
Ni ceritanya udah balik ke habitat awalnya guys. Clarisa sama suri udah balik ke Bali dan melanjutkan harinya seperti biasa. Berangkat kerja, mantai lalu pulang dan tidur. Begitula keseharian Clarisa. Dia tidak pernah lagi teringat tentang masa lalunya dengan Rudi. Malah sekarang mereka balik sahabatan seperti semula dan tanpa sungkan pula Rudi dan Melisa bercerita tentang malam pertama mereka walaupun hanya lewat vidiocall.
"Bro lu gak pen hanimun kesini?" tanya Clarisa d ujung telpon.
" Di hotel tempat lu kerja apa dirumah lu nginepnya?" Tanya Rudi.
" Serah lu mo dimana. Dirumah gue juga boleh asal jangan bikin keributan dan berantakin kamar." jawab Clarisa
" Emang kamar lu kan selalu berantakan" timpal Melisa sambil terkekeh
" Serah gue kan kamar juga kamar gue. Jadi gimana? Kalian mo dirumah apa di hotel?" tanya Clary lagi
" Dihotel aja lah. Ntar kalo dirumah lu bisa terganggu kita hanimunnya hahaha" Rudi tertawa terbahak- bahak.
" Sialan lu. Yang ada gue yang terganggu oon" jawab Clary sebal. " Yoda gua bookinging kamar khusus buat hanimun deh." lanjutnya
" Yodah gue transfer pembayarannya" jawab Melisa
" Gosah gosah. Gue yang bayar buat kado kalian. Tapi nati kalo pulang gue nitip oleh - oleh buat kluarga gue ya."
" Rebes bos. Thanks ya beb" kata Rudi.
" Cih! Beb? Noh disamping lu manyun noh" Clary menunjuk Melisa dari kamera HPnya.
" Sapa yang manyun? Lagian ngapain manyun gara- gara lu. Kalo mau manyun da dari dulu keles pas lu masi nikah ama Rudi. Lagian gue percaya banget sama kalian. Bahkan walaupun jadi pasutri dan tinggal serumah kalian tetep bisa jaga diri dan hati kalian sendiri" Nelisa tersenyum lembut.
GLEKKK
Rudi dan Clarisa sama- sama menelan ludah pahit. Lu gak tau aja Mel apa yang pernah kita lakuin dibelakang lu dan perasaan gue ke Clary itu tulus sampe sekarang..
Dan perasaan Rudi ke gue masih ada kak Mel.
Gumam Clary dan Rudi dalam hati.
Akhirnya mereka mengakhiri panggilan vidio itu karena Clary harus siap - siap berangkat kerja shift sore yaitu jam 16.00 wita.
__ADS_1
......
Sesampainya ditempat kerja Clary bertemu Suri di parkiran khusus karyawan. Mereka saling menyapa tapi hanya sempat mengobrol sebentar. Kata Suri nanti malam mungkin akan ada meeting di aula hotel mereka.
Clary pun hanya manggut - manggut mendengar penjelasa Suri. Dia tidak bisa bertanya lebih pada suri karena Suri hanya sebatas mendengar dari atasannya di bagian spa.
Clary melanjutkan pekerjaannya seperti biasa. Berada dibelakang meja resepsionis adalah pekerjaan yang menyenangkan baginya. Bertemu dengan berbagai macam orang yang datang dan menyambut mereka dengan baik dan sopan walaupun kadang orang yang mereka temui ada yang menjengkelkan.
Jarum jam menunjukan pukul 17.27 wita, beberapa orang berpakaian rapi sudah ada yang datang. Beberapa ada yang bertanya letak aula meeting sekaligus mengambil kunci kamar yang sudah mereka booking hari sebelumnya dihotel tersebut .
Sekilas Clary mendengar suara seseorang yang tidak asing ditelinganya sedang berbicara kepada resepsionis disebelah Clary. Ingin sekali Clary mengalihkan pandangan ke sumber suara tersebut, akan tetapi diurungkannya karena dia juga sedang sibuk memberikan kunci kepada tamu yang sedang berhadapan dengannya.
" Atas nama Tan Hadi atau Jonatan Hadi" sayup terdengar suara laki - laki didepan resepsionis sebelah Clary.
Deg
" Dia?" jantung Clary tiba- tiba berdetak lebih cepat. Wajahnya memucat. Dia hanya menunduk dan segera duduk kembali dikursi belakang meja resepsionis setelah memberikan kartu kunci kamar hotel untuk tamu dihadapannya. Kakinya seakan kehilangan kekuatan, melemas seketika. Nafasnya tak beraturan. Entah mengapa dia juga ingin menangis. Tubuhnya bergetar, dia mengepalkan tangannya kuat menahan emosi didalam hatinya. Sekuat tenaga dia mengalihkan pikirannya untuk membendung air mata yang hampir tumpah.
" Ternyata lu bener Rud. Mungkin hati gue udah ada di dia walaupun otak gue gak pernah sama sekali keinget dia" Clary menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar.
......
POV JOAN.
" Ada yang bisa saya bantu lagi? Beri tahu kami jika Anda butuh yang lainnya lagi. Selamat menikmati waktu tinggal Anda." suara yang tak asing bagiku, sangat familiar.
Sekilas aku mengalihkan pandanganku pada sumber suara itu. DEG..DEG..DEG. "DIA.. gak..gak mungkin dia disini. Pasti hanya mirip." pikirku saat aku melihat perempuan dibelakang meja resepsionis yang mirip dengan Clary.
Aku melangkahkan kakiku menuju kamar hotel dengan banyak pertanyaan dalam hati. Apakah dia Clary? Gadis yang dulu aku tinggalkan tanpa kabar karena masalahku.Tapi kalau benar itu dia kenapa dia bisa ada disisni?
Mungkin nanti setelah meeting aku akan menemuinya dan menanyakan siapa dia sebenarnya. Kalau benar dia Clary, setidaknya aku berhutang maaf karena telah meninggalkannya tiba- tiba. Tapi bagaimana kalau dia tidak mengakui bahwa dia Clary karena marah padaku?
Aku terdiam sejenak dan mencari cara agar dia tidak bisa mengelak jika dia benar- benar Clarisa.
" Ton bisa minta tolong cek transaksi kartu debit gue yang gue kasi ke Clarisa?" akupun menelpon Anton temanku yang kerja di sebuah bank. Siapa tau Clary khilaf dan menggunakan kartu itu. Walau pun aku tau tak pernah ada transaksi dari kartu debet yang ku berikan padanya kecuali dana yang terus aku masukan ke rekening kartu itu. Sampai akhirnya aku tak pernah mengeceknya lagi selama setahun belakangan ini.
__ADS_1
Beberapa menit aku menunggu akhirnya aku mendapatkan pesan dari Anton kalau transaksi terakhir Clary untuk pembayaran booking di hotel ini atas nama Gumilang Rudiansyah. Dan itu adalah transaksi ke 3 Clary dengan kartu debet itu. Setelah awalnya untuk membeli rumah lalu membeli motor.
" Shiittt.. apa dia pakai uangku untuk bersenang- senang dengan Rudi." aku masih saja cemburu walaupun sudah lama meninggalkannya.
Entah perasaan apa ini? yang jelas aku harus menemuinya nanti. Aku harus menayakan apa yang sebenarnya terjadi antara mereka. Aku merasa sangat frustasi sekarang.
JOAN POV END
.......
Clary membereskan semua pekerjaannya dan segera pergi ke locker untuk pulang kerja. Setelah itu Clary menuju parkiran dan menunggu mbok Sayu untuk pulang bersama karena mereka kebetulan di shift yang sama dan ini juga sudah tengah malam. Jadi mereka lebih tenang jika pulang dengan motor beriringan karena mereka membawa motor sendiri - sendiri.
Disisi lain setelah meeting selesai, Joan tergesa - gesa melangkahkan kakinya menuju meja resepsoionis. Dia berharap bertemu dengan perempuan yang dia pikir adalah Clarisa. Perempuan yang mungkin masih mengisi hatinya.
" Mas..eh.. Bli maaf tadi temen bli yang disini kemana?" tanpa basa - basi Joan nyrocos pada resepsionis pria didepannya.
****bli\=panggilan untuk laki- laki atau kakak laki-laki di Bali sama dengan 'mas , abang atau koko'***
" Maaaf maksud Tuan Komang Arini?" jawab resepsionis itu.
" Bukan bli maksud saya Clary" Joan sebenarnya asal menyebutkan nama saja siapa tau itu benar - benar Clary.
" Oh Clary sudah pulang baru saja. Ada yang perlu saya bantu untuk Tuan?" tanya resepsionis itu sopan.
" Apa kamu tau dia tinggal dimana?" tanya Joan lagi. Dia merasa senang bahwa dia benar - benar Clarisa.
" Maaf apa dia melakukan kesalahan tuan?" resepsionis itu takut Clary melakukan kesalahan yang menyebabkan tamu hotelnya komplain.
" Oh gak. Dia temen saya udah 4 tahunan gak ketemu jadi saya pingin reuni lagi gitu. Boleh saya tau alamat rumahnya atau nomer hp nya?" tanya Joan lagi.
" Maaf Tuan kami tidak berhak memberikan data karyawan disini."
" Oh ok ok. Gak masalah. Oh iya. tolong bantu reservasi lagi ya buat 1 minggu. Saya gak jadi cekout besok." senyum Joan mengembang.
" Tunggu aku Clary.. kita buat perhitungan besok" gumam Joan dalam hati.
__ADS_1