Era Legenda Sang Penguasa

Era Legenda Sang Penguasa
Wanita Baru Dan Orang Baru


__ADS_3

Membuka mata melihat tempat familiar tapi asing, "Aku semakin sibuk saja sampai lupa dengan tempat tinggalnya sendiri" senyum tidak berdaya.


Pergi mandi, sarapan, selesai dia rapih rapih, membuka pintu menengok ke sebelah kanan kamar kosong walau sudah ku tempati apartemen ini selama 3 tahun.


"Dimana yang tinggal disini? Apakah dia sudah mati dalam kekosongan?" katanya berpikir.


Tidak lama berpikir tiba-tiba Chen mo mendengar di bagian tangga ada suara hentakkan kaki naik, dia menengok ke tangga penasaran siapa orang itu, karena selama 3 tahun hanya dia yang tinggal di atas sendiri.


Chen mo melihat dengan cermat ke arah tangga, dia melihat wanita yang sangat cantik dengan tubuhnya yang berlebihan berkembang, senyum kecil di bibirnya dan, mata yang membuat pria ingin memilikinya, dia terkejut dengan keindahan ini sebentar sebelum sadar kembali dan memberanikan diri bertanya "Maaf, nyonya ini siapa ya?" menghentikan menggunakan tangannya


"Adik kecil, kau adalah orang pertama yang menghalangiku berjalan" katanya dengan senyuman menggoda, "Tolong nyonya, untuk apa kau kesini karena tempat ini hanya ada kamarku, dan kamar sebelah yang selalu kosong" ucapnya tegas.


"Fufufu... adik kecil kamar itu milikku" Chen mo melihat dia dari ujung kepala sampai kaki, "Adik kecil apakah kakak sangat cantik, sampai kau melihatnya seperti itu" katanya provokasi.


"Tidak, aku hanya mengkonfirmasi saja soalnya anda dengan foto yang ada di kamar sebelah tidak sama, karena sering bersihkan kamar sebelah jadi aku tahu semua foto pemiliknya, jika itu seorang gadis kecil dulunya, maka selama 3 tahun menghilang dia tidak akan seperti anda" berkata waspada.


"Adik kecil memang ini kamar milikku jika tidak percaya kau bisa melihat kunci ini" katanya sambil menjulurkan tangan putihnya ke arahku.


Chen mo mengambilnya, setelah di periksa dia terkejut "Memang benar ini kunci aslinya, berarti kau pemilik kamar ini?" dia mengangguk


"mohon maaf perbuatanku tadi karena memang aku terkejut dengan perubahan mu selama 3 tahun ini, jadi aku agak waspada" menunduk sedikit meminta Maaf.


"Enggak apa-apa kok adik kecil aku terima maaf mu, aku malah yang berterima kasih karena kau sudah merawat kamar ini" katanya.


"Tidak apa-apa aku suka kebersihan, melihat kamar sebelah kotor aku inisiatif untuk membersihkannya"


"Baiklah sekali lagi terima kasih, adik kecil"


"Sama-sama" sambil melihat jam tangan virtual.


"Nyonya aku terlambat jadi aku keluar dulu, Oh ya namaku Chen mo bukan adik kecil" berlari jauh menjauh


Setelah menjauh, wanita itu tersenyum misterius "Anak yang menarik" Chen mo berlari selama beberapa menit sebelum berhenti sebentar untuk mengatur nafas.


"Hah...Hah.. kuat sekali paksaannya, di pastikan dia punya motif untuk tinggal di kamar itu" sambil memikirkan, "Yah untuk sekarang tidak perlu di pikirkan, jika memang dia bermasalah hehe.... aku sangat tertarik juga dengan tubuh montoknya" teleport ke salah satu gang dekat gerbang sekolah.


Saat berjalan ke gerbang sekolah tiba-tiba terdengar teriakan


"Chen" kata dua wanita.


Teriakannya membuat Orang-orang di sekitarnya tertarik melihat, Chen mo melihat Lou li dengan bajunya bewarna putih lengan panjang seperti baju yang sering di pakai kultivator, sementara Xiao yu memiliki baju penyihir tebal dan kedua lekuk tubuhnya tidak terlihat nampak sekali, hanya bagian kepala saja yang terlihat.


"Sepertinya mereka mendengar nasehatku" tersenyum dalam hati.0


"Kalian berdua jangan berteriak, lihat kita di perhatikan oleh orang lain"


"Chen, jangan pedulikan orang lain ayo kita ke kelas" kata Lou li dengan menarik tangan sebelah kiri

__ADS_1


"Iya Chen ayo ke kelas dikit lagi mau di mulai" kata Xiao yu sebelah kanan.


"Baiklah"


Kami berjalan bertiga sedikit bercanda, dan tertawa, orang sekitar yang melihat kami sangat cemburu terutama laki-laki karena yang Chen mo dapat bukan hanya satu tapi dua primadona sekaligus.


Kami bertiga berjalan menuju kelas jenius, dimana tempatnya berbeda dengan kelas-kelas lain, karena di ajarkan oleh guru terbaik, ruangan yang luas dan nyaman, ada juga sumber daya yang di berikan setiap bulannya


Kami bertiga duduk di bagian belakang dengan di tatapan iri orang lain, tapi kami tidak peduli dan masih lanjut berbincang, sampai


"Halo wanita cantik, perkenalkan nama saya Zhan li dari keluarga Zhan" katanya menjulurkan tangannya dengan senyum bangga.


Kami terkejut dan menengoknya dengan wajah penasaran.


"Itu Zhan li berulah lagi"


"Iya selama 2 hari ini dia sangat berkuasa, Karena dia murid pindahan terbaik dari sekolah no 2 yaitu Fu chi" "Dia menantang Chen?"


"Hahaha.. apakah akhirnya dia nabrak tembok?"


Murid lain berdiskusi dengan berbisik sementara kami bertiga mencueki saja, karena dia belum menunjukkan kekuatannya dan kami tidak tahu siapa dia.


"Kenapa nona ini tidak bicara?" tanyanya bingung, "Maaf teman, kami tidak ingin di ganggu silahkan pergi dari sini" kata Chen menyela.


"Kau siapa, aku berbicara dengan nona ini bukan kau, dan lagian siapa kau ini?"


Dia ragu-ragu sebentar, memelototi ku sebelum berjalan keluar, "Sepertinya aku tidak bisa berpura-pura lagi sekarang" berkata ke mereka berdua.


"Yah mereka tidak akan mengganggu lagi, karena lebel jenius kita sudah terlanjur terkenal sekarang, jika ada orang yang mau mengganggu hubungan kita dia harus berpikir dua kali sebelum melakukannya" kata Xiao yu.


"Iya, karena di era ini kita dianjurkan harus berhati-hati menjalaninya, jika kita provokasi sana-sini kita tidak akan bisa selamat walau jenius keberuntungan sekalipun, karena semesta saja sudah di jelajahi, apa lagi anak keberuntungan yang selalu di lindungi" kara Lou li meremehkan.


"Benar hanya orang yang berhati-hati saja yang bisa hidup bertahan lama, orang seperti tadi ini, jika terus melakukan hal seperti itu aku agak ragu dia bisa bertahan selama 10 tahun"


Mereka berdua mengangguk dan kami melanjutkan pembicaraan lagi karena itu hanya episode kecil, dan benar saja sampai pelajaran selesai dia tidak terlihat lagi di mata kami, dalam pembicaraan tadi, kami membeberkan sedikit tentang wilayah kami masing-masing.


Wilayah Lou li adalah tempat yang hampir sepenuhnya di tutupi oleh salju, ini surga bagi ras dengan elemen yin atau dingin, untuk ras yang sudah di dapat itu adalah rubah salju, serigala salju, dan beberapa ras dingin lainnya, rata-rata level 30-35


Wilayah Xiao yu adalah zaman eropa kuno, dunia para penyihir, berbeda dengan dewa atau abadi, para penyihir menggunakan kemampuan mereka sendiri untuk mencari kebenaran dan juga menjadi lebih kuat, dengan kemampuan otak mereka yang terbatas.


Makanya banyak sekali penguasa di ras berbintang yang sangat menghormati para penyihir ini, karena kartunya yang sangat banyak, sulit dibunuh dan dia adalah ilmuwan termasyur melebihi ilmuwan teknologi, rata-rata tingkat penyihir 3,5 ke bawah


( Hitungannya penyihir tingkat 1 sama dengan level 10 di dunia penguasa )


Kami bertiga mengungkapkan sedikit wilayah, karena kami berniat untuk membentuk tim bersama untuk kejuaraan nanti, atau menjelajah kekosongan, karena jika membentuk tim presentase kematiannya menjadi lebih kecil.


Pada saat kami bertiga berjalan sampai di depan pintu gerbang, Chen mo melihat siswa tadi, dia menghadang kami bertiga "Kau Chen mo bukan? bagaimana kalau kita kontrak perang biar bisa menentukan siapa yang terkuat dan cocok dengan kedua wanita ini"

__ADS_1


Hehe... terimalah tantanganku ini agar aku bisa mendapat altar Malaikatmu itu, saya tidak sabar bermain dengan mereka" dalam hati memikirkan hal cabul.


Chen mo terkejut serta tidak percaya kalau ada orang lain yang ingin menantangnya, karena banyak para pemula maupun jenius sekarang ini hanya memantapkan fondasi mereka dan tidak bakalan terpikirkan untuk menantang.


"Kau, apakah serius?" mengkonfirmasi ulang, "Benar aku serius, bagaimana apakah kau juga setuju?" katanya dengan wajah bangga.


"Sepertinya dia punya kartu, jadi dia percaya bisa menang dengan melawan ku, hehe dua burung satu batu kah? dasar naif" menggelengkan kepala.


"Baiklah aku setuju, kapan kau ingin mulai?" tanya Chen santai, "Lebih baik sekarang saja di ruang latih tanding sekolah" katanya seringai.


"Oke ayo"


"Hahaha... dia masuk perangkap, dia tidak tahu kalau aku memiliki beberapa pasukan yang sudah mencapai level 40 ke atas" dalam hati senang.


"Dia ini sangat percaya diri sekali, apakah aku terlalu rendah hati jadi gampang di bully, ataukah ada penyokong?" dalam hati


Kami punya pikiran di batin kami masing-masing sampai kami tiba di ruang latih tanding dengan banyak orang yang sudah berdatangan dan beberapa guru yang tertarik dengan pertandingan ini, karena beritanya sudah bertebaran kemana-mana.


"Apakah itu Zhan li? percaya diri sekali dia"


"Apakah dia tidak melihat berita"


"Mungkin saat berita tersebar dia lagi di rumah sakit jiwa"


"Haha... kawan kau berpikir sampai sejauh itu"


Kata banyak murid berdatangan dengan berbisik.


"Apakah anak Ini Zhan li?"


"Memang percaya diri itu bagus, tapi ingat tempatnya"


"Haha ajaran dari sekolah nomor dua itu, jadi dia seperti ini"


Para guru juga berdiskusi tentang hasil dari pertandingan ini dan mereka setuju secara bulat kalau Chen mo yang akan menang, karena yang tersebar di luar hanya bakat dan rasnya saja tidak dengan mereka bertahan di kekosongan berapa lama,


Karena siswa sangat dilarang keras oleh sekolah untuk menyebarkannya, sampai ada kasus seorang siswa mati di area sekolah karena menyebarkan hasil bertahan di kekosongan.


Chen mo sampai di ruang tanding, melihat arena hanya seluas beberapa meter, karena Penguasa bertarungnya di dalam dunia virtual, atau jika penguasa bertaruh kontrak perang mereka bisa di pindahkan ke dimensi kosong, di atasnya dia melihat ada lcd besar terpampang jelas untuk menonton orang yang bertanding.


"Kalian berdua silahkan kalian setujui kontrak ini" kata petugas datang sambil menyerahkan kontrak nya.


( Kuil perang adalah tempat yang paling banyak diminati dari semua kalangan karena mereka bertaruh bukan hanya dengan barang tapi langsung dengan umatnya sebagai taruhan,


Setelah para penguasa mengajukan kontrak mereka tidak akan bisa di ganggu gugat oleh orang lain, atau membatalkannya secara paksa, bisa dibilang ini adalah duel hidup mati.


Status penguasa bisa di cabut secara paksa oleh kuil perang jika keduanya setuju menandatangi kontrak bertaruh dengan token, sang pemenang bisa juga secara paksa mengambilnya dari yang kalah dengan kekuatannya sendiri.

__ADS_1


Yahh intinya jika bertaruh, kau menang untung, kau kalah buntung.)


__ADS_2