Entahlah

Entahlah
BUKAN MALAM PERTAMA


__ADS_3

Pukul 3 dini hari Clarisa terbangun dari tidurnya karena merasa tenggorokannya kering. Dia melangkah turun dari ranjang dan meraih kimono mandi untuk menutupi tubuh polosnya. Dia kembali menutupi tubuh Mike dengan selimut yang sempat terbuka saat dia bangun tadi.


Mike membuka matanya dan menahan tangan Clarisa yg sedang merapikan selimut ditubuh Mike.


"Mau kemana?" tanya Mike dengan suara khas orang bangun tidur.


"Minum. Kau mau?"


"Ya. Cepatlah kembali."


Clary menuju dapur lalu membawa sebotol air dan dua buah gelas untuk mereka gunakan minum. Clary menuangkan air minum untuk Mike yang masih setia menunggunya di ranjang.


"Apa kau ingin melanjutkan tidurmu?" tanya Mike sambil memberikan gelas kosong pada Clary.


"Lakukanlah jika kau menginginkannya." Clary tampak sudah paham dengan tujuan tersirat dari pertanyaan Mike.


"Sudahlah kita tidur saja. Aku mengantuk." Mike menarik Clary kembali dalam dekapannya.


*****


Pagi pun menjelang. Clary bangun terlebih dulu dan menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Dia ingin membangunkan Mike untuk sarapan. Tapi niatnya urung dan mulai sarapan sendiri. Setelah itu dia keluar dari apartemen Mike dan joging di taman. Tak lupa sebelumnya dia meletakkan secarik kertas di meja makan yang bertuliskan pesan bahwa dia joging di taman.


Sinar mentari yang semakin menyilaukan berhasil membanginkan Mike dari tidurnya yang lelap karena tirai jendela yang sengaja dibuka oleh Clary.


Mike mengerjapkan mata perlahan. Mengumpulkan nyawa dan kesadarannya. Dia memandangi setiap sudut ruangan dan tak didapatinya Clary disana. Mike berjalan gontai keluar kamar berharap menemukan istrinya. Tapi nihil, dia hanya mendapatkan secarik pesan diatas meja makan. Bukannya dia tenang dengan pesan yang ditinggalkan Clary, dia malah panik dan segera meraih handphonenya.


Tuuuuut tuuut tuut...


" Ya?" Jawab suara disebrang telpon.


"Cepat pulang!!" teriak Mike lalu mematikan telponnya.


"Dasar pria tua." decak Clary mengutuki suaminya.


Tak berapa lama Clary pun sampai di apartemen. Dia membuka pintu dan meletakkan sepatu dirak khusus dekat pintu. Dia melangkah kedapur sambil melepaskan jaket hoodynya.


GRAB


Tangan kekar sudah berada dipinggang Clary. Sesaat Clary terkejut namun segera sadar saat dia ingat bahwa pasti suaminya yang melakukan itu.


" Kenapa kau pergi?" suara berat tepat berada ditelinga Clary hingga dia bisa merasakan hembusan nafas hangat dari Mike.


" Aku hanya jogging" jawab Clary datar.


Mike semakin megeratkan pelukannya sabil menciumi tengkuk leher dan pundak Clary yang terbuka karena dia hanya menggunakan tanktop.


" Kau wangi sekali." Clary menghirup aroma mint dari tubuh Mike.

__ADS_1


"Kau suka?" tanya Mike yang mengharapkan jawaban mutlak 'ya'.


" Hemm" jawab Clary datar. "Lepaskan. Aku mau minum." imbuhnya.


"No" Mike semakin sibuk bermain diarea leher Clary.


"Mike... aku mau minum aku haus. Aku juga mau mandi. Kau tau aku sangat berkeringat setelah jogging." Clary berusaha melepaskan pelukan Mike yang semakin erat.


"Come on.. aku akan membuatmu semakin berkeringat." Mike sedikit menggigit telinga Clary yang membuat darah wanita itu merdesir panas.


" Pipimu merah? Kau malu?" goda Mike.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Mike, Clary sekuat tenanga menginjak kaki pria itu hingga dia mengaduh kesakitan dan melepas pelukannya.


"Kau gila!!" teriak Mike.


"Dan kau lebih gila karena mencintai orang gila." cibir Clary sebelum dia menenggak habis air putih dalam gelasnya.


" Aw.. Mike!!!" pekik Clary saat Mike tiba-tiba mengangkat tubuhnya.


PRANGGG


Gelas yang akan Clary letakkan di mejapun jatuh karena terlepas dari tangannya. Dia mencoba meronta agar dapat keluar dari gendongan Mike. Ya.. kini tubuh Clary berada di bahu Mike. Dia nampak seperti karung beras yang diangkat oleh tukang dipasar-pasar.


BRUKKK


"Mike.. ah.. Mike look at me." suara Clary mulai parau bercampur dengan desahan yang lolos dari bibirnya saat tangan dan bibir Mike mulai liar menjamah setiap inci tubuhnya.


"Ssssssstttt..." Mike menutup mulut Clary dengan telunjuknya. Dia menatap sendu wajah wanita didepannya. Dia seakan tau apa yang akan wanita itu ucapkan dan dia tidak ingin mendengarnya atau emosinya akan memunculkan iblis dihatinya.


Clary tau keraguan dan kecemasan yang merajai pikiran Mike saat ini. Dia menatap lembut pada pria yang kini sah sebagai suaminya. Sengaja menutupi semua dilema dihatinya. Clary mengalungkan tangannya di leher Mike, membelai lembut rambut Mike untuk mencoba menenangkannya.


"Do it." Clary membulatkan tekad dan keberaniannya untuk mengatakan hal itu pada suaminya.


Tanpa aba-aba lagi Mike melancarkan semua aksinya. Membawa mereka dalam penyatuan yang sebenarnya dan bukan karena paksaan lagi. Kali ini Mike melakukannya dengan sangat lembut dan penuh cinta. Tidak seperti sebelumnya. Yang dia lakukan kapada Clary penuh nafsu dan emosi serta kemarahan.


Desahan dan erangan memenuhi seisi ruangan. Mike benar-benar menikmati permainannya kali ini. Dia sangat bahagia karena telah mendapatkan wanita yang selama ini dia cintai. Melakukannya dengan lembut dan penuh cinta membuat Mike ingin terus melakukannya lagi dan lagi. Walaupun Clary bukanlah wanita pertama yang ia tiduri tapi tetap saja dia merasakan hal yang berbeda yang membuatnya seperti candu.


"Kenapa kau sempit sekali? Apa milik mantan suamimu tidak sebesar milikku?" tanya Mike vulgar disela-sela permainannya.


"Diamlah. Aku bahkan hanya melakukannya 3 kali dengannya." Clary sebenarnya malu untuk mengakuinya.


"What??!!!" Mike menghentikan kegiatannya sesaat. " Oh God.. how lucky I am" Mike pun semakin bahagia mendengar kejujuran Clary.


" Mike you hurting me ah.." Clary mulai merasa kesakitan saat tingkah Mike semakin tak lama semakin tak terkontrol. " Mike stop it. We doing this allday." Clarisa mencoba melepaskan diri dari Mike dengan tenagan yang masih tersisa.


"No!!" jawab Mike tegas dan menatap sekilas mata Clary.

__ADS_1


"Mike please... ah.. Mike...ah..stop it.." suara Clary bercampur dengan desahannya membuat birahi Mike semakin memuncak.


Mike benar-benar tidak memberikan kesempatan Clary untuk beristirahat. Bahkan makan siang pun mereka lewatkan. Dia melakukannya berulang-ulang seakan tak pernah merasakan puas. Hingga matahari terbenam dan langit mulai gelap Clary harus rela menyerah pada Mike yang membuatnya terkulai lemas tak berdaya.


" Once more beyb.." suara berat Mike yang memohon dan sedikit memaksa pada istrinya dan dijawab dengan anggukan pelan dari Clary karena sekuat apapun dia menolak Mike tetap akan melakukannya.


Sejujurnya Clary sangat lelah dan kehabisan tenaga hingga tak mampu untuk menolak ataupun meronta lagi. Dia menerima dengan pasrah semua yang dilakukan suaminya pada tubuhnya. Mulai dari sentuhan, gigitan dan hingga semua tanda kepemilikan yang tersebar di setiap lekuk tubuh dan lehernya. Mike benar-benar seperti singa yang kelaparan memangsa habis tubuh Clary.


"Honey wake up. Ayo makan. Aku tau kau lapar." Mike membawakan makanan ke ranjang tempat Clary tertidur setelah kegiatan mereka yang cukup lama.


"Emmmm" Clary hanya nggeliat tanpa membuka matanya. Dia sangat lelah, tulang-tulangnya terasa remuk. Bagaimana tidak? Mike benar-benar menguasainya sedari pagi hingga malam tiba. Bahkan Clary tak sempat mandi setelah joging tadi pagi.


Mike mengecup kening Clary, menepuk pelan pipinya untuk membangunkannya. Mike tersenyum melihat Clary yang terus menyingkirkan tangannya yang dia rasa mengganggu tidurnya.


"Mike aku lelah. Berhentilah menggangguku." rengek Clary dengan mata yang masih terpejam.


"Hei setidaknya makanlah dulu sayang agar tubuhmu kembali segar saat bangun."


"Emmmm" Clary masih enggan membuka matanya.


"Bangun dan makanlah atau aku akan memakanmu lagi." bisikan Mike tepat ditelinga Clary ternyata mampu untuk membuat Clary tersadar dari mimpinya.


"Menyebalkan!!!" Clary bangun dan bersandar pada ranjang dan menutupi tubuh polosnya dengan selimut hingga ke dada.


Mike gemas melihatnya. Ingin sekali dia melakukannya lagi pada istrinya itu. Namun sekuat apapun seseorang juga pasti akan lemas dan loyo jika dia kurang makan. Maka dari itu Mike segera memasak makanan dan sekarang dia dengan telaten menyuapi Clary setelah tadi dia makan terlebih dahulu sebelum membangunkan istrinya.


Dengan sekejap sepiring spageti dan steak sapi serta kentang goreng dan sup asparagus bersih tak tersisa. Semua yang tadi Mike letakkan dipiring kini telah berpindah kedalam perut istrinya. Rupanya Clary sangat kelaparan setelah bertempur seharian dengan Mike.


"Susu coklat hangat. Kau pasti menyukainya." senyum manis Mike jelas terukir di bibirnya.


Clary meraih segelas besar susu coklat hangat kesukaannya. Dia meminumnya sampai habis. Entah dia memang kelaparan atau sedang kerasukan hingga dia tak menyadari jika telah menghabiskan makanan dalam jumblahnyang sangat banyak.


Mike tersenyum melihatnya. Dia mengusap lembut pucuk kepala Clary lalu membereskan semua bekas makanan Clary dan membawanya kedapur. "Istirahatlah. Nanti kita akan melanjutkannya lagi." godanya lagi.


Clary hanya diam segera bringsut masuk lagi dalam selimutnya tak mau berdebat dengan suaminya. Dia masi merasakan lemas walaupun sudah makan sangat banyak. Dia tak menyangka Mike akan sebuas itu kepadanya. Tak ada ampun baginya bahkan sedikit celah untuk bernafas dengan tenang pun dia tak sempat.


*******


Keesokan paginya Mike dan Clary mengunjungi mansion Tuan Carlos untuk mengajak kluarga Clary jalan-jalan. Mereka menggunakan mini bus agar semua terangkut dalam satu kendaraan. Mike pikir akan lebih menyenangkan jika bisa berada dalam satu kendaraan dengan banyak orang yang akan bercanda.


Untung saja negara itu sedang dalam cuaca yang dingin jadi Clary bisa menggunakan syal yang tentunya dia gunakan untuk menutupi semua bekas merah dari Mike. Kalau sampai mereka melihatnya sudah pasti dia akan jadi bahan bullyan dari kluarganya terutama Alan kakaknya yang super jail.


TAMAT


Terimakasih telah membaca novel ini semoga terhibur. Walaupun ceritanya memang kacau s3kacau pikiran saya.


Thank you so much.😙😙😙😙

__ADS_1


__ADS_2