
Matahari bersinar cerah dan sangat terik. Clary menggeliat diatas kasur empuknya. Dia mulai membuka matanya perlahan, mengumpulkan segenap ingatannya.
Ishhhh sakit semua badanku gara - gara begundal itu.
Gumam Clary dalam hati.
Sial jadi bangun kesiangan gue. Batal joging deh ni hari. Mandi dulu aja lah trus makan. Laper perut gue.
Clary terus saja ngomel - ngomel dalam hati.
Clarypun akhirnya keluar kamar menuju kamar mandi disebelah dapur dengan membawa 1 set pakaian karena dia ingat kalau ada Joan dirumahnya sekarang. Ya maklum si emang kamar mandinya cuman ada 1 aja dan gak ada kamar mamdi dalem kamar kek rumah holkay.
Sepuluh menit berlalu Clary keluar kamar mandi dengan gulungan handuk diatas kepalanya. Diapun mulai membuat sarapan untuknya dan Joan. Tapi gak bisa dibilang sarapan juga si karna ini sudah jam 11 siang.
Clary menata makanan di meja ruang tamu karena memang tak ada meja makan khusus di rumah itu. Setelah itu segera dia masuk ke kamar satu lagi yang pintunya tak tertutup untuk membangunkan Joan.
" Jo Joan bangun Joan" Clary menggoyang - goyangkan badan joan.
" Hemmm" jawab Joan dengan mata masi terpejam.
" WOOOOYYYYY CURUT BANGUN LU!!!" Teriakan Clary kini sukses membuat mata joan terbukan sempurna.
" Isshhhh berisik banget si yang" Joan mengucek matanya.
" Mandi sono. Aku tunggu didepan buat makan."
" Hemmm" Joan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi di luar kamar itu.
Tak lama Joan pun keluar kamar mandi dan menuju ruang tamu untuk makan bersama Clary. Suasana hening dan canggung tercipta antara mereka. Joan hanya menundukan wajah tak berani menatap Clary. Mungkin dia menyadari kesalahannya semalam.
Clary tak mau ambil pusing dengan laki - laki didepannya kini. Dia sudah kelewat jengkel atas sikap Joan semalam. Dia hanya berharap agar Joan segera pergi dan menghilang selamanya.
Clary beranjak dari tempat duduknya untuk membereskan prabotan bekas makanan mereka. Hanya diam dan enggan menatap pada Joan. Dia fokus saja dengan aktifitasnya sendiri.
" Yang.. Sayang" panggil Joan. " Clary liat aku" Joan menarik tangan Clary yang sedang sibuk mencuci piring.
" Joan kalau mau ngomong tunggu didepan. Aku cuci piring dulu" jawab Clary datar.
Joan pun menuruti permintaan Clary dan menunggu diruang tamu sampai Clary menyelesaikan pekerjaanya.
" Mo ngomong apa?" tanya Clary to the poin sambil duduk didepan Joan.
" Aku minta maaf atas kejadian semalam" Joan masih menundukan wajahnya.
__ADS_1
" Dimaafkan" jawab Clary dingin.
" Aku masi cinta sama kamu" kata Joan sambil menatap Clary.
" Give me a reason" Clary menatap Joan tajam.
" Maaf udah ninggalin kamu. Waktu itu aku benar- benar gak bisa kembali." Joan ingin menyentuh tangan Clary yang berada diatas meja tapi gagal karena Clary menarik tangannya menjauh.
" Dimaafin" jawab Clary simple tetap menatap Joan seakan meminta kejujuran Joan.
" Clair bisa kita mulai dari awal lagi " Kata Joan memelas.
" Entahlah" Clary menghembuskan mafas dengan kasar.
" Kamu masi cinta kan sama aku?" Tanya Joal dengan suara bergetar.
Clary tersenyun dengan menarik satu sudut bibirnya keatas seakan sedang mencibir Joan.
" Kamu terlalu memandang tinggi dirumu. Dari awal aku gak pernah cinta sama kamu."
" Trus kenapa kamu menolak untuk terus bersama Rudi?" suara Joan sedikit meninggi.
" Karena ada hati yang harus kami jaga" jawab Clary datar.
" Apa kamu mencintai Rudi?" Joan tampak frustasi.
" Trus kenapa Clary? Kenapa kamu nolak aku?"
" Aku gak siap buat nunggu kamu lagi tanpa penjelasan" suara Clary mulai bergetar seakan menahan emosi dalam dadanya.
" Aku gak akan pergi lagi. Aku janji " kali ini Joan berhasil meraih tangan Clary karena dia beranjak dari tempat duduknya dan berlutut didepan Clary.
" Kasi aku waktu buat mikirin ini "
" Aku tunggu besok jawaban kamu." Joan mencium punggung tangan Clary.
" Kamu boleh pergi sekarang. Aku butuh waktu sendiri " titah Clary dan Joan pun pergi kembali ke hotel untuk menunggu jawaban Clary besok.
.......
CLARY POV
Joan kenapa si lu dateng lagi. Sebel banget deh gue. Udah tenang tentram damai gue disini malah ketemu cecunguk itu. Mana semalem pake acara mesum lagi. Cih jijik gue lama - lama. Untung gue cepet sadar. Kalau gak bisa kelar gue ditidurin ama dia. Tapi gak munak juga si kalau dia bisa bikin gue On Fire.
__ADS_1
Trus besok gue jawab apa ke dia ya. Secara gue juga gak tau ma perasaan gue. Ntar kalo dia tiba - tiba ngilang lagi gue juga yang pusing. Tapi keknya gapapa deh gue terima aja dia dari pada kosong. Apa gue telpon Rudi aja kali minta saran. Tapi ntar malah dia ngomel - ngomel salah sangka lagi ke gue dikira gue nolak dia gara - gara Joan.
Tapi kenapa jantung gue gak karuan kalo deket Joan. Trus kek gak pingin dia jauh. Ngeliat dia mohon - mohon rasanya pen meluk dia, pen banget gue bilang kalo gue sayang ma dia. Tapi gue taku nanti gue ditinggal lagi.
" Shit!!!" tanpa sadar Clary berteriak dan melemparkan bantal kesembarang arah.
" Udah lah berangkat kerja aja. Mikirin dia terus bisa gila gue" Clary pun segera bersiap - siap berangkat kerja.
CLARY POV END
.....
Sesampainya di tempat kerja Clary mendapati Joan sedang duduk di sebuah sofa di loby hotel. Mereka sempat beradu pandang sejenak namun Clary segera mengalihkan pandangannya untuk memutus kontak mata diantara mereka.
Beberapa jam pun berlalu. Joan masih terus berlalu lalang di area loby hotel. Hah..entah dia tak punya kerjaan atau mulai menjadi gila dadakan. Sesekali dia mencuri pandang pada Clarisa yang berada dibelakang meja resepsionis. Bahkan makan malam pun dia lewatkan demi terus memantau wanitanya yang belum tentu menerima dia kembali.
" Clary itu teman kamu gak waras ya? Dari tadi mondar mandir aja disitu. Gak capek apa kakinya?" tanya resepsionis laki - laki disebelah Clary.
" Biarin aja bli. Emang agak sedeng dia" jawab Clary sambil terkekeh.
" Untung kemarin pas dia tanya nomer hp kamu gak aku kasi " resepsionis pria ini adalah orang yg kemarin ditanyai oleh Joan.
" Loh dia tanya ke bli?" pertanyaan Clary dijawab anggukan oleh temannya. " Dia tanya apa aja bli?" Tanya Clary lagi.
" Cuman tanya alamat sama nomer hp aja. Tapi gak aku kasi. " jawab teman Clary santai.
" Makasih ya bli"
" Jangan - jangan dia suka sama kamu loh Clair. Dari tadi aku perhatiin dia curi- curi pandang ke kamu loh. Tapi dia ganteng loh Clair..kaya lagi. Kalo aku jadi kamu udah aku nikahin dia" teman Clary terkekeh melihat ekspresi tegang Clary. Dia merasa menang karena berhasil menggoda Clary.
" Ya emang dia suka sama aku bli. Secara dia mantan pacar aku." Clary menjawabnya dengan santai. " Kemarin malem aja dia nginep dirumah aku"
" Cieeee abis ngapain kelean" goda bli sambil menaik turunkan alisnya.
" Gak ngapa - ngapain bli. Dia cuman mau minta balikan aja. Tapi baru aku jawab besok siang"
" Trus rencana kamu mau CLBK? "
" Gak tau. Menurut bli gimana?"
" Ya mene ketehek.... hahaha" bli pun kelepasan tertawa terbahak - bahak.
" Aku ceritain masalahnya ya bli. Nanti tolong kasi aku pencerahan. Sumpah pusing aku mikirin dia." akhirnya Clary pun bercerita dari awal pertemuannya hingga akhirnya mereka berpisah. Sesekali cerita terpotong saat ada tamu hotel meminta bantuan mereka.
__ADS_1
" Oke aku paham sekarang. Kalau menurutku ya kamu gapapa balikan sama dia asal kamu jangan terlalu cinta takut sakit nanti kalau tiba - tiba dia menghilang lagi. Tapi kalau kamu gak mau ambil resiko ya udah gak usah balikan. Kamu berhak bahagia walaupun tanpa dia kok. Disini juga banya cogan yang nembak kamu tapi kamu tolak. Yakan? Hahaha" tawa bli renyah tanpa beban.
Sampai pulang kerja pun Clary masih memikirkan ucapan temannya sepanjang malam hingga akhirnya matanya berat dan tertidur dengan nyenyak diatas kasur empuknya walaupun tanpa ranjang.