Entahlah

Entahlah
HAH...ENTAHLAH...


__ADS_3

Lagi - lagi Clary bangun kesiangan gara - gara memikirkan jawaban untuk Joan. Sebenarnya Clary juga tak begitu yakin dengan perasaannya. Tapi yah boleh lah kalau cuman sekedar pacaran doang. Lagian Clary juga sudah memantapkan hatinya agar tidak terlalu mencintai laki - laki itu.


Clary mulai menyiapkan makanan didapur untuk dirinya sendiri. Yah cuman roti lapis aja si sama omlet telur tomat dan keju favoritnya. Tak lupa segelas jus alpukat dan susu sapi. Clary selalu makan dengan porsi jumbo untuk menaikan berat badannya tapi tak pernah berhasil. Dengan tinggi hanya 154cm dan berat badannya 48kg terbilang proporsional sih. Tapi dia tetep ingin menaikan berat badannya.


Diapun menata makanannya di meja ruang tamu, tak lupa menyalakan tv. Menonton film kartun kesayangannya yang dia akses melalui langganan saluran tv luar negri (maaf tidak menyebutkan merk). Dasar Clary penggemar anime jadi hampir semua saluran tv nya adalah yang menyiarkan kartun Jepang.


*T*eng tong teng tong teng tong


Suara bel rumah Clary berbunyi. Diapun beranjak keluar rumah. Dilihatnya Joan tersenyum dari luar pagar dengan sebuah bucket bunga mawar pink. Isssshhh itu sama sekali bukan gaya gue. Batin Clary. Kenapa bucketnya bukan duit aja yang merah- merah gitu. Malah bunga. Buat apa coba? Grutunya dalam hati.


" Masuk!" kata Clary tanpa membuka pintu gerbangnya.


" Gak dibukain nih pintunya?" Teriak Joan dari luar pagar.


" Loncat aja. Aku males jalan kesitu." Clary pun masuk lagi kedalam rumahnya meninggalkan Joan yang masih berada diluar pagar.


" Clary!!!! Kamu serius nyuruh aku lompat???" karena tidak ada jawaban dari sang empunya rumah akhirnya Joan pun melompati pagar yang hanya setinggi dadanya dan segera nyelonong masuk kedalam rumah Clary.


" Apa?" tanya Clary to the poin


" Ini buat kamu" Joan memberikan bunganya pada Clary.


" Taro aja di meja" jawab Clary. " Kamu da makan" tanyanya lagi.


" Udah tadi di hote. Jadi gimana?" tanya Joan denga menatap Clary yang sedang makan dengan santainya.


" Iya kita balikan tapi ada syaratnya"


" Apa?"


" Gak boleh ngelakuin itu sebelom nikah"


Joan pun mengangguk cepat seakan mengerti arti kata 'itu' yang disebutkan Clary. Maksud Clary adalah mereka tidak boleh berhubungan intim sebelum menikah.


"Kalo peluk?" tanya Joan dengan senyum bahagianya.


" Boleh..tapi sewajarnya" kata Clary sambil mengunyah makanannya.


" Kalo ciuman?" tanya Joan lagi dengan ekspresi seakan ingin diiyakan oleh Clary.


" Hemm" jawab Clary datar sambil memasukan kembali makanan ke mulutnya.


" Hemm? Maksudnya?"


" Tergantung mood." jawab Clary cuwek.


__ADS_1


Foto Jonatan. Anggep aja dia lagi mandangin si Clary.


" Yoda terserah kamu lah asal tetep bisa jadi pacar kamu cukup buatku" jawab Joan pasrah.


....


Setelah hari itu Joan sering berkunjung kerumah Clary di bali karena dia harus tetap bekerja di kota J. Mereka sedang LDR sekarang jadi Clary tak perlu khawatir dengan keposesivan Joan seperti dulu.


Rudi pun telah mengetahui kalau sekarang Clary CLBK dengan Joan yang membuat hatinya sedikit kecewa. Namun dia sadar diri karena dia juga sudah menikahi wanita pujaannya.


Waktu terus berganti, hubungan Joan-Clary jalan ditempat. Entah mungkin karena memang sifat Clary yang super cuwek atau dia tidak ada rasa apapun ke Joan, pasalnya Clary tidak pernah sama sekali merasa cemburu ataupun curiga kepada Joan.


Lain halnya dengan Joan yang selalu saja cemburu kepada Clary. Sifat posesivenya ditunjukan dengan melakukan vc dengan Clary setiap waktu saat Clary tidak sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan saat mau tidur pun Joan tetap melakukan vidiocall sampai mereka berdua tertidur tanpa mematikan sambungan telp mereka.


Sampai pada suatu saat Joan tiba - tiba menelpon Clary mengatakan kalau sementara dia akan pergi ke negara T dan mungkin tak bisa sering mengabarinya.


" Rencananya kali ini mau ngilang berapa tahun lagi?" tanya Clary datar diujung telpon.


" Clair plissss... Aku gak akan ngilang lagi. Kamu bisa gak si gak bahas itu lagi?" jawab Joan.


" Terserah kamu Jo.. I don't have anyidea. Lagian hubungan kita juga gak ada perkembangan. Tetep jalan ditempat."


" Clair plissss... trust me" Suara Joan melemah.


" Iya " jawab Clary datar. Dia masih trauma kalau Joan akan menghilang lagi.


drrrrtttt....drrrttrrrr...drrrrrrttttt...


Hp Clary bergetar menandakan ada yang menghubunginya.


No tidak dikenal? batin Clary sembari mengrenyitkan dahinya.


" Halo selamat malam" sapa Clary saat meletakkan benda pipih itu ditelinganya.


" Hi C (pelafalannya 'si' bukan 'ce') " suara yang tak asing terdengar dari seberang.


deg


Clary langsung tau siapa yang menelponnya.


" What?" jawab Clary datar


" Prepare yourself, I'll pick you up at 5 am" suaranya terdengar dingin


**Si*apkan dirimu, aku jemput jam 5 pagi


" Never" jawab Clary datar.

__ADS_1


" You have too. I'll make you" sambungan telponpun terputus sebelum Clary menjawab apa- apa.


Ya Tuhan.. apa lagi ini??. Baru saja aku mencoba membuka hati untuk hubungan dan kehidupan normal kenapa dia datang lagi?


Pikiran Clary kalut. Dia bingung harus berkata apa nanti pada Joan.


Perlahan mata Clary pun terpejam menuju alam mimpi. Sampai akhirnya seseorang datang menyeretnya hingga terjatuh dari kasurnya.


" Aw... ish...Siapa sih yang kurang ajar?" Clary merlahan bangkit dan membuka matanya.


" You?!... oh Fu**k" Clary terbelalak kaget saat tau siapa orang yang ada didepannya.


" Bos mau kamu ke negara T " wajah datar manusia didepan Clary seakan mendominasi seluruh ruangan.


" I quit. I told you" Clary menampakkan wajah frustasinya.


" It's different. He want you teach someone"


" What?? Aku sudah hidup normal tolong bilang ke dia jangan ganggu aku lagi. Terserah kau mau melakuakan apa saja padaku untuk konsekuensinya." jawab Clary pasrah.


" No. Bos mau kamu melatih calon menantunya"


Dengan berat hati Clary pun mengiyakan perintah orang itu. Lalu bagaimana dengan pekerjaan yang Clary tinggalkan? Tentunya semua sudah dibereskan oleh manusia tadi, begitupun surat pengunduruan diri, pasport dan visa Clary.


" Jo..maaf beberapa minggu mungkin aku sibuk. Aku pasti hubungi kamu walaupun sekedar text aja" pesan singkat itu segera dia kirimkan ke Joan saat akan menaiki pesawat.


Hening selama perjalanan mereka ke negara T. Clary tak ingin berkata apapun. Dia sebenarnya sangat jengkel karena harus berhubungan dengan sekelompok psikopat gila.


" Are you okay?" tanya manusia yang menjemput Clary datar.


" Are you blind?" Clary menatap tajam pada pria disampingnya


BRAKKK


Pria disampingnya berdiri dan menggebrak sandaran kursi jet pribadi yang diduduki Clarisa. Dia sedikit menundukan tubuhnya agar kepalanya sejajar dengan wajah Clary dengan kedua tangannya bertumpu di sandaran kursi Clary.


Pria itu menatap lekat manik hitam Clary. Mengintimidasi dan menyiratkan emosinya.


" JUST DO IT" pria itu kembali duduk.



Yah.. pria itu adalan Mike/ Michael Orang kepercayaan bos yang tak pernah kenal takut akan apapun.


....


Ada yang tau foto mereka itu siapa gak?

__ADS_1


Tulis dikolom komentar ya😗😗😍😍


__ADS_2