
Setelah para perampok itu pergi merekapun akhirnya berjalan menuju halte terdekat untuk kembali pulang. Mereka masih shock jadi memutuskan membatalkan acara jalan-jalan mereka.
Setelah beberapa saat bus yang mereka tunggu pun datang. Merekapun segera masuk dan mencari bangku kosong.
"Apa sangat sakit? Kita ke klinik untuk memeriksakanmu" Willyam masih merangkul bahu Clary.
Merekapun akhirnya kekelinik dekat area guest house Γ gar memudahkan Clary untuk pulang.
Dokter hanya memberikan salep untuk lebam dan obat anti nyeri untuk mereka karena tidak terjadi hal yang fatal. Setelah itu Willyam segera mengantar Clary ke guess housenya.
"Istirahatlah. Besok aku akan kemari lagi." Will pun berlalu dari hadapan Clary.
Clary segera mengunci pintu depan dan masuk kedalam kamarnya. Dia menekan saklar lampu yang menempel di tembok dekat pintu.
"Mike?!" Clary terkejut melihat Mike duduk ditepi ranjangnya.
"Apa kau sudah menemukan pengganti Jason?" tamya Mike sinis.
"Bukan urusanmu. " jawab Clary datar.
"Aku tidak akan mempersulit kematiannya." smirk terukir di bibir Mike terlihat jelas oleh Clary.
"Sudahlah dia hanya kenalanku." jawab Clary tak ingin Mike melakukan hal gila. "Ayo, aku akan membuatkanmu makanan." Clary menarik tangan Mike mencoba mengalihkan perdebatan mereka.
Mike yang masih diliputi api cemburu menatap tajam pada mata Clary. Dengan cekatan dia menarik dan membantingkan tubuh Clary ke ranjang. Dipengangnya kedua tangan Clary agar dia tidak berontak. Tanpa disangka oleh Mike, Clary justru hanya diam dan menatap tajam pada wajah pria yang menindihnya itu.
Keduanya saling memandang seakan berbicara melalui telepati. Mike merasa sangat frustasi takut kehilangan wanita yang sudah membuatnya hampir gila.
Tatapan Mike semakin tajam seakan mencari celah kejujuran dari Clary. Sedangkan Clary yang tadinya menatap Mike seakan menantang sekarang berubah menjadi tatapan lembut. Dia seakan tahu emosi yang coba diredam oleh Mike.
"Mandilah. Aku tak suka bau pria lain menempel ditubuhmu." Mike melapaskan cengkramannya pada Clary. "Akan kusiapkan makanan."
Mike sibuk membuat makan malam selagi Clary mandi. Entah hubungan apa yang sedang mereka jalani sekarang. Clary tetap bersi kukuh menolak Mike, sedangkan Mike selalu bersikap posesive terhadap Clary.
__ADS_1
Setelah mandi, Clary menuju meja makan. Mereka berdua menyantap makanan dalam hening. Hanya terdengar suara alat makan yang sedang berbenturan.
Clary segera membereskan peralatan makan mereka setelah makan. Diapun mengambil sebotol susu coklat dan dessert untuk dibawa ke kamar.
"Apa kau tau siapa pria yang bersamamu?" tanya Mike datar.
"Kemungkinan dia mata-mata yang mengincarku." jawab Clary datar sambil duduk disofa kamarnya.
"Rupanya kau sedang menikmati permainanmu." senyum Mike sinis.
"Sudahlah. Aku baik-baik saja." jawab Clary datar. "Lagi pula dia cukup tampan." Clary melihat beberapa fotonya dan Willyam d galery Hpnya.
Mike yang merasa diabaikan karena Clary sibuk dengan phonecellnya berdiri dari ranjang melangkah mendekati Clary lalu merebut paksa Hp ditangan Clary. Matanya seketika memerah saat dia lihat foto-foto Clary dengan pria lain terlihat begitu akrab dengan senyum mengembang bebas dibibir Clary.
PRAAKKK..
Hp Clarypun hancur setelah dilempar dengan kekuatan super oleh Mike. Clary tidak terkejut sama sekali dengan perbuatan Mike, dia hanya menyunggingkan senyum seakan meremehkan.
Clary memang sengaja melakukannya karena dia jengkel dengan sikap Mike yang selalu possesive dan selalu menggila saat seseorang mulai mendekatinya.
"Kau sengaja mempermainkanku?" ucap Mike dingin.
"Iya." jawab Clary santai sambil tersenyum penuh kepuasan. Dia menepis tangan Mike dari dagunya lalu beranjak menuju meja rias. Dia membuka laci pada meja rias dan mengeluarkan sebuah phonecell sambil terkekeh.
Mike yang melihat kejadian itu hanya bisa membatu dengan mulut ternganga. "Kau?!" Wajah frustasi Mike semakin terlihat jelas.
"Hwahahahaha..." Clary tertawa terbahak-bahak sambil berlari keluar kamar dan segera menutup pintu kamar lalu menguncinya dari luar.
"C..C... C... open the door..!!!" Mike menggedor-gedor pintu dari dalam kamar sembari berteriak.
Tak ada jawaban apapun dari Clary. Mike hanya dapat mendengar suara tertawa lepas dari Clary. Mike tersenyum, amarahnya menghilang saat mendengar tawa lepas Clary. Pasalnya semenjak kematian Jason dia tak pernah lagi melihat Clary tertawa lepas. Apa lagi saat dia mulai kembali bergabung dengan mereka hanya wajah datar tanpa ekspresi yang ia tunjukan. Atau kadang dia tersenyum dengan mengerikan saat membantai musuhnya.
Mikepun memilih menyerah untuk keluar dari ruangan itu. Dia cukup puas mendengar tawa wanita tercintanya. Setidaknya dia masih memiliki emosi dan kebahagiaan pikir Mike.
__ADS_1
Disisi lain seorang pria sedang berselancar didunia maya sambil berbicara melalui telpon genggamnya dengan serius.
"Apa kau yakin dia yang selalu berada dibelakang Mike?" tanya pria itu kepada seseorang diujung telpon.
"Kau lihat rekaman CCTV di apartemen Mike yang aku kirim padamu." suara pria lain disebrang telpon.
"Aku telah melihatnya berkali-kali. Itu memang benar dia. Tapi aku tak yakin kalau wanita itu adalah patner Mike. Mungkin dia hanya wanita yang disewanya untuk tidur." jawab pria yang sedang mengamati vidio dan gambar melalui laptopnya.
"Mengapa kau menyimpulkan seperti itu?"
"Dia terlihat sangat kurus dan lemah. Bahkan dia terlihat menangis dan kesakitan saat anak buahku tidak sengaja menendangnya."
"Kau yakin itu bukan akting?" tanya orang disebrang telpon.
"Entahlah. Tapi aku melihat wajah ketakutan yang tidak dibuat-buat saat anak buahku melancarkan aksinya." pria didepan laptop itu terdiam sejenak mengingat kejadian perampokan Clary yang ia saksikan tadi. "Aku rasa dia cukup manis." pria itupun tersenyum sambil mengusap bibir bawahnya.
"Apa kau mulai berperasaan ? Rupanya target kali ini membutakanmu. Atau kau yang mulai tumpul. Hahaha." ejek pria disebrang telpon.
"Datang dan coba temui dia. Aku bertaruh kau akan segera mengubah pendapatmu tentangnya. Dia terlihat polos dan sangat lemah. Aku tak percaya kalau dia yang berada dibalik maniak itu (Mike)"
"Apa kau mau bertaruh? Dapatkan hatinya, akan kubiarkan dia hidup. Atau kalau kau kalah, kau bisa membunubnya didepanku atau aku yang membantumu melakukannya. Tak peduli dia patner Mike atau hanya wanita sewaan favoritnya. Yang jelas kematiannya akan memancing mereka keluar. Karena kau bisa melihat jelas ekspresi dan sikap lembut Mike tampak seakan sangat mencintainya." ucap pria disebrang telpon.
"Oh.. haruskan aku melakukan itu? Kau ta.." kalimat pria didepan laptop terhenti karena lawan bicaranya segera menyela.
"Setidaknya kau terliat tertarik padanya. Kenapa tidak kalau kau mencoba menjadikan dia wanitamu. Kau bisa membuangnya saat kau bosan. Anggap saja untuk menyelamatkan nyawanya." pria disebrang telpon segera mematikan sambungan telponya sesaat setelah menyelesaikan kalimatnya, yang menandakan bahwa tak boleh ada penolakan.
******
Author pov.
Maaf masih banyak typo dan ceritanya mungkin juga pasaran atau tidak terlalu menarik. Dikit-dikit mau aku benahi sambil jalan.
Makasih da mampir dan baca.
__ADS_1
Semoga selalu bahagiaπππππππππ