Entahlah

Entahlah
kenangan pahit


__ADS_3

" aku akan melepaskannya sama seperti yang aku lakukan sebelumnya kepada orang yang berbeda" jawaban Clary membuat Carlos mengalihkan pandangannya kepada Mike.


Ekspresi Tuan Carlos pun berubah sendu seakan menyiratkan penyesalan dihatinya.


" Come on honey" Tuan Carlos membuka lebar kedua tangannya meminta Clary mendekat lalu memeluk tubuh gadis itu dengan penuh kasih sayang.


Clary membenamkan kepalanya pada dada Carlos. Perlahan mulai terdengar isakan - isakan kecil dari Clary. Tubuhnya bergetar menahan tangis yang telah pecah. Carlos membiarkan pakaiannya basah karena air mata Clary. Sudah sangat lama rasanya Carlos tidak melihat Clary menangis sesenggukan di pelukannya.


Pertama hal itu terjadi saat Clary memulai misi awalnya menghabisi seorang mafia yang terlibat pertikaian dengan Carlos. Carlos selalu memeluknya memberikan ketenangan dan kekuatan kepada Clary setiap dia menangis seusai menjalankan misinya menghabisi nyawa orang. Dan terakhir kali Clary menangis di pelukannya adalah saat gadis itu terlibat pertengkaran dan pertikaian hebat dengan Mike.


FLASH BACK ON


Clary berlari tergesa - gesa sambil menenteng senjata api laras panjang ditanggannya. Nafasnya memburu tak beraturan. Dia terus berlari secepat yang ia bisa menuju gudang kosong disebuah pabrik yang terbengkalai.


BRAKK


Clary menendang paksa sebuah pintu dan berlari menghambur masuk kedalam gedung tua itu. Matanya seketika pedih menyaksikan pemandangan menyakitkan didepannya.


BUG


Clary meninju pipi lelaki yang berdiri dengan beberapa luka lebam dan darah dari tubuhnya hingga tersungkur dilantai. Lalu dengan sigap Clary meraih dan memeluk tubuh pria lainnya yang tergolek lemas di lantai. Clary memeluknya dan berusaha menyadarkannya. Air mata gadis itu keluar tanpa permisi.


" Jas... Jason wake up. Please wake up.. It's me. Im here Jas.." tak hentinya Clary menepuk pipi pria yang lemah dalam dekapannya itu.

__ADS_1


" Hey.. Clarisa.. Am I look bad?" tanya Jason lemah.


" Yes " Clarysa kembali menangis.


" Hey.. Don't cry dear. I love you. Can you kiss me for the last time?" Jason berusaha tersenyum dengan tenaga yang tersisa.


" It ist'n the last time Jass. I'll bring you to hospital" Clary masih memeluknya dengan erat.


" No..I can't. Please just kiss me once more." Jason tersenyum lembut pada Clary.


Clary menatap Jason sesaat lalu mencium bibir pucat dengan noda darah yang masih melekat disana. Jason membalas ciuman itu dengan lembut hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir dalam pelukan gadis yang dia cintai.


Clary menangis sejadinya menyesali keterlambatannya mengetahui rencana duel Jason dan Mike. Saat itu Clary sedang menyiapkan dirinya untuk malaksanakan misi dari tuan Carlos. Sebelum dia berangkat menuju tempat eksekusi dia mendapat sebuah rekaman vidio dari HPnya. Didalam vidio tersebut menampilkan perdebatan antara Mike dan Jason. Hingga terucap kalimat dari Mike " Hanya yang bernyawa yang berhak memiliki C ".


Clary tau betul apa yang dimaksud oleh Mike adalah duel sampai salah satu diantara mereka mati. Clary segera menelpon tuan Carlos untuk membatalkan misinya hari ini. Dia tidak ingin terjadi hal buruk pada kedua rekannya hanya karena dirinya.


Clary sangat kecawa dengan kejadian yang menewaskan Jason hingga akhirnya dia juga tidak lagi mau bertemu apa lagi bicara dengan Mike. Clary memutuskan berhenti dan keluar dari semua misi Tuan Carlos. Bukan hanya itu, kekecewaan yang mendalam membuatnya menutup hatinya pada hal yang bernama cinta. Karena menurutnya cinta selalu membuat orang melupakan logika dan akal waras seseorang.


FLASH BACK OFF.


Clary masih menangis dalam pelukan Tuan Carlos. Dia menyesali mengapa harus membuka hatinya lagi untuk sesuatu yang bernama cinta. Kali ini bukan kematian tapi ketidak jujuran yang membuatnya harus melepas seseorang yang mulai mengisi hatinya.


Tuan Carlos menepuk lembut punggung Clary. Sebagai ayah dia tau betul sesakit apa hati Clary saat ini. " Kau boleh untuk tidak melanjutkan misi ini" kata tuan Carlos lembut.

__ADS_1


" Harusnya aku tak pernah membawamu kemari sejak awal" kalimat tuan Carlos terhenti sejenak mengingat awal pertemuannya dangan Clary hingga akhirnya ia memerintahkan Mike untuk merekrut dan melatih gadis itu sebagai mesin pembunuh. Karena dia melihat ada bakat terpendam dan keberanian pada Clary.


" Harusnya kau menjalani hidup normal tanpa rasa trauma kalau saja aku tak membawamu ketempat ini."


Clary yang merasa lelah mentalnya akhirnya tertidur dalam pelukan tuan Carlos dengan isakan halus yang sesekali masih terdengar dari mulutnya.


Tuan Carlos menidurkan Clary diatas sofa yang dia rubah menjadi ranjang empuk dengan sekali menekan tombol. Mike pun masih setia berada diruangan itu mendampingi Tuan Carlos.


" Apa kau masih mencintainya?" tanya tuan Carlos datar yang dijawab anggukan oleh Mike.


" Kenapa kau tak mengejarnya lagi ? Aku rasa dia juga pasti masih mencintaimu" imbuh tuan Carlos.


" Aku tak punya cukup keberanian bahkan hanya untuk berhayal memilikinya" Mike mengusap kasar wajahnya. " Aku sudah melihat betapa menderitanya dia dengan trauma dariku dan Jason"


" I'm not sure that you are a MAN" Carlos menyunggingkan bibirnya seakan mengejek Mike. " Apa kau tak ingin bertanggung jawab atas trauma dan lukanya" Tuan Carlos berpaling menatap Clary yang sedang tertidur.


Mike hanya terdiam berusaha mencerna kata demi kata yang Carlos ucapkan. Carlos adalah satu - satunya orang yang paling mengerti Mike luar dalam. Kesulitan dan kesuaahan yang mereka lalui bersama dari nol membuat mereka seperti saudara yang mengerti satu sama lain. Carlos selalu menganggap Mike sebagai adik kesayangannya. Begitu pula Mike yang sangat setia karena merasa sangat berhutang budi pada Carlos.


" Jaga dia untukku. Untuk menebus kesalahanku karena membawanya kedunia kita dan untuk menggantikan pria yg terpaksa aku rebut darinya untuk putriku. Temani dia disini setidaknya untuk malam ini. Mungkin dia akan membutuhkanmu" Tuan Carlos pun beranjak pergi meninggalkan Clary dan Mike diruang bacanya.


......


Mentari mulai menampakkan kehangatan sinarnya. Clary membuka matanya perlahan karena merasa kehausan. Dia merasakan ada sesuatu yang berbeda. Dia membuka mata mengumpulkan nyawa dan kesadarannya kembali.

__ADS_1


Clary terkejut mendapati dirinya tidur dalam posisi berpeluakan dengan Mike. Dia segera melepaskan pelukannya dan bangkit dari tidurnya. Mike yang merasakan ada gerakan ikut membuka matanya dan mendapati Clary sudah duduk disampingnya.


" Kau sudah bangun?" tanya Mike dengan suara khas orang bangun tidur. Clary hanya diam tak menjawab pertanyaan Mike. " Oh shit, im late" gerutu Mike saat melihat jam yang masih melingkar ditangannya. Diapun segera bangun dan memanggil ART untuk membersihkan ruang baca itu karena Clary sudah lebih dulu pergi meninggalkamnya.


__ADS_2