Entahlah

Entahlah
hemmm....


__ADS_3

Clarisa segera turun dari mobil setelah mobil berhenti didepan halaman rumahnya. Dia meminta Mike dan supirnya untuk turun dan makan malam dirumahnya.


Clary masuk terlebihdulu dengan mengucapkan salam dan mencium tangan kedua orang tuanya. Tentunya dia segera menatap tajam pada Mike mengisyaratkan agar pria itu melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan. Sejenak Mike hanya terpaku heran tak mengerti apa yang harus dia lakukan sampai Clary berbisik padanya. Maklumlah perbedaan budaya yang sangat mencolok tak terelakkan.


"Ayo kita makan malam bersama. Tadi Alan sengaja masak banyak dan menunggu kalian." ayah Clary merangkul bahu Mike yang kenyataannya sedikit lebih tinggi dari ayah Clary. Mike mengangguk mengikuti arahan ayah Clary.


"Wah... akhirnya dateng juga yang ditunggu. Dah laper banget aku." Jonas berseru kegirangan dengan kedatangan Mike dan Clary.


"Mas duduk aja jangan sungkan" sapa ibu ramah kepada supir Mike yang nyatanya orang pribumi juga.


Setelah makan, para wanita membereskan prabotan dan meja makan. sedangkan para lelaki duduk diteras depan. Sepertinya mereka sedang mengobrol seru atau mungkin mengintrogasi Mike. Walaupun tinggal dikampung namun penguasaan bahasa inggris yang menjadi bahasa internasional adalah sesuatu yang mudah untuk kluarga Clarisa. Mengingat pendidikan dan pekerjaan mereka yang terbilang lumayan.


"Mike apa kau tak ingin segera kembali ke hotel?" Clary mengusirnya secara halus. "Mungkin kau butuh istirahat. Besok kita juga harus kembali."


"Sepertinya memang sudah larut, sudah jam 9 malam. Saya mohon pamit kembali ke hotel ayah." Mike yang tak mau membuat Clary marah lagi segera menuruti perintah tersirat dari Clary.


Setelah kepulangan Mike, Clary ingin segera masuk kamar untul menghindari pertanyaan dari kluarganya. Namun ayahnya mencegahnya. Dari raut mukanya tampak ayahnya akan berbicara serius dengannya.


"Apa yang kamu lakukan barusan nak? Kamu mengusirnya?" tanya ayah.


"Iya yah. Maaf" Clary menundukan wajahnya. Dia tahu itu tidak sopan dan ayah pasti marah padanya.


"Kalian bertengkar?" tanya ibu.


"Nggak bu." jawab Clary cepat.


"Trus kenapa dari tadi sikap kalian aneh? Mike seperti ketakutan padamu." ternyata ayah memperhatikan mereka. "Dan kamu.. kenapa kamu ketus sama calon suami kamu?" ayah menatap tajam meminta penjelasan. Sedang Clary hanya bisa diam tak tau harus berkata apa. Tak mungkin dia menceritakan kejadian sebenarnya.


"Nduk kalau ada masalah dibicaralan baik-baik. Kalian mau nikah tinggal beberapa hari saja. Mungkin juga masalah ini cobaan kalian sebelum menikah. Kamu jangan keras kepala. Kasihan Mike. Sepertinya dia tertekan. Apa kamu habis ngomelin dia?" jelas ibu panjang lebar.


"Ah.. sial.. coba aja kalian tau yang sebenarnya pasti bukan aku yang kalian omelin." Clary menggerutu dalam hati.


"Nduk... kamu gak mau kan gagal lagi?" tanya ayah dengan raut penuh penyesalan.


Clary hanya menggeleng pelan. "Clary minta maaf. Clary salah."

__ADS_1


Setelah perbincangan hangat dan memberi wejangan pada Clary, kedua orang tuanyapun pergi kekamar mereka untuk beristirahat. Meninggalkan Clary yang masih duduk didepan TV sambil tetap memakai jaket hoodinya walaupun udara terasa panas baginya. Apa ladi kalau bukan untuk menutupi bekas merah dari Mike dilehernya.


Clary menyandarkan kepalanya disandaran sofa, menatap langit- langit rumahnya. Dia masih belum percaya bahwa dia akan segera menjadi istri Mike seperti impiannya dulu sebelum semua peristiwa buruk dalam hidupnya.


"Jasom..." air mata Clary kembali menetes tanpa permisi.


"Ikut aku." Alan tiba-tiba muncul didepan Clary dan menariknya keluar dari ruangan itu. Alan mengajaknya masuk kedalam mobilnya lalu melajukannya keluar halaman rumah.


Alan menghentikan mobilnya setelah dirasa agak jauh dari rumahnya dan menemukan tempat yang sedikit sepi. Alan menolehkan kepalanya melihat adiknya yang terus menatap keluar jendela.


"Dek.. dek..Clair.." panggilan alan lembut membuyarkan lamunan Clary.


"Apa mas?" jawab Clary datar.


"Sini" Alan menarik Clary dalam pelukannya. Didekapnya erat tubuh mungil adiknya. Seakan dia tau beban yang dirasakan Clary dan ingin menenangkannya.


Perlahan punggung Clary bergetar. Tangisnya mulai pecah. Dia tak dapat lagi menahan semua gemuruh dihatinya. Betapa hancurnya dia tadi saat mendapatkan perlakuan kasar dari Mike, walaupun dia sadar jika sikapnyalah yang menyebabkan Mike seperti itu.


"Kau bisa membatalkannya kalau kau mau. Ayah dan ibu pasti mengerti." Alan mebelai ramvut adiknya dengan sayang.


"Jangan korbankan dirimu lagi seperti saat kau dengan Rudi. Ayah juga pasti akan mengerti dan tak mau mengulangi kesalahannya yang dulu. Bahkan jika kau mau melajang sampai mati juga ayah dan ibu takkan memaksamu menikah lagi." Alan berusaha meyakinkan Clary.


Clary menggeleng pelan dalan pelukan Alan. Walaupun Alan tahu cerita tentang dia dan Rudi juga kisah Jason dan Mike, tapi bukan berarti dia dapat menceritakan semua pada kakaknya itu. Apa lagi harus bercerita kenapa dia bisa mau menerima pernikahan dengan Mike. Dia juga tak mungkin bercerita sebenarnya siapa Tuan Carlos, siapa Mike dan apa pekerjaannya sekarang.


"Clarisa lihat mas." Alan menangkup pipi adiknya dengan kedua telapak tangannya. Memaksa Clary menatapnya.


"Katakan pada kakak bagaimana bisa kalian melakukan itu sebelum menikah?" Alan menatap tajam mata Clary berusaha mencari kebenaran.


DEG


Clary terkejut tak menyangkan kakaknya akan menanyakan hal itu secara langsung. Dia diam membatu tak sanggup menceritakan semuanya.


"Cerita sama mas. Tolong Clar. Mas gak mau kamu kenapa-napa."


"Clary gapapa mas, kami juga gak ngapa-ngapain kok. Mas jangan ngadi-ngadi deh." Clarisa memaksakan senyumnya.

__ADS_1


"Mas udah nemuin Mike diam-diam dan dia cerita semua alasan kenapa kalian menikah. Dia bius kamu trus perkosa kamu kan? dan sekarang di berniat buat tanggung jawab."


Clary terkejut dengan penjelasan Alan. Dia tak tau kapan kakaknya itu pergi menemui Mike. Ah pantas saja dari awal dia bertemu dengan Mike dia selalu tampak tak bersahabat. Seakan tak setuju dengan pernikahan Clary.


"Setidaknya kalau kamu gak hamil bukankah kamu gak perlu nikah sama dia. Karena dia perkosa kmu bukan karena mau sama mau kan." Alan geram dan mengucapkan kalimat tergolong sarkas.


"Gak bisa mas. Tadi... " Clary mengurungkan niatnya bercerita.


"Brengsek!!!" Alan pun dapat menebak kelanjutan kalimat Clary. Alan menyalakan lampu Hp dan menyorotkan pada leher lalu sedikit menybakkan rambut yang menutupi leger adiknya. Matanya membulat dab memerah. Wajahnya menyiratkan emosi dan kemarahan saat dia lihat bukan hanya tanda kepemilikan dari Mike yang menghiasi leher Clary namun juka bekas cekikan Mike yang mulai tampak membiru.


Alan memacu mobilnya dengan cepat menuju hotel tempat Mike menginap. Dia sudah tak tahan lagi melihat adik tercintanya diperlakukan seperti itu. Walaupun dia sering sekali menjahili Clary namun dia sangat menyayangi adik perempuannya itu.


Clarisa berusaha menahan Alan agar tida pergi menemui Mike. Tapi dia gagal karena Alan yang sudah terlanjur terbakar emosi.


Alan menyerahkan kunci mobil pada petugas hotel untuk diparkirkan. Dia melangkah dengan cepat dan nafasnya yang memburu ingin segera mengamuk dan menghajar Mike.


Clary berlari mengikuti Alan dan masih berusaha membujuk Alan. Tapi semua percuma. Kini Alan sudah mengetuk pintu kamar Mike dan Mike juga sudah membukanya.


BUGH BAGH BRAKKK. BUGH BAGH BUGH.


Alan mendorong Mike masuk ke kamarnya lalu menghajarnya dengan membabi buta seperti orang kesurupan. Sedangkan Mike sengaja diam tak membalasnya. Dia tau kalau Alan pasti tau jika dia melanggar janjinya. Padahal jika saja Mike melawan , Alan bukanlah apa-apa baginya.


Beberapa saat sebelum acara lamaran dadakan kemarin. Alan sempat meminta Mike untuk menemuinya dihalaman belakan rumah Clary. Disana dia mengintrogasi Mike. Tak perlu bersusah payah Alan memaksa Mike untuk jujur karena dari awal memang Mike berencana mengatakan semuanya pada orang tua Clary. Tapi setelah tau cerita sebenarnya, Alan melarang Mike mengatakan pada orang tuanya. Karena itu bisa membuat mereka terkejut dan serangan jantung.


Saat itu Alan meminta Mike berjanji agar tidak melakukan hal itu lagi pada Clary sebelum mereka menikah. Walaupun dia tau dinegara Mike itu adalah hal yang biasa. Mikepun berjanji pada Alan akan selalu menghormati Clary dan perasaannya pada Jason.


Tapi hari ini bukan saja pelecehan pada adiknya yang dia lihat tapi juga kekerasan. Dan sebagai kakak dia sangat tidak terima dengan perlakuan Mike pada Clary. Dia geram dan menghajar habis Mike yang diam tanpa perlawanan.


"Mas sudah mas. Dia bisa mati." Clary berusaha menarik Alan


"Biar dia mati biar membusuk dineraka." Alan sangat geram pada Mike.


"Dia gapapa mati tapi kalau mas dipenjara gimana mas?"


Mendengar itu Alan menghentikan pukulannya pada Mike. Dia mundur dan terduduk dilantai. Tak biasanya dia kalap seperti ini. Alan terkenal sebagai kakak dan orang yang paling sabar dan tenang menghadapi semua masalah. Tapi kali ini karena rasa sayangnya yang teramat sangat pada adiknya dia bisa hilang kendali seperti orang kesurupan.

__ADS_1


__ADS_2