan lembut. Mike menyesalka perbuatannya pada Jason yang merubah sifat dan tabiat Clary.
Clary sebenarnya tau kalau Mike sedang menatapnya, tapi dia tak mau ambil pusing karena perutnya yang keroncongan.
Mike, pria dewasa yang berusia 9 tahun lebih tua darinya. Pria kasar yang sebenarnya sangat lembut. Pria yang membawanya ke dunia bawah dengan paksa dan melatihnya bertarung. Pria sangar yang sempat dia kagumi karena wajah tampannya. Dan dia juga pria yang membuat Clary trauma dengan perasaan dan cinta.
"Aku akan kembali ke mansion. Terima kasih telah merawatku." ucap Clary dengan wajah datar.
"Sudah malam. Kau menginap saja disini. Aku sudah menelpon Tuan Carlos." kata Mike sembari membereskan prabotan dan sisa makanan Clary.
Clary kembali kedalam kamar dan duduk didekat jendela. Dia membiarkan jendela itu terbuka dan merasakan angin menerpa wajahnya.
Sejenak dia memejamkan mata dan sekilas teringat kembali saat kematian Jason dalam pelukannya. Buliran bening lolos membasahi pipinya. Kenapa kalian menyiksaku? Tidak bisakah kalian hanya menganggapku sebagai adik? Kenapa kalian harus seperti ini karena aku? Clary selalu mengutuki dirinya sejak kejadian itu. Bahkan tak jarang saat tidur dia masih memimpikan kejadian tersebut.
__ADS_1
"Kau ingin membunuhku ?" Mike tiba - tiba muncul dibelakang Clary, membuat wanita itu membalikan badannya.