Entahlah

Entahlah
Runyam


__ADS_3

Memang sejak kecil Clary berbeda dengan kakak lelakinya yang cenderung pendiam dan penurut. Begitupun adik lelakinya yang tidak pernah membantah perkataan orang tuanya. Clary memang tidak banyak bicara tapi tingkahnya yang suka bertaruh dan berkelahi sukses membuat orangtuanya sering dipanggil guru BK saat dia masih sekolah.


Clary pun baru bisa lepas dari omelan ayahnya dan tidur nyenyak saat ibunya tak sengaja terbangun dan menyuruh Clary mengambilkan air hangat untuknya. Setelah itu barulah Clary bisa tidur nyenyak sampai mungkin besok akan bangun kesiangan.


****


Keesokan paginya Clary bangun kesiangan karena efek dari mendengar ceramah ayahnya semalam. Dan mulailah si ayah memberi siraman rohani sebelum mandi.


" Astaga Clary. Jam berapai ini baru bangun???? Buruan mandi bantuin ibu masak. Nanti Om Johan sama Tante Rina kesini "


" Iya bentar cuci muka dulu yah "


" Mandi Clair. Nanti ada tamu dateng gak malu kamu?" Ayah mulai kesal dengan putri satu-satunya itu.


" Ih ayah ribet deh. Biasanya om Jo dateng juga ayah gak pake mandi. Sekarang ribet bener dech. Clary manyun dan langsung masuk ke kamar mandi. Maklum lah keluarga Clary memang bukan orang kaya tapi bukan orang miskin juga. Makannya kamar mandi dirumah itu hanya ada diluar kamar saja seperti rumah-rumah sederhana lainnya.


Beberapa menit berlalu akhirnya Clary selesai mandi dan segera pergi ke dapur untuk membantu ibunya membuat suguhan untuk tamunya nanti.


" Banyak bener masaknya?" tanya Clary pada ibunya.


"Kan mau ada tamu sayang" jawab ibu sambil tetap berkutat pada bahan masakannya.


" Kan cuman om Jo sama tante Rina aja. Biasanya juga gak ribet gini."


" Hadweh.. Udah situ aduk adonannya jangan banyak tanya " seperti biasa ibu akan cepat naik darah kalau Clary yang membantunya didapur.


Sebenarnya ibu Clary memang lebih suka Alan yang membantunya didapur. Alan adalah abangnya Clary. Dia anak tertua dan mewarisi bakat memasak ibunya. Dia laki-laki yang ulet dan sangat pengertian. Setelah tamat SMA, Alan melanjutkan kuliah dengen jurusan tata boga dan sekarang dia sudah mempunyai usaha restonya sendiri dengan dua cabang. Itulah sekilas cerita dari anak kesayangan ibu Clary. Tentunya sangat jauh berbeda dengan Clary yang hobinya membuat pusing orang tua.


Pukul 11.44 wib keluarga Rudi sudah datang dikediaman ayah Clary. Para orang tua asik mengobrol diruang tengah, sedangkan Clary , Rudi dan Jonas (adik Clary) mabar di taman belakang rumah.


Seperti itulah kluarga mereka yang sangat akrab. Karena para ayah dulunya memang bersahabat dari masa sekolah dan saat dikota mereka juga tetangga sebelum ayah Clary memutuskan untuk mengajukan pindah kerja di kantor cabang yang berada dikampung halamanya.


" Rudi, Clary masuk dulu yuk. Ada yang mau ayahmu omongin " ibu Clary memanggil mereka berdua dari balik pintu.


" Iya tante "


" Oke bos " jawab mereka serempak.


" Ada apa kak? Kok aku gak dipanggil juga?" tanya Jonas yang merasa tak dibutuhkan oleh ibunya.


" Entahlah. Palingan juga mau nawarin kerjaan kek mas Alan. " jawab Clary sambil beranjak meninggalkan adiknya.


Rudi dan Clary masuk keruang tengah dan segera duduk disamping orang tua mereka masing-masing. Karena memang kursi yang kosong adanya diposisi itu 😄.


" Ada apa yah?" tanya Clary to the point.


" Sebenarnya om kesini mau menyampaikan niat om ke ayahmu buat jodohin kamu sama Rudi." om Johan menjawab pertanyaan yang Clary ajukan kepada ayahnya karena dia tahu pasti ayah Clary tidak akan bisa menjelaskan dengan baik kepada putri anehnya itu.


" What???!!!" Rudi dan Clary menjawab serempak karena kaget.


" Ayah setuju?" tanya Clary yang hanya dibalas dengan anggukan antusias oleh ayahnya.


" Papi gak bisa gitu dong. Papi gak ngomong dulu ke Rudi. Rudi udah puanya pacar pi." suara Rudi mulai fustasi.


" Iya yah. Rudi udah punya pacar. Kami juga gak saling cinta. Gimana ceritanya tiba-tiba kita nikah?" Clary pun tak kalah frustasi dengan keputusan orang tua mereka.


" Cinta itu nanti bisa datang pelan-pelan seiring berjalannya waktu. Toh kalian sudah saling mengena karakter masing-masing. Dan kami para orang tua juga sudah mengenal dengan baik kekurangan dan kelebihan calon menantu kami. Jadi kami pikir akan mudah kedepannya untuk kita semua." jawab Om Johan.


" Gak bisa gitu dong pi. Bukan karena kami udah sahabatan lama trus bakalan bahagia pas nikah. Apa lagi kami gak saling cinta dan aku udah cinta mati sama pacar aku pi." Rudi tetap mempertahankan pendapatnya.


"Rudi dengerin papi. Papi udah mutusin hal ini sejak lama dan sudah papi pikirkan dengan matang bahwa hanya Clarisa yang boleh jadi istri kamu"


" Enggak ya enggak. Rudi gak mau nikah sama dia. Dia juga gak mau nikah sama Rudi. " Rudi meninggikan suaranya sambil menunjuk Clary dan berdiri dari tempat duduknya tadi.

__ADS_1


" Rudi duduk. Gak sopan kamu sama orang tua. Uhhh..." Om Johan tiba-tiba memegangi dada sebelah kirinya seakan kesakitan sampai akhirnya beliau pingsan. Semua orang pun panik melihat kejadian itu. Dengan sigap Rudi dan ayah Clary membopong Om Johan ke mobil dan segera membawanya kerumah sakit.


Beberapa jam berlalu dan Om Johan belum juga sadar dari pingsannya. Tampak kecemasan diwajah mereka semua. Raut wajah penyesalan pun begitu jelas dimata Rudi. Mungkin jika dia menerima saja keputusan papinya maka semua tidak akan terjadi.


Clary yang masi bisa berpikir waras segera pergi menemui dokter yang sempat memeriksa Om Johan.


" Dok gimana keadaan Om saya?"


" Om andan mengalami serangan jantung. Tapi tenang saja Om anda akan segera siuman sebentar lagi. Tapi tolong jangan berikan tekanan pikiran dulu agar tidak kambuh lagi." jelas dokter ramah.


" Makasih dok" Clary pun berpamitan kepada dokter itu. Dia tidak tahu kalau Rudi sejak tadi mengikutinya dan mendengar semua penjelasan dokter tentang ayahnya.


Sesampainya diruang rawat inap Clary segera menjelaskan apa yang dokter katakan tadi. Dia pikir semua harus tau dan dia juga meminta agar tidak membahas tentang perjodohan dulu karena mungkin bisa membuat om Johan syok dan mengalami seragan jantung lagi.


Clary memutuskan untuk keluar membeli beberapa makanan dan minuman untuk mereka semua. Dia melihat Rudi di bangku taman rumah sakit dengan wajah galau. Clarypun memutuskan untuk menghampiri sahabatnya terlebih dahulu.


" Ayo ikut gue" Clary menarik lengan Rudi dan membawanya ke arah mini market diluar rumah sakit.


" Lu duduk aja. Gue beliin kopi." Clary pun masuk ke dalam mini market membeli beberapa makanan dan minuman serta menyeduhkan kopi untuk mereka berdua.


" Thanks" Rudi meraih kopi yang diberikan Clary sambil tetap menghisap rokoknya. " Clair.." panggil Rudi


" Apa?" jawab Clary tanpa menoleh pada sahabatnya. Dia benar-benar tidak tega kalau melihat kesedihan Rudi.


" Gue musti gimana? " tanya Rudi frustasi.


" Entahlah" jawab Clary singkat.


Sejenak keheningan dan kecanggungan terjadi diantara mereka. Mereka sama-sama bergelut dengan pikirannya masing-masing. Disatu sisi mereka tau kalau cinta rudi sangat besar kepada pacarnya. Disisi lain mereka tidak tega melihat orang yang mereka sayangi merasa kecewa hingga sakit karena mereka. Walaupun mereka sama-sama menyadari bahwa perasaan mereka adalah murni hanya sekedar sahabat.


" Rud " Clary mulai memecah keheningan.


" Hemmm" giliran Rudi yang menjawab acuh.


" Maksud lo ngomong ke Melisa?" Melisa adalah pacar yang sangat dicintai Rudi.


" Iya."


" Gila lu. Mo ngomong apa coba ke dia?" Rudi mulai emosi.


" Kita ngomong aja yang sebenernya ke dia. Siapa tau dia punya solusi. Secara kan dia lebih tua dari kita. Kali aja dia lebih bijak." ucap Clary meyakinkan.


" Apa gue telpon sekarang aja?" Rudi mengeluarkan hp dari saku celananya.


" Oon lu ah. Masalah kek gini harus face to face biar gak salah paham oneng" Clary merampas paksa hp Rudi.


" Trus gimana nanti kalau papi siuman trus nanya keputusan kita?"


" Kita kerumah kak melisa aja sekarang." ajak Clary.


" Serius lo?" tanya Rudi tak percaya. " Tapi papi masi sakit, gak mungkin gue ninggalin mami sendiri jagain papi." sambungnya lagi.


" Eh oon. Rugi lu jadi pembalap liar kalo lu gk bisa gunain motor lu" Clary menjitak kepala Rudi. " Kita bisa cuzzz sekarang ke rumah kak mel. Trus pas udah ada keputusan kita langsung balik kesini. Mumpung masi sore."


" Ya udah yuk buruan." ajak Rudi semangat.


" Ya udah. Lu ambil motor di parkiran. Ni kuncinya. Gue mau kasi ini dulu ke ibu." menunjukan kresek berisi makanan dan minuman serta memberikan kunci motor kepada Rudi. Karena tadi saat berangkat ke rumah sakit memang Clary tidak ikut dalam mobil dan memilih membawa motor yang memang dia pinjam dari Rudi untuk pulkam kemarin.


***


" Ibu, ini aku beliin makanan sama minuman buat tante sama ayah juga." Clary memberikan bungkusan kepada ibunya.


" Kamu mau kemana?" tanya ibu.

__ADS_1


" Cari solusi buk biar masalahnya cepet selesai" jawab Clary meyakinkan ibunya.


" Rudi dimana nak?" tanya tante Nina, ibunya Rudi.


" Rudi diparkiran tan, ambil motor. Rencananya sekarang kita mau kerumah pacarnya Rudi mau ngomongin masalah ini" jelas Clary.


" Jadi kalian setuju dengan perjodohannya?" tanya ayah.


Clary membuang nafas kasar " Entahlah yah. Doakan saja yang terbaik buat kami. Clary pergi dulu. Rudi pasti udah lama nunggunya" Clary segera mencium tangan ketiga orang tua tersebut dan segera pergi keluar ruangan.


****


Dengan sigap dan lincah Rudi mengendarai motornya. Clary hanya diam dan berdoa karena temannya ini sedang kebut-kebutan karena emosinya. Clary berpegangan erat dipinggang sahabatnya itu. Suatu hal yang sangat jarang sekali terjadi walaupun mereka sering berboncengan.


Sesampainya disebuah rumah minimalis modern Rudi segera turun dari motornya dan nyelonong masuk rumah karena pintunya terbuka.


" Mel..sayang.. Kamu dimana?" Rudi mencari keberadaan kekasihnya.


" Dorrr" melisa memeluk rudi dari belakan. Pemandanga mesra itu sudah biasa dilihat oleh Clary.


" Mel kita duduk. Gue mau ngomong serius" ajak Rudi dengan suara khawatir. " Mel papiku kena serangan jantung. Sekarang dia dirawat di rumah sakit dikotanya Clary." sambung rudi sambil memegang tangan Melisa.


" Yaampun sayang. Maaf aku gak tau." Melisa pun memeluk Rudi.


" Tapi masalahnya bukan itu sayang" Rudi memberanikan diri untuk bicara. " Papi sakit gara-gara aku." Rudi terdiam sebentar dan menghela nafas panjang. " Papi sakit karena aku bentak tadi."


" Sayang kamu kok tega sama papi kamu. Masalahnya apa si?" Melisa terlihat sedikit jengkel karena kecerobohan Rudi.


" Papi mau jodohin aku sama Clary dan kami berdua sama- sama menolak perjodohan itu. Karena emosi aku membentak papi."


Seketika perasaan Melisa bagai disambar petir. Dia tidak tau harus berkata apa. Dia hanya menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan seakan tak percaya bahwa dia hampir saja kehilangan kekasih yang dia cintai.


" Kak Mel sorry. Beneran aku gak berniat untuk nerima perjodohan ini. Aku juga bener- bener gak cinta sama Rudi. Aku juga bingung harus gimana sekarang. Kami kesini sengaja meninggalkan om Johan yang sedang sakit karena ingin meminta solusi sama kak Mel." Clarisa mulai berbicara dengan penuh kekhawatiran.


" Solusi apa Clair? Aku juga bisa apa?" kalimat Melisa terjedah karena air mata mulai membasahi pipinya. Rudipun dengan sigap memeluknya dengan kasih sayang dan kehangatan.


" Entahlah kak. aku juga bingung." jawab Clary pasrah.


Keheningan pun tercipta. Sekarang yang terdengar hanya suara sesenggukan dari Melisa. Dia seakan tidak rela harus ditinggalkan kekasihnya.


" Aku nyerah sayang" tiba-tiba Melisa angkat bicara.


" Maksud kamu?" Rudi seakan tau apa yang dipikirkan kekasihnya itu.


" Kita pisah aja. Aku gak mau om Johan sakit hanya karena kamu lebih memilih denganku."


" Gak bisa. Aku gk mau pisah dari kamu." Rudi memeluk gadis itu semakin erat.


" Trus kita musti gimana?" tangis melisa pecah


" Aku punya ide. Mungkin ini gila tapi entahlah semoga saja ini bisa berjalan lancar." Clary menemukan ide gila di otak anehnya.


*****


Ada yang tau gak ide apa yang mau disampaikan sama Clary?


Mungkin Clary menyuruh mereka kawin lari.


Atau menyuruh mereka bilang kalau Melisa hamil. Atau kalau gak.. Clary nyuruh Rudi poligami.


Hahaha.. maaf authornya somplak.


Happy reading ya guys. Semoga menghibur.

__ADS_1


__ADS_2