
Tiga bulan sudah berlalu sejak kasus penculikan yang dialami Clary oleh Joan. Makin hari Joan makin posesif. Bahkan waktu bertemu dengan Rudi yang notabenya sahabat dari kecil pun hanya bisa saat dikampus. Karena setiap hari Joan selalu mengantar jemputnya, bahkan sengaja meletakkan JPS di hp Clary agar dia benar-benar bisa tau dimana gadis itu berada dan tak segan-segan menjemputnya jika dirasa melampaui batas.
Sebenarnya tidak ada ancaman apapun dari Joan agar Clary menurut karena dia paham betul cara pandang gadis itu. Selama dia mendapatkan apa yang dia mau selama itu pula dia akan menjadi penurut. Toh sejak berpacaran dengan Joan dia tidak perlu lagi meneruskan hobinya berjudi online agar dapat uang tambaha . Joan selalu memenuhi kebutuhannya walaupun tak jarang dia merasa bosan dan terkekang.
Kadang Clary berpikir apa mereka benar-benar saling mencintai atau hanya sebuah hubungan timbal balik yang cepat atau lambat akan selesai juga. Dia selalu menjaga hatinya agar tidak terlalu baper. Dia tau sesakit apa kalau dia benar-benar jatuh cinta pada lelaki itu. Bahkan Clary terkesan cuwek dan tidak romantis pada Joan yang sering membuat Joan emosi. Padahal dia hanya berusaha menjaga diri dan hatinya sendiri agar tidak terpuruk nantinya. Walaupun dia tak bisa menyangkal kalau semua perlakuan Joan membuat dia merasa nyaman bahkan dengan sifat tempramennya yang tak pernah tau sikon.
******
Sabtu malam adalah hari dimana hampir semua cafe penuh pengunjung. Seperti biasa Clary bekerja parttime disebuah cafe dekat kampusnya agar dia tak perlu terlambat kerja sepulang kuliah. Saking ramenya pengunjung Clary dan karyawan lain tak ada yang sempat membuka hp mereka. Clary juga tidak tau bahwa hpnya terus berdering dari 2 jam yang lalu. Dan sialnya dia juga melupakan janjinya malam ini untuk pergi bersama Joan.
Jarum jam menunjukan pukul 00.30, semua karyawan satu persatu pergi meninggalka cafe itu setelah semua tugas mereka selesai. Begitu pula Clary, dia segera ke locker mengambil tasnya. Saat dia akan melihat apakah ada notifikasi di hpnya ternyata hpnya sudah mati karna kehabisan daya. Diapun langsung berjalan keluar cafe menuju parkiran untuk mengambil sepedanya.
GRABBBB
Sebuah tangan mekar mencengkram lengannya lalu menariknya kasar. Clary didorong paksa masuk ke sebuah mobil yang ia kenal. Dia pun masuk tanpa perlawanan. Hening disepanjang jalan saat mereka berkendara. Lalu tiba-tiba mobil itu berhenti dijalan yang sepi.
Clary hendak bertanya kenapa Joan membawanya pergi kearah lebih jauh dari tempat kosnya. Dia melihat tangan Joan yang mencengkram erat kemudinya. Terlihat juga dengan sangat jelas bahwa lelaki itu sedang mengertakan giginya menahan emosi.
Joan menoleh pada Clary dengan mata yang memerah dan tangan yang masih mencengkram kemudinya. " Kamu tau kesalahanmu?" suaranya gemetar menahan emosi.
Sejenak kepala Clary berpikir keras. Hingga dia mengingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya dan dia juga ingat bahwa hari ini Joan telah menunggunya untuk pergi merayakanya.
Clary yang sadar akan kesalahanya menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan.
" Ya Tuhan. Jo.. Joan aku minta maaf. A.. aku benaran lupa"
" Terima hukumanmu!!!" bentak joan sambil mulai melajukan kencang mobilnya.
Clary mengenali arah jalan yang dituju Joan. Ya .. tentu saja mereka sekarang menuju rumah dimana Joan menculik Clary 3 bulan lalu hingga mereka membuat kesepakatan yg dinila konyol.
__ADS_1
**FLASH BACK ON
Pagi itu masih dirumah Joan. Clary dan Joan sarapan bersama. Setelah sarapan Clary meminta Joan mengantarnya ke tempat kos untuk mengambil tas dan buku-buku kuliahnya. Tapi entah kenapa Joan menolak dan memaksa Clary untuk tinggal.
" Jo ..Pilss da jam 8 lebih. Ntar aku telat" rengek Clary.
" Kamu berhenti kuliah. Kita nikah aja. Kamu cukup duduk diam dirumah karena aku sudah lebih dari mampu untuk membuatmu hidup mewah." Joan tetap bersikukuh dengan pendapatnya.
" Gak bisa gitu dong. Kita baru kenal tiba-tiba kamu maksa aku nikah. Yang bener aja!!!!" suara Clary meninggi tidak terima. "Kamu pikir nikah itu gampang."
" Kasi aku 1 alasan kuat buat ngijinin kamu tetap kuliah dan menunda pernikahan kita "
"Eh?? Loh?? Kok seakan ini rencana da lama??"
" Emang udah lama."
" Ga bisa gak bisa. Bapakku kerja keras banting tulang buat biaya kuliah aku. Enak aja tinggal 2 semester kamu nyuruh aku berhenti."
" Ya gak bisa dong. Rudi tu sahabatku dari kecil."
" Oke kalo gak bisa. Lusa aku kerumah kamu meminta bapakmu agar menikahkan kita. Gak sulit kok membujuk orang tuamu."
"Yoda yoda.. Aku jauhi Rudi. Tapi biarkan aku tetap kerja parttime."
"Gak usah! Aku bisa ngasi uang kamu"
" Dih.. Mirip simpenan om om dong aku. Pokoknya aku mau tetep kerja "
" Ok.. Kamu boleh kerja tapi aku harus pasang GPS di hp kamu biar aku tau kamu kerja beneran ato cuma klayapan." Joan menatap tajam bola mata Clary yang sangat terkejut dengan sikapnya. " Satu lagi.. Aku gak suka orang ingkar janji. Aku pasti menghukumnya" imbuhnya.
__ADS_1
FLASH BACK OFF
Begitulah ingatan Clary tentang kesepakatan yang ia buat dengan Joan. Kesepakatan konyol yang dia lakukan berdasarkan logikanya yang mengatakan "Oke lah gapapa nurut aja. tToh Joan cakep trus tajir pula"
Seketika lamunannya terpecah saat mobil berhenti dan tangan Joan membuka pintu mobil dan menariknya paksa untuk masuk ke dalam rumah.
Joan menghempaskan Clary ke sofa. Lalu dia menariknya lagi kedalam kamarnya di lantai atas. Dihempaskan lagi tubuh gadis itu hingga hampir tersungkur di lantai.
" ****** gue." gumam Clary dalam hati.
Joan mengabil hpnya, dia menunjukan panggilan telp yang ditujukan ke nomernya yang entah mungkin sudah puluhan kali.
" Kenapa kamu gak dateng? Kenapa kamu gak angkat telponku?" suaranya terdengar sangat menahan emosi
" Maaf aku lupa dan aku gk sempet liat hp karna pengunjung rame"
" Seenggaknya kamu kabari aku kalau kamu kerja. Kamu tau berapa lama aku nungguin kamu?" tangan Joan mengangkat dagu Clari sedikit mencengkramnya.
" Maaf aku beneran lupa ."
Tanpa berkata apa-apa lagi Joan memeluk tubuh Clary. Dia sedikit membungkukan badanya agar kepalanya dapat menempel di bahu Clary. " Kamu tau seberapa khawatirnya aku. Aku gak berhenti mikir macam-macem. Aku takut kamu.." Joan menghentikan kalimatnya dan memeluknya semakin erat.
Terdengar jelas kertakan gigi Joan ditelinga Clary. Dia tau bahwa kekasihnya itu sedang menahan emosi agar tak menyakitinya. Pasalnya dia tau betul bahwa pria itu tempramen dan tak segan berlaku kasar.
" Gigitlah...." Clary menyibakan rambutnya kearah lain agar Joan bisa menggigitnya sebagai pelampiasan emosinya.
Joan menggeleng pelan. Dia sudah berjanji tidak akan menyakiti Clary lagi.
Clary balas memeluk Joan dan mengusap lembut punggungnya. " Gigitlah akan ku tahan" suaranya lembut menghipnotis Joan agar segera menggigitnya.
__ADS_1
" Uh.." Clary mengaduh kesakitan sambil tetap memeluk dan mencengkram kemeja belakang Joan.