
Suasana seketika hening. Clarisa duduk sambil memeluk Alan untuk menenangkannya. Dia mengusap lembut punggung kakaknya. Mike masih meringis kesakitan sambil sesekali mengusap darah yang mengalir dipelipis dan ujung bibirnya.
Akhirnya sekarang merekapun duduk bertiga dilantai dan saling berhadapan. Alan masih menatap tajam pada Mike, begitupun Mike yang balik menatapnya penuh kekesalan. Ingin sekali dia menghabisi Alan jika saja dia bukanlah calon kakak iparnya.
Clary menundukan wajahnya sambil duduk bersila. Dia merasa sangat lelah dengan apa yg terjadi hari ini. Sesekali dia menarik nafanya dalam-dalam dan membuangnya kasar.
"Mas udah ijin kalau kita keluar?" Clary teringat jika mereka meninggalkan rumah dengan buru-buru.
"Mas udah bilang sama istri mas kok. Biar nanti dia yang bilang sama ayah kalau nanyain kita."
"Mas bilang kita mau kemana?" tanya Clary.
"Nongkrong ngopi sebelum kamu dibawa kabur bule gila ini." ujar Alan sambil menunjuk Mike dengan dagunya.
Clary hanya ber'oh' ria menanggapi penjelasan kakaknya.
"Nginep sini aja ya dek. Mas ngantuk. Capek abis mukulin ba****ngan ini." Alan menarik Clary menuju ranjang lalu merebahkan tubuhnya. Dia melemparkan sebuah bantal kepada Mike dan menyuruhnya tidur di sofa. Mike menangkapnya lalu merebahkan dirinya disofa. Mereka bertiga pun telah terlelap dalam mimpinya masing-masing.
****
Tibalah hari pernikahan mereka dimana dilakukan disebuah aula tanpa altar dan hanya penandatanganan sertifikat pernikahan resmi saja. Tanpa ada ijab kabul seperti dalam agama Clarisa ataupun altar dan pendeta yang akan menuntun mereka mengucapkan janji suci. Perbedaan agama yang mereka anut membuat mereka harus bertoleransi dengan keyakinan yang sama-sama tak bisa mereka tinggalkan.
Mike memasangkan cincin dijari manis Clarisa dengan inisial MC dibagian dalam cincin. Begitupun cincin yang dipasangkan Clarisa di jari Mike. Mike terus tersenyum disepanjang pesta. Dia tampak semakin tampan dengan setelan jas berwarna putih tampak sangat serasi dengan gaun putih lengan panjang milik Clarisa.
Para tamu undangan satu persatu memberi ucapan selamat kepada mereka. Termasuk Joan dan Rudi yang notabenya adalah para mantan Clary. Begitupun Alberto dan Willyam yang datang atas undangan Clarisa.
Alberto sengaja mendekati Clary dan membisikan banyak pujian pada wanita itu. Apa lagi kalau bukan untuk memancing kemarahan Mike si pengantin pria. Bahkan saat acara dansa pun Alberto sengaja mendahului Mike dengan merebut dan menarik tangan Clary untuk berdansa dengannya.
Clarisa menuruti semua perlakuan Alberto karena dia memang tau niat pria itu dan dia ikuti permainannya dalam membuat jengkel Mike yang sekarang sudah resmi menjadi suaminya.
Alan dan Jonas tersenyum senang melihat suami dari saudara perempuan mereka terlihat kesal. Mereka semakin membuat ulah dengan bergantian mengajak Clary berdansa hingga Mike tak punya kesempatan untuk melakukannya dengan Clary karena saat tiba dia mengajaknya berdansa, Clary malah mengeluh tumitnya sakit karena terlalu banyak bergerak dengan heelsnya.
__ADS_1
Saat acara telah usai. Keluarga Clarisa menginap dimansion Tuan Carlos. Sedangkan Clary dan Mike pulang ke apartemen Mike. Clary tampak sangat lelah dan segera masuk ke kamar untuk mandi dan mengganti gaunnya dengan pakaian rumahan ala dirinya.
Clary berdiri didepan cermin berusaha meraih resleting gaunnya yang berada dibagian punggung. Benar saja dia kesulitan melakukannya hingga dia terpaksa memanggil Mike dengan jantung yang tiba-tiba berdebar tak karuan karena memikirkan hal mesum yang mungkin akan dilakukan Mike saat membuka resleting gaunnya.
"Kenapa memanggilku?" tanya Mike yang kini sudah berdiri tepat dibelakangnya.
"Tolong buka ini." Clary menunjukan resleting dengan salah satu jarinya.
"Apa kau sedang berusaha menggodaku?" bisik Mike ditelinga Clary membuat darahnya berdesir aneh.
"Aku tak perlu menggodamu karena kau sudah tergoda walaupun aku menutupi tubuhku dengan tong sampah sekalipun." jawab Clary datar enggan menanggapi godaan Mike.
"Benarkah?" dengan senyum devilnya Mike dengan cekatan menarik resleting sekaligus gaun Clary hingga terlepas dan kini menampakkan tubuh Clary yang hanya menggunakan bra dan celana dalam.
"Sudahlah. Ayo mandi. Kau bisa melakukannya disana." ucap Clary malas dan datar. Seakan sudah mati rasa kepada Mike.
"Eh??? kenapa dia tidak merasa canggung sedikitpun?" Mike bergumam dalam hati mendapati ekspresi Clary tidak sesuai dengan ekspektasinya. Dia membayangkan Clary yang akan malu-malu dengan pipinya yang bersemu merah. Namun kenyataannya malah Clary yang berinisiatif mengajaknya mandi bersama dan melakukan itu.
BLAMMM
"Ah sial kenapa aku selalu menjadi bodoh didepannya!!??" Mike mengutuki kebodohannya karena melamun tadi.
Mike mencoba mengetuk pintu kamar mandi dan berteriak meminta Clary membukannya. Namun tak terdengar jawaban apapun dari dalam kamar mandi. Hanya gemericik air yang menandakan ada seseorang yang sedang beraktifitas didalamnya.
Mike pun menyerah dan pergi kedapur. Dia menyiapkan coklat hangat dan makan malam untuk Clary yang sekarang sudah sah menjadi istrinya. Mike tau betul kebiasaan Clary jika lelah dia akan segera mandi lalu makan setelah itu tidur. Tapi malam ini Mike bersumpah membuat Clary kenyang tapi takkan membiarkan dia tidur dengan lelap.
Beberapa saat kemudian Clary sudah keluar menuju meja makan dengan menggunakan hotpen dan tangtop longgar andalannya jika didalam rumah.
"Kau sudah makan?" tanya Clary
"Aku menunggumu." jawab Mike.
__ADS_1
"Mandilah lalu kita makan bersama." titah Clary yang segera dijawab dengan anggukan oleh Mike. "Cepatlah. Aku lapar." imbuhnya lagi.
Setelah Mike mandi, dia segera menuju meja makan. Mereka berdua makan dengan penuh hikmat tanpa 1 katapun yang keluar dari mulut mereka hingga acara makan selesai.
Clary segera menuju kamar setelah membereskan dan mencuci prabotan bekas makan dan bekas Mike masak. Dia merebahkan tubuhnya di kasur lalu bringsut masuk kedalam selimut tebal.
Mike yang sedari tadi duduk di depan meja rias segera berdiri lalu mendekat pada ranjang. Dia merangkak naik keranjang lalu ikut masuk dalam selimut yang Clary gunakan untuk menutupi tubuhnya.
Mike mulai mengelus dan mengecup lembut pundak Clary. Dia memeluk wanita yang kini sedang tidur membelakanginya. Sesekali tangannya mengusap lembut kepala Clary dan menghirup aroma wangi yang menyeruak mengganggu indra penciumannya hingga membuat jiwa kelelakiannya meronta.
"C.. are you sleeping?" tanya Mike pelan.
"Hemmm." terdengan jawaban malas dari Clary yang matanya masih terpejam. Ya Clary memang benar-benar merasa kelelahan hingga dia tertidur dengan pulasnya.
Mike membalikan tubuh Clary perlahan agar dia terlentang. Mike memandangi wajah wanita yang sedang tertidur dengan pulasnya. Dia mulai menyingkirkan helaian rambut hitam Clary yang menutupi wajahnya. Sedikit demi sedikit dia mula mengusap lembut wajah dan bibir Clary.
Jiwa lelakinya mulai bergejolak lagi. Diapun mengecup bibir Clary dengan lembut namun semakin lama semakin dalam dan terasa menuntut. Dia merasa tidak ada respon dari Clary sedikit merasa kesal. Walaupun dia sendiri juga sadar jika Clary akan tidur seperti mayat jika dia kelelahan. Namun lelaki tetaplah lelaki apa lagi dengan status suami istri. Mike yang sudah tidak dapat menahan gejolak dalam dirinya mulai membuka pakaian Clary satu persatu hingga menampakkan tubuh polos wanita yang dicintainya.
Clary hanya sesekali menggeliat saat merasakan sesuatu mengganggu tidurnya. Namun dia masih tak bergeming dari dunia mimpinya. Hingga dia terkejut dan bangun saat dia merasa sakit di bagian pahanya.
Clary membuka matanya mengumpulkan semua kesadarannya. Dia melihat kepala Mike berada diatas pahanya. Dia sangat terkejut mendapati tubuhnya yang sudah polos tanpa sehelai benangpun.
Clary menghentakkan kakinya agar Mike melepaskan gigitan di pahanya. Clary segera menarik selimutnya lagi dan menutupi seluruh tubuhnya.
Mike yang masih duduk diranjang dengan cepat menarik selimut itu lagi. Dia mulai mendekat dan menyentuh seluruh tubuh Clarisa yang membuat darah mereka semakin mendidih saja.
"I'll do it." Mike menatap sayu pebuh damba.
Clary membalikan badanya hingga telungkup tanpa menjawab perkataan Mike. Tangan Clary menangkap dan menahan tangan Mike yang semakin liar ditubuhnya. Clary menariknya agar Mime mendekapnya.
"Aku lelah." Clary melingkarkan tangan Mike ditubuhnya.
__ADS_1
"Tidurlah. Kita akan melakukannya besok." Mike mengecup punggung Clary yang menempel pada dadanya.
Merekapun terlelap tanpa busana dan tanpa melakukan apa-apa seperti pasanfan pengantin baru biasanya.