
"Ternyata kau benar Jason, cintaku padanya pada akhirnya akan selalu membuatnya menderita. Seharusnya kau yang sekarang bersamanya menjaganya dan menyayanginya dengan kelembutanmu. Pantas saja kau sangat yakin saat kau bilang aku takkan pernah bisa menggantikanmu. Haruskah aku melepasnya sekarang Jason?"
Mike tersenyum kecut mendapati fakta bahwa hanya ketakutan kepadanya yang ada didalam hati Clary.
Mike kembali keluar kamar untuk mengambil kotak P3K lalu mengeluarkan selembar kompres dan meletakkannya didahi Clary.
Dia terus memandangi wajah pucat Clary sambil sesekali mengusap rambutnya dan menciumi punggung tangan Clary dengan sedikit terisak.
Mata Clary mengerjap saat merasakan sesuatu yang basah mengenai pipinya. Perlahan dia membukan matanya. Dilihatnya wajah Mike tepat berada didepannya dengan tatapan sendu.
"Mike? Apa kau menangis?" tanya Clary dengan suara lemah.
Mike hanya memalingkan wajahnya tak ingin terlihat buruk didepan Clary. Karna sebenarnya dia juga terkejut saat tiba-tiba Clary sadar dan melihatnya menangis tepat didepan wajahnya.
"Mike? Apa aku menyakitimu? Apa begitu sakit?" tanya Clary sambil berusaha duduk dan meraih lengan Mike.
"Aku akan mengambilkan minum." Mike beranjak pergi tanpa menoleh pada Clary.
Tak lama setelah itu Mike datang dengan membawa bubur dan susu hangat untuk Clary. Dengan telaten dia menyuapi Clary hingga makanan habis tak tersisa.
"Mike duduklah." pinta Clary saat Mike hendak membawa mangkuk dan gelas ke dapur.
"Aku letakkan ini sebentar." jawab Mike canggung.
"Letakkan saja di meja. Aku ingin kau disini." Clary menepuk kasur disebelahnya.
Mike pun mengiyakan permintaan Clary dan duduk ditepi ranjang.
"Kau terlihat kacau. Apa aku sangat menyakitimu?" tanya Clary.
"Sudahlah. Aku tau kau sengaja agar aku berhenti mengejarmu. Tapi apa kau yakin itu yang diinginkan Jason?" pertanyaan Mike sontak membuat dada Clary ingin meledak. Dia tau jelas bahwa Jason memintanya agar selalu bersama Mike jika suatu saat Jason meninggal.
"Maafkan aku. A.." kalimat Clary disela oleh Mike.
"Aku tau kau takkan bisa melupakannya apa lagi harus hidup bersama orang yang telah membunuh kekasihmu." Mike mengusap wajahnya kasar.
"Maaf. Aku hanya tak inggin kau terluka. Aku bukan gadis kecil yang dulu. Aku sudah pernah menikah dan seperti katamu aku belum bisa menerima kematian Jason." Clarypun mulai terisak.
__ADS_1
"Aku tau. Itu salahku. Mulai sekarang aku tak akan mengganggumu lagi." Mike pun duduk memunggungi Clary. Dia sangat terluka hingga tak sanggup lagi menatap wanita itu.
"C?!" Mike terkejut saat dia merasakan kehangatan dipunggungnya dan mendapati dua tangan memeluknya erat.
Clary menempelkan kepalanya dibahu belakang Mike. Dia peluk dengan erat pria didepannya. Tangisnya seketika pecah memenuhi seisi ruangan.
Mike melepaskan tangan Clary lalu berbalik menghadap Clary dan memeluknya erat. Membenamkan wajah wanita itu didada bidangnya. Membiarkan bajunya basah oleh air mata Clary.
"Apa harus sesakit ini Mike? Kau tau aku sangat menyukaimu walaupun kau kasar padaku. Tapi kenapa kau sengaja membiarkan Jason menggantikan tempatmu?" Clary mendongakkan wajahnya berusaha menatap mata Mike.
"Dan saat aku benar-benar mencinta Jason, kau tau apa yang dia lakukan? Dia pergi meninggalkanku dan menyerahkanku lagi padamu. Apa kau tau sesakit apa yang aku rasakan?"
"Maaf.." Mike semakin mengeratkan pelukannya pada Clary.
"Kau tau perjuanganku melupakan kalian dan mencoba membuka hatiku pada orang lain. Tapi tetap saja sama. Dia berbohong dan mengecewakanku untuk yang kesekian kalinya. Mengejarku lalu meninggalkanku lalu kembali muncul dan mengejarku lagi. Setelah aku mulai menerimanya, aku menemukan fakta bahwa dia telah bertunangan dan segera menikah." Clary melepaskan pelukan Mike dan mengusap air matanya.
"Kau mencintai Jonatan?" tanya Mike.
"Dulu. Dan harus kurelakan lagi seperti Jason." Clary tersenyum kecut.
CUP
Clary mencium sekilah bibir Mike membuat mata pria itu membulat sempurna. Lalu dengan sigap dia meraih tengkuk Clary dan dilu*****nya bibir wanita itu dengan lembut.
Setelah beberapa saat Mike melepaskan sejanak ci**** mereka untuk mengambil nafas dan segera menyatukan kembali bibir mereka. Perasaan Mike sangat bahagia mendapatkan balasan ci***** dari Clary. Mike tak ingin melewatkan kesempatan langka ini semakin memperdalam ci**** mereka dan melakukannya dalam waktu yang lama seakan tak ingin melepaskan wanita yang membuatnya terobsesi sampai kehilangan akal.
"Mike." Clary sedikit mendorong wajah Mike dengan tangannya agar terlepas dari bibir Mike.
"Hemmm" jawab Mike dengan suara berat tanpa melepaskan pandangannya pada wajah Clary.
"Aku takkan melakukannya jika kau tak ingin." kata Mike cepat seakan tau apa yang dikhawatirkan oleh Clary.
"Terimakasih." jawab Clary tenang setelah mendengar jawaban dari Mike.
"Tidurlah. Besok pasti dia akan menjemputmu lagi."
"Apa kau akan pergi?" tanya Clary.
__ADS_1
"Kau bisa tidur nyenyak tanpa gangguan dariku." jawab Mike sambil memalingkan muka.
"Bisakah kau memelukku malam ini?" tanya Clary.
Mike pun mengangguk lalu merebahkan tubuhnya disamping Clary dan memeluknya hingga mereka sama-sama tertidur, sampai pagi tiba dan sinar mentari yang menerobos masuk membangunkan mereka.
Mike menggeliatkan badan untuk meregangkan otot-ototnya. Dia tersenyum melihat wanita yang dia cintai akhirnya mau menerimanya kembali. Walaupun hanya sekedar saja karena emosi sesaat. Setidaknya dia pikir itu adalah awal baik untuk dia terus melanjutkan pengejarannya pada Clary.
Clary merasakan ada gerakan yang mengganggunya mulai membuka matanya perlahan. Dia lihat Mike sedang memandanginya tanpa berkedip sambil terus mengusap lembut pipinya.
Clary tersenyum lembut. Mike sangat terkejur dengan senyuman itu. Dia tak menyangka bahwa wanita dingin yang selama ini membencinya sekarang bisa tersenyum lembut dihadapannya.
"Morning sun shine." Mike mengecup sekilas kening Clary.
Clary hanya tersenyum dan memejamkan matanya lagi. Dia merebahkak kepalanya didada Mike dan melingkarkan tangannya pada perut sixpack milik pria itu.
"Bangunlah. Aku akan membuat sarapan untuk kita." Mike mengusap pelan rambut Clary.
"emmm" jawaban Clary singkat sambil menggelengkan kepalanya dengan mata tetap terpejam. Lalu menautkan salah satu kakinya pada kaki Mike.
"C.. bangunlah jangan seperti ini. Kau bisa membuatku gila." Mike mulai merasakan sesuatu menggeleyar dalam dirinya.
Sedangkan Clary tetap tidak bergeming dan semakin mengeratkan pelukan dan tautan kakinya sambil menggelengkan kepalanya.
"Come on C.. You make me crazy. Bangunlah atau akan ada sesuatu yang bangun. " suara Mike tiba-tiba berat seakan menahan sesuatu.
"Kenapa kau berisik sekali." jawab Clary dengan mata tetap terpejam.
"Kalau kau terus begini aku tak yakin kalau aku bisa menahan diri agar tak memakanmu pagi ini." Mike mulai kehilangan kesabaran.
"Makanlah jika kau lapar." bisa dipastikan Clary tak menyadari apa yang dia ucapkan.
"Kau yakin dengan kata-katamu?" smirk terukir diwajah Mike.
"Hemmmm" jawab Clary sedikit menggeliat.
"C berhenti menggodaku!!!" Mike pun meninggikan suaranya dan mendorong tubuh Clary hingga sekarang Clary berada dibawah tubuhnya. "Kau tau aku takkan bisa menahannya." Mike menatap tajam pada Clary.
__ADS_1