Entahlah

Entahlah
maap telat


__ADS_3

"Gigitlah...." Clary menyibakan rambutnya kearah lain agar Joan bisa menggigitnya sebagai pelampiasan emosinya.


Joan menggeleng pelan. Dia sudah berjanji tidak akan menyakitu Clary lagi.


Clary balas memeluk Joan dan mengusap lembut punggungnya. " Gigitlah akan ku tahan" suaranya lembut menghipnotis Joan agar segera menggigitnya.


" Uh.." Clary mengaduh kesakitan sambil tetap memeluk dan mencengkram kemeja belakang Joan.


"Apa sakit? " tanya Joan setengah berbisik.


Clary hanya mengangguk pelan dan melepas pelukannya. Matanya mengeluarkan sedikit cairan bening saat menahan sakit tadi. Badanya mulai melemas. Rasanya dia tak kuat menahan sakit itu. Joan yang menyadarinya segera membawa tubuh Clary ke ranjang.


Joan menatap dalam mata Clary. Entah apa yang dia cari. Tak habis pikir dia kenapa gadis itu merelakan bahunya untuk digigit.


" Aku akan ambil obat"


" Tetaplah disini. Aku ingin tidur" Clary menahan tangan Joan agar tidak pergi.


Merekapun tertidur dalam satu selimut. Joan terbangun ditengah malam karna mendengar suara Clary merintih dalam tidurnya. Dia menatap gadis itu lalu meletakkan punggung tangannya didahi gadis itu. Matanya terbelalak. Sontak dia keluar kamar mengambil kotak p3k. Joan membuka kotak itu dan mengambil selembar kompres untuk diletakkan didahi Clary.


Clary membuka matanya perlahan saat merasakan ada sesuatu yang dingin menempel didahinya. Terlihat sosok lelaki dengan raut wajah khawatir disampingnya. Tapi matanya masih terasa berat dan mulai terpejam lagi.


***


Clary mengaduh kesakitan saat terbangun. Dia masih merasakan sakitnya gigitan semalam sampai dia tak mampu lagi merasakan pangkal lehernya. Pandanganya menyapu setiap sudut ruangan mencari keberadaan Joan. Tapi dia hanya menemukan sarapan di nampan dan sebuah kertas berisikan pesan dari Joan.


" Maafin aku semalem udah nyakitin kamu lagi. Hari ini kamu dirumah saja (da mirip peringatan covid). Aku udah ijinin ke kampusmu. Aku ada kerjaan di luar kota mungkin 3 hari. Kamu bisa jalan-jalan sesuka kamu tapi tetap jaga diri. Itu ada kartu debet dan nomer pin juga. Kamu abisin juga gapapa. Asal pas aku dateng kita langsung ke KUA. Lop yu pulll😗😘😗😇" begitulah kira-kira isi pesan dari Jonatan.


Dengan tersenyum kecut Clary meletakkan kertas tadi kesembarang tempat. Dia bangun dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sejenak dia melihat bekas gigita yang membiru dan agak bengkak. Dia berpikir keras apa perlu ke dokter atau dia biarkan saja.


Setelah mandi dia pun memutuskan untuk pergi ke dokter. Karna dia takut akan infeksi atau tetanus.

__ADS_1


" Lu pikir gue anjing bisa bikin lu tetanus??" tiba-tiba Joan berteriak kesal


" Kalo anjing tu rabies bukan tetanus" cletuk Clary


" Eoyyyyy JONATAN!!!!! Lu kan lagi keluar kota oon... Kenape nimbrung disindang????" authornya pun mulai kesel sendiri.


" Diih kok lu nyalahin gue thor??


Kan lu yang nulis!!!" Joan tak mau disalahkan


" Yang author gue ape lu?? Napa lu gak mau disalah-dalahin???" author pun menyalah gunakan kekuasaannya.


" Awas lu thor ntar kena azab penyalahgunaan kekuasaan" ancam Joan


" Dih.. dasar lu kek emak-emak yang suka nonton pilem di tipi lu"


" Kan nontonnya sama elu thor"


" Yoda thor kita lanjut nonton aja jangan ngerecokin novel ini lagi"


* Akhirnya author dan Joan pun melanjutkan menonton sinetron yang berjudul **AZAB AUTHOR JAHANAM DAN PEMERAN DURHAKA*


" Thor?"


" Hemm"


" Tu sinetron nyeritain kita bukan si???" tanya Joan penasaran karna ceritanya familiar**.


" Yuk kita ke lokasi syuting nimpukin sutradaranya"


" Yoda cusss"

__ADS_1


**Merekapun akhirnya kelokasi syuting dan diterima menjadi pemeran figuran.


lih????


gak jelas ni novel


haredeaung haredaung haredeung.. panas panas panas .


BACK TO STORY***#


Setelah memesan ojek online. Clary pun segera meuju ke rumah sakit terdekat. Dia mulai mengantri menunggu giliran namanya dipanggil.


Dengan langkah cepat dia menuju ruangan dokter saat namanya dipanggil.


" Silahkan duduk mbak. Apa yang dikeluhkan?" tanya dokter dengan ramah dan menampilkan senyum pep***dentnya


"Mau periksa ini dok takut infeksi" Clary menunjukan luka dilehernya


"Kok bisa seperti ini mbak? Untung gak parah. Saya kasi redep saja ya mbak"


" Iya dok. Makasih, saya pamit" Clary pun pergi menuju apotik untuk menukar resep obatnya. Dan yang pasti dia bayar dengan kartu debet yang ditinggalkan oleh Joan.


PERMINTAAN MAAF AUTHOR


..


Maaf ya temans karna authornya terlambat. Author lagi sibuk banget. Biasa lah lagi bulan bagus buat pernikahan jadi authorny sibuk.


Eh... Tapi jangan salah tebak. Saya bukan MUA atau EO loh. Saya dan adik saya cuman bikin souvenir dari coklat aja.


Makasih semua yang sudah mampir di novel percobaan saya. Maaf kalau masih banyak kesalahan yang saya buat dalam cerita maupun tulisan.

__ADS_1


Semoga semua yang baca novel ini diberi kebahagiaan, kesehatan dan uang yang berlimpah. Amin


__ADS_2