
12 jam berlalu terasa sangat lama dan canggung dalam perjalanan mereka. Mike berjalan berdampingan dengan Clary memasuki sebuah mansion mewah dengan penjagaan sangat ketat.
Mereka segera menuju ruangan dimana bos yang sedang menunggu kedatangan mereka. Ruangan yang didominasi warna hitam terlihat mewah dan elegan
" WELCOME BACK.. C"
Clary menundukan kepala sekilas sebagai rasa hormat pada bosnya.
" How are you girl? " tanya lelaki paruh baya yang masih tampak gagah.
" Not bad Sir" Clary menjawab datar.
" Apaka dia seperti ini sejak tadi?" pria itu beralih menatap Mike. " Bukankah aku sudah menyuruhmu memberi tahunya tugas kali ini" sambung pria itu.
" I did Sir" jawab mike tanpa menatap tuannya.
Pria itu adalah Clarlos Adam, seorang pemimpin gengster sekaligus pengusaha yang terkenal di negara T . Seseorang yang cukup berpengaruh didunia gelap.
FLASH BACK ON 8 tahun yang lalu
Hujan begitu derasnya mengguyur kota J. Clary memakai mantelnya agar tidak basah karena kehujanan. Maklumlah dia harus mengayuh sepeda gayungnya untuk segera pulang ke kerumah karena hari sudah mulai gelap. Gadis enerjik itu menyusuri jalanan dan gang sempit untuk memperpendek jarak tempuh kerumahya.
BRAKK DOR DOR..
Suara seperti tembakan berhasil tertangkap telinga Clary ditengah guyuran air hujan. Dia penasaran mencari sumber suara tersebut. Dengan waspada Clary menyusuri setiap gang dengan menuntun sepedanya. Sampai disebuah gang sepi yang agak kumuh dibelakang beberapa pertokoan, dia melihat seseorang sedang dikeroyok oleh beberapa orang lainnya.
Clary segera mencari sesuatu disana untuk dia jadikan senjata. Entah nalurinya yang suka berkelahi atau rasa kasihan saat melihat darah bercucuran diwajah orang yang dikroyok tadi, hati Clary tergerak untuk membantunya.
Dilihatnya ada sebuah potongan besi sepanjang kira - kira 1 meter tergeletak disisi tempat sampah yang ada di lorong gang tersebut. Dengan cekatan dia meraih besi itu lalu berlari menuju krumunan orang yang sedang berkelahi. Clary mulai mengayunkan besi itu secara membabi buta, berusaha menyelamatkan pria yang di keroyok. Tapi naas perlawanan Clary harus berakhir saat seorang pria datang dan memukul tepat di tengkuk Clary dan membuatnya pingsan.
Clary membuka matanya perlahan berusaha mengembalikan ingatannya. Dia kaget saat mendapati tubuhnya terikat dan tergeletak disebuah ruangan dengan banyak pria berpakaian serba hitam.
Seseorang dari mereka menarik tubuh Clary kasar untuk membuat gadis itu berdiri.
" Ah.." pekik Clary.
" Siapa kau?" tanya salah satu dari pria disana yang tampak seperti pemimpin mereka. " Apa hubunganmu dengannya?" pria itu menunjuk laki- laki yang terkulai tak sadarkan diri , entah mati atau pingsan.
Clary hanya terdiam masih belum tau apa yang sebenarnya terjadi.
" JAWAB!!!!" bentak pria tadi.
" Hei...lembutlah sedikit. Dia hanya gadis kecil." kata seorang pria yang baru saja masuk ke ruangan itu dan dijawab anggukan oleh orang yang membentak Clary tadi.
" Hei kid tell me whats your name?" kata pria tadi lembut. " Do you can speak english?" tanyanya lagi. Clary masih terdiam tanpa kata.
" Buka ikatannya" perintah orang itu. " Katakan siapa namamu nak" ucap orang itu lembut.
" Clary mister" jawab Clary polos karena melihat orang didepannya adalah bule.
" Apa kamu memiliki hubungan dengan orang itu?" tanyanya lagi masih dengan nada lembut. Clary hanya menggelengkan kepalanya. " Apa kau mengenalnya?" lanjutnya lagi.
" Tidak mister" jawab Clary ketakutan.
" Lalu kenapa kau bertarung menolongnya?" tanya orang itu sambil tersenyum.
" Aa.. aku .. aku hanya kasihan melihatnya" jawab Clqry terbatah
" Oh lihat betapa baiknya gadis kecil ini" kata orang tadi sambil mengarahkan pandangannya ke arah pria galak yang membentak Clary.
" Apakah kau tau nak. Dia adalah orang yang sudah menghianati kami dan berencana membunuhku. Jadi dia pantas mendapatkan hukuman. Dimana rumahmu? Biarkan kami mengantarkanmu pulang. Pasti orang tuamu khawatir. Aku juga memiliki seorang anak gadis sepertimu, tapi umurnya lebih muda" orang itu meraih tangan Clary lembut dan mengajaknya pergi dari tempa itu.
__ADS_1
FLASH BACK OFF.
" Aku tahu kelembutan hatimu nak. Karena itu aku melepaskanmu dan tak ingin kau menjalani hidup seperti kami. Tapi apakah kamu tidak merindukan Kimberly?"
" Tentu aku merindukannya Tuan." jawab Clary datar.
" Dia akan aku jodohkan dengan seorang laki- laki baik dari negaramu. Aku membutuhkanmu untuk melatihnya. Setidaknya mungkin dia lebih mengerti saat kau yang menjelaskan pelatihan itu padanya" Jelas tuan Carlos.
" Apa dia sudah disini Tuan?"
" Ya. Almost 3 mounts. Sekarang kau beristirahatlah. Besok akan kuperkenalkan kau dengannya."
......
Keesokan harinya Clary bangun dari tidurnya. Dia segera mandi dan meraih pakaian yang sudah tertata rapi di dalam lemari yang ada dikamar itu. Yah itu adalah kamar pribadi miliknya yang berada di mansion itu. Clary merupakan salah satu anak buah atau bisa dibilang anak angkat dari Tuan Carlos.
Clary segera menuju ke ruang makan karena sudah tradisi disana setiap anggota kluarga harus sarapan bersama dengan Tuan Carlos. Begitupun Clary dan Mike yang sudah dianggap kluarga oleh tuan Carlos.
Clary memakai pakaian cassual sporty sesuai dengan gayanya setiap hari dan mengikat gulungan tambutnya ke atas. Dia berjalan dengan santai namun sopan menuju meja makan tanpa dia sadari sepasang mata sedang menatapnya dari tadi.
Setelah sarapan tuan Carlos dan Mike mengajak Clary berkendara menuju sebuah tempat pelatihan khusus mereka. Mereka bertiga berjalan bersama dengan Tuan Carlos berada disamping Clary dan menggandeng tangannya selayaknya seorang ayah pada putrinya.
" Apa hubungan kalian sudah membaik?" pertanyaan tuan Carlos untuk Clary sukses membuat tubuh gadis itu bergetar.
" Maaf tuan" jawab Clary datar.
" Baiklah jangan dipikirkan lagi. Sekarang kau harus fokus melatih calon menantuku."
Mereka pun sampai di sebuah lapangan tembak. Clary sangat tidak asing dengan tempat itu karena dia juga pernah merasakan pelatihan keras disana beberapa tahun lalu, hingga dia sekarang menjadi salah satu penembak jitu terbaik milik Carlos.
Mereka berjalan menuju seseorang yang sedang bersiap - siap untuk berlatih menembak hari ini.
" Good morning Jonatan.." sapa Carlos
" JONATAN???"
" CLARISA??"
Mereka saling memanggil bersamaan.
" Kalian saling kenal?" tanya Carlos.
" Dia... ah maaf. Dia temanku di Indonesia jadi aku mengenalnya" jawab Clary yang hampir keceplosan mengakui Joan adalah kekasihnya. Untunglah otaknya cepat memberi signal agar dia menyembunyikannya. Dia takut kalau ternyata Joan lah yang dijodohkan dengan Kimberly putri Carlos.
Carlos dan Mike segera mempersilahkan Clary untuk memulai melatih Joan dan duduk agak menjauh agar tidak mengganggu mereka saat latihan. Merekapun memulai latihan lagi dari dasar karena menurut Clary kemampuan dasar menembak Joan sangat buruk.
" Jadi ternyata ini yang kamu bilang akan sibuk beberapa bulan kedepan?" tanya Joan sinis.
" Fokuslah" jawab Clary datar
" Apa kita seasing ini?" tanya Joan sambil mengarahkan pistolnya ke target.
Dor.. satu peluru melesat dan sedikit meleset dari target.
" Hanya sekedar teman? Bagus juga caramu mengabaikanku." kata Joan sambil berbisik di telinga Clary.
Mereka tidak menyadari bahwa sedari tadi dua pasang mata diam - diam mengawasi mereka dengan tajam.
" Cari tau hubungan mereka" perintah Carlos kepada Mike.
Disisi lain Clary yang menyadari bahwa mereka sedang diawasi, berusaha senatural mungkin bersikap pada Joan dengan tidak menanggapi semua sindiran Joan.
" Apa lagi yang masih kau sembunyikan dariku?" tanya Joan sinis.
__ADS_1
" Sebaiknya lu tanya ke kaca" Clary mulai jengah.
" Kenapa kamu gak ngakuin aku sebagai kekasihmu didepan mereka" Joan masih belum mengetahui dengan baik siapa sebenarnya calon mertuanya.
BRAKK..
Clary meletakkan kasar pistol yang ia genggam di atas meja besi didepannya.
" Lu sendiri kapan lu pernah ngomong ke gue kalo ternyata mau nikah sama Kimberly?" Clary menatap tajam wajah Joan.
" Clair!" Joan menarik tangan Clary saat Clary akan beranjak meninggalkannya.
" Jangan berlebihan. Mereka bukan orang sembarangan. Latihan hari ini cukup sampai disini " Clary melepas tangannya dan melangkah pergi.
Clary melangkah cepat menemui Tuan Carlos dan Mike untuk meminta ijin menghentikan latihan hari ini karena dia merasa masih lelah. Padahal itu semua hanya alasannya saja untuk menghindar dari Joan dan menenangkan dirinya yang sedang kecewa atas kebohongan Joan.
Mereka bertiga pun kembali ke mansion untuk mengantarkan Clary pulang sebelum pergi lagi menuju perusahaan Tuan Carlos.
Clary segera menuju kamarnya dan membanting tubuhnya diatas ranjang. Dia meraih Hp nya yang berada diatas nakas sebelah tempat tidurnya. Dia melihat beberapa panggilan dari Joan.
Clary memutuskan untuk menelpon balik kekasihnya itu.
" Apa lu mau jelasin sesuatu ke gue?" tanya Clary to the poin saat telpon tersambung.
" Aku minta maaf. Aku gak punya pilihan lain. Semua sudah diatur 4 tahun lalu." nada bicara Joan menyiratkan betapa menyesalnya dia.
" Lalu kenapa lu maksain hubungan ini lagi ke gue. Apa lu niat mainin gue? Gak abis pikir gue sama kelakuan lu" suara Clary bergetar menahan tangis.
" Aku gak nyangka kalau kita ketemu lagi dan ternyata cintaku masih tetap sama ke kamu Clair"
" Cinta kamu bilang? Denga sengaja nyembunyiin pertunanganmu dengan alasan urusan bisnis. Apa lu sengaja bikin gue gila dengan ngilang lagi seperti dulu?" suara Clary terhenti sejenak. "Keterlaluan lu Jo."
Tuuut tuuutt tuuut.." Clair.. halo.. Clair." sambungan telponpun terputus karena Clary melemparkan dengan keras phonecellnya kelantai hingga hancur dan rusak.
Disisi lain Mike yang sudah memasang penyadap di hp Clary saat gadis itu sedang sibuk melatih Joan. Dengan penyadap itu akhirnya Mike dan Carlos bisa mendengar semua percakapan antara Clary dan Joan.
Carlos mengertakkan giginya. Rahangnya mengeras menahan emosi. Apa lagi saat dia sudah mendapatkan kabar dari anak buahnya kalau sebenarnya Clary dan Joan memanglah sepasang kekasih bahkan sebelum dia menjodohkan putrinya dengan Joan.
Ingin sekali rasanya Carlos membunuh Joan karena merasa dipermainkan oleh laki -laki muda itu. Tapi niatnya diurungkan mengingat Joan adalah satu-satunya lelaki yang dicintai oleh putrinya.
Malam harinya Clary masih setia mengurung dirinya dalam kamar. Bahkan dia melewatkan makan siang dan makan malamnya.
Tok tok tok tok.
Clary bangkit dari tempat tidurnya dan melangkah membuka pintu kamarnya. Terlihat Mike sudah berdiri didepannya.
" Tuan memanggilmu keruang baca" kata Mike datar.
Clary sudah bisa menebak pasti mereka sudah mencari tahu hubungannya dengan Joan karena pertengkarnnya dengan Joan tadi pagi.
" Any reason kid?" tanya Carlos to the poin karena dia juga yakin gadis cerdas didepannya dapat menangkap arah pembicaraannya.
" I'm sorry Sir." jawab Clary sambil menundukan wajahnya.
" Do you will let him go?" tanya Carlos yang lebih tepatnya memaksa Clary meninggalkan Joan.
" Yes Sir." jawab Clary yakin karena pasti itu yang terbaik untuk mereka dan tidak menantang maut.
" Are you sure?" tanya Carloa dengan tatapan mengintimidasi.
" Aku akan melepaskannya sama seperti yang aku lakukan sebelumnya kepada orang yang berbeda" jawaban Clary membuat Carlos mengalihkan pandangannya kepada Mike.
Ekspresi Tuan Carlos pun berubah sendu seakan menyiratkan penyesalan dihatinya.
__ADS_1
" Come on honey" Tuan Carlos membuka lebar kedua tangannya meminta Clary mendekat lalu memeluk tubuh gadis itu dengan penuh kasih sayang.