Entahlah

Entahlah
dasar bekicot


__ADS_3

Dua minggu berlalu setelah kepergian Joan. Clary pun kembali tinggal di kosnya. Seharusnya kepergian Joan hanya 3 hari, tapi sampai 2 minggu dia tak kunjung pulang. Itulah yang menyebabkan Clary kembali ke kosnya. Berkali-kali dia coba menghubungi kekasihnya itu tapi selalu diluar jangkauan. Bahkan saat terakhir kali dia telpon jawaban yang terdengar dari oprator telponnya hanya "Nomor yang anda tuju tidak terdaftar".


Sesaat semua itu membuat Clary bingung. Dengan meninggalkan sebuah kartu debet untuknya yang jumlah saldonya lumayan WOW buat sebagian besar orang dan sebuah pesan singkat dari nomor phonecell Joan yang mengatakan bahwa uang itu untuknya. Semakin bingung lagi saat setelah pesan itu nomer Joan tak lagi dapat dihubungi dan sudah menghilang selama 2 minggu.


****


Tepat setahun setelah menghilangnya Joan, Clary pun melaksanakan wisudah kelulusannya. Dengan setelan kebaya modern berwarna hitam dia bersama teman-teman seangkatannya duduk didalam aula menunggu giliran untuk maju ke atas panggung dan menerima ijazah mereka. Begitu juga Rudi yang kembali dekat dengan Clary setelah kepergian Joan.


" Clair kluarga lu dateng?" Rudi membuka suara karena dari awal acara tak terlihat satupun dari kluarga Clary yang datang.


" Entahlah." jawab gadis itu seakan tak memperdulikan sahabatnya itu.


" Lu tuh ditanya selalu jawabnya 'ENTAHLAH'. Trus tuh cowok lu yang aneh kemana juga? Tiba-tiba muncul, trus ngilang gak ada kabar." Rudi mulai jengah dengan sahabatnya itu.


" Ya gak tau lah. Lagian lu kok masi inget ama dia. Gue aja da lupa." Clary tetap berpura-pura tidak peduli keberadaan Joan. Padahal hati kecilnya selalu bertanya tentang keadaan laki-laki yang misterius itu.


" Dih.. lu ya terooosss aja pura-pura. Kek gue kenal lu baru sehari aja. Trus tuh ATM pa kabar?" kekepoan Rudi mulai membara.


" Lu mau? Nih ambil." Clary mengeluarkan kartu ATM yang sempat diberikan oleh Joan sebelum dia pergi.

__ADS_1


" Dehhh.. Ogah, repot ngomong sama lu. Dasar bekicot!" Rudi pun jengkel setengah mati dengan sobatnya itu.


Acarapun selesai. Semua orang keluar dari aula. Begitu pun Rudi dan Clary. Terlihat dari kejauhan beberapa orang melambai kepada mereka. Betapa terkejutnya mereka saat tau bahwa diantara orang yang melambai itu adalah ayah dan ibu Clary.


Gadis itu pun berlari dan menghambur memeluk kedua orangtuanya. Air matanya pun ikut lolos keluar dari membanjiri pipinya.


" Clair pikir ibu gak dateng"


" Pasti dateng lah sayang. Masak si dihari spesial kami gak dateng" jawab ibu sambil mengusap pipi anaknya yang basah.


" Trus abis ini kamu mau kerja dimana? Ayah ajukan di kantor cabang tempat ayah kerja atau kamu ada prospek lain?" tanya ayah to the point.


" Yes.. jadi kita sekantor lagi ni" Rudi kegirangan sampai merangkul bahu sahabatnya.


" Beneran kak?" tanya Irma, adik Rudi. "Kok gak bosen si dari kecil udah barengan terus? apa jangan-jangan kalian..???" Irma pun mulai menerka-nerka hubungan kakaknya itu.


" Jangan-jangan ape?"Rudi menjitak kepala adiknya yang jail itu sampai Irma mengaduh kesakitan.


" Sakit tau!!! Pi.. papi.. ngomong-ngomong kalau kak Rudi dijodohin aja sama kak Clary gimana?" cletuk Irma kepada papinya membuat semua orang disitu kaget.

__ADS_1


PLETAKKK


Lagi-lagi Rudi menjitak kepala adiknya yang selalu suka asal kalau bicara.


" Anak kecil tau apa?" mami Rudi menyela membuka suara menghilangkan kecanggungan diantara kluarga mereka.


" Tapi bagus juga ide si Irma mam. Lagia mereka juga udah sahabatan sejak kecil dan pasti mereka paham karakter masing-masing. Buktinya mereka bisa bertahan sampai sekarang." kata papi Rudi dengan santai sambil menyalakan sebatang rokoknya.


" Boleh juga itu mas. Lagian kluarga kita juga kan udah kenal baik sejak kita masih sekolah dulu" sekarang giliran ayah Clary yang menunjukan kejulidtannya.


Seketika itu dengan serempak dan kompak Clary dan Rudi menjawab " NO!!!!!!!"


Kedua kluarga itupun serempak memandang mereka bergantian.


" Tuh jawabnya aja udah kompak" cletuk Irma.


" Gada gada.. bodo ah. Pokoknya gak ada perjodohan" Rudi menolak dengan tegasnya.


" IDEM" sambung Clary secepat kilat.

__ADS_1


__ADS_2