
Aku terbang dengan sangat cepat melewati banyak sekali hutan, rawa atau bukit.
Sampai saat aku melewati bukit terakhir, melihat dari kejauhan tempat yang sangat spektakuler, dengan tembok dan bangunan yang menjulang tinggi sampai ke awan.
Di langit kita akan dimanjakan dengan banyak sekali hewan buas terbang, kereta terbang, mobil terbang, atau orang yang terbang.
Dan sangat banyak sekali penguasa yang berlalu lalang seperti kawanan semut, mereka memakai baju mewah, yang memakai jubah, berpakaian kultivator, atau ada ras lain juga.
Aku tidak percaya dengan apa yang di lihat ini, tapi ini sangat mengagumkan.
"Luas dan megah, Apakah sebuah kota seperti ini?" "Gimana jadinya kalau itu sebuah kerajaan, atau kekaisaran? Seberapa luas dan mengagumkan nya
mereka?"
Memikirkannya membuat bulu kudukku merinding, aku menggeleng kepala untuk melupakannya dan terbang ke salah satu tempat yang banyak antrian.
Aku turun dan menunggu giliran, gak lama giliran ku
"Apakah kau penguasa baru di sini?" kata orang dengan aneh.
Dalam jubah aku hanya mengangguk.
"Baiklah jika kau mengikuti aturan, kami tidak perduli denganmu, tapi jika kau buat gara gara... kau tahu akibatnya kan?"
Aku hanya mengangguk dan melempar 10 batu roh, dia sangat puas dan pindah ke yang lain.
Masuk, aku berjalan sampai ke gang yang sempit, membuka gerbang dan memanggil Carolia beserta 10 assassin lain.
"Salam tuan" kata mereka.
"Aku ada tugas untukmu, jelajahi seluruh kota ini dan Informasi apa yang di dapat mengerti?"
Dia mengangguk dan menghilang, aku lanjut lagi jalan melihat sekeliling dengan kagum, sampai tiba di salah satu taman yang sangat luas dengan sangat banyaknya sekali orang berkumpul seperti menonton sesuatu.
Aku yang penasaran akhirnya pergi ke sana setelah berjuang untuk melewati banyak orang,
Aku melihat ada wanita bercadar yang sangat cantik duduk di dekat air mancur seperti menunggu sesuatu.
"Apa.. Ternyata hanya wanita ku kira ada hal menarik, ck" kataku kesal sambil berjalan pergi ke belakang.
Aku tidak terlalu peduli tentang wanita lagi, karena di duniaku mereka sangat banyak, jadi aku sudah kebal dengan namanya wanita cantik.
Aku telusuri banyak jalan, beli juga makanan atau suvenir sampai
"Tuan kami sudah mendapat Informasi dasar mengenai kota ini" kata Carolia.
Aku teleport ke gang yang sudah ada Carolia dan 10 assassin lain di sana.
"Ini tuan" katanya sambil menjulurkan sebuah batu aneh.
"Batu apa ini Carolia?"
"Tuan, ini batu Informasi, kita tinggal pecahkan saja dan seluruh informasi akan masuk ke dalam pikiran anda."
"Ohh" kataku mengangguk.
Aku memecahkan dan semua Informasi dasar mengenai kota ini terserap dalam pikiranku.
"Oke bagus tugas kalian selesai, masuk kembali" sambil buka gerbang.
"Nanti jika ada waktu aku bisa mengajak kalian semua belanja" kataku tersenyum.
Mendengarnya mereka sangat bersemangat dan masuk ke gerbang sambil bicara gembira, setelahnya aku keluar dari gang dan pergi ke salah satu hotel mewah di kota ini, sampai aku masuk dan memesan 1 kamar.
No. Kamar 002
"Nah ini dia tempatnya" kataku.
Masuk tanpa melihat apa-apa aku langsung ke kasur dan tertidur.
Bangun pagi, mandi, dan dari jendela aku melihat dari kejauhan bintang yang sangat besar terbit dan melihat ke bawah sudah banyak sekali orang yang sudah mulai beraktivitas.
Puas dengan pemandangan nya, aku beranjak pergi langsung ke kamar dagang matahari.
Dengan tempat, interior dan aura yang sama aku masuk datang ke resepsionis sambil menjulurkan plakat hitam,
Resepsionis terkejut, dengan anggukan diam dia bangun dari bangkunya pergi mencari Manajer.
Orang di sekitar ku sudah tertarik dengan gerak gerik resepsionis dan sudah mulai berbisik, aku tidak perduli dan menunggu diam sampai
"Apakah tuan ini memanggil saya?" tanya seorang wanita cantik.
Dari dalam jubah aku mengangguk dan dia mengarahkan ku ke ruang pribadi, orang di sekitarku yang menonton sangat terkejut dan mereka saling memandang.
Karena yang di panggil olehku itu adalah seorang manajer, orang yang statusnya tinggi di kamar dagang, apa lagi dia memanggil tuan.
Saat masuk ke dalam ruang pribadi, di luar telah heboh berita tentang kejeniusan yang ada di kamar dagang matahari, beritanya tersebar sangat cepat sampai seluruh kota mengetahui kalau ada jenius yang sudah sampai di kota ini.
Sementara aku tidak tahu kondisi yang di luar, duduk di sofa sambil membuka jubahku
"Hah... Panas sekali menggunakan jubah ini"
Nampak mukaku dengan wajah tampan, muka yang hampir sempurna, aura maskulin serta niat membunuh yang membuat Manajer wanita itu terpesona.
Aku terbatuk untuk menyadarkan nya, dia tertegun sebentar sebelum kembali ke profesional nya
"Ada perlu apa tuan?" tanyanya lembut.
"Apakah ada berita menarik di kota ini?"
Dia berpikir sejenak sebelum menjawab "Ada tuan, menurut berita dari kantor kami dalam seminggu lagi akan ada dungeon labirin yang akan terbuka
Lokasinya ada sekitar di perbatasan antara kota kita Jaya Wijaya dengan kota dari sekte kerajaan asing."
Aku mengerutkan kening dengan perkataannya, "Perbatasan kota mana?"
"Tuan, ada di perbatasan kota perdamaian milik sekte keagamaan."
__ADS_1
"Apakah banyak jenius yang akan datang?"
"Tuan bukan hanya jenius, tapi jenius dari generasi sebelumnya akan banyak yang datang, soalnya batas dari dungeon nya adalah level 99" katanya.
"Sepertinya lawan kali ini bukan hanya cecunguk saja" dalam hati.
"Apakah ada Informasi lain?" tanyaku
"Oh ada tuan, ada kejeniusan selain tuan yang sudah datang, dia dari sekte es, ciri-cirinya menggunakan C sadar warna biru"
Mendengarnya membuatku teringat akan wanita yang di dekat air mancur itu, tapi hanya sekilas dan sudah kulupakan
"Baiklah terima kasih Informasi nya, nanti aku akan sering ke sini untuk mencari Informasi yang lain apakah bisa?" tanyaku.
"Bisa, karena tuan adalah pelanggan VVIP kami jadi tuan bisa menanyakan apapun sampai batas bawah kami"
Aku mengangguk puas "Kita lanjut ke bisnis aku ingin membeli semuanya yang ada di dalam ini?" sambil menyerahkan kertas.
Wanita itu mengambilnya dan keluar untuk mengambil barangnya, sementara aku terdiam dan memikirkan rencana selanjutnya yang harus dilakukan.
"Zaman keemasan. Hehe..! Menarik" terkekeh.
Wanita itu kembali lagi dengan barang di cincin nya, aku periksa setelah oke aku bayar dan menggunakan teleport untuk kembali ke hotel.
Dia terkejut, tapi hanya bisa menggeleng kepala dan keluar, sementara banyak anak muda berdarah panas berdiam diri menunggu yang namanya jenius ini depan resepsionis.
Tapi setelah menunggu lama yang di maksud jenius ini tidak keluar, sampai ada salah satu anak muda karena kesal menunggu, dia membuat keributan di area resepsionis.
Sampai sang manajer datang dan berkata dengan dingin "Lebih baik kau urungkan saja niatmu, jenius itu telah keluar"
Mereka terkejut, tapi mereka masih tidak percaya dan tetap membuat keributan.
"Bagaimana dia bisa keluar kalau masih ada kami di sini" "Benar, jika mereka keluar pasti sudah terlihat oleh kami" "Apakah dia ini pengecut?" "Haha... Memang pengecut kali."
Banyak anak muda berbicara keras ke manajer wanita ini, sampai dia berkata kembali
"Sang jenius bisa menggunakan seribu cara untuk keluar dari sini" katanya berbalik pergi.
Banyak pemuda hanya bisa terperangah dan dengan wajah kesal mereka keluar dari kamar dagang.
Sampai di kamar aku langsung berkata "Kembali"
Keluar kamar pergi ke ruang tamu mencari Lidia.
"Ohh, kau ada di sini Lidia" teriak ku
Dia menengok dan berkata "Ada apa tuanku?"
Menarik tangan dan memeluknya sambil berkata" Nanti panggil Caroline sama Milya? Dan diam terlebih dahulu aku ingin mencium wangi tubuhmu ini"
Dia hanya diam dan membiarkan diriku mencium dirinya,
"Kenapa kamu wangi sekali? Padahal kalian tidak pernah mandi, tapi tetap saja sangat wangi.
Aku juga mencium wangi yang sama dengan druid dan Human elf, tapi kenapa bisa ya kalian wangi seperti ini?"
Melihatnya memerah lantas aku gigit telinganya sambil berkata "Hehe... Lidia ternyata imut sekali"
Dia tidak tahan dengan serangan ku dan melarikan diri menggunakan skill luar angkasa.
"Dasar Lidia, tapi memang wangi sekali keringat mereka, apakah dangat bagus jika di jadikan parfum?" memikirkan ide menarik.
Gak lama berselang, muncul lorong bewarna biru dan keluar 2 wanita menghadap diriku.
"Loh, dimana Lidia?" tanyaku
"Katanya dia lagi ada urusan dengan adiknya" sahut Milya
Aku hanya tersenyum lucu melihat tingkahnya,
"Oke Baiklah, kita mulai ke bisnis, ini Caroline di dalamnya banyak sekali barang keperluan kita nanti kau kategorikan saja dan bagikan ke semua pasukan" kataku menyerah kan cincin kepadanya.
Dia maju selangkah mengambil cincin dan mundur kembali,
"Dan ini untukmu Milya, siapkan 9 pasukan untuk nanti kau bobol 9 gerbang ini" menyerahkan 9 token.
Setelah pemberian mereka lanjut melapor soal tawanan, akomodasinya dan "Tuan untuk para elf, druid dan human elf mereka tidak ada pahlawan" kata Milya.
"Oh iya benar aku lupa, Baiklah setelah ini selesai nanti aku akan ke altar untuk melakukan panggilan" kataku sambil menepuk jidat.
Setelah laporan mengenai semuanya, aku bertanya yang membuatku masing kepikiran "Kalian berdua, setuju tidak kalau kita membuat parfum dengan keringat dari tubuh para penghuni hutan?"
Mereka mendengarnya mengangguk setuju "Iya tuan, kita jadikan ajang bisnis saja sekalian kita bisa memantau seluruh aktivitas wilayah di selatan kita nanti" "Iya itu bagus juga untuk semangat tentara, karena dengan wangi dari elf api membuat semangat kita bertambah beberapa kali lipat."
Kita bertiga berbicara gembira sampai ada suara batuk dari kejauhan,
"Apakah kalian ingin menjadikan kami sebagai alat?"
Kita menengok ada Linda tersenyum menyeramkan dengan Lidia yang ngumpet di belakangnya.
Kami bertiga hanya tersenyum malu dan hening beberapa saat sampai "Baiklah akan aku coba usahakan, tanya mereka" katanya pasrah
Mendengarnya kami sangat senang dan membuat rencana bagaimana cari mendapatkan nya.
Linda di cueki dan menengok ke arah kakak nya "Apakah yang aku lakukan ini benar,nkakak?"
Kakaknya hanya menghela nafas apa yang di katakan oleh adiknya
"Hah...! kamu sudah ngomong seperti itu jadi kau tanggung akibatnya" kata Lidia dengan kejam.
Linda sangat tertekan dengan ucapan kakaknya dan hanya bisa terdiam sampai kami selesai membuat rencana keduanya
Dan kedua wanita membawa Lidia dan Linda pergi keluar untuk memberitahu Saria dan saudarinya mengenai parfum ini.
Sementara aku pergi ke altar pahlawan, di sana aku berjalan ke pinggiran tengahnya dan membuka panelnya.
"Altar Pahlawan"
__ADS_1
Pemanggilan : 10.000 batu roh.
"Huhhhh... Semoga beruntung" kataku sambil menghela nafas panjang, aku pencet dan
"Ding dapatkan baju dinas wanita"
Ding dapatkan teh gelas"
"Ding dapatkan rokok"
"Ding dapatkan kartu warna putih
"Ding dapatkan pahlawan elf"
Dari altar keluar sinar cahaya warna hijau menutupi semua altarnya, dari dalam keluar wanita dewasa dengan tubuh yang berlebih dan banyak lagi aspek badan yang membuatku sangat bergairah.
Dengan jalan nya seperti model dan menunduk satu lutut kepada ku
"Salam tuan" katanya dengan lembut.
Mendengar suaranya yang lembut membuatku sangat nyaman sekali,
"Siapa namamu dan apa elemen mu?" tanyaku penasaran.
"Saya Lindia elemen ku adalah luar angkasa"
Aku bertanya penasaran "Apakah kau kenal Linda sama Lidia?"
Wanita itu terkejut dan berkata "Benar tuan, aku dianggap sebagai ibu angkat dari keduanya"
Aku lebih terkejut lagi dan hanya bisa memendam pertanyaanku yang lain.
"Baiklah kau bisa menunggu di belakang ku, Lindia"
Dia mengangguk dan berjalan ke belakang, sementara aku memanggil lagi dan beberapa pemanggilan kemudian aku mendapatkan nya lagi.
Cahaya menutupi altar lagi yang sekarang warnanya hijau tua.
Keluar darinya wanita dewasa dengan hanya menutupi bagian pribadinya saja dengan daun, aku melihatnya hampir mimisan tapi aku tahan dan bertanya kepadanya
"Siapa namamu?"
"Salam tuan, aku adalah Seria"
Aku juga menyuruh ke belakang dan membiarkan nya mengobrol dengan Lindia.
Lanjut melakukan pemanggilan
"Ding dapatkan kartu pahlawan hijau"
"Ding dapatkan stocking"
"Ding dapatkan mie gelas"
"Ding......
" Ding dapatkan pahlawan Human Elf"
dengan adegan yang sama keluar serang wanita dewasa dengan kulit yang sangat bersih dan membuatku hampir saja menghunus pedangku.
Bagaimana tidak? jika orang yang kau panggil seorang wanita yang sangat dewasa dan tubuh hanya *********** saja yang di tutupi bukankah kau tidak menahannya dan akan menghunus pedangmu.
"Salam tuan"
Dengan wajah tebal aku bertanya "Siapa namamu dan Kenapa kau tidak memakai baju?"
"Aku sarnia dan tuan baju itu apa?" tanyanya bingung.
Mereka berdua yang ada di belakangku juga bertanya, aku terkejut dengan reaksi mereka tapi aku jelasin dengan sabar
Mereka akhirnya mengangguk mengerti dan wajah mereka memerah dengan aku yang melihat mereka.
"Haha... jika kebiasaan kalian seperti ini tidak apa-apa, tapi jangan kau umbar ke orang lain mengerti?"
"Kenapa tuan, kalau orang lain tidak boleh melihat?"
"Ada deh, nanti ada orang lain yang memberitahu kalian" kataku tersenyum.
Mereka hanya bisa diam dan aku lanjut lagi melakukan panggilan.
Dari panggilan altar aku menghabiskan sekitar 16.5juta batu roh ( altar dan barak itu sama ) dari pengeluaran sebesar itu aku mendapatkan 320 pahlawan elf, 165 pahlawan druid dan 285 pahlawan human elf, total sekitar 770 pahlawan
Ada juga ratusan dari kartu pahlawan biru, hijau atau putih.
Lalu terbang sedikit dan melihat banyak sekali wanita dewasa dan mereka yang minim busana berbicara dengan gembira di sebelahnya.
Aku terbatuk dan mereka yang mendengarnya terdiam, "Perkenalkan namaku Chen Mo dan semuanya selamat datang di rumah baru kalian" kataku semangat.
Mereka sedikit bersorak dan berbicara gembira lagi dengan orang sebelahnya.
"Oke sekarang ikut denganku kita akan memberikan suprise kepada semuanya, mengerti?"
Mereka mengangguk paham dengan wajah antisipasi, aku terbang dan melewati tempat yang belum di jamah oleh tentaraku.
Terbang sampai tiba di kota cahaya harapan, di sana aku lihat masih banyak tentara yang masih berlatih di pohon kesenangan ataupun yang sedang jalan-jalan.
Aku dan para pahlawan bergerak secara diam dan waktunya sudah siap, kami semua tiba tiba melompat secara bersamaan mengepung banyak tempat yang membuat banyak wanita sangat kaget.
Mereka mau menyerang, tapi setelah dilihat kalau itu adalah penatua mereka, mereka sangat senang dan berjalan mengepung mereka berbahagia.
Banyak juga yang lain tertarik dan mereka melihat pemasaran, setelahnya mereka juga ikut berbahagia dan kota yang awalnya agak sepi tiba tiba menjadi sangat ramai karena kedatangan para penatua, atau ibu angkat mereka.
Aku sampai bertepuk tangan membiarkan mereka semua terdiam "Baiklah kalian bisa ngobrolnya besok kalian harus tidur dulu untuk tugas besok, karena nanti ada pertempuran berkepanjangan yang membuat kalian tidak bisa tidur nyenyak lagi"
Mereka paham dan bubar sekalian mengatur pahlawan baru ini.
Karena malas ke vila aku menginap di salah satu rumah elf dan tidur di sana, dengan banyak wanita cantik juga yang menemaniku.
__ADS_1