
Clary masih menatap bola mata hitam Joan seakan mencari-cari apa yang sebenarnya ada didalam otak laki-laki itu. Entah mengapa sejenak terbesit rasa ingin memeluk lelaki dihadapannya itu. Seakan dia merasakan sesuaru yang lain di dalam hatinya. Namun bukan Clarisa kalau dia mendahulukan emosinya, dia tetep wanita yang berpegang pada logika. Dia menurunkan tangannya dari pipi Joan lalu sedikit mendrongnya.
"Joan aku ... emmm. .. boleh minta minum gak" lagi-lagi Clary mencari alasan logis agar Joan mau melepaskannya.
"Bi Inah" Joan berteriak tanpa bergeming sedikitpun.
"Ya den" sekilas terdengar suara dari balik pintu.
"Ambilkan air putih dan makanan kesini"
"Baik den"
Tak lama setelah itu terdengar ketukan pintu. Bi Inah pun datang dengan membawa sebotol air putih dan makan serta buah apel yang sudah dipotong.
" Makanlah biar badan kamu berisi" Joan menarik Clary agar duduk disofa.
" Biar gemuk maksutmu? Dihhh ntar pas udah gemuk kamu sembelih gitu"
" Ya gak lah. Kalo agak berisi kan jadi bohay"
" Suka cewek bohay kamu? Ya udah sono cari yang bohay.. Ngapain juga malah ngajakin pacaran aku??" Clary sedikit membuat drama pada setiap ucapannya.
"Enggak yang.. Gak gtu maksudku"
" Yang??? Palelu peyang" Clary masih menggerutu sambil memasukan potongan apel kedalam mulutnya.
Dengan sedikit campuran drama pada menu makan malam ke2 bagi Clary rupanya membuat dia lebih semangat untuk menghabiskan semuanya tanpa sisa. Dia pikir cara itu mujarab untuk meluapkan emosinya pada Joan.
* Btw ntu perut apa gentong neng?? Bukannya tadi da makan nasi goreng ya??!!🤔🤔 author jadi bingung*
* " Berisik lu thor. Kayak lu makannya gak banyak aja. Udah gitu tetep kurus juga. Ntu makanan lu simpen dimana thor???" *
* Eh.. eh... ngelunjak ni si Clary ama author. tunggu pembalasanku*
__ADS_1
* "Bales dendam itu ga baik"*
* Berisik lu. Balik sono ke kamar Joan*
O**k skip pertengkaran mereka kita kembali kekamar**.
Setelah kenyang, mata Clary pun mulai berat alias ngantuk. Dia pun segera menuju ranjang lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Dia sudah tidak memperdulikan Joan yang masih ada sekamar dengan dia.
Bukan karna dia cewek murahan atau kurang waspada. Tetapi karena dia pikir percuma ngusir tuh cowok, yang ada malah ribut trus malah gak bakal bisa tidur nyenyak. Lagian Joan yang punya rumah dan kunci kamar juga dia punya jadi walaupun dia mau keluar nanti pasti dia balik lagi kalau dia mau.
------
Lagi-lagi alarm di hp Clary berbunyi tepat pukul 5.00 am. Suaranya selalu sukses mambuat mata gadis itu terbuka. Perlahan ia coba menggeliat merenggangkan otot-ototnya. Kali ini ada rasa yang berbeda. Ia merasaka sebuah benda berat diatas perutnya.
Mata Clary membulat tatkala ia melihat tangan Joan memeluknya. Reflek gadis itu menendang Joan hingga terjatuh dari tempat tidur.
" Uhh.... " Joan yang masih setengah sadar tak tau apa yang terjadi hanya bisa mengadu kesakitan.
" Kamu gapapa?" Clary menghampirinya dan berpura-pura perhatian. "Maaf ya aku gak sengaja".
" Mau kemana?"
" Kamar mandi"
" Ngapain? "
" Masak😑"
" Dapurnya dibawah. Biar bibi aja yang masak. Itu kamar mandi" celoteh Joan masih setengah sadar dan setengah terkapar.
" Ya emang ini kamar mandi" tanpa mempedulikan Joan lagi Calry segera masuk kamar mandi dan mengunci pintunya.
TOK TOK TOK TOK
__ADS_1
Pintu kamar mandi diketok oleh Joan. Dia memberika paper bag kepada Clary melalui celah pintu yang sedikit dibuka oleh Clary.
Setelah mandi, Clary mengeluarkan isi paperbag itu. Ada dres panjang santai tapi terlihat mewah dengan lengan sesiku dan bagian leher yang terbuka. Tak lupa juga berisi pakaian dalam wanita yang benar-benar pas saat dia pakai.
Clary pun keluar kamar mandi dengan mengenakan dress tadi. Yah walaupun terbilang sangat jarang dia memakai dress tapi dia tidak merasa canggung karena di beberapa kesempatan dia pasti memakainya saat tidak bepergian dengan sepeda kayuhnya.
Glekk
Joan terpanah melihat gadis itu memakai pakaian yang tidak biasa ia pakai. Joan melihat sekilas bagian leher Clary. Segera dia bangun dari tempat tidur dan melangkah mendekati Clary.
Clary yang menyadari gerak gerik Joan segera memundurkan langkah kembali mendekati kamar mandi. Tepat saat Joan sudah dekat dengannya, Clary menutup mulut dan hidungnya dengan salah satu telapak tangannya dan tangan yang lain membuka pintu kamar mandi.
" Mandi dulu gih. Ato seenggaknya sikat gigi. Aku ogah ciuman sama jigong kamu yang kemana-mana"
KRAAAKKK
Seakan disambar pertir dan dikutuk menjadi batu. Sontak saat mendengar kalimat dari Clary, Joan hanya bisa membatu dan merasa malu. Hingga jiwa romantis yang menginginkan morning kiss lenyap bagaikan abu.
* Rasain lu Jo. Lagian jorok. Mana mau cewek dicium ama jigong*
* "Rese lu thor. Ganggu momen romantis gue aja. Dasar jomblo" (Joan)*
* Diiiihhh.. Gue punya suami kelessss... Cuman jauh*
* Dasar jablay lu thor. Gangguin orang pacaran aja" (Joan)*
* Ku berani ngatain gue lagi awas lu. Ntar gue kirim cowok kelas berat buat saingan lu*
" Ampun thor. Gue kan becanda. 😙😚😙😚" (Joan)
* Tanpa menjawab, authorpun menendang pantat Joan agar segera masuk ke kamar mandi.*
AUTHOR POV
__ADS_1
Maaf ya temans kalau novelnya receh. Maklum masih belajar. Trus maap juga klo authornya suka tiba-tiba nongol gangguin mereka. Itu sebuah bentuk kegabutan yang hakiki.😚
Makasih buat yang nyempetin waktu buat mampir. semoga selalu sehat dan bahagia. amin