
Setelah pengumuman dari kepala sekolah di arena para penonton mulai pergi, tapi terpampang wajah mereka berseri gembira dan harapan di matanya.
Chen mo menunggu kepala sekolah keluar arena sekalian meladeni para guru yang ingin berbicara kepadanya, setelah banyak basa-basi dengan para guru kepala sekolah turun dari arena dan datang kepadaku membawa di tangannya token bewarna hitam.
Melihat kepala sekolah datang para guru yang antusias menjadi terdiam dan memberikan jalan kepadanya "Chen, ini tokennya kau ambillah" sambil memberikan token warna hitam, "Terima kasih pak" katanya mengambil.
"Haha...Chen kau sangat bagus sekali dengan penampilanmu ini, banyak sekali orang yang menonton, katanya kau juga di gadang-gadang akan menjadi pemimpin seluruh Wilayah provinsi Guandong,
Performa bagus mu ini harus di pertahankan, dan jangan kau permalukan sekolah ini, mengerti?" katanya sambil menepuk pundak, para guru di belakangnya tersenyum.
"Mengerti pak, terima kasih"
Singkat cerita, selesai bicara dengan kepala sekolah Chen mo pamit kepadanya dan guru-guru lain, pergi ke luar arena sampai tiba di depan gerbang melihat Xiao yu dan Lou li yang sedang menunggu.
"Maaf kalian menunggu terlalu lama, aku ada pembicaraan sedikit dengan kepala sekolah" berlari minta maaf.
Keduanya mengangguk dengan wajah murung, melihat reaksi mereka yang tidak normal dia menarik keduanya ke dalam pelukan dan teleport ke salah satu atap gedung.
Melepaskannya, dia menatap keduanya dengan serius, "Kalian ini kenapa?"
"Aku tidak kenapa-napa" kata keduanya sambil memalingkan muka.
"Kalian ini punya masalah apa, kalian bisa bilang, nanti aku yang urus semuanya" keduanya menatapku secara bersamaan, mereka berkata "Apa kau akan urus semuanya?"
"Iya akan ku urus" jawab meyakinkan, "Kalau begitu kau putuskan milih salah satu dari kami" kata keduanya.
Chen mo yang ingin ngomong kembali terdiam, dia menatap keduanya dengan bingung "Kenapa harus memutus salah satu?"
"Karena kau harus menjadi milik kami sendiri, tidak ada orang lain" katanya serempak, "Aturan macam apa itu?" kaget.
"Itu aturan untuk seluruh wanita di dunia, pasangan hanya boleh satu tidak boleh dua" sambil menatapnya.
Chen mo mengerutkan kening, dia bertanya "Jika kalian bermalam denganku memangnya kau bertahan berapa lama? Untuk apa di ciptakan keindahan kalau bukan di taklukan? Dan pertanyaan terakhir, Apakah salah satu dari kalian mau aku tinggalkan?"
Mereka terdiam memikirkan pertanyaan yang di lontarkan, sampai Xiao yu berkata, "Tidak, kau harus memilih salah satu dari kami, kalau tidak kau Chen, aku tidak akan bersamamu lagi" ancamnya.
Chen mo yang mendengar tersenyum menyeramkan ke arahnya, Xiao yu ketakutan dengan senyumanku mundur beberapa langkah sampai Chen mo secara cepat mengambil tangannya dan mencium dia dengan sangat intens di depan Lou li.
Xiao yu yang di cium ingin berontak menjauh tapi tidak bisa karena seluruh tubuhnya sudah di pegang erat oleh Chen mo, dia hanya bisa menggerakkan kepalanya berusaha menghindar tapi Chen mo memegang kepalanya dengan kuat dan makin intens ciumannya sampai mata Xiao yu terbelalak ke belakang,
Sementara Lou li yang melihatnya memerah dengan mukanya di tutupi oleh tangan tapi celah terbuka sedikit, Chen mo yang mencium Xiao yu lantas menarik tangan Lou li yang lagi menutup muka dan melakukan ciuman intens menggantikan Xiao yu yang hampir pingsan.
Dia melakukan ciuman ini selama satu jam sampai keduanya pingsan, Chen mo yang puas menunjukkan senyum, sambil berkata meremehkan "Kalian melakukan hal ini saja sudah tidak bisa bangun, bagaimana dengan aksi yang lainnya, apakah akan kuat? sok-sokan menyuruh ku memilih satu"
Melihat kondisi keduanya yang setengah berantakan, Chen mo menggendongnya dan teleport kembali ke apartemen, sesampainya di sana, dia melihat wanita yang sangat glamor berdiri di dekat pagar pembatas sambil melihat pemandangan di langit.
Chen mo yang sedang berjalan berhenti sejenak sebelum berjalan kembali ke arah kamarnya, mendengar ada gerakan wanita itu refleks menengok ke arahku,
Kami berdua bertatap-tatapan selama beberapa menit sebelum sadar kembali mengangguk ke arahnya sambil melewati dia dan memasuki kamar.
Wanita itu sepertinya memasang muka heran dan kaget, karena dilihat dari matanya Chen mo membawa dua wanita di pelukannya yang pingsan dengan baju mereka yang berantakan.
Dia tidak peduli bagaimana pikirannya, menaruh keduanya di kasur, pergi ke dapur untuk memasak makanan, tidak selang beberapa menit kedua wanita itu bangun sambil melihat sekeliling.
"Aku dimana?" kata Xiao yu.
__ADS_1
Lou li yang notice melihat ruangan familiar hanya menghela nafas, dia menengok ke arah Xiao yu, "Ini rumah Chen, kasur yang kau tempati itu biasanya Chen suka tidur di sana" kata Lou li.
Xiao yu kaget dengan perkataannya dan mereka berdua memandang satu sama lain, di mata mereka ada penolakan besar tapi tidak bisa karena mereka tidak kuat menahan pasangan mereka sendiri, juga tubuh mereka yang sudah diambil olehnya.
Jadi keduanya memandang sedikit lebih lama, sebelum mereka menghela nafas, "Sepertinya kita sudah di taklukan"
Chen mo yang selesai menyajikan makanan berjalan masuk ke kamar melihat keduanya yang sudah bangun sambil mengobrol.
Chen mo terbatuk sementara mereka keget dan tersadar sambil menengok ke arahnya, "Waktunya untuk makan, gadis-gadis" katanya tersenyum.
Mereka hanya bisa pasrah, berjalan keluar kamar, duduk di kursi tempatnya, saat ingin memulai makan dia tiba-tiba teringat sesuatu dan berkata kepada mereka "Kalian jangan makan dulu, aku ingin mengajak tamu yang di rumah sebelah untuk makan, kalian tidak apa-apa kan?"
Lou li penasaran lantas bertanya "Dia wanita atau pria?"
"Dia wanita, memangnya kenapa?" tanyaku bingung.
Mereka berdua sangat marah sambil membentak meja makan dengan keras, "Chen, apakah kau tidak cukup hanya kami berdua saja?" kata keduanya marah.
"Kalian kenapa marah? aku mengundang dia karena kepulangannya, sudah 3 tahun dia tidak ada di apartemen ini, dan ini etikad baikku untuk tetangga,
Kalian juga gak mau kan kalau aku makan berduaan dengan dia nantinya, makanya aku ajak sekarang, kan kalian berdua disini bisa melihat diriku?" katanya menjelaskan.
"Tapi kenapa kau harus sampai seperti itu?" tanya mereka bingung.
"Ini silahturahmi, untuk lebih akrab dengan tetangga kalau ada miss komunikasi nanti kan bisa bikin masalah, dan jika dilihat di fotonya dia hanya sendiri jadi aku merasa kasihan" berbisik dengan pelan.
"Baiklah Chen, tapi jangan berbuat aneh-aneh ya?" kata Xiao yu pasrah, "Oke, tenang saja kan ada kalian berdua" katanya mengecup pipi keduanya sambil berjalan keluar.
Sesampainya di luar Chen mo membuka pintu melihat masih ada wanita glamor itu menatap ke langit, dia berjalan perlahan ke arahnya sambil berkata, "Halo nyonya, apakah aku mengganggu anda menikmati pemandangan ini?"
Chen mo terbatuk, "Maaf nyonya aku datang disini untuk mengajak nyonya jamuan makan, ini hanya etikad baik saja biar tidak ada miss komunikasi dengan mu nanti, dan undangan ini tidak ada maksud lain" katanya dengan serius.
Mendengarnya dia mulai mendekatiku, meliuk liuk di tubuhnya sambil berkata di telingaku menggoda "Adik kecil, apa kau tidak mau kakak ini?
Di telinganya seperti ada sentakan listrik, ingin sekali Chen mo memakannya tapi karena sudah berjanji dengan kedua wanita.
Jadi dia mendorongnya menjauh, berkata "Tolong hargai dirimu nyonya", dia menjauh, langsung ku tanya kembali "Apakah nyonya mau atau tidak?"
Wanita yang di dorong itu kaget dan tersenyum melihatnya "Baiklah nyonya ini ikut" katanya dengan senyum misterius.
Chen mo mengangguk mempersilakan untuk masuk sementara dia menggeleng kepala dengan perbuatannya.
Chen mo kembali ke dalam saat tiba, di meja makan dia merasakan ada aura yang membuatnya panas dan keringat keluar dari wajahnya, bingung dengan situasi ini dia mengecek ac tapi masih menyala dan mengecek yang lain tapi tetap juga menyala, karena penasaran lantas bertanya ketiganya yang sedang duduk, "Apakah kalian merasa sangat panas?"
Mereka bertiga menengokku tersenyum menyeramkan, Chen mo lantas merinding dengan otaknya yang bergerak cepat langsung menyadarinya
"Aduh... Aku lupa, mereka berduakan beracun kalau aku tambah wanita menggoda ini bukankah aku membawa singa ke kandang, Yahh... Dilihat dari mata ketiganya memang ada percikan sih" melirik mereka.
"Aduh, kalau sudah begini lebih baik lanjutkan saja, aku penasaran mereka ini bertempur seperti apa Hehe...." Katanya sambil merencanakan di dalam hati.
Chen mo duduk menengok ke arah wanita ini "Baiklah perjamuan akan dimulai sekarang untuk nona ini selamat datang di rumah sederhanaku"
Dia berdiri dari kursinya berkata dengan gembira "Terima kasih atas ajakannya Chen, aku sangat bahagia karena tidak ada orang lain yang memperhatikanku kecuali dirimu"
Wajah gembiranya berubah menjadi centil sambil berkata "Jangan panggil aku nona, namaku Charlotte, senang bertetangga dengan kamu"
__ADS_1
Kedua wanita yang mendengar pidatonya hanya mencibir dalam hati, sementara omongan selanjutnya membuat mereka tidak terima, jadi Lou li dengan wajah dingin berkata "Baiklah untuk Nona Charlotte silahkan duduk, kami ingin memulai makan"
"Benar, silahkan duduk kembali" sahut Xiao yu.
Chen mo berdehem bicara "Silahkan duduk kembali nyonya Charlotte."
Charlotte sangat terhina dengan perkataan keduanya, tapi dia masih tetap tersenyum walau dipaksakan.
"Apakah wanita ini ingin bermain melawanku Kah... Hehe menarik?" dalam hati.
Charlotte duduk kembali memakan dalam diam, sementara kami bertiga makan dalam suasana hening, "Wah, apakah hanya segini pertarungannya?" dalam hati kecewa.
Kita berempat makan sampai beberapa menit kemudian, "Chen, makanan mu enak sekali, memang pantas kau kriteriaku menjadi seorang suami" kata Charlotte blak-blakan.
Kedua wanita terkejut, Chen mo tersenyum berterima kasih sementara keduanya hanya bisa bingung, tapi Xiao yu tersadar dan membalas lagi
"Iya Chen, makanan mu enak tapi bukankah kau akan cape mengerakkan tanganmu berulang kali seperti itu, kenapa tidak aku suapi saja?" katanya dengan menyodorkan sendok ke arah mulutnya.
Chen mo membuka mulut, memakannya dengan senang hati sementara Lou li enggak mau kalah dia berkata dengan dingin, "Bisakah duduk dengan tenang, apa kalian ini seorang penghibur?"
Mereka yang mendengarnya duduk dengan wajah malu, sementara Chen mo bahagia dengan perkelahian ini.
Dalam beberapa puluhan menit di meja makan, ada saja pertarungan antara mereka bertiga sampai semua makanan di meja telah habis bersih di makan oleh mereka.
"Baiklah jamuan ini sudah selesai aku senang ternyata kalian semua langsung bisa akrab" katanya tidak bersalah.
Ketiganya memelototi ku dengan ganas sementara aku hanya bersiul sambil membuang muka, karena suasana semakin canggung antara kami berempat, jadi Charlotte yang melihatnya berinisiatif berbicara
"Chen, karena jamuan sudah selesai, bisakah aku kembali?" tanyanya, "Terima kasih juga karena mau ikut perjamuan, sini aku antar kau sampai luar" katanya menjulurkan tangan sementara dia mengambilnya, berdiri berjalan keluar dengan tatapan menang.
Keduanya tidak percaya apa yang di lakukan pasangannya, tapi mereka hanya diam sampai Chen kembali lagi.
Chen mo mengantarnya sampai luar pintu, sebelum pergi dia berkata dengan gembira "Jamuan ini sangat seru sekali, jika kau punya jamuan seperti ini lagi tolong ajak aku"
"Baiklah aku akan mengajak mu" sambil melepas tangannya.
Dia kembali ke kamar sebelahnya kemudian Chen mo masuk melihat di meja makan, mata kedua wanita sudah berkobar api, tanpa rasa bersalah Chen mo bertanya sambil membersihkan piring di meja "Kalian kenapa kok sampai ada api di mata kalian"
Lou li menjawab "Hum, bagus sekali ya kau Chen, tadi kau berjanji dengan kami tidak akan hal-hal aneh, tapi aku melihat sepertinya kau berbuat hal yang aneh"
"Hal aneh apa?" tanyanya ngeles, "Sudahlah Chen, kau jangan terus bertingkah seperti orang lugu, lebih Baik kau jujur saja dengan kami" kata Xiao yu.
Di tatap mereka berdua, Chen mo seperti orang pasrah menjawab. "Ya memang aku salah karena memegang tangannya, apakah itu cukup?"
"Tidak, lebih baik kau memberikan kami penjelasan dengan detail" kata Xiao yu.
Dia yang sedang membereskan piring lantas berhenti, menaruhnya lagi di atas meja sebelum bertanya "Apakah kalian ingin penjelasan detail?"
"Iya kami mau" jawabnya dengan nada dingin, "Baiklah kalau begitu" teleport menarik tangan keduanya dan ku gendong mereka ke dalam kamar.
Sampai kamar langsung ku lemparkan mereka berdua di atas kasur, "Karena kalian ingin detail?" kataku membuka baju, "Aku akan berikan detailnya" berjalan ke arahnya dengan senyum menyeramkan.
Pintu kamar terkunci dan keluar suara-suara yang membuat pikiran melayang
(Hanya di luar belum masuk dalam)
__ADS_1