Era Legenda Sang Penguasa

Era Legenda Sang Penguasa
Putus Pertemanan Dan 2 Monster Sekolah


__ADS_3

"Bertahan 9 hari kelas biasa"


"Bertahan 18 hari kelas biasa"


"Bertahan 26 hari kelas jenius"


Suara itu membuat para siswa merinding, karena banyak siswa yang memiliki bakat baik tapi hanya bertahan selama beberapa hari saja yang membuat dia dipindahkan di kelas biasa dan tidak akan menikmati sumber daya sekolah.


Chen mo hanya cuek dengan hal itu karena itu bukan urusannya dan tidak mungkin dia akan masuk ke kelas biasa, "Chen" teriak salah seorang.


Menengok ke belakang melihat Lin fan menghampiriku dengan wajah gelisah dan ketakutan


"Kau kenapa, lin?" tanyanya


"Aku ada masalah"


"Masalah apa?" tanya Lou li penasaran


"Aku terlalu ceroboh pada saat ujian kekosongan, beamon ku terbunuh di hari ke 22 dan keesokan harinya wilayahku di tembus" berkata panik.


"Kok bisa seperti itu, bukankah kau memiliki banyak kartu hole?" tanya balik


"Memang aku membawa banyak kartu hole, tapi pada saat masuk kekosongan ada turbulensi yang membuat semua barang ku menghilang dan hanya tersisa satu barak saja" katanya dengan wajah sedih.


"Aku masih bisa menghandle sampai hari ke 22, tapi di hari ke 23 aku bertemu dengan satu mahkluk yang membuat wilayahku tidak bertahan lama" katanya.


"Mahkluk seperti apa?" ucap Chen penasaran


"Dia tinggi berbentuk bola dengan muka di seluruh badannya" katanya dengan takut dan ngeri.


"Bukankah itu yang kutemui di hari 42? kenapa dia tahu kalau lagi ada ujian percobaan? Apakah ada Informasi yang bocor dan membuat kerusuhan untuk penguasa ras manusia?" berbisik dalam hati


"Jadi bagaimana ini Chen, aku takut nanti ayahku akan memblok semua akun milikku, karena ayah menginginkan target masuk kelas jenius, juga aku akan di singkirkan dari ahli waris jika tidak bisa masuk kelas jenius" katanya dengan wajah terisak tangisan.


Chen mo dan Lou li saling memandang karena kami tidak bisa memberi solusi untuknya, ranah ini sudah tidak bisa ikut campur karena banyak ahli waris seperti Lin fan di keluarga Lin.


"Lin, kami sangat ingin membantumu tapi kami tidak bisa karena ranah ini bukan lagi hanya soal membantu saja, ranah ini sudah rumit karena banyaknya ahli waris di keluargamu, jadi kami tidak ingin ambil bagian dari hal ini" katanya dengan permintaan maaf, Lou li juga mengangguk.


Sepertinya harapannya sudah pupus terlihat dari matanya yang kosong, "Chen, kan kamu bisa menggunakan nama jenius mu untuk membantuku, kenapa kamu tidak mau?" kata Lin membuat solusi


"Lin, kami ini hanya jenius bukan orang kuat, dan kami tidak mau menggunakan nama kami untuk membantumu yang tidak ada imbalannya" Lin stagnan sebentar sebelum dia berkata lagi


"Bukankah kita ini saudara? " katanya


"Kita saudara karena kau memiliki bakat A ras beamon dan masa depanmu menjanjikan karena kau punya keluarga untuk mendukungmu, tapi kau gagal dalam ujian percobaan yang hanya berarti kau tidak pantas untuk bersama kita lagi, karena kau orang gagal." katanya dengan wajah martabat.


"Chen..kau, kenapa kau bisa berkata seperti itu? apa kau berlebel jenius jadi kau merasa tinggi dan sombong?" tanyanya dengan wajah tidak percaya.


"Saya tidak sombong, saya hanya mengenali situasi, jika saya membantumu itu akan jadi hari bermasalah untukku ke depannya dan juga aku tidak mendapat imbalan dari membantumu" katanya secara jelas.


"Aku akan memberikan imbalan untukmu, jika kau mau membantuku" katanya menggertakkan gigi.


"Apa yang mau kau imbalan?" Chen mo tertarik


"Kalau kau mendukungku, aku akan memberikan barak beamon ku sekalian setengah dari sumber daya dari kelurgaku" senyum tulus di wajahnya.


Lou li yang mendengarnya sangat tertarik tapi yang di tanya Chen mo jadi dia hanya bisa diam saja, orang lain yang mendengarnya juga tertarik, memang Chen mo sangat tertarik tapi menurutnya ini hanya janji manis saja karena untuk merebutkan sebuah warisan itu butuh ratusan tahun dan yang mengikuti bukan hanya generasi sekarang, tapi generasi sebelumnya bahkan itu superior.


Dengan umur yang tidak ada habisnya dan banyaknya angka kelahiran membuat ahli waris bertambah apalagi dengan jenius lahir di setiap generasi bahkan itu lebih sulit contohnya seperti keluarga Chu dan keluarga Ferry di langit berbintang,


Makanya jika Chen mo salah langkah bisa saja dia binasa, untuk sekarang keputusannya adalah...


"Maaf Lin, aku menolak tawaranmu karena apa yang kudapat tidak sama dengan apa yang akan ku hadapi nanti di masa depan" menghela nafas panjang


Lin fan yang mendengar perkataan itu langsung shock, menunjuk ke arahku "Kau.. pertemanan kita hari ini putus, aku akan mengingat ini dan menagih hutang ini suatu hari nanti" dengan mata merah dia berlari menjauh.


"Bukankah ini template protagonis?? Apa aku sekarang menjadi penjahat?" dalam hati kebingungan.

__ADS_1


Saat Chen mo lagi melamun tiba-tiba ada tangan yang menarik bajunya dari samping dan membuatnya tersadar dari lamunan


"Chen, apakah kau tidak berlebihan, bukankah kita hanya perlu membantu dia sedikit dan masalah ini akan selesai?" tanya Lou li


"Lou li kau ingat ini, jangan sampai kau mendekati model orang yang seperti ini lagi" kata Chen mo memperingati.


Lou li terkejut, dia menatap Chen mo dan berkata dengan mata yang berkaca-kaca "Kenapa aku tidak boleh mendekati? kau juga belum memberikanku jawaban pertanyaan tadi dan kenapa aku lihat sifatmu ini berubah, gimana kalau aku sama seperti Lin fan?"


Melihatnya hampir menangis Chen mo buru-buru menjelaskan "Sayangku Li, ini alasan yang jelas kenapa kau harus menghindarinya, jika kita membantunya sedikit saja kita akan di cap oleh ahli waris keluarga Lin yang lain sebagai musuh karena membantunya dan juga imbalan yang kita hanya mendapat sedikit


Apalagi yang membahayakan bukan aku dan kau saja tapi kakekmu, karena perebutan kekuasaan dari seorang penguasa keluarga itu sangat kejam, orang lain bisa terlibat hanya karena bantuan sedikit saja


Untuk pertanyaan lain aku bukan berubah tapi aku melihat situasi dan keuntungan yang jelas, jika aku asal mengiyakan saja kita berdua yang akan kena imbas dari membantunya."


"Baiklah kalau soal seperti itu aku mengerti tapi jika aku sama sepeti dia apakah kau akan meninggalkanku" tanya Lou li


"Aku tidak meninggalkanmu karena kau wanita spesial" Chen mo memeluknya.


"Chen jangan kayak gitu, kita ini dari tadi di lihatin" Lou li menunduk malu, Chen mo melihat sekeliling dan benar, para siswa lain menatapnya dengan tatapan yang agak kurang disukai karena bermesraan dengan dewi mereka.


Chen mo tidak terlalu perduli dengan mereka dan terus menggoda Lou li sampai kepalanya mengeluarkan asap, "Chen, apa kau tidak takut dengan ancaman yang dia lontarkan sebelum pergi" ucapnya.


"Oh dia bisa membalas dendam, jika dia bisa bertahan dalam perselisihan keluarganya" Chen mo tersenyum misterius, kami hidup di dunia kami sendiri sementara yang lain hanya bisa menggigit jarinya karena rasa cemburu.


Di ujung dari aula terlihat Lin fan menatap kami dengan mata merah, menggertakkan giginya dan mengepalkan tinjunya sampai tangannya berdarah


"Chen, apa yang kau lakukan ini akan menjadi boomerang untukmu nanti ke depannya dan aku akan menikmati wanita itu di depanmu setelah aku selesai mengalahkan mu hehehe" kata Lin dengan senyum gila di wajahnya.


Chen mo yang melihat dari jauh hanya tersenyum dan melanjutkan bercanda lagi dengan Lou li.


"Bertahan 25 hari kelas jenius"


"Bertahan 10 hari kelas biasa"


"Bertahan 24 hari kelas biasa"


"Itu peraturan dari sekolah, jika kau tidak terima lapor saja ke kepala sekolah" kata guru dengan dingin.


"Selanjutnya" Siswa itu ingin sekali marah lanngsung di tahan dan di bawa oleh orang yang menggunakan baju hitam.


Guru terus berbicara dan hanya sekitar 27 orang yang masuk kelas jenius dari 12 kelas sisanya mereka di kelas biasa.


"Jadi sesusah inikah untuk masuk kelas jenius?"


"Iya Chen, kita di perlukan untuk mencapai hari segitu jika tidak mereka dianggap tidak layak untuk menjelajahi kekosongan"


Guru itu terus berlanjut sampai dia berkata


"Bertahan 33 hari kelas jenius"


Semua orang mulai pada heboh, mereka mencari siapa yang mencapai hari itu saat di dekatkan ternyata Cheng su, siswa lain berbondong-bondong mulai memuji, membanggakan dan kata-kata manis lainnya, suara pujian itu membuat dia mengangkat kepalanya dengan tinggi dan memandang rendah orang-orang yang memujinya.


Dia terus bangga sampai dia melihat Lou li dari kejauhan, mereka yang memuji dan wanita yang menggodanya dia hiraukan malah datang ke arah kami berdua, dia melirikku dengan jijik, sementara menetap Lou li dengan serakah,


"Lou li, jadilah pacarku kau lihatkan, saya bertahan selama 33 hari tidak mungkin ada orang lain yang bisa melebihi saya" berkata dengan senyum bangga dan mengangkat kepalanya dengan tinggi.


Lou li dan Chen mo menutupi mulutnya nahan tawa, Cheng su lantas marah melihat rekasi mereka, dia berkata "Kalian kenapa tertawa? Apalagi kau miskin, mana mungkin bisa melebihi saya"


Chen mo memutar matanya, sementara Lou li membalasnya dengan sinis "Cheng su lebih baik kau sadar diri, aku dan Chen mo sama-sama bakat tingkat S, sementara anda?"


Dia membantah "Heh.. memang bakat dia menang, tapi apakah sumber daya dia menang? Kau tahu sendiri bukan, orang miskin yang tidak ada sumber daya akan menjadi apa? Haha..."


"Iya benar itu Lou li kau terima saja", Chen mo hanya menang bakat saja"


"Benar, jika kau terima Cheng su saya akan berlari telanjang di sekolah" Murid-murid lain mulai menghasut Lou li, tapi sayang dia hanya menatap murid tersebut dengan dingin, sementara Chen mo dia menatap murid yang berbicara tadi.


Mereka terus berkata untuk membujuk Lou li sementara Cheng su berterima kasih sama siswa yang membantunya, beberapa kroni Cheng su terus bujuk Lou li untuk menerima Cheng su sampai beberapa orang yang tidak mengetahui masalahnya mulai ikutan juga, suara gema para murid ingin Lou li menerima Cheng su, sampai...

__ADS_1


"Selanjutnya" teriakan keras dan paksaan dari aura guru tersebut memaksa semua murid untuk diam.


Tersisa hanya Chen mo dan Lou li, siswa lain mengantisipasi berapa lama keduanya bertahan, Cheng su juga penasaran, Lou li yang pertama maju dia serahkan token sistemnya ke guru, setelah di nyalakan token tersebut keluar angka 35.


Guru itu terkejut sebentar sebelum berbicara keras


"Bertahan 35 hari kelas jenius"


Siswa lain yang mendengar hal itu kaget karena mereka tidak menyangka kalau Lou li bertahan sampai hari ke 35 karena hari segitu sudah masuk jajaran setengah superior.


"Hebat sekali dia, bertahan di hari ke 35 itu sudah lawan monster apa ya" kata seorang siswa


"Benar, nona Lou Li saja sudah sangat bagus gimana kalau Chen mo?" teriak salah seorang siswa.


Mereka yang mendengarnya refleks menengok semua ke arah Chen mo penasaran berapa lama dia bertahan, untuk Cheng su mukanya sudah merah padam menahan malu, Chen mo cuek saja dengan orang aneh ini, dia berjalan ke arah Lou li dan berkata "Katanya kau bertahan sampai hari ke 30?"


"Iya aku memang selesai di hari 30, tapi aku tidak berbicara keluar kekosongan di hari ke 30" katanya dengan ngeles


"Kau membohongi aku yaa..." sambil mencubit pipinya.


"Selanjutnya" suara teriakan terdengar.


Chen mo melepas cubitannya, di mata banyak siswa dia berjalan memberi token setelah di nyalakan token tersebut keluar angka 40, guru gembira dia berkata dengan lantang.


"Bertahan 40 hari kelas jenius"


Para siswa yang mendengarnya terkejut menatapku seperti monster, beda dengan Cheng su dan kroninya muka mereka sudah sangat pucat sekali, ada beberapa yang berlutut dan menatap token dengan kosong.


"Gila.. 40 hari? bukankah ini sudah masuk ke ranah jenius superior?"


"Gila sekali, sudah lawan monster apa ya"


"Chen, aku ingin membuat anak denganmu"


"Lebih baik kau sadar diri, apa kau tidak melihat Lou li di sampingnya?"


"Iya benar, buat iri saja mereka berdua ini"


"Pasangan yang di pasangan oleh surga ini, Hah buat iri" kata siswi sambil menghela nafas.


"Hei lihat Cheng su dan kroninya sepertinya mereka menendang plat besi"


"Kasihan sekali, mereka provokasi jenius superior"


Para siswa mulai memuji kami berdua, ada juga mereka yang mengejek Cheng su dan kroninya, Chen mo dan Lou li tidak mempermasalahkan tapi beda dengan Cheng su dan kroninya mereka tidak bakalan punya tempat lagi di sekolah karena sudah memprovokasi jenius superior.


Kroni-kroni yang menjilat Cheng su perlahan-lahan mulai bubar, ada yang lebih parah yaitu mereka menuduhnya dan ada yang pula meminta maaf ke Chen mo atau Lou li, tapi keduanya menghiraukan mereka.


Respon yang dingin membuat mereka menunduk malu dan pergi dengan sedih, Cheng su melototi Chen mo dan keluar dari aula dengan wajah marah, dan malu.


Keduanya tidak menghiraukan mereka malah sibuk dengan dunianya, sendiri guru yang dari tadi melihat hanya tersenyum, dia menyuruh siswa lain untuk diam, saat aula menjadi sunyi dia menatap kami berdua dan berkata


"Selamat untuk Chen mo dan Lou li karena kalian berdua sudah bertahan sangat lama di kekosongan, sekolah akan memprioritaskan kalian untuk mengambil sumber daya atau permintaan apapun,


Tapi kalian ingat, 1 tahun lagi akan ada ujian nasional serta nanti ada ujian internasional, kalian ini akan menjadi perwakilan langsung dari sekolah Guancheng, jadi jangan bangga dulu ke depannya tugas kalian nanti akan semakin berat" kata guru tersenyum


"Dan untuk siswa lain, ada 7 kouta lagi untuk ujian nasional, kalian akan memperebutkan di ujian sekolah nanti untuk mendapatkan koutanya dalam waktu 8 bulan lagi, apakah kalian paham?" katanya menghadap siswa.


"Kami paham pak" kata siswa serempak


Guru itu mengangguk dan turun dari podium, para siswa perlahan mulai meninggalkan aula ada beberapa siswa yang menghampiri kami berdua berjanji bahwa mereka akan mendukung kami nanti, termasuk para siswa perempuan yang sangat antusias, setelahnya mereka pada berjalan keluar semua kecuali kami berdua karena kami di berhentikan oleh guru tersebut.


"Karena kalian bertahan paling lama di kekosongan, otomatis kalian menjadi juara sekolah dan ada satu siswa lagi seperti kalian dia bertahan selama 34 hari di kekosongan, sekarang dia lagi ada di ruang kepala sekolah, kalian berdua ikut dengan ku kesana" katanya sambil berjalan membelakangi kami.


Kami berdua mengikutinya sampai kami tiba di depan pintu masuk ruang kepala sekolah, guru itu mengetuk terlebih dahulu sebelum membuka dan berkata kepada kami "Di dalam banyak orang berkumpul jadi sopan lah"


Kami masuk ke dalam dan melihat ruangan yang sangat besar dengan ada beberapa orang berdiri di belakang kepala sekolah dan satu siswa yang di kelilingi.

__ADS_1


"Kalian kesini lah" kata kepala sekolah sambil melambai tangannya, kami berdua berjalan dan menghampiri kepala sekolah, karena penasaran dengan siswa ini jadi kami melihatnya dan kaget ternyata siswa ini adalah bakat tingkat A+ yaitu Xiao yu.


__ADS_2