
Uhuk uhuk uhuk uhuk..
Clarisa terbatuk-batuk saat Mike melepaskan tangannya dari lehernya. Mike mulai terduduk dilantai dengan lemas dan nafas yang tak beraturan. Dia mengacak-acak rambutnya sembari berteriak meluapkan emosinya.
Clarisa mulai bangkit dan duduk di tepi ranjang. Dia menatap hampa pada lelaki didepannya. Ada rasa kasihan, iba, benci , kecewa semua menjadi satu. Semakin dia tatap lelaki itu semakin membuat hatinya seakan tersayat. Nampak dia sangat lemah dan frustasi. Terlihat sangat kasihan dan menyedihkan. Seakan-akan dia telah kehilangan hidupnya.
"Mike." suara Clarisa lirih sambil turun dari ranjang dan memeluk Mike.
"Mike maafkan aku. Kau boleh melakukan apapun padaku. Kau boleh menghukumku sesukamu. Tolong berhentilah seperti ini. Kumohon..." Clarisa tak tahan melihat kesedihan dan penyesalan yang tampak jelas diwajah Mike. Dia semakin mempererat pelukannya dan mengusap lembut rambut coklat pria itu.
"Hai..pria cengeng. Apa kau akan semudah itu menyerah padaku?" Clarisa menangkupka kedua telapak tangannya pada wajah Mike hingga mereka sekarang saling berhadapan.
Perlahan Clarisa mendekatkan wajahnya mengikis jarak antara mereka. Pelan namun pasti, dengan mengumpulkan segenap keberanian dan jantung yang semakin berdegup kencang, Clary perlahan mulai mengecup bibir Mike. Tak sampai disitu, dia mulai memberanikan diri melu***t bibir Mike dengan lembut.
Mike terkejut dengan sikap Clary yang bukannya marah atau mengajaknya berkelahi setelah yang dia lakukan akan tetapi wanita itu justru memulai permainannya dengan luma**n lembut dibibirnya. Seakan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Mike pun membalas perlakuan Clary hingga mereka berdua saling melu***t dan enggan melepaskan bibir satu sama lain.
Mereka berdua saling menatap dalam diam setelah ciuman panas tadi. Tersirat berbagai pertanyaan dari mata Mike. Dia heran dengan perubahan sifat Clarisa.
"Aku rasa Jason menginginkanku untuk menjagamu." ucap Clarisa dengan senyum sinisnya. "Kita menikah secepatnya. Tapi jangan pernah banyak berharap pada hatiku, kau tau dengan jelas siapa yang ada didalamnya. Aku hanya akan selalu melakukan tugasku sebagai istri dan menuruti semua kemauanmu. Jika kau tidak keberatan dengan itu, besok kita berangkat dan minggu depan kita menikah." ekspresi wajah Clary berubah datar dengan tatapan kosongnya menerawang jauh entah kemana.
Mendengar persetujuan Clary untuk menikah membuat Mike bahagia seakan dibawa terbang keangkasa sebelum dia dihempaskan keras kebumi saat mendengar penjelasan wanita yang masih setia memeluknya. Hatinya tersayat. Sakit yang ia rasakan seakan menusuk hingga ke tulang. Melukainya sangat dalam sampai membuatnya hampir gila dengan hanya mendengarkan kejujuran wanita yang dia cintai.
"Ayo tidur, aku akan memelukmu hingga pagi nanti. Mungkin ini bisa membuatmu merasa lebih baik dan tenang. Setidaknya kau berhasil memilikiku bukan? Aku rasa tak buruk juga menikahimu. Kau sangat tampan walaupun kau sudah lumayan tua. Hahaha.." Clary tertawa lepas. Entah apa yang terjadi padanya. Seakan dia adalah dua orang yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Satu sisi memeluk Mike erat disisi lain dia seakan menggenggam pisau yang siap ia tancapkan dengan leluasa pada tubuh pria itu.
Mike sedikit bergidik ngeri saat menatap wajah Clary dengan ekspresi yang sulit diartikan. Wajah yang lembut dengan tatapan dingin dan senyum tenang namun seakan siap membunuhnya kapanpun. Sangat jelas terlihat ekspresi dominan pada wajah manis Clary seperti seekor singa yang sengaja membiarkan mangsanya berlari hingga lelah sebelum melahapnya.
__ADS_1
Mike merasa lebih baik Clary melakukan penolakan dan perlawanan dari pada menggantungnya dengan situasi yang membuatnya merasa seperti mainan Clary. Setidaknya dia akan mudah mengalahkan wanita itu jika memang harus beradu fisik maupun taktik. Sayangnya Clary lebih memilih bermain dengan perasaan Mike.
Clary tau dengan jelas kelemahan Mike adalah dirinya. Dia sadar betul jika dia bisa mengontrol Mike sesuka hatinya. Mulai dari membuat pria itu bahagia ataupun membuatnya setengah gila. Semua bisa dia lakukan hanya dengan sedikit drama.
Calry menuntun Mike agar merebahkan dirinya di ranjang. Lalu menyelimuti tubuh kekar pria yang masih terjaga. Setelah itu Clary mulai beranjak hendak mengambil minuman karena kebiasaannya bangun ditengah malam untuk minum.
Mike menarik tangan Clary agar tetap berada diranjang. Dia memeluk pinggang Clary yang masih dalam posisi duduk. Mike menenggelamkan wajahnya diperut Clary dengan kepala berada di atas paha wanita itu.
Clary mengusap rambut Mike dengan lembut seraya berkata "Aku akan ambil air minum untuk kita."
Mike mendongakkan kepala menatap sekilas wajah Clary lalu menggelemg pelan lalu membenamkan wajahnya lagi. Ia seakan tak mau berpisah walaupun hanya sebentar.
Clary yang mengerti situasi perasaan Mike segera meraih Hpnya diatas nakas lalu menelpon seorang pengawal untuk membantunya mengambil 2 botol air mineral didapur.
Tak lama setelah itu terdengar seseorang mengetuk pintu kamar. Clary berteriak menyuruhnya masuk lalu meletakkan minuman itu di atas makas. Tak lupa ia memerintahkan pengawal itu menutup pintu setelah ia keluar ruangan itu.
"Aku takkan pergi. Jason telah memintaku untuk selalu bersamamu." Clary memerosotkan dirinya hingga posisi dirinya sekarang adalah tidur berhadapan dengan Mike.
JASON
Nama itu lagi. Selalu membuat hati Mike hancur setiap nama itu keluar dari bibir Clary. Namun dia tak bisa berbuat apa-apa lagi selain membiarkannya asal Clary tetap bersamanya.
"Kau pasti lelah dengan sikapku." Clary tersenyum lembut pada pria dihadapannya.
Mike menggeleng sembari mengusap pipi Clary dengan punggung tangannya. "Aku tidak akan pernah lelah denganmu." Lalu Mike sedikit mendekatkan bibirnya pada telinga Clary dan berbisik "Aku ingin memakanmu untuk menghilangkan lelahku."
__ADS_1
Mikepun mulai menji***** telinga Clary yang merupakan salah satu area sensitifnya hingga wanita itu mengelijang seperti tersengat listrik.
"Mike ...ah... hentikan." Clary berusaha mendorong tubuh Mike yang sekarang telah menindihnya. "Kita lakukan nanti setelah menikah."
"Haruskah aku menunggu? Bukankah kita pernah melakukannya?" tanya Mike dengan tatapan heran.
"Itu kecelakaan. Bisa dikatakan kau memperko**ku. Bahkan kau akan dipenjara saat aku melaporkannya ke polisi." Clary menatap malas pada Mike.
"Bukankah kau juga menikmatinya." ujar Mike tak mau kalah.
PLAKK
Clary memukul kepala Mike yang masih berada diatasnya dengan bertumpu pada kedua tangannya.
"Mana ada. Kau membiusku hingga aku tak bisa melawanmu." Clarypun mencoba membela dirinya karna itu yang sebenarnya terjadi.
"Baik. Sekarang aku tak menggunakan bius. Tapi aku tetap tidak yakin kalau kalau kau akan menolak pesonku." Mike menyeringai seraya mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir Clary.
SRAAKKKK.. BRUUUGGGHH.. Aaauuuu
Suara Mike terjatuh dari ranjang. Yep, Clary sengaja membiarkan Mike lengah lalu mendorong dan membanting pria itu dengan keras ke lantai. Lalu dia berdiri dengan bertolak pinggang sambil menatap remeh dan mencibir pada Pria yg berusaha bangkit dari lantai.
"KAU!!!" Mike berteriak kesal pada calon pengantinnya.
"Bersabarlah beberapa hari. Agar kau bisa merasakan sesuatu yang menarik saat malam pertama nanti. Yah walaupun kemarin kau sudah mengambilnya paksa. Tapi aku yakin kau akan mendapat kejutan nanti." ucap Clary datar seraya melangkah pergi keluar kamar meninggalkan Mike yang masih berusaha mencerna kalimat Clary.
__ADS_1
Kau, gadis kecilku. Kau akan menyesal karena membuatku menunggu begitu lama. Lihatlah kejutan yang akan kuberikan nanti. Kupastikan kau mendapat hukuman yang berat dariku.
Smirk terlukis jelas diwajah Mike yang memikirkan berbagai rencana nakal diotaknya. Dia tersenyum puas akan kemenangannya terhadap Clary, walaupun belum mendapatka hatinya. Setidaknya dia sudah memiliki wanita itu.