Entahlah

Entahlah
WARNING 20+


__ADS_3

***Adek- adek mohon bijak ya. part ini sangat boleh di skip buat yang belum cukup umur.***


"Aaaargggg!!!" Rudi berteriak keras meluapkan rasa frustasinya. Lalu dia mendorong paksa tubuh Clary di ranjang dan mulai ******* kasar bibir istrinya itu. Tak sampai disitu, ulah Rudi yang menggila karena perlawanan Clary membuatnya hilang akal. Dirobeknya pakaian Clary dan mengikat tangan Clary dengan robekan kain tadi.


Clary berusaha keras agar terlepas dari cengkraman Rudi yang menggila. Tubuh Rudi yang lebih besar dan jauh lebih kuat darinya memang tidak mudah dia bereskan saat emosi seperti ini. Walaupun mungkin Clary masih bisa mengimbanginya saat berkelahi dengan otak Rudi yang masih Waras.


" Rudi jangan!!!" teriak Clary saat Rudi mulai melepas satu persatu pakaian mereka yang akhirnya menampakkan tubuh polos mereka. " Rudi pliss sadar Rud.." tak terasa cairan bening keluar dari mata Clary.


Rudi tak sedikitpun mengindahkan permintaan Clary. Dia semakin ganasnya memaksakan untuk memasukan miliknya kedalam milik Clary.


" Aaahhhh..." teriak Clary saat Rudi mencoba memasukan miliknya. " Aaahhhh.. Rudi sakit..ahh Rud..."


" Tahan sayang. Sedikit lagi." Rudi mengecup kening Clary sekilas lalu membenamkan bibirnya dibibir Clary untuk mengalihkan rasa sakit Clary dibawah sana.


Malam ini terasa sangat panjang dan menyedihkan untuk Clary. Rudi dengan buasnya melakukan itu kepadanya hingga berkali kali. Entahlah, dia tidak tahu setan apa yang sedang berada di otak Rudi. Dia hanya bisa menahan sakit dihatinya dengan menangis sampai akhirnya dia tertidur.


***


Sinar matahari mulai masuk menerangi ruangan. Clary mengerjapkan matanya perlahan. Berusaha mengumpulkan kesadaran dan ingatannya semalam. Tubuh polosnya masih terbungkus selimut tebal. Tapi dia tidak melihat keberadaan Rudi disana. Sejenak dia terdiam dalam lamunannya. Dia bingung harus bersikap bagaimana selanjutnya. Clary pun bangun hendak membersihkan dirinya dikamar mandi.


BRUKKKK...


" Aaaaaaa.." Clary terjatuh saat akan melangkah karena dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya terutama dibagian kewanitaannya.


Rudi yang mendengar teriakan itu segera berlari menghampiri Clary dan menggedongnya lagi ke kasur.


" Kamu mau kemana?" tanya Rudi lembut


" *K*amu?" bisik Clary dalam hati. Mereka memang tidak pernah menggunakan kata itu.


" Kok diem?" tanya Rudi. " Maafin aku ya. Pasti kamu kesakita. Ayo aku antar ke kamar mandi" Rudi menggendong Clary yang masih berbalut selimut.


Rudi sengaja membawa Clary kekamar mandi didalam kamarnya karena hanya di kamar mandi itu yang ada bathtubnya.


" Aku bantu kamu mandi " kata Rudi setelah mengisi bathtub dengan air hangat.


" Gak usah. Aku bisa sendiri." jawab Clary ketus.


" Kamu malu? Aku udah ngeliat dan ngerasain semua sayang." ucap Rudi penuh arti.


" Rudi cukup Rud...!" teriak Clary sembari menutupi kedua telinganya

__ADS_1


Rudi tidak mengindahkan kata- kata Clary. Dia segera mengangkat tubuh Clary dan meletakkannya dengan lembut di bathtub. Dengan telaten dan lembut dia membersihkan tubuh istrinya.


FLASH BACK ON


" Au... Clair sakit." rudi kesakitan saat Clary membersihkan lukanya.


" Manja lu gini aja sakit" Clary telaten menemani Rudi di Rumah sakit dan merawatnya.


" Clary sakit!!" teriak Rudi lagi saat tak sengaja lukanya tersentuh tangan Clary yang membersihkan badannya.


" Lu ngomel lagi gue tinggal ni." ancam Clary. " Nanti istirahat gue kesini lagi sama kak Mel" Clary menyeselaikan tugasnya merawat dan mengganti pakaian Rudi.


Clary setia menemani dan merawat Rudi 4 hari ini karena dia mengalami kecelakaan tabrak lari. Untuk sementara tangan kanan Rudi tidak bisa bergerak bebas karena mengalami patah tulang. Melisa juga selalu datang untuk merawat kekasihnya itu.


Saat jam istirahat kantor tiba Melisa dan Clary segera pergi ke rumah sakit untuk menjemput Rudi karena dia sudah diperbolehkan pulang hari ini.


Clary menyelesaikan pembayaran dirumah sakit, sedangkan Melisa membantu Rudi berkemas. Setelah semua beres Rudi dan Melisa menuju ke apartemen menggunakan taxi online, sedangkan Clary mengendarai motor karena nanti dia harus kembali kekantor bersama Melisa.


--------


Sepulang dari kantor Clary dan Melisa kembali menuju apartemen Rudi. Bisa dibilang Rudi sangat beruntung karena istri dan kekasihnya begitu rukun dan menyayanginya. Rudi tertawa berandai- andai.


" Lu kali yang geser. Sini deh gue bisikin." Rudi memberi isyarat pada Clary untuk mendekatkan telinganya. " Rukun banget lu sama pacar suami lu" Rudipun tertawa renyah.


"Brengsek lu. Lu pikir suami gue siapa oneng" PLAKK .. Clary memukul kepala Rudi.


" Au... sayang kepalaku dipukul sama Clary" rengek Rudi mengadu pada Melisa


" Kalian rukun bentar aja kenapa si" Melisa pun selalu jengkel setiap kali harus melerai pertengkaran mereka.


" Kak Mel bilangin tuh sama kekasihmu kalo ngomong jangan suka ngaco. Masak dia bilang aku rukun sama pacar suamiku."


" Ya udah kalau gitu kamu juga nasehatin suami kamu biar berhenti godain istrinya" Melisa tersenyum senang karena berhasil membuat Clary jengkel.


" Dasaaaaarrr... kalian pasangan gila. Sebel gue" Clary pun beranjak pergi meninggalkan sepasang sejoli yang tertawa terbahak- bahak.


Waktu hampir jam 7 malam. Melisa berpamitan untuk pulang setelah makan malam di apartemen Rudi. Clary mencuci piring bekas makan tadi dan menyiapkan air hangat di bathtub untuk mandi Rudi.


" Mandi dulu gih da gue siapin airnya"


Mendengar panggilan itu Rudi segera masuk kekamar mandinya.

__ADS_1


" Clair bantuin" pinta Rudi saat melihat Clary akan beranjak keluar dari kamar mandi.


" Oh iya lupa... sini" Clary dengan sigap dan perlahan melepaskan pakaian Rudi hingga hanya menyisakan boxernya saja.


" Clair."


" Hemm" Clary membantu Rudi untuk mandi karena tangan Rudi yang patah belum bisa digerakkan.


" Lu gak malu mandiin gue?" tanya Rudi


" Yang harusnya malu tuh lu dah tua masih dimandiin"


" Kalo gue gak cidera juga gue mandi sendiri oneng"


" Lu waktu itu udah ijab kabul kan?" Rudi menganggukkan kepala sebagai jawaban pertanyaan Clary. " Ya udah, berarti gue berhak mandiin lu." jawaban Clary itu cukup membuat Rudi terdiam. Dia tak tau harus bicara apa lagi. Karena memang faktanya mereka adalah suami istri yang sah dan Clarisalah yang memang berhak melihat ataupun menyentuh tubuhnya.


Clarisa trus melanjutkan aktifitasnya membantu Rudi mandi hingga berganti pakaian. Walaupun sebenarnya dia sangat malu melakukannya. Apa lagi saat dia melihat tubuh kekar Rudi dan menyentuhnya itu selalu berhasil membuat jantungnya meloncat kesana kemari. Tapi bukan Clarisa kalau dia tidak pandai menyembunyikan perasaannya. Dia selalu membuat jokes yang akan mengurangi kecanggungan mereka.


FLASH BACK OFF.


"Kamu inget apa yang kamu bilang pas aku kecelakaan?" tanya Rudi sembari menggosok punggung Clary lembut. " Waktu itu kamu juga mandiin aku disini. Pas aku tanya kamu gak malu mandiin aku, trus kamu jawab kalau kamu berhak ngelakuin itu karena aku sudah ijab kabul dulu" Rudi menarik lembut dagu Clary agar wanita itu mau menatapnya.


Mata merekapun saling bertemu, Clary menangkap sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dari mata Rudi. Sejenak Rudi menghentikan aktifitas menggosok punggung Clary. Dia menatap dalam- dalam mat hitam Clary. Rudi semakin mendekatkan wajahnya kepada Clary.


" Aku punya hak seutuhnya atas dirimu " ucapan Rudi terdengar menakutkan ditelinga Clary. Setelah mengatakan itu Rudi mencium lembut bibir Clary dan ikut masuk kedalam bathtub. " May i do it beyb?" suara Rudi mulai terdengar berat.


Clary diam tidak merespon ucapan Rudi. Dia masih bingung mencerna semua kalimat yang keluar dari mulut suaminya itu. Tubuh Clary tiba- tiba menegang saat merasakan sentuhan bibir Rudi di lehernya. " I need you now sayang". Tangan rudi pun mulai bergerak tak tentu arah menjelajahi tubuh Clary.


" Emm.. Rud.. boleh aku nolak kamu sekarang?" tanya Clarisa yang tak ingin membangunkan iblis dalam tubuh Rudi. " Aku lapar." dia mencari alasan yang tepat agar suaminya tidak melakukan hal yang semalam lagi padanya.


" Aku janji ini hanya sebentar." Rudi secepat kilat memaksa memasukan miliknya lagi kedalam milik Clary.


" Ah.. Rudi sakit" Clary masih saja merasa kesakitan dengan paksaan Rudi.


" Sssstttt.. Aku akan melakukannya pelan- pelan." Rudi mulai memaju mundurka miliknya yang sudah berhasil masuk kedalam Clary.


" Ahh Rudi.. ahh" desahan-desahan itu lolos kuluar dari bibir Clarisa membuat Rudi semakin bergairah.


Hampir 1 jam Rudi melakukan itu lagi kepada Clary hingga tubuh Clary benar- benar terasa lemas tak bertenaga. Dengan lembut Rudi membersihkan tubuh Clarya lalu menggendongnya keluar darikamar mandi.


" Sayang kamu pakai baju sendiri ya. Maaf bukan aku gak mau bantu kamu tapi aku gak tahan kalau harus melihat tubuhmu lagi. Aku takut hilang kendali dan melakukamnya lagi." Rudi memberikan pakaian Clary dan dibalas anggukan oleh Clary. Dia masih enggan berbicara karena bingung dengan sikap Rudi yang tiba-tiba berubah dan bahkan berani memaksanya melakukan itu, walaupun semua sah saja karena mereka suami- istri.

__ADS_1


__ADS_2