
Tepat didetik berikutnya , byurrrr suara gemercik air bejatuhan. Clary tampak berdiri tegak dihadapan Mike dengan tubuh polosnya yang masih dipenuhi busa sabun.
Clary menyunggingkan senyumnya dengan menarik salah satu sudut bibirnya lalu dengan berjinjit dia mendekatkan wajahnya ketelinga Mike dan berbisik. "Apa kau masih berpikir akan menang melawanku Tuan Michael Durrant?"
Clarypun berjalan keluar dari kamar mandi dengan wajah datar dan senyum iblisnya. Dia meninggalkan Mike yang masih mematung tak percaya dengan yang dilihatnya. Dia sudah berubah. Batin Mike tak mau menerima fakta bahwa Clary sudah sangat berubah.
Jason, apa kau bisa melihat dari sana? Gadis kecil kita berubah. Dia mungkin sudah kehilangan hatinya sekarang. Dan itu salahmu yang membawa hatinya pergi. Ah... apa kau tersenyum puas disana J? Kau puas melihatnya menyiksaku.
Mike masih tetap mematung ditempatnya. Wajahnya tampak gusar. Pikirannya sangat kacau. Kali ini dia akan benar-benar bertekuk lutut dan menyerahkan hidupnya sebagai budak wanita itu.
Clary yang sudah berpakaian lengkap berjalan menghampiri Mike yang masih mematung di dalam kamar mandi. "Hai pria tua, mau sampai kapan kau berdiri disitu."
Mike menoleh saat mendengar suara wanita yang mampu menghipnotisnya. Dia segera keluar dari kamar mandi dan mengikuti langakah Clary. Bahkan sesampainya di meja makanpun Mike masih terus mengekor pada Clary yang sudah duduk dikursinya bersiap untuk makan.
"Hey apa yang kau lakukan? Mengapa kau hanya berdiri disampingku?" Clary menatap tajam pada Mike yang masih berdiri disampingnya seperti robot yang tak bernyawa.
"MIKE!!!!" Clary berteriak kencang karena tak mendapatkan respon apapun dari Mike.
"Ah.. maaf.. aku.. aku.." Mike terlihat seperti orang linglung.
Setelah makan Clary dan Mike hanya duduk diam menonton acara tv. Seperti biasa Clary selalu menonton saluran kartun favoritnya.
Mike hanya berani melirik Clary sekilas tak berani menatapnya lekat seperti biasanya. Clary sadar dengan situasi Mike sekarang. Dia tersenyum penuh kemenangan dan otak usilnya mulai bicara. Salah siapa menggangguku, kerjai dikit boleh lah.
__ADS_1
Clary merebahkan kepalanya tepat di pangkuan Mike. Dia menghadap ke arah perut Mike dan mendekapnya erat.
Tubuh Mike seketika menegang. Ototnya terasa kaku tak mampu digerakkan. Dia hanya mampu memandang rambut Clary. Padahal Mike bukanlah pria lugu yang tak pernah bermain wanita. Ada puluhan wanita yang sudah pernah ia tiduri dari yang masih gadis lugu hingga wanita panggilan. Tapi entah mengapa dia yang biasanya tak tau malu dan terkesan selalu mengintimidasi Clary, sekarang malah tak berkutik dengan tingkah wanita yang berada dipangkuannya.
Clary tersenyum puas dibalik rambut yang menutupi wajahnya. Perasaan canggung dan kaku dari Mike menjadi hiburan tersendiri untuk Clary. Ingin rasanya dia merekam kejadia itu lalu menontonya bersama Tuan Carlos agar mereka bisa puas membullynya nanti.
Punggung Clary tiba-tiba bergetar. Dia sudah tak mampu lagi menahan tawanya. Dia bangkit dari pangkuan Mike sambil tertawa terbahak-bahak. Dia memperhatikan wajah Mike yang masih belum sadar akan kejahilannya. Seketika otak usilnya memberikan ide konyol.
Clary meraih phonecellnya lalu diam-diam menyalakan kamera. Dia dengan sengaja mendekatkan wajahnya pada Mike seolah-olah akan mencium bibirnya. Dilihatnya Mike mulai menutup mata dan sedikit membuka mulutnya berharap ciuman didapat dari Clary.
CKREKK
Suara kamera dari phonecell Clary ternyata berhasil mengembalikan kesadaran Mike sepenuhnya.
"C berikan itu padaku. Kau? Kenapa kau begitu menyebalkan?" Mike berusaha menangkap dan merebut Hp Clary.
HAP
Mike berhasil merebut hp Clary. Tapi bukannya berusaha merebut hpnya kembali, Clary justru semakin tertawa kencang melihat Mike menghapus foto konyolnya.
Drrrtttt drrrttt drrtttt
Hp Mike berdering menandakan ada pesan masuk. Mike melihat nama Tuan Carlos terpampang di layarnya. Betapa terkejutnya dia saat melihat pesan dari bosnya itu.
__ADS_1
"C...!!!!" Mike berteriak jengkel pada wanita yang telah berhasil kabur sebelum kemarahannya meledak.
Mike memandang lagi foto yang dikirimkan Tuan Carlos padanya. Terlihat wajah mesumnya yang mengharap ciuman dari Clary sudah diedit sedemikian rupa hingga tampak seakan ada banyak wanita tanpa busana mengelilinginya.
Mike menelusuri setiap inci guest house untuk mencari keberadaan Clary. Dia bermaksud membuat perhitungan dengan wanita itu. Dia sangat jengkel karena telah dipermalukan didepan bosnya.
Clary yang bersembunyi didalam lemari pakaiannya berusaha sekuat tenaga untuk menahan tawanya agar tidak terdengar oleh Mike atau hidupnya kali ini benar-benar terancam karena tak ada lagi Jason dan Tuan Carlos untuk melindunginya.
Tubuh Clary menegang saat dia mendengar langkah kaki mendekat pada lemari baju tempat dia sembunyi. Didorongnya dengan sekuat tenaga pintu lemari dari dalam saat dia rasa Mike mulai membukanya.
Dan benar saja, tubuh Mike tersungkur kelantai karena terbentur pintu lemari. Kesempatan itu segera digunakan kabur untuk Clary. Dia segera berlari menuju pintu kamar dan berusaha membukanya. Namun sial, pitunya ternyata sudah dikunci oleh Mike.
Sekarang giliran Mike yang melancarkan balas dendamnya. Dia tersenyum miring sambil memamerkan kunci pintu kamar itu.
"Sampai kapanpun kau takkan bisa mengalahkanku." tatapan mengintimidasi dari Mike memenuhi seisi ruangan.
"Emmmm Mike bisakah kita berdamai ?" tanya Clary dengan wajah memelas dan bersandar pada pintu.
Mike semakin menyunggingkan senyumnya merasa sudah diatas awan. Dia semakin mendekati wanita yang sedang ketakutan itu dan segera menghimpitnya.
"Ternyata hanya sebatas ini nyalimu. Aku takkan segan-segan lagi untuk menghukumu. Kebetulan kau sudah membuatku 'kelaparan' " Mike berbisik ditelinga Clary dengan kata 'kelaparan' yang berbeda makna.
Jantung Clary berdegup kencang. Dia sudah salah perhitungan dengan membangunkan iblis mesum dalam diri Mike. Dia menundukan wajahnya dan memikirkan cara lepas dari Mike.
__ADS_1