
"Lu bukan anceman besar buat gue." jawab Clary datar.
"Oh ya?" kata Joan sambil menatap tajam Clary.
Mike dapat menangkap arah pertanyaan Joan. Ada rasa cemburu bergemuruh dalam hatinya. Pasti banyak hal yang terjadi diantara mereka. Pikiran Mike mulai menerka tak terkendali. Dia tak tahan dengan tatapan Joan pada Clary.
"Wow apa kalian punya dendam pribadi ?" Kim menyela pembicaraan mereka. "Sepertinya latihan kali ini akan seru."
"Bukan aku yang akan melatihnya Kim, tapi Mike" Clary mendengus kesal.
"Kenapa bukan kamu saja C ? Apakah setelah hidup normal kamu lupa cara berkelahi ?" tanya Kim dengan nada mengejek sambil terkekeh.
"Sudahlah Kim, aku sedang tidak ingin berkelahi. Kau tau aku sangat buruk dalam hal itu."
"Setidaknya kalian adalah rival yang imbang. Aku tidak mau tunanganku babak belur oleh Mike." Kim mengembungkan pipinya seakan - akan marah.
"Baiklah. Apa yang aku dapat jika aku menang?" Clary selalu tak bisa menolak permintaan Kimberly yang mungkin secara fisik terlihat lebih besar dari pada Clary namun sifatnya selalu manja kepada Clary.
"Aku akan mengabulkan 1 permintaanmu" Kim tersenyum senang. "Kau juga akan mengabulkan 1 permintaanku jika kau kalah."
Mereka berempatpun pergi keruang ganti yang sama. Mike memberi sepasang pakaian untuk berlatih karate kepada mereka kecuali Kim, karena dia memang tidak suka berkelahi.
Dengan cekatan Clary segera membuka pakaiannya tanpa memperdulikan jika diruangan itu ada Joan dan Mike. Joan segera memalingkan wajahnya saat melihat Clary seperti itu. Sedangkan Mike sudah biasa akan hal itu karena memang perbedaan budaya.
"Kenapa kau memalingkan wajahmu ?" tanya Kim yang menyadari prilaku Joan.
"Itu tidak pantas ditempat asalku." jawab Joan yang dijawab anggukan oleh Kim.
"Cih bilang aja lu takut nafsu ma gue." Clary tersenyum mengejek dalam hati.
Duel pun berlangsung antara Clary VS Joan dengan Mike sebagai wasit. Mereka berdua seakan sama - sama meluapkan kekesalan di hati mereka. Pertarungan berlangsung sengit walaupun tak jarang Joan sengaja mengalah pada Clary dan menyebabkannya hampir benar - benar kalah.
"Cuma segini kemampuan lu ?" Clary tersenyum mengejek dengan sudut bibir yang berdarah.
Joan yang melihat itu merasa tidak tega jika harus terus meladeni Clary. Dia ingin segera mengakhiri perkelahian ini. Dia pun segera menerjang Clary dengan seluruh kekuatannya dan mengunci pergerakan Clary. Cara ini adalah satu- satunya cara yang selalu dia lakukan pada Clary saat gadis itu ingin meronta ingin pergi darinya dulu.
Clary pun tak dapat bergerak karena dari segi fisik Joan memang lebih besar darinya. pertarunganpun dimenangkan Joan. Mereka pun duduk sambil mengatur nafas yang masih terengah - engah.
Kimberly tersenyum senang sembari memeluk Joan yang masih basah dengan keringatnya.
__ADS_1
"Yeyeye.. Baru kali ini aku bisa menang taruhan dengan penjudi sepertimu C."
Clary hanya tersenyum dan mengangguk. Dia menyadari penurunan kemampuan fisiknya sangat drastis sejak dia pergi menjalani kehidupan normalnya.
"Kau harus menuruti permintaanku sekarang." Kim menatap tajam pada Clary. "Cium bibir Mike sekarang juga." senyum jail Kim merekah.
"What?" Clary dan Mike berteriak bersama.
Kim menampilkan wajah innocent dan puppy eyesnya didepan Clary. Sedang Joan hanya bisa tersenyum kecut.
Clary melihat perubahan exspresi Joan segera beranjak mendekatkan dirinya pada Mike.
CUP
Sebuah kecupan sekilas mendarat dibibir Mike membuat semua mata terbelalak tak menyangka jika Clary akan benar - benar melakukannya.
Wajah Mike memerah. Dia mencoba mengontrol dirinya agar tidak salah tingkah didepan mereka. Tak dipungkiri bahwa dia senang bisa merasakan kecupan Clary walau hanya sekilas. Setidaknya dia merasa kalau kebencian Clary kepadanya sedikit berkurang.
Mike segera beranjak pergi dari tempat itu agar mereka tak menyadari perubahan ekspresinya.
" Where are you Mike? Are you shy? Hahaha..." teriak Kim sambil tertawa terbahak - bahak karena dia berhasil mengerjai Mike. Kimberly tau dengan jelas perasaan Mike kepada Clary masih sama seperti dulu, karena itu dia sengaja menggunakan Clary untuk mengerjainya.
"Hah kau sengaja kan?" tanya Clary kesal yang sudah hafal dengan tingkah Kim.
Clary yang merasa kelelahan beranjak pergi meninggalkan mereka untuk mandi dan berganti baju.
Disisi lain Mike yang sudah lebih dulu meninggalkan mereka sedang berada diruang ganti sambil melamun. Dia sedikit menyunggingkan bibirnya saat mengingat kejadian ciuman tadi. Sesekali dia menyentuh bibir dengan jarinya.
CKLEK
Terdengar seseorang membuka pintu ruang ganti lalu melangkah masuk. Mike segera menoleh ke arah suara dan mendapati Clary berjalan melewatinya tanpa melihat apalagi menyapa Mike.
Mike merasa gusar dengan perlakuan Clary yang seakan menganggapnya tak pernah ada. Dia bangkit dari duduknya dan menghampiri Clary yang sedang membuka pintu lockernya untuk mengambil pakaian.
BRAKK
Suara benturan locker dengan kedua tangan Mike yang sudah berhasil mengunci pergerakan Clary dan menghimpitnya.
"What do you want?" tanya Mike sarkas.
__ADS_1
"Let me go." Clary tak ingin berdebat dengan Mike.
Mike yang memang sedang gusar tanpa permisi semakin menghimpit Clary dan ******* bibir gadis itu.
Clary yang sudah lelah akibat menangis semalam dan ditambah pertarungannya dengan Joan tadi hanya bisa diam menerima ciuman kasar Mike yang membabi buta. Sesekali dia memukul - mukul tubuh Mike dan mencengkramnya saat dia merasa kehabisan nafas. Namun Mike sama sekali tidak memperdulikannya dan trus saja menyerang bibir Clary.
CEKLEK
Pintu ruang ganti kembali terbuka karena kedatangan Kim dan Joan.
"Aaaa.. Sorry. We leave" Kim segera menarik tangan Joan yang mematung saat melihat adegan panas itu untuk keluar lagi dari ruangan itu.
"Segitu dendamnya kamu ke aku Clair sampe - sampe kamu sengaja ngelakuin itu didepanku ?" Joan merasakan sakit yang amat sangat dihatinya. Dia tidak menyangka jika Clary akan berbuat seperti itu untuk membalasnya.
Sedangkan diruang ganti Mike masih melanjutkan aktifitas bibirnya kepada Clary. Walaupun sempat terhenti karena kaget akan kedatangan Kimberly dan Jonatan.
Hah.. hah.. suara nafas Clary tersengal - sengal saat Mike melepaskan ciumannya. Tubuhnya merosot kebawah dan terduduk lemas dilantai.
Mike masih berdiri ditempatnya sambil memandang Clary yang terduduk lemas. Entah apa yang ada dipikiran Mike. Dia berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Clary. Ditatapnya lekat - lekat gadis didepannya dengan mata terpejam dan terlihat masih mengatur nafasnya.
"Hey..C ?" Mike menyentuh lembut kepala Clary. "Kau tidur ?" tanya Mike lagi.
"Hemm" hanya itu yang keluar dari mulut Clary. Dia masih enggan membuka matanya. Tubuhnya terasa sangat lemas dan sakit. Maklumlah sudah bertahun - tahun dia tak lagi merasakan perkelahian yang berarti.
Clary yang setengah tertidur mendengar Mike sedang menelpon seseorang. Tapi tak terlalu jelas apa yang mereka bicarakan. Clary pun mengabaikannya.
" Hallo.. Tuan maaf aku akan membawa Clary pulang" kalimat dari Mike cukup membuat orang disebrang telpon mengerti maksud Mike.
"Hallo nona Kim. Apakah kalian sudah siap? Supir akan menjemput kalian segera. Aku dan C akan pergi ke markas menemui Tuan " Mike menelpon Kim dan berbohong atas perintah Tuan Carlos.
......
"Emmm.. ahh... Mike." suara Clary serak khas bangun tidur.
"Ya" Mike menghampiri Clary dan duduk ditepi ranjang.
"Kau mengganti bajuku ?" tanya Clary yang mendapati dirinya sudah berada dikamar yang tidak asing baginya dan mendapati dia sudah memakai pakaian yang berbeda.
"Bukan yang pertama kalinya." jawab Mike datar.
__ADS_1
"Thanks.. Ah.. Kenapa sakit sekali ?" Clary merasa sakit disekujur tubuhnya
"Rupanya kau terlalu meniknmati kehidupan normalmu " kalimat Mike menyadarkan Clary yang sekarang menjadi lemah. "Istirahatlah."