
Chen mo mengerutkan kening karena dari panel monster raja jiwa ini, ada skill yang paling merepotkan yaitu membelah jiwa.
"Untuk membunuhnya diharuskan monsternya terbelah sampai benar benar menghilang, melakukan hal itu membutuhkan waktu yang lama dan merepotkan, tapi karena adanya domain petir aku bisa tenang sedikit"
Chen mo menugaskan para malaikat setiap divisi hanya menjaga benteng saja karena serangan utama hari ini adalah domain petir.
Dengan perkasa dan menindas monster bergerak perlahan sampai jaraknya mendekati 800m dari arah benteng, 50 menara laser mengunci target dan mereka menembak secara bersamaan.
Kilatan tembakan itu menghanguskan puluhan monster jiwa, tetapi itu hanya memberikan kerugian kecil bagi para monster yang berjumlah puluhan ribu, karenanya menara laser hanya bisa memperlambat pergerakan saja.
Monster terus melayang sampai pada jarak lebih dari 500m, Chen mo berkata "Ini waktu ideal untuk menyerang menggunakan domain petir, jika menara lain yang menyerang mereka akan sama seperti menara laser cahaya yaitu hanya memperlambat saja"
Chen mo mengaktifkan, dari luar nampak segel-segel rumit keluar menutupi seluruh domainnya seperti sebuah kubah, melihatnya Chen mo langsung membuka cincin penyimpanan dan menerbangkan batu roh satu per satu ke arah domain untuk diserap menjadi kekuatan yang tidak bakalan ada habisnya.
Awan-awan mengepul dan berkumpul di atas menara dengan cepat membentuk awan hitam besar dan tebal dengan petir yang menyambar dari dalamnya, setelahnya awan tersebut bergerak secara perlahan ke arah monster jiwa.
Pertemuan antar keduanya terjadi, dari awan tebal keluar dari dalamnya kilatan petir merembet langsung ke arah setiap monster, ledakan kuat menghanguskan semuanya dan kotak hadiah yang beterbangan seperti popcorn yang sudah matang, serangan dari kilatan awan petir ini menjadi pembuka jalan bagi awan-awan kecil yang baru di produksi dari domain petir.
Serangan petir terus terjadi ratusan monster jiwa hangus terbakar setiap menitnya, sementara monster jiwa tidak bisa menyerang ke arah awan karena bukan mahkluk berjiwa, makanya mereka berusaha untuk memasuki daerah yang ditutupi oleh awan petir kecil karena ada jiwa di dalamnya.
Raja monster memberikan sinyal kepada bawahannya untuk mencoba menyerang dari semua sisi, tapi sayang semua serangannya tidak berhasil, karena ada awan kecil yang akan menghalanginya, raja monster frustasi dia melolong keras keluar dari 7 mulut besarnya suara aneh, Chen mo yang mendengar suaranya dari jauh merinding terasa seperti ada 7 orang yang berbicara di telinganya.
Para monster masih terus mencoba membuat serangan tapi mereka selalu gagal karena penghalang dari awan awan kecil petir di sekeliling bentengku,
Melihat pertempuran ini Chen mo merasa mudah sekali, karena kemarin dia mati-matian untuk melawannya tapi ini hanya perlu buka domain dan selesai.
"Benar yang dikatakan guru tentang menara domain ini" katanya membenarkan
"Tapi kalau terus seperti ini para malaikat tidak bakalan bisa menaikkan Level, aku juga perlu menggunakan batu roh dalam jumlah yang besar untuk penggunaanya" kata Chen mo merenung.
Setelah beberapa saat keputusan keluar dari mulutnya "Domain petir ini jadikan saja sebagai kartu truf"
Serangan berlanjut sampai cahaya bintang mulai menurun perlahan seperti halnya matahari, raja monster masih nekat untuk mendekati bentengku.
Dia hanya berjarak lebih dari 100m dari arah benteng tapi sayang dia mati dengan ribuan petir menyambarnya secara bersamaan.
Pertempuran berakhir dengan malaikat yang tidak bertarung dan domain petir yang menghabisi semua monsternya.
__ADS_1
Chen mo menghembuskan nafas dalam dalam sambil berteriak di dalam hati. "WTF... This domain is Crazy"
Menenangkan diri sebelum berkata gembira dan agak sedikit mengeluh "Ternyata gampang sekali, tapi aku kehilangan lebih dari 5000 batu roh dalam sekali pemakaian, boros sekali"
Menghela nafas "Akhirnya aku tahu kalau yang mempunyai domain ini di anggap sebagai orang kuat, karena penggunaannya memerlukan uang yang sangat banyak, apalagi ini masih level 1, bagaimana jika level 90 atau 100?"
Chen mo terus mengeluh di dalam hatinya sambil menyuruh malaikat membawa kotak hadiah yang berserakan, saat mereka mengambilnya
Chen mo sudah teleport ke pemandian, dia bersandar di batu untuk menjernihkan pikirannya sekalian memikirkan rencana ke depannya.
Chen mo terlalu banyak memikirkan hal-hal yang datang besok, sampai-sampai dia tertidur lelap di dalamnya.
Hari ke 21
Chen mo terbangun dia melihat kalau dia sudah ada di kasur, "Bukankah kemarin malam aku tertidur di pemandian? kenapa aku malah ada di kamar?" tanyanya bingung.
Tiba-tiba berbunyi derap pintu terbuka, seorang wanita masuk dengan membawa semangkuk bubur, dia sama seperti Miera tapi dari raut dan auranya terasa sangat dingin, karena penasaran Chen mo lantas bertanya "Bella, apakah kau yang membawa aku kembali ke kamar?"
"Benar tuan, dengan beberapa saudari lain yang membantuku, kami membawa tuan ke kamar" kata bella dengan dingin.
"Baiklah terima kasih Bella, dan untuk apa kau bawa mangkuk itu?"
"Aduh... Nanti aku bertekad lagi" berpikir dalam hati, Chen mo tidak mengambil mangkuknya dia menatap mata Bella, kami diam selama beberapa menit sebelum Chen mo memulai pembicaraan.
"Bella, apakah kamu bisa ganti suaramu Menjadi lebih lembut?" tanyanya penasaran,
"Jika itu keinginan tuan" jawab bella dengan nada yang agak sedikit lembut.
Suaranya mematahkan pertahanan terakhirku, tanpa pikir panjang langsung memanggil 9 komandan lain dan dalam kamar terjadilah pertempuran hebat dengan di iringi suara yang nyeleneh keluar dari dalamnya
Menjelang monster respawn Chen mo menggeliat sebelum merasakan di sekujur tubuh ada hal lembut yang menempel pada kulitnya, jika di senggol mereka akan memantul seperti agar-agar.
Melihatnya Chen mo bermain sebentar dengan agar-agar, setelah itu teleport ke pemandian selesai langsung teleport ke atas benteng, karena sekarang hari awalan 1 dipastikan monster yang respawn akan baru, dan berjumlah banyak menurut hasil ku selama pertempuran 20 hari ini.
Menunggu selama beberapa menit sebelum keluar di ujung hutan tengkorak dan zombie, jika dilihat sekitar lebih dari 5000 jumlahnya dan mereka bergerak dengan sangat cepat ke arah benteng.
Melihat yang keluar dari hutan adalah monster lemah, Chen mo tidak tertarik teleport ke vila dan membiarkan para malaikat untuk melawannya
__ADS_1
Sampai di depan gerbang vila, Chen mo baru menyadari ada sesuatu yang berbeda dari rumah ini.
Di lihat-lihat lagi dia sadar kalau rumah sederhana dengan 2 kamar tidur kini telah berubah menjadi sebuah vila dengan banyaknya tanaman dan hiasan bunga di depannya.
Dia masuk ke dalam melihat banyak fitur baru di dalamnya seperti ruang makan, kamar mandi, 4 kamar tidur, ruang tamu, kamar kerja dan kolam renang, tempat ini jika di kehidupan sebelumnya bisa disebut rumah elit, karena saking besar, dan lengkap peralatannya.
Hari ke 22
Chen mo melakukan aktivitas seperti biasa, setelahnya dia duduk di atas benteng melihat para monster di bunuh dengan mudahnya oleh para malaikat, bosan melihatnya Chen mo teleport ke gudang, membuka pintu dia melihat beberapa tumpukan di dalamnya, menghela nafas dia menghampiri dan membukanya.
" Ding dapatkan 25 batu roh, 11 batu void, 14 batu dosa, 1 skill hijau "
" Ding dapatkan 34 batu roh,17 batu void, 25 batu dosa, 2 senjata hijau "
" Ding dapatkan 24 batu roh, 8 batu void, 13 batu dosa, 1 senjata biru "
Hari ke 25
Chen mo bangun dengan matanya seperti panda, melihat tempat yang berantakan dia menggelengkan kepala sambil berkata "Aduh... Nanti aku bertekad lagi"
Keluar dari vila dia melakukan aktivitas yang sama, selesai dia pergi ke atas benteng melihat apakah ada monster baru yang menarik, saat di atas benteng rasa kecewa terlintas di matanya, memang ada monster baru yaitu kavaleri kerangka tapi hanya itu, dengan ekspresi kesal Chen mo teleport ke gudang membuka kotak hadiah, sekalian menurunkan mood dalam diriku dengan memanggil para malaikat.
Hari ke 28
Gelombang monster dengan tambahan penyihir dan 20.000 kerangka atau zombie dari berbagai jenis, melihat lagi pada saat penyerangan karena tidak ada yang menarik Chen mo pergi ke gudang membuka kotak hadiah, selesainya dia pergi ke kolam merekrut 95 malaikat dan 50 menara cahaya, habis sekitar 12.000 batu roh.
Menaruh menara di bagian depan benteng sekalian menata bangunan sipil biru di semua base yang tanahnya belum terpakai. (dijadikan untuk ras yang tinggal didalamnya)
Hari ke 30
Chen mo melamun melihat ke langit di atas benteng, sementara para malaikat dan menara pertahanan sedang sibuk membunuh para monster, selama 9 hari masa ikan asin ini Chen mo menambah sekitar 95 malaikat lagi total menjadi 300 dan 50 menara laser, divisi anggota meningkat lagi yang tadinya 25 sekarang 30.
Karena persediaan batu roh masih banyak Chen mo menaikkan semua level menara atau bangunan biru menjadi level 20, batu sisanya di simpan sebagai dana darurat
Mengingat 9 hari ini, keberuntungan Chen mo bisa di bilang sangat bagus karena setiap membuka kotak hadiah pasti 2 atau 3 lompatan dari hadiah akan ada batu roh yang mencapai ratusan atau ribuan, dan juga bisa beberapa menara maupun senjata warna biru.
"Semenjak mengasah pedang dengan para malaikat, keberuntunganku selalu sangat bagus" kata Chen dengan wajah bahagia,
__ADS_1
"Mungkin aku harus melakukan dengan mereka lagi, sebelum membuka kotak hadiah!" sambil berpikir.
"Aku coba saja, tidak rugi ini hehehe....." Tawa jahat bergema di dalam gudang.