Entahlah

Entahlah
ABNORMAL


__ADS_3

Rumah minimalis dengan 2 kamar dan halaman yang lumayan dan suasana yang tidak sebising di kota asalnya membuat Clarisa sangat menikmati waktunya bahkan ia sampai tak sadar bahwa sudah hampir 8 bulan tinggal dan bekerja di pulau sejuta Dewa itu.


BALI memang pulau yang sangat layak sebagai tempat untuk menenangkan diri dan melupakan segala kebisingan. Dengan banyak pesona pantai yang indah semakin membuat Clarisa lupa dengan masa lalunya. Setiap libur kerja atau pulang kerja dia selalu menghabiskan waktunya di pantai entah untuk berenang atau sekedar duduk - duduk menikmati udara segar. Kebetulan rumahnya sangat dekat dengan wisata pantai Pandawa, waterblow, Dreamland dan banyak lagi. Tapi ada 1 pantai yang menjadi favorit Clarisa yaitu Blue Poin Beach.


Ini foto pantainya Blue poin




Walaupun sekarang kulitnya semakin terlihat exotis tapi tidak pernah menyurutkan niatnya untuk menghabiskan waktunya berlama - lama menikmati sinar matahari di pantai. Seperti saat ini dia sedang manghabiskan liburannya dipantai favoritnya dengan berbagai bekal makanan dan minuman dingin yang sengaja dia buat dari rumahnya.


Clary merogoh tas pinggang waterproofnya karena mendengar suara dari hpnya.


" Halo buk" katanya setelah melihat nama yang tertera di hpnya.


" Angkat telpon gk ngucapain salam. Udah berubah haluan kamu?" tanya ibu jengkel


" Iya iya asalamualaikum ibuku yang paling cantik sejagat raya." jawab Clarisa takut diomeli lagi.


" Bulan depan pulang ya masmu mau nikah"


" Widih... bisa juga mas dapet istri hahaha.. Kirain mo nikah ama kompor dianya hahahaha" Clary tertawa terbahak - bahak.


" Husss kamu ini ya kenapa si gak pernah akur sama masmu?" tanya ibu kesal.


" Dih anak kesayangan dibelain terooooosss" Clary sengaja menggoda ibunya.


" Repot ngomong sama kamu. Oh iya hampir lupa. Kemaren Rudi sama papinya dateng ngundang kita ke nikahan Rudi. Tapi tanggalnya pas bareng sama masmu jadi sama - sama gak bisa dateng"


Clary hanya terdiam mendengar penjelasan ibunya. Entah apa yang sekarang ada dipikirannya. Antara terkejut , senang dan entah ada satu perasaan lagi yang sulit dia jelaskan.


" Clair.. halo.. kamu gapapa nak?" tanya ibu mulai panik dengan kediaman Clary. Ibu sangat khawatir kalau putrinya sedih karena pernikahan mantan suaminya.

__ADS_1


" Clair gapapa buk. Ibuk gak usah panik napa sih "


" Kamu masih cinta sama Rudi?" tanya ibu lagi.


" Enghak buk, dari awal nikah kan emang gk saling cinta. Cuman Clary sedih aja karena sekarang kami gak bisa sahabatan kek dulu lagi" Clary manutupi semua yg terjadi pada ibunya.


" Maaf ya.. semua salah kami. Coba dulu kami gk jodohin kalian pasti gk bakal seperti ini nduk" terdengar jelas ungkapan penyesalan ibunya.


" Gak ada yang salah buk. Tenang aja. Clarisa juga nanti pasti nyempetin dateng ke acara dia. Toh kita masih berteman. Ibuk jangan sedih. "


" Semoga kamu juga segera mendapatkan jodoh yg baik nak dan segera nyusul nikah"


" Di ibuk apaan si. Clary gak mau nikah buk. Males ah. Lagian baru juga mau 24 tahun. Masi muda tau buk. Ya da buk Clair mau cari kain tenun bali buat kado Rudi n kluarganya. Nanti Clair kirim ke ibuk tolong kasiin ya."


" Gratisan ni ibu berangkat ngurirnya?" tanya ibu bercanda.


" Ya gak lah. Pasti ada ongkinya dong. hahaha" mereka tertawa bersama sebelum akhirnya saling berpamitan dan menyudahi percakapan mereka.


Didalam hati kecil ibu sebenarnya masih sangat menghawatirkan putri satu - satunya yang terpaksa harus menjanda diusia muda karena perjodohan yang para orang tua atur. Sekelebat penyesalan selalu bermunculan di benak ibu. Walaupun Clary tidak pernah selakalipun menampilkan wajah sedih apa lagi menyalahkan mereka.


Keesokan harinya Clary mampir ke kantor jasa antar paket untuk mengirimkan kado buat Rudi dan kluarganya. Hubungan dua kluarga itu memang masih baik - baik saja walaupun sudah pernah terjadi tragedi perceraian antara anak - anak mereka. Hanya saja saat ini Rudi dan Clary tidak sedekat dulu. Rudi selalu terkesan menghindari Clary. Karena itulah Clary memilih resign dari kantor dan pergi menjauh dari pada membuat suasana menjadi buruk. Padahal dalam hati Clary sangat tak rela kehilangan Rudi sebagai sahabat yang selama ini selalu bersamanya.


Perasaan Clary pada Rudi memanglah perasaan sayang tapi itu hanya sebatas sahabat. Entahlah, kadang dia sendiri bingung kenapa dia tidak bisa merasakan mencintai seseorang. Bahkan dulu dengan Joan dia juga hanya sebatas rasa iba. Karena itulah dari dulu setiap kali dia mencoba berpacaran pasti akan segera berakhir, dan paling lama dia bisa menjalin hubungan pacaran hanya 3 minggu.


Clarisa memang suka khilaf dan selalu mengagumi cogan - cogan dengan tubuh tinggi dan atletis. Tapi entah mengapa walaupun dia seperti itu tapi dia juga tidak pernah merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya.


Sesungguhnya kadang Clary juga ingin memeriksakan dirinya ke psikiater agar dia tau apa yang salah pada dirinya. Karena tidak sedikit juga rekan kerja pria yang mendekatinya. Tapi sayangnya dia sangat tidak berselera dengan laki- laki. Bahkan dia juga selalu mengaku bahwa dia adalah seorang l*sbi agar tak ada lagi yang mendekatinya.


....


Hari mulai sore. Clary menuju locker karyawan untuk mengambil barangnya dan segera pulang kerja.


" Loh ada Suri. Mau pulang juga?" tanya Clary pada perempuan yang ditemuinya di locker.

__ADS_1


" Ya iya lah pulang masak aku mau nginep disini?" jawabnya sambil memakai jaket denimnya.


" Ehm.. Suri kamu udah pernah main ke kota J belom?" tanya Clary pada teman yang bertugas di bagian spa yang ada dihotel tempat mereka bekerja.


" Belom lah Clair. Aku kan anak rumahan mana boleh pergi jauh sama ortuku. Apalagi sampai kesebrang pulau." terlihat wajah Suri sedikit sedih.


" Kamu mau gak ikut aku ke kota J. Kita ambil cuti bareng." ajak Clary pada satu - satunya teman akrabnya disitu.


" Gak punya uang akunya." jawam Suri sedih


" Gue bayarin. Akomodasi dan konsumsi apa kata aku. Gimana?" rayu Clary


" Pasti ada maunya. Kamu mau nyuruh aku nGapain?" walaupun baru beberapa bulan mereka kenal tapi Suri faham dengan sifat Clary yang rela berboros ria demi tujuannya.


" Bulan depan kakakku nikah. Aku disuruh pulang sama ibuk. Tapi bukan karena itu aku ngajak kamu." kata Clary.


" Trus?"


" Bulan depan juga barengan ama nikahan my ex husban. Jadi aku mau kamu ikut ke nikahannya."


" Kok malah ngajak aku bukannya ngajak cowok biar bisa pura - pura jadi pacar kamu." Suri menyela penjelasan Clary.


" Ya itu maksutku. Kamu nanti pura - pura jadi pacarku." Clary yersenyum jail sambil menaik turunkan alisnya.


" Astaga kamu mau pura - pura jadi le*bian lagi????" Suri menepok jidatnya karena tak habis fikir dengan otak temannya itu.


" Please ya .. mau ya.. nati aku minta ijin ke soulmatemu si Nyoman biar boleh ngajak kamu. Nanti kita shooping disana aku yang bayarin deh. Tapi gak boleh lebih dari 3 juta ya." Clary menampilkan wajah polosnya.


" Diiihhhh pinter banget kamu ngerayunya. Wanita mana yang bakalan nolak ajakan belanja gratis.. hahaha" Suri tertawa terbahak - bahak.


" Jadi deal ya... Kamu ikut. Nanti si Nyoman kita ajak dugem bilang aja aku yang bayarin dia minum sepuasnya. Itung - itung uang suap biar dia ngijinin kamu ikut aku."


" Bener - bener otakmu jempolan kalau masalah suap - menyuap. Awas aja ntar kamu keciduk KPK" lelucon Suri terdengar garing tapi tetap sukses membuat keduanya tertawa.

__ADS_1


Esoknya saat mereka kembali bekerja, mereka memberanikan diri mengajuka cuti kepada atasannya masing - masing. Untungnya bulan depan bukanlah masa liburan jadi mereka bisa cuti walaupun hanya 4 hari.


__ADS_2